Chapter 4 - Sebulan di Bulan

Kali ini saya kembali membawa tema fanfic naruto, om masashi kishimoto pinjam karakternya ya, silahkan baca bagi yang suka orochimaru/chimaxtoneri bagi yang tidak suka, tidak usah membaca, maaf melenceng dari cerita sesungguhnya, namanya juga fiksi penggemar, ya sesuai khayalan saya. Peringatan ada vulgarnya di harap sudah dewasa jika ingin membaca cerita ini, terimakasih.

Behari-hari ku lalui di istana ini, aku cukup nyaman di sini karena perpustakaannya lengkap dan sejarah tentang dunia ninja di masa lalu dapat ku pelajari dengan baik di sini. Deretan buku di lemari itu sudah ku baca semua, saatnya aku beralih ke lemari lain, tanganku menyusuri beberapa buku, satu buku dengan sampul merah menarik perhatianku.

Ku tarik buku itu, judulnya sama sekali tidak berkaitan dengan ninja maupun peperangan "panduan merawat bayi" itu judul buku tersebut, dengan smpul merah dan bergambar bayi lucu berambut hitam dn bermata coklat bulat sungguh lucu. Tak ada salahnya bukan ku membaca buku ini, toh merawat bayi juga bagian dari ilmu pengetahuan.

Aku membaca buku itu dengan seksama, ternyata merawat bayi tidak semudah teori di benakku, selain penuh kelembutan juga harus penuh kasih sayang, aku tertawa dalam hati, apa aku bisa mencurahkan kasih sayang dengan bayi, padahal seumur hidupku, aku selalu berbuat jahat.

"Apa yang sedang kau baca?"tanya Toneri mengejutkanku, sehingga buku yang ku bac tadi terjatuh di kakinya. Toneri mengambil buku tersebut, dan mengamati judul buku itu "Kau ingin memiliki bayi?"tanyanya, wajahku memerah, bodoh kenapa ku malu, "Ti...dak..."ujarku sedikit gugup.

"Aku menyukai bayi, tapi aku tidak bisa memilikinya, karena semua di istanaku adalah boneka"ujar Toneri. aku menatap wajah Toneri, "Mengapa kau tidak mengadopsi anak saja, istanamu cukup luas untuk beberapa anak"ujarku, "Aku tidak ingin memisahkan mereka dari bumi, kau lihat, kehidupan di sini begitu sepi, aku takut mereka akan bosan dan merengek pergi dariku"ujarnya lagi.

"Mengapa ku tidak menikah sja?"tanyaku,"Kau bisa memiliki anak dengan istrimu"ujarku lagi. Toneri tertawa "Bagaimana aku akan menikah, wanita-wanita itu pasti akan menjerti ketakutan karena tinggal berbeda dunia,, wlaupun di sini serba berkecukupan tapi bersosialisasi itu penting, contohnya kau saja tidk ingin tinggal di sini bukan?"ujar Toneri lagi, pernyataannya menohok hatiku, benar semua yang di katakan olehnya.

Dua minggu berlalu, aku menemukan taman yang terdapat di istana ini, aku tidak menyangka bahwa di bulan akan tumbuh tanaman seindah ini, taman ini indah namun tidak terawat. Mungkin aku harus mencoba hobi baru selama di bulan ini, mungkin merawat dan menanam berbagai bunga di istana ini tak ada salahnya.

Aku mulai membaca buku tentang merawat tanaman dan bunga, aku meminta Toneri agar beberapa pelayan bonekanya membantuku merawat taman karena mustahil bagiku merawat taman seorang diri.

"Taman ini jadi terlihat rapi semenjak kau berada di sini"ujar Toneri di sampingku, "Terimakasih" memelukku dari belakang dang mengecup pipiku lembut, jantjngku berdebar-debar, apkah aku mengidap penyakit jantung. "Jangan sentuh aku Toneri"ujarku melepas pelukannya. "Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu tadi, aku hanya meluapkan rasa terimakasihku"ujarnya.

Tak terasa esok aku bisa kembali ke bumi, ku tatap bumi yang mulai sejajar dengan bulan, kedudukan bulan tepat menyentuh wilayah amegakure, ku rasa tidak apa aku ke amegakure, wilayah itu dekat dengan konohagakure dan ku rasa aku dapat menjaga diriku sendiri setelah Toneri meninggalkanku di amegakure kelak.

"Apakah kau sudah siap Chima?"tanya Toneri, dia ikut melihat bumi denganku. "Ya aku sudah siap, aku merindukan bumi"ujarku,"walaupun istanamu ini indh, namun bumiku jauh lebih menyenangkan"ujarku lagi. Toneri tersenyum, "Tak bisakah kau tetap di sini? Aku merasa tidak sepi semenjak kau di sini"ujar Toneri menggenggam tanganku.

"Maafkan aku Toneri,aku tidak bisa"ujarku, "Ya kau harus kembali ke bumi, itulah tempatmu berasal, aku harus merelakanmu walaupun aku mulai mencintaimu"ujar Toneri. Aku menatap mata Toneri, ku rasakan tidak ada kebohongan di sana.

"Toneri, sebelum hatimu terlalu jauh untukku, aku tidak ingin melukaimu, ku harus jujur padamu, aku tidk bisa mencintaimu"ujarku, "Kenapa? Kamisama, apakah kau telah mempunyai kekasih? Betapa bodohnya aku telah menodaimu jika kau telah mempunyai kekasih, maafkan aku"ujar Toneri tampak panik.

"Tidak, aku tidak mempunyai kekasih, jika ku katakan aku adalah pria apakah kau percaya?"ujarku. Toneri tertawa nyaring, "Kau mempermainkanku ya?bagaimana mungkin seorang pria memiliki organ wanita sepertimu dan dapat kupastikan itu asli, karena aku merasakannya sendiri"ujarnya. Aku menggeleng, "Namaku sesungguhnya adalah Orochimaru, aku adalah pria, asistenku yang bernama Kabuto menghidupkanku kembali, namun dia memberikan gen permepuan padaku, sehingga secara raga, diriku adalah wanita, nmun ini sementara karena Kabuto sedang menyiapkan tubuh priaku"ujarku. Toneri terdiam, "Masih tak dapat ku percaya, nmun jika ini benar, tak bisakah kau menjadi wanita saja? Di mataku ku begitu sempuran"ujarnya. "Maafkan aku Toneri, aku tidak bisa"ujarku meninggalkannya ke kamar, hatiku terasa sedih ku menangis, sungguh menjadi wanita sangat merepotkan karena selalu perasaan yang digunakan.

Hari ini tepatnya malam ini, aku di antar Toneri ke amegakure, aku sungguh merindukan bumi. "Terimakasih sudah mengantarkanku"ujarku kepada Toneri, Toneri mengangguk dan hanya diam, mungkin dia sedikit kecewa padaku. "Jika kau berkunjung ke bumi, datanglah ketempatku, aku pasti akan menjamumu, kita mungkin tidak bisa menjadi kekasih, namun bisa menjadi teman bukan?"ujarku. Toneri tersenyum dan meninggalkanku.

Aku memandang bulan, mungkin ini adalah akhir dari perjalanan ke bulan. Malam semakin larut, aku harus bergegas ke konoha, aku rindu asisten-asitenku itu.

Ternyata memiliki tubuh seorang wanita itu begitu lemah, baru dua jam berjalan aku merasa lelah, perutku juga terasa keram, apa mungkin aku lapar, namun aku sudah makan sebelum ke bumi, hal yang aneh.

"Hai kau wanita berbaju putih"ujar seseorang di depanku, "Serahkan hartamu"ujar pria lainnya, tampak lima pria dengan senjata mengelilingiku, sial mereka adalah perampok. "Aku tidak memiliki harta, tidak ada yang harus aku serahkan"ujarku. "Cih kau penipu, jika tidak memiliki harta, tubuhmupun boleh kami miliki"ujar mereka.

Aku tersentak, aku segera mengeluarkan cakraku dan menghajar mereka, mereka ternyata lebih kuat, kedua tanganku mereka ikat, mereka menyeretku ke tengah hutan. "Menurutlah dan puaskan pada kami, maka kau tidak akan kami sakiti"ujarnya, aku meludahi mereka, aku harus segera kabur dari tempat ini, tampaknya mereka mencoba memperkosaku.

"Sialan wanita jalang! Beraninya kau meludahiku, plak" dia menamparku, temannya yang lain Memegang tanganku yang telah di ikat, yang lainnya memegang kedua kakiku, pria yang bertubuh paling tinggi mendekatiku dan menarik yukataku, sehingga braku terlihat olehnya, tak segan-segan dia membuka braku dan meremas payudaraku, sakit sangat sakit.

"Hentikan"jeritku, namun pria itu membekapku dengan ciumannya, lidahnya melesak di dlm mulutku, aku menggigit lidahnya, dia marah dan menamparku lagi "Benar- benar jalang"ujarnya marah, tubuhku di dorong olehnya hingga ke tanah, di tariknya celana dalamku, dia mengelus kemaluanku, oh kamisama tolong aku, hujan mulai membasahi hutan, rintikcrintik hujan membasahiku. Kamisama dengarkan pintaku, ku mohon tolong diriku, satu nama yang ku ibgat dalam hati Toneri tolong aku.

*** Bersambung***

Terimakasih bagi yang sudi membaca fanfic absurd ini, bagi yang suka silahkan fav dan review yang baik ya, terimakasih