Epilog 1- Kazoku / Keluarga

Setelah di pikir-pikir udatenya sekarang aja deh, *dasar author labil

Kali ini saya kembali membawa tema fanfic naruto, om masashi kishimoto pinjam karakternya ya, silahkan baca bagi yang suka orochimaru/chimaxtoneri bagi yang tidak suka, tidak usah membaca, maaf melenceng dari cerita sesungguhnya, namanya juga fiksi penggemar, ya sesuai khayalan saya. Peringatan ada vulgarnya di harap sudah dewasa jika ingin membaca cerita ini, terimakasih.

"Shannaroo!"ujar Sarada kesal, " Boruto, ayo kita tunjukan kepada mereka kemampuan kita!"ajak Sarada lagi, mungkin dia sudah sangat-sngat kesal, "Tolong jangan lupakan aku"ujarku, ya ini aku Mitsuki, siswa baru dari otogakure. "Mitsuki, sebenarnya, orang tuamu siapa sih?"tanya Boruto, pertanyaannya cukup mengejutkanku, karena selama kami berteman tak sekalipun dia menanyakan hal tersebut.

"Orochimaru"ujarku tersenyum, benar nama Ibuku secara resmi bernama Orochimaru, walaupun Ayah dan orang-orang di markas lab otogakure memanggilnya Chima. "Apaaaa?!"ujar Boruto dan Sarada bersamaan, mereka pasti terkejut dengan fakta ini, Ibu telah memberitahukan padaku sebelumnya jika aku memberitahukan siapa ibuku mereka pasti akan terkejut, jangankan mereka, ku juga terkejut mengetahui fakta bahwa dahulu Ibu adalah pria, yang kemudian di hidupkan kembali menjadi wanita karena kesalahan paman Kabuto.

"Orochimaru, maksudmu sannin ular itu?"tanya Boruto kembali, "Iya"seruku mengangguk. "Dia itu Ayahmu atau Ibumu?"seru Boruto dan Sarada kembali, aku hanya tersenyum, aku tidak masalah jika Ibuku masih mereka anggap pria, karena Ibu juga jarang menampakkan dirinya di Konoha lagi, dia lebih sering tinggal di laboratoriumnya yang terdapat di otogakure, sehingga orang-orang Konoha tidak mengenali wujud ibuku sekarang sebagai wanita , hanya segelintir orang yang tahu, seperti Iruka sensei karena beliau adalah kepala sekolah, dan Paman Naruto serta Paman Shikamaru karena Ibu harus mengurus surat-suratku untuk bersekolah di sini.

Mereka juga sama terkejutnya ketika melihat Ibuku yang seorang Orochimaru dengan wujud wanita, bahkan usia Ibuku hampir sama dengan mereka, karena ketika di hidupkan kembali, Paman Kabuto membuat tubuh Ibu seperti usia 20 tahun.

Biarlah Sarada dan Naruto menganggapnya begitu, aku sudah sering mendapat pandangan aneh dari orang-orang yang bertanya tentang Ibuku, aku tak masalah, selama aku merasakan kasih sayang dari keluarga yaitu Ibu dan Ayahku serta paman dan bibiku yang berada di markas.

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

"Mitsuki kau sudah pulang? Bagaimana hari mu? Apakah kau mempunyai banyak teman?"tanya Ibu, ketika melihatku memasuki markas "Cukup menyenangkan, ya aku mempunyai banyak teman, tidak salah Ibu menyekolahkanku di Konoha"ujarku singkat dan tersenyum.

"Kau pasti lelah baru sampai dari konoha, beristirahatlah di kamar, nanti Ibu akan buatkan minuman dingin"ujar Ibu, "Baik bu"ujarku beranjak memasuki kamar, ku letakkan ranselku di meja, aku baru saja sampai dari konoha, aku harus kembali ke markas karena malam nanti akan terjadi gerhana bulan disini, yang artinya Ayah akan datang dan bertepatan dengan hari ulang tahunku.

Aku mengamati foto-foto yang berada di dinding kamarku, ada foto diriku saat masih bayi, foto bersama trio tim taka, dan Paman Kabuto, Foto bersama Ibu dan Ayah, dan Ini dia foto favoritku, foto pernikahan Ibu dan Ayah yang dilaksanakan di bulan, di foto ini Ibu sangat cantik dengan kimono hitamnya.

Aku memandang bulan, sangat indah, sungguh indah, seperti istana Ayah yang indah, aku dan Ibu beberapa kali di jemput Ayah untuk bermain di istananya, aku jadi teringat saat aku masih kecil, aku sempat merengek meminta Ayah untuk tinggal bersama kami di bumi, karena aku iri teman-temanku mempunyai Ayah yang selalu berada di sampingnya, atau saat aku meminta ibu untuk tinggal di bulan bersama Ayah agar kami menjadi keluarga yang utuh. Seiring berjalannya waktu aku mengerti itu semua tak bisa di wujudkan, hal inilah yang terbaik, kami tinggal di bumi, dan Ayah mengunjungi kami setiap gerhana bulan terjadi.

"Mitsuki ini minuman dingin untukmu"ujar Ibu di depan pintu kamarku, "Terimakasih bu"ujarku mengambil minuman itu dan meminumnya, "Apakah Ayah sudah sampai bu?tanyaku, "Belum Mitsuki, bulan baru saja muncul, beberapa saat lagi gerhana bulan baru akan terjadi, bersabarlah, aku tahu kau merindukan Ayahmu, atau kau sudah tidak sbar ingin memakan kue ulangtahun buatan paman Suigetsu?"tanya Ibu.

"Ya bu, aku tidak sabar menunjukkan jutsu baruku pada Ayah"ujarku, Ibu tersenyum dan mengacak rambutku. "Ganti bajumu dan segeralah ke ruang makan kita menunggu Ayahmu bersama"ujar Ibu, aku mengangguk.

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

Ayah telah sampai, saat ini kami semua berkumpul di meja makan merayakn ulangtahunku yang ke dua belas tahun,kami bernyanyi bersama, dan di akhiri dengan aku meniup lilin dan membagikan kue ulangtahunkj, kue ini terasa enak, paman suigetsu semakin mahir memasak. "Selamat ulang tahun Mitsuki"teriak Ayah, Ibu, bibI Karin, Paman Juugo, Paman Suigetsu dan Paman Kabuto.

Mereka masing-masing memberikanku kado, "Ini sweater dari ku, aku merajutnya sendiri untukmu"ujar bibi Karin memberikanku sweater berwarna biru. "Ku hanya memberikanmu kue ulangtahun yang ku buat sendiri, bagaimana enak bukan?"seru paman Suigetsu, "Enak paman "ujarku, "Ini dariku"ujar Paman Juugo memberikanku kado berbungkus kertas biru, aku membukanya, ternyata sebuah game seperti yang Boruto punya, "terimakasih paman"ujarku, paman kabuto menbeikanku, sekotak peralatan ninja medis beserta ramuan obat herbal yng berguna untuk melaksnakan misi.

"Ini dari Ayah untukmu"ujar Ayah memberikanku sebilah pedang, kubuka sarung pednag itu, pedang itu mengkilat dengan gagang berwarna hitam, dan terdapat ukiran dengan tulisan Otsutsuki, "Ini adalah pedang yang ayah dapatkan dari kakekmu dahulu, ku pikir sudah saatnya kau menyimpannya, sebagai penerus Otsutsuki"ujar Ayah. Kini giliran Ibu, biasanya ibu akan memberikanku buku atau peralatan ninja.

"Maafkan Ibu, Ibu tidak memberikan kado padamu, ibu tidak sempat keluar markas, karena ibu sibuk meneliti"ujar Ibu, "Tidak apa ibu, aku paham"ujarku tersenyum. "Bagaimana besok kita ke pasar, kau boleh memilih apaoun yang ku suka"ujar Ibu. Aku menggeleng, "Tidak usah bu"ujarku, "Kau yakin tidk ingin meminta sesuatu ada Ibu?"tanya Ibu, aku berfikir sejenak, "Bagaimana Ibu memberikanku seorang adik, ku rasa aku cukup besar untuk dapat mengasuh adikku, Ayah bolehkah ku meminta adik?"tanyaku kepada Ayah,"Tentu saja boleh, tunggulah, ulangtahun mu di tahun depan kelak akan ada adik yang menemanimu" ujar Ayah, sedangkan muka ibu bersemu merah.

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

*** Tamat***

O

O

O

O

O

Boong deng, epilognya bersambung satu lagi, baru nanti benar-benar tamat

Terimakasih bagi yang sudi membaca fanfic absurd ini, bagi yang suka silahkan Fav dan Review yang baik ya, terimakasih bagi yang dari awal mengikuti fic gaje ini, author update sesuka hati, sudah kebiasaan, maaf bagi yang review banyakin word, sudah kelanjur buat secuil seperti ini , teirmakasih yang sering review author ,hehe... Tunggu Epilog part 2 dari ff ini ya~ entah kapan author buat, mungkin sekarang atau lusa atau beberapa gerhana bulan lagi *plak boong. Bocoran part 2 kayaknya ada hotnya *iyalah ada hotnya kan mau buat adik buat Mitsuki - kata Toneri , part 2 juga di tunjukan untuk seorang guest yang nge request hot part.

O

O

O

O

O

setelah di pikir-pikir upadet sekarang ajadeh epilog 2 nya, biar beneran tamat