Chapter 3 - Kesalahan Semalam

Kali ini saya kembali membawa tema fanfic naruto, om masashi kishimoto pinjam karakternya ya, silahkan baca bagi yang suka orochimaru/chimaxtoneri bagi yang tidak suka, tidak usah membaca, maaf melenceng dari cerita sesungguhnya, namanya juga fiksi penggemar, ya sesuai khayalan saya. Peringatan ada vulgarnya di harap sudah dewasa jika ingin membaca cerita ini, terimakasih. Part ini ++

Toneri mengajakku untuk adu minum sake, aku berhasil memenangkannya, namun aku mabuk, ternyata tubuh wanita seperti ini membuat aku mabuk lebih cepat. Tubuhku terasa melayang seperti di gendong seseorang, apakah Toneri yang membawaku.

Entah di mana aku sekarang, aku tidak dapat memastikannya, Toneri kembali mengecupku, ciuman ini terasa begitu panas, kamisama, ini salah, aku di cium oleh pria, aku ini sesungguhnya pria, ya walaupun aku bertubuh wanita sekarang, tapi hatiku adalah pria, namun aku tak kuasa menolak ciuman ini.

Bolehkah aku egois dan menikmatinya, kamisama izinkan aku malam ini saja menjadi wanita seutuhnya. Kembali ciuman panas itu terjadi, aku meremas rambutnya, ciuman itu berpindah ke leherku, aku meremang. Di rebahkannya diriku, ku merasakan tangannya membuka yukataku, dan bergerilya meremas segala yang ku punya, inikah sentuhan pria kepada wanita, kemaluanku terasa basah, puncak payudaraku menegang, apakah aku terangsang atas perbuatannya.

Walaupun aku mabuk , namun aku masih dapat melihat samar Toneri membuka pakaiannya, dia memosisikan kemaluannya di punyaku, dan melesakkannya, sakit subgguh sakit, inikah yang di namakan kehilangan keperawanan, kurasakan sesuatu mengalir dari kemaluanku, mungkin itu selaput darahku yang robek.

Toneri kembali menggenjotku dan mengeluarkan spermanya bertubi-tubi di rahimku, rasanya nikmat, kamisama ini benar-benar salah, malam ini adalah sebuah kesalahan. Aku mencoba mendorong Toneri, namun aku tak sanggup yang ada aku memeluknya, dan aku mendesahkan namanya. Hal terakhir yang ku ingat dia mengecup dahiku dan mengucapkn terimakasih, sebelum kami, sama-sama terlelap dalam buaian kenikmatan sesaat.

Gerhana bulan telah lewat, wanita Itu masih terlelap di ranjangku. Kulit wanita itu begitu pucat, wajahnya tampak cantik, dengan gaya eye liner yang menurutku agak mencolok, walaupun eyeliner yang di gunakannya sekarang sudah memudar karena peluh keringat yang tercipta semalam.

Aku beranjak dari ranjangku, membersihkan diri dan keluar untuj menyuruh pelayanku yang berupa boneka untuk menyiapkan makanan. Sekembalinya aku ke kamar wanita itu telah bangun dn tengah merapikan diri, "Ohayou Chima"ujarku, "Ohayou Toneri" jawab wanita itu datar. Mungkin dia menyesal atas kejadian semalam. "Maafkan aku untuk yang semalam"ujarku mendekatinya, wanita itu membuang mukanya padaku "Sudahlah, semua sudah terjadi, dan itu hanyalah kesalahan semalam, bawa aku pulang"ujarnya.

"Maaf untuk sebulan ini aku tidak bisa membawamu pulang, karena akan mengganggu orbit perputaran bulan, jika itu ku lakukan"ujarku jujur, setelah gerhana bulan semalam orbit bulan bergeser, aku baru bisa membawanya pulang sebulan kemudian, saat terjadi gerhana bulan di amegakure, negara terdekat konohagakure.

"Apa? jadi ini bukan di bumi?" serunya panik. Aku mengangguk, "ya ini di bulan, istanaku, maafkan aku membawamu dalam keadaan mabuk, nafsu menguasaiku"ujarku."Sebaiknya kau membersihkan diri, dan kemudian kita makan, pelayanku sudah menyiapkn makanan"ujarku kembali.

Kamisama, ini begitu pelik, aku terjebak bersamanya sebulan mendatang, mengapa aku tak sanggup menolaknya ketika dia menggendongku menuju ke sini. Otakku berpikir keras, aku harus mengambil sisi positif setidaknya aku bisa meneliti bulan dan mempelajari pengetahuannya, bukankah aku juga sedikit bosan di laboratoriumku itu, menanti tubuh baruku, tak ada salahnya aku bersabar menanti selama sebulan lagi di sini.

"Baiklah,selama sebulan mendatang aku akan berada di sini, namun Toneri aku harap kau tidak menyentuhku lagi dan tidak ada kata sake atau appun yang memabukkan"ujarku. "Baiklah aku tak akan menyentuhmu tanpa persetujuanmu, dan tidak akan ada kata mabuk serta sake di istanaku "ujar Toneri tersenyum. "Ayo kita makan"ajaknya.

"Tunggu aku harus membersihkan diri terlebih dahulu"ujarku, aku mencoba berdiri namun kemaluanku ngilu sehingga susah berjalan, "Mau ku gendong hingga ke kamar mandi?"tawar Toneri, wajahku bersemu malu, oh kamisama seorang orochimaru malu, hal yang mustahil. Aku mengangguk, aku tak sanggup berjalan jika ngilu seperti ini.

Setelah aku membersihkan diri, Toneri memberikan yukata khas otsutsuki, yukata berwarna putih gading, kemudian Toneri kembali menggendongku dan membawaku ke meja makan. Banyak pelayan yang berdiri di ruang makn itu. Namun aneh, pelayan tersebut tidak memiliki ekspresi.

"Mengapa pelayan tersebut tidak berekspresi?"tanyaku, "Mereka semua adalah boneka, hanya aku manusia di bulan ini"ujarnya sendu. Aku tercekak, pria ini pasti kesepian hanya di temani boneka pelayannya. Beruntungnya diriku, walaupun aku dahulu jahat, setidaknya masih ada Kabuto, Karin, Jugoo serta Suigetsu yang setia di sampingku.

"Apakah makanannya enak?"tanya Toneri, ku mengangguk makanan bulan sama saja dengan makanan bumi,jadi terasa enak, terlebih aku tidak pernah memilih-milih makanan. Aku harus membiaskan diriku dengan istana ini selama sebulan, semoga tidak ada masalah kedepannya, ku rasa suatu saat aku harus jujur dengan Toneri bahwa sejatinya aku adalah pria yang terjebak di tubuh wanita, agar dia tidak berharap lebih padaku. Dan aku harap para pengikutku tidak terllu mencemaskan kehilanganku.

*** Bersambung***

Terimakasih bagi yang sudi membaca fanfic absurd ini, bagi yang suka silahkan Fav dan coment yang baik ya, terimakasih