Chapter 2 - Festival Bulan
Kali ini saya kembali membawa tema fanfic naruto, om masashi kishimoto pinjam karakternya ya, silahkan baca bagi yang suka orochimaru/chimaxtoneri bagi yang tidak suka, tidak usah membaca, maaf melenceng dari cerita sesungguhnya, namanya juga fiksi penggemar, ya sesuai khayalan saya. Peringatan ada vulgarnya di harap sudah dewasa jika ingin membaca cerita ini, terimakasih.
Dan disinilah aku, di tengah-tengah festival, aku memakai yukata merah, yang di belikan oleh Karin kemarin, rambutku ku ikat tinggi dan hanya menyisakan beberapa helai. Kabuto tidak ikut dengan kami karena fokus dengan penelitin terhadap calon tubuhku.
"Nona anda cantik sekali"ujar pria gendut penjual takoyaki di depanku, aku hanya tersenyum, sebenarnya di bukanlah pria pertama yang menggodaku seperti ini, aku malas mencari keributan lagi, karena aku sempat memukul dua pria sebelumnya yang menggodaku.
"Terimakasih atas pujiannya tuan"ujarku itu tersenyum "Cobalah beberapa takoyaki ini, untukmu gratis"ujar pria itu. Aku terkejut ternyata menjadi seorang wanita ada untungnya juga. Aku memakan takoyaki gratis tersebut, jika gratis ternyata lebih enak.
Posisi bulan dan bumi akan berdekatan, ya gerhana bulan akan segera terjadi. Kudengar ketika gerhana bulan di bumi,tepatnya di konoha mengadakn suatau festival. Festival bulan akan di laksanakan di konoha, festival itu di lakukan untuk menyambut malam gerhana bulan. Ini adalah kesempatanku untuk kembali ke bumi. Tak ada niat buruk ketika aku berkunjung ke bumi, kebodohanku beberapa waktu lalu sempat ingin memusnahkan bumi, yang ternyata indah ini.
Sesampainya aku di bumi, aku berjalan mengelilingi festival bulan yang begitu ramai. Berbagai acara di hadirkan di festival ini, dari acara menari hingga bernyanyi. Langit di hiasi berbagai letusan kembang api, sesekali aku menikmati makanan khas bumi, suasana di sini begitu meriah tidak seperti di bulan, aku merasa hampa.
"Bisakah kalian tidak menggodaku"teriak seorang wanita, aku sedang menikmati ringgoame terkejut dengan teriakannya, "bugh" wanita itu memukul dua orang pria sekaligus. Sehingga menimbulkan keramaian di antara mereka.
Merasa kagum aku mengikuti wanita itu, wanita itu memakai yukata merah yang pas di tubuhnya dengan ikatan rambut yang tinggi dan menyisakan beberpai helai rambut yang menurutku manis ketika di terpa angin. Walau wataknya terlihat kasar, namun wajahnya begitu lembut, mungkin usianya sedikit berada di bawahku.
Wanita itu berhenti di depn stand yang bertuliskan takoyaki, penjual takoyaki itu sedikit menggodanya, ku pikir wnita itu akan memarahi dan memukul penjual itu seperti dua pria yang lainnya. Namun salah, dia hanya tersenyum, senyumnya terlihat manis dan penjual itu tampak memberikannya takoyaki secara percuma. Wanita yang unik.
"Berhenti, mengapa kau mengikutiku"ujar wanita itu berbalik dan menghadapku. Aku tersenyum, akhirnya wanita itu menyadari keberadaanku. "Aku hanya ingin berkenalan denganmu"ujarku, "Perkenalkan aku Toneri Otsutsuki"ujarku lagi, wanita itu tampak terkejut.
"Toneri? Apakah kau pria dari bulan itu?"tanya wanita itu, aku hanya tersenyum "Ya kau benar"ujarku mengangguk. "Mau apa kau, apa kau akan menyerang bumi lagi"ujarnya marah, ku rasakan cakranya yang berwarna hitam keunguan. "Tenanglah, aku sudah tidak berniat menghancurkan bumi lagi, kau bisa memegang perkataanku"ujarku, "Jadi siapa namamu?"tanyaku.
Kemana Karin, Juugo dan Suigetsu, dasae mereka meninggalkanku di festival sebesar ini, mereka pasti bermain di arena bermain, dasar mereka seperti anak-anak saja. Aku berjalan berkeliling mencari mereka, aku rasa sudah cukup bermain di festival dan saatnya kembali.
Ketika aku melangkah ke arah pertokoan , aku merasakan ada seseorang yang mengikutiku. "Berhenti, mengapa kau mengikutiku"ujar ku berbalik dan menghadapnya. "Aku hanya ingin berkenalan denganmu"ujarnya tersenyum, "Perkenalkan aku Toneri Otsutsuki"ujarnya lagi, Aku terkejut.
"Toneri? Apakah kau pria dari bulan itu?"tanyaku menyelidik, "Ya kau benar"ujarnya mengangguk. "Mau apa kau, apa kau akan menyerang bumi lagi" tanyaku waspada dan bersiap mebgekuarkan cakra.
"Tenanglah, aku sudah tidak berniat menghancurkan bumi lagi, kau bisa memegang perkataanku"ujarnya, "Jadi siapa namamu?"tanyanya kepadaku.
"Chima"jawabku, tidak ada salahnya bukan berkenalan dengan seorang pria, biarlah malam ini aku menjadi chima seorang wanita, bukan orochimaru.
"Kau begitu manis, bagaiman jika kita berkencan"ajaknya, aku tercekat, bagaimana mungkin dia mengajakku berkencan begitu cepat. "Tidak mau"jawabku, dia tertawa, "Baiklah mungkin ini terlalu cepat, wajar saja kau menolakku, bagaimana kita minum sake, ku dengar sake di konohagakure ini enak"ajaknya.
Minum sake? Sudah lama aku tidak meminum sake, ku rasa meminum beberapa gelas tidak akan masalah, aku tidak pernah mabuk sebelumnya jadi kurasa aman. "Baiklah, tapi kau traktir diriku ya"seruku, pria itu menggenggam tanganku menuju toko yang menyediakan sake.
"Kau hebat juga minum sake"ujarku kepada Chima, "Ini belum seberapa, aku biasanya menenggak satu botol sekaligus"ujarnya. Aku bertepuk tangana, benar dugaanku wanita ini unik. "Hei bagaimana kalau kita adu meminum sake terbanyak"ujarku, "Baiklah"ujarnya. Kamipun adu meminum sake, wanita itu hebat lima botol berhasil dia tenggak dalam satu jam, "Aku megaku kalah"ujarku kepadanya, wanIta itu terkekeh, ternyata dia sudah mabuk parah. Aku medekati wanita itu, dan mengecup bibirnya, wanita itu dengan wajah memerah khas mabuknya terkejut, namun tak ada penolakan darinya. Aku menggendong wanita itu dan berteleport ke bulan tepatnya ke kamarku, aku kembali mengecupnya namun sedikit lebih liar, wanIta itu meremas rambutku, mungkin malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi kami berdua.
*** Bersambung***
Terimakasih bagi yang sudi membaca fanfic absurd ini, bagi yang suka silahkan Fav dan coment yang baik ya, terimakasih
