Chapter 1-Terlahir Kembali

Kali ini saya kembali membawa tema fanfic naruto, om masashi kishimoto pinjam karakternya ya, silahkan baca bagi yang suka orochimaru/chimaxtoneri bagi yang tidak suka, tidak usah membaca, maaf melenceng dari cerita sesungguhnya, namanya juga fiksi penggemar, ya sesuai khayalan saya. Peringatan ada vulgarnya di harap sudah dewasa jika ingin membaca cerita ini, terimakasih.

"Selamat datang kembali tuan orochimaru" seru Kabuto menyambutku, akhirnya setelah sekian lama aku terlahir kembali dengan tubuh yang lebih baik dan muda , hal ini berkat Kabuto, dia mengkloning tubuhku. "Pakailah ini tuan"seru kabuto memberikanku pakaian.

Aku mengambil pakaian itu, pakaian yang cukup tipis, ketika aku memakai pakaian, aku mengamati diriku tunggu ada yang salah, mengapa aku mempunyai payudara yang cukup besar dan kemaluanku kenapa seperti wanita.

"Kabuto, apa yang terjadi padaku"teriakku kasar. "Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja memcampurkan gen seorang wanita saat mengkloning dirimu"ujar Kabuto, aku marah sejadi-jadinya, sehingga suigetsu, karin dan juugo menghampiri kami.

"Apa yang terjadi Kabuto?"tanya Juugo, "Astaga tuan Orochimaru anda..."seru Karin, "Wanita!"sambung Suigetsu yang menahan tawa.

"Diam kalian"teriakku marah, bisa saja aku membunuh mereka semua, namun aku tidak ingin, karena mereka bawahannku yang setia.

"Tuan maafkan hamba, berikan Hamba waktu lima bulan untuk membuat kloning baru untuk anda, ku jamin kloning itu sempurna dan seorang pria"ujar Kabuto. Lima bulan, oh tidak, dalam lima bulan aku harus bertubuh wanita. "Bisa kau percepat? Aku tidak ingin berlama-lama di tubuh ini"ujarku."Akan aku usahakan tuan"ujar Kabuto lagi.

Suigetsu tertawa terbahak-bahak, "Tuan? Sebaiknya kita panggil Nona atau Nyonya saja"ujar Suigetsu, Karin yang sejak tadi diam ikut tertawa juga"Benar. Mana ada tuan mempunyai dada seperti itu"ujarnya terbahak-bahak. "Plak" Juugo menjitak kedua rekannya itu.

"Diamlah kalian, hormati Nyonya Orochimaru"seru Juugo, yang membuat Karin dan Suigetsu kembali tertawa,ternyata temannya itu sama saja dengan mereka.

Sebaiknya aku harus menerima untuk sementara waktu tubuh ini sampai Kabuto membuatkan tubuh yang baru. "Jangan kalian beritahu penduduk konoha terutama pejabat konoha tentang diriku, jika kalian sampai membocorkan maka kalian akan tinggal nama"ancamku. Mereka menunduk dan ketakutan.

Seminggu sudah aku bertahan dengan tubuh ini, sungguh konyol aku belajar memakai bra dari Karin, karena tidak mungkin aku membiarkan payudaraku menyembul begitu saja tanpa penyanggah jika tidak memakai bra.

Aku juga tidak bisa mandi bersama dengan para pria di anggotaku, padahal kami dahulu sering mandi bersama di onsen. Sekarang aku mandi bersama Karin, pengalaman pertama aku masuk ke pemandian perempuan sungguh membuat diriku malu sendiri. Padahal aku mempunyai payudara dan kemaluan seperti mereka tetap saja aku malu, karena masih menganggap diriku ini adalah pria.

"Nyonya Chima"ujar Karin, ya Nyonya Chima itulah namaku untuk sementara waktu ini. "Ada apa Karin?"tanyaku , saat ini aku sedang menyisir rambut panjangku, ternyata memiliki rambut seorang wanita sangatlah lembut. "Aku ingin memberikan parfum untukmu, seorang wanita harus tercium wangi, seperti wangi bunga"ujarnya.

"Terimakasih"ujarku mengambil parfum itu dan menyemprotknnya ke tubuhku. Karin tertawa "ternyata Nyonya Chima benar-benar seperti wanita sekarang"ujarnya. Aku menatapnya kesal, ternyata dia hanya menjahiliku.

Kupikir menjadi seorang wanita itu mudah ternyata sulit, terlebih lagi aku menstruasi untuk pertama kali, perutku terasa keram dan payudaraku terasa nyeri, darah mengalir dari kemaluanku, Karin mengajarkanku cara memakai pembalut dan memberikanku obat pereda nyeri. Aku sempat berpikir aku akan mati karena mengeluarkan darah selama seminggu.

"Lihat ini selebaran festival bulan"ujar Suigetsu membawa selebaran. Karin mendekati Suigetsu dn melihat selebaran itu. "Aku ingin datang"ujar Karin, "Ya, aku juga ingin"ujar Juugo "Makanan saat festival ku dengar sangat enak dan ada kembang api"tambahnya. "Bolehkah kmi ke sana Nyonya Chima?"seru mereka.

Festival Bulan ya, ya festival yang di selenggarakan konoha sebagai bentuk perayaan menyambutnya gerhana bulan. "Baiklah, kalian boleh ke sana, sekali-kali berbaur dengan penduduk tidak ada salahnya"ujarku. "Apakah Nyonya akan ikut?"tanya Karin, "Ku rasa bukan ide yang buruk"jawabku.

*** Bersambung***

Terimakasih bagi yang sudi membaca fanfic absurd ini, bagi yang suka silahkan fav dan coment yang baik ya, terimakasih