Epilog 2 - Hana gadis Tenseigan (End)

Kali ini saya kembali membawa tema fanfic naruto, om masashi kishimoto pinjam karakternya ya, silahkan baca bagi yang suka orochimaru/chimaxtoneri bagi yang tidak suka, tidak usah membaca, maaf melenceng dari cerita sesungguhnya, namanya juga fiksi penggemar, ya sesuai khayalan saya. Peringatan ada vulgarnya di harap sudah dewasa jika ingin membaca cerita ini, terimakasih. Part ++, Part terkahir dari Kazoku

"Kau ingat permintaan Mitsuki tadi, Chima?"tanya Toneri, saat ini aku dan Toneri berada di kamarku, segera setelah Mitsuki lahir tepatnya gerhana bulan selanjutnya, kami memutuskan menikah dan di selenggarakan secara tertutup di bulan, hanya trio tim taka dan Kabuto yang menyaksikan oenrikahan kami. Aku sangat bahagia dengan pernikahan itu, Toneri memberikanku cincin berwarna putih sebagai simbol pernikahan kami.

"Ya aku ingat Toneri"jawabku, "Ayo kita berikan Mitsuki adik, aku juga tidak sabar memiliki ank lagi"ujar Toneri memelukku, "Kau enak, hanya menanam benih, sedangkan aju harus mengandung selama sembilan bulan"ujarku mengeluh.

"Hei, apa kau keberatan untuk mengandung lagi?"tanya Toneri, "Jika kau keberatan, kita bisa memberitahu Mitsuki, agar dia tak berharap lebih pada kita"ujarnya. Aku menggeleng, "Aku hanya bergurau"ujarku,"ku juga rasanya ingin memiliki anak lagi, Mitsuki sudah semakin besar, aku merasa sepi jika di tinggal olehnya"ujarku.

"Ayo Chima, kita membuat adik untuk Mitsuki, kau jangan meminum obat pencegah kehamilan lagi ya"ujar Toneri, ya aku meminum obat pencegah kehamilan selama ini, setiap kali aku selesai berhubungan badan dengan Toneri. Bukankah aku harus melayani suami bukan, terlebih suamiku ini hanya dapat bertemu denganku ketika gerhana bulan, jangan tanya bagaimana dia melepaskan hasratnya padaku, aku sampai tak bisa berjalan di buatnya. Sebenarnya alasanku meminum obat pencegah kehamilan, karena aku belum siap mengandung lagi, hingga Mitsuki tadi meminta seorang adik, aku tidak ingin megecewakan putraku itu.

"Aku suka dengan yukata yang kau pakai ini"ujar Toneri mulai melepas obiku, "Jika kau suka mengapa kau mencoba melepasnya"ujarku menggoda, "Kau ini Chima bergurau saja, sebagus-bagusnya yukata atau kimono yang kau pakai, di mataku kau lebih indah tanpa memakai busana"ujar Toneri lagi, "Dasar Mesum"ujarku memukul lengan Toneri yang sudah mulai membuka braku.

"Perasaanku saja atau ini benar, payudaramu semakin membesar, aku suka ini"ujarnya ,mengelus puting payudaraku, hingga puncaknya menegang dan mengulumnya, sehingga aku merasakan lidahnya yang basah menjilat-jilat putingku. "Bagaimana tidak semakin beaar, jika setiap bertemu denganmu, kau selalu meremasnya dan mengulumnya seperti anak bayi"ujarku, Toneri terkekeh, aku tidak hanya diam, aku juga membuka pakaian Toneri hingga kami sama-sama polos.

Aku memegang kemaluan Toneri, aku meremas-remas punyanya dengan tanganku, sesekali aku menjilat nya, aku tidak mau mengulumnya karena aku tidak suka, pernah sekali aku mencoba mengulumnya sampai cairan Toneri meleleh di mulutku, hinggak aku tersedak di buatnya, sehingga aku tidak suka, rasanya menjijikan ,namun jika menjilatnya saja aku tidak keberatan.

"Kau semakin mahir memuaskanku"ujar Toneri, "Tentu saja, sebagai seorang istri aku harus bisa melayani suamiku dengan baik"ujarku cepat sebelum aku mendesah karena Toneri memainkan titik kemaluanku dengan jarinya.

Kami sudah sama-sama basah, sudah saatnya Toneri memasukkan punyanya ke kemaluanku, aku merebahkan diriku , dan mengangkang , Toneri menggenjotku, memasukan dan mengeluarkan miliknya perlahan, agak lama dia memasukkan miliknya itu , hanya setengahnya, aku protes "Masukan Toneri jangan mempermainkanku, waktu juga semakin sempit, kau harus kembali ke bulan bukan?"ujarku.

"Bagaimana kalau kau di atas"ujarnya menbalik posisi hingga aku di atasnya, Kamisma aku belum pernah melakukan ini, selama ini Toneri lah yang mengambil alih permainan. "Aku tidak bisa"ujarku malu, "Bagaimana kau katakan tidak bisa, jika kau belum pernah mencobanya"ujar Toneri, "Aku harus bagaimana?"tanyaku, "Ikuti saja instingmu"ujar Toneri.

Aku mencoba bergerak, ke atas dan ke bawah perlahan, kemaluan kami memang masih menyatu, Kamisama rasanya sungguh nikmat, aku mempercepat gerakanku, hingga payudaraku bergoyang-goyang. Hingga aku rasakan kemaluan kami saling menjepit dan sperma Toneri memenuhi rahimku, spermanya sangat banyak hingga merembes ke sela pahaku, aku lemas dan tersungkur di dada bidang Toneri yang bertato enam matagama. "Terimakasih istriku"ujar Toneri mengecup pipiku.

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

Keesokan harinya aku terbangun di ranjang beaar, tunggu sejak kapan ranjangku sebesar ini, kecuali ranjangku di istana. Aku bangkit dan melilitkan selimut ke tubuh ku yang telanjang, Kamisama, ini pasti ulah Toneri, yang membawaku ke bulan.

"Kau sudah bangun?"tanya Toneri, dirinya hanya memakai handuk di pinggang , tak usah di tanya lagi dia pasti baru selesai mandi. "Kau ingin mandi? Atau kau ingin sarapan dahulu?"tanya Toneri.

"Mengapa kau bawa aku ke sini?"tanyaku ,"Kau kan tahu aku punya pekerjaan di lab, ada hal yang perlu ku telitI dan tak bisa di tinggalkan"ujarku kesal, Toneri tertawa "aku tahu apa yang kau teliti, kau meneliti efek obat pada hewan coba kan?"tanya Toneri, aku mengangguk, "Kabuto bersedia menggantikanmu meneliti, jadi kau bisa bersamaku di sini, hingga misi adik Mitsuki berhasil"ujar Toneri lagi

"Pulangkan aku, aku tidak mau di bulan"ujarku, aku kesal dia membawaku seenaknya, "Kenapa?Jika di sini maka kita bisa melakukannya setiap hari, hingga kau hamil, kita tidak perlu menunggu setiap gerhana bulan baru berhubungan intim, bukankah itu ide yang bagus, adik Mitsuki akan cepat jadi"ujarnya santai. Wajahku memerah mendengar kata melakukan setiap hari. Kamisama Toneri akan melakukan itu setiap hari selama sebulan hingga gerhana bulan selanjutnya terjadi sampai aku bisa kembali ke bumi.

"Sebaiknya kau mandi, sarapan sudah siap"ujarnya menuntunku ke kamar mandi, "hah.."jika sudah di sini aku bisa apa, mau kembalipun tidak bisa karena harus menunggu gerhana bulan selanjutnya.

Aku mulai mandi dan menyabuni diriku, membersihkan sisa percintaan semalam yang lengket di tubuhku, duh sabunnya jatuh pula, aku menunduk mengambil sabun itu tapi licin sehingga berkali-kali aku harus meraihnya, hingga langkah kaki Toneri yang masuk ke kamar mandipun tidakku dengar, karena aku sibuk meraih sabun tadi, aku masih menungging, "Ah" aku terkejut, Toneri memasukkan punyanya ke milikku dari belakang.

"Toneri apa yang kau lakukan"ujarku marah, "maafkan aku, aku hanya berniat memberikan handuk padamu, namun yang kudapati kau sedang menungging seperti ini dan kemaluanmu terlihat begitu saja, membuat hasratku bangkit"ujarnya. Dia menyudutkanku ke dinding, dan melakukan hal itu lagi dan aku tidak bisa menolaknya, karena aku mulai menikmatinya. Kamisama , selama sebulan aku akan seperti ini, aku harus menyiapkan ragaku untuk di garap setiap hari oleh Toneri.

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

Sebulan kemudian aku hamil, bagaimana tidak di bulan kami melkukannga setiap hari dan setiap ada kesempatan , wajar saja langsung hamil seperti ini. Mitsuki sangat bahagia mendengar kabar kehamilanku, dia bahkan sudah belajar menjadi kakak yang baik dengan mengurus anak ketiga hatake kakashi , ya hatake kakashi sebenarnya telah menikah bahkan pernikahannya telah berlangsung selama delapan belas tahun, pria sepertinya yang selalu tampak melajang dan memakai masker tersebut ternyata sudah menikah dan memiliki tiga orang anak dan beristrikan ratu di Yukigakure, kenyataan tersebut membuat terkejut seluruh warga konoha.

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

Hari kelahiranpun tiba, kehamilan keduaku tidak terlalu menyulitkanku karena Toneri setiap gerhana bulan akan datang mentransfer cakranya untukku sehingga aku tidak lemas seperti kehamilanku sebelumnya yang nyaris meregang nyawaku.

"Oek...oek..."Aku melahirkan seorang bayi perempuan, Toneri mendampingiku selama persalinan, bagai sudah di atur kamisama, ketika aku melahirkan, gerhana bulan terjadi dan Toneri dapat menemaniku.

"Kau hebat Chima, lihat betapa bahagianya Mitsuki menggendong adik nya"ujar Toneri menunjuk Mitsuki yang tengah menggendong. "Aku bahagia akhirnya kado untuk Mitsuki sudah terlahirkan".

"Ibu' Hana menangis, sepertinya dia lapar"ujar Mitsuki memberikannya padaku, dan aku menyusuinya, aku menatap wajah bayi perempuanku yang bernama Hana ini, kulitnya putih, rambutnya hitam sepertiku, dan matanya mirip seperti Toneri, sepertinya dia mewarisi Tenseigan seperti Ayahnya.

Mitsuki, Hana dan Toneri, terimakasih sudah melengkapi hatiku. Kamisama terimakasih sudah memberikan aku kesempatan untuk memulai lembaran baru hidupku, aku berjanji akan menjadi orng yang lebih baik dan menjaga amanahmu yaitu orang-orang yang menyayangiku.

*** Tamat***

O

O

O

O

Beneran tamat

Terimakasih bagi yang sudi membaca fanfic absurd ini, bagi yang suka silahkan Fav dan Review yang baik ya, terimakasih bagi yang dari awal mengikuti fic gaje ini, author update sesuka hati, sudah kebiasaan, maaf bagi yang review banyakin word, sudah kelanjur buat secuil seperti ini hehe... terimakasih yang sering review author ,hehe... part 2 juga di tunjukan untuk seorang guest yang nge request hot part. Selanjutnya Author berencana membuat ff tentang hatake kakashi , clue nya ada di atas ya, arigatou minna~~~