Chapter 7 - Benih Pria Bulan

Kali ini saya kembali membawa tema fanfic naruto, om masashi kishimoto pinjam karakternya ya, silahkan baca bagi yang suka orochimaru/chimaxtoneri bagi yang tidak suka, tidak usah membaca, maaf melenceng dari cerita sesungguhnya, namanya juga fiksi penggemar, ya sesuai khayalan saya. Peringatan ada vulgarnya di harap sudah dewasa jika ingin membaca cerita ini, terimakasih.

Paginya aku terbangun seorang diri di kamar penginapan ini, Toneri pasti telah kembali ke bulan, dia harus melakukan itu jika tidak perputaran bulan akan berhenti dan menabrak bumi.

Keram di perutku sudah tidak terasa, semoga keram perut ini tidak terjadi lagi, karena saat perutku keram seakan-akan ada yang akan keluar dari tubuhku. Ku sibakkan selimut , ku perhatikan tubuhku penuh bercak kemerahan perbuatan Toneri. Futon yang ku tiduri semalam tampak kotor dan sedikit basah karena cairan dan peluh kami.

Aku melihat kedua tanganku, tak kusangka aku memegang kemaluan seorang pria dan berhasil memuaskannya, padahal tubuhku sendiri dahulunya adalah pria. Apakah perbuatanku salah, jika aku menikmati persetubuhan itu.

Sadarlah kau itu Orochimaru seorang pria, bukan Chima yang seorang wanita ini. Ingatlah tubuh ini hanya sementara, jadi jangan terbawa suasana dan menikmati hidup sebagai wanita, sebentar lagi, empat bulan lagi tubuh baruku akan siap dan aku akn kembali menjadi pria.

Ku edarkan pandangan ke sampingku, tampak atasan baju toneri di sana dan secarik kertas "Gunakanlah bajuku, penginapan telah ku bayar, dan aku menyisakan beberapa uang untuk mu di saku bajuku, sebagai bekal perjalananmu ke konoha, berhati-hatilah dan berjalanlah ketika hari terang, senang bertemu denganmu, aku harap ketika kau mungkin kelak kembali menjadi pria, kita bisa menjadi teman, sampai jumpa- Toneri".

Segera mungkin aku membersihkan diri, setelahnya aku mengambil baju Toneri dan memakainya, bajunya cukup panjang hingga ke lututku, aku mencium aroma tubuh Toneri di pakaian ini, benar-benar aroma khas tubuhnya.

"Ugh..."perutku terasa mual, aku berlari ke kamar mandi dan memuntahkan segala isi perutku. Mungkin aku terlalu lelah karena kemarin terguyur hujan.

Akhirnya aku sampai di konoha tepatnya sampai di laboratoriumku. Karin, Suigetsu, Juugo serta Kabuto menangis di depanku, terutama trio tim taka itu yang merasa bersalah meninggalkanku di festival bulan.

Jujur aku masih kesal dengan mereka, nanti sajalah aku menghukum mereka, tubuhku lelah. "Nyonya Chima maafkan kami"ujar Karin membuka pembicaraan, "Ampuni kmi Nyonya Chima, kami lantas di hukum"ujar Juugo, Suigetsu masih menangis tersedu, mungkin dia takut aku hukum.

"Tuan Orochimaru... maksud saya, Nyonya Chima dari mana saja anda selama sebulan ini? Kami mencari anda segala tempat, sampai ku fikir bahwa anda telah mati karena kecewa dengan tubuh wanita ini"ujar Kabuto berlutut.

Aku tertawa, "Aku pergi ke bulan"ujarku, "Jangan bercanda Nyonya"seru Karin, mereka pasti tidak percaya jika aku benar-benar ke bulan. "Sungguh ku tidak berbohong, memang sulit di percaya tapi itulah kenyataannya"ujarku lagi, trio tim taka mengeleng-geleng tanda tidak percaya. "Terserah kalian mau percaya atau tidak, aku ingin beristirhat, badanku lelah"ujarku meninggalkan mereka.

Dua minggu berlalu setelah aku kembali dari bulan, selama itu pula ku muntah-muntah terus di pagi hari. "Nyonya Chima anda kenapa?" tanya Karin menghampiri diriku di kamar, mungkin dia mendengar suaraku yang tadi sedang muntah di kamar mandi.

"Tidak ada apa-apa Karin, aku hanya tidak enak badan"ujarku, benar selain muntah badanku terasa cepat lelah. "Perlu ku panggilkan Kabuto, Nyonya? Untuk memeriksamu"ujar Karin lagi, aku menggeleng. "Tidak usah Karin, namun bisakah dirimu mengambilkanku segelas air?, setelah muntah tenggorokanku terasa kering"ujarku. Karin mengangguk dan keluar mengambilkanku minum.

"Ugh..."rasa mual ini kembali melanda, aku bergegas ke kamar mandi sebelum muntah ini keluar, "Hoek. Hoek" aku memuntahkan segala makananku semalam. Badanku terasa lemas , tubuhku terasa ringan bagaikan kapas, ku rasa kesadaranku akan menurun.

"Nyonya Chima..."teriak Karin, menemukan Chima di depan kamar mandi dalm keadaan tak sadarkan diri, bersama Juugo, Karin menggendong Chima keruangan Kabuto, Kabuto merangkap sebagai dokter di sini.

"Kamisama, apa yang terjadi dengan Nyonya Chima?"tanya Kabuto, "Aku tidak tahu, aku menemukannya di depan pintu kamar mandi, sebelumnya Nyonya Chima muntah-muntah"ujar Karin.

Kabuto memeriksa Chima secara seksama, hingga dia menemukan kejanggalan di perut Chima, "Apakah mungkin jika Nyonya Chima hamil, ah tidak mungkin, dia pasti tidak mau di sentuh pria, terlebih dia akan menjadi pria kembali"ujar Kabuto di dalam hati.

Namun rasa penasaran merongrong Kabuto, dia mengambil alat dan menempelkannya ke perut Nyonya Chima, dari layar berbentuk segi empat itu, tampak sebuah bayangan hitam kecil. "Janin?"seru Kabuto terkejut.

"Janin?"seru Karin dan Juugo serta Suigetsu yang baru masuk, tak lama Chima tersadar dari pingsannya. "Apa yang terjadi padaku?"tanya Chima, "Katakan benih siapa yang tumbuh di rahim anda Nyonya? apa yang terjadi adamu?"tanya Kabuto.

"Maksudmu aku hamil?"tanya Chima, Kabuto mengangguk, aku terkejut bukan main, kami hnya melakukannya dua kali, dan benih pria bulan itu tumbuh di rahimku, aku tidak bisa menerima ini.

*** Bersambung***

Terimakasih bagi yang sudi membaca fanfic absurd ini, bagi yang suka silahkan Fav dan Review yang baik ya, terimakasih