MinYoon : First Meeting 2 (feat Taehyung)

Jimin dan Jackson sedang sibuk bercanda satu sama lain ketika seorang pria mungil yang tidak asing dimata pemuda ash grey itu melintas tepat dihadapan mereka dengan tangan yang sibuk mengorek isi tasnya.

"Hyung, apa kau lihat sesuatu yang bercahaya melintas tepat dihadapan kita?"

Jackson mengernyitkan keningnya bingung dengan ucapan Jimin yang menurutnya aneh itu. Dia melihat sekeliling untuk menemukan sesuatu yang kata Jimin 'bercahaya' tadi.

"Tidak Jimin, apa maksudmu? Aku hanya menemukan mahasiswi dengan make up tebal yang menutupi wajah mereka, sangat tidak sexy untukku. Bukankah be- Hey, Jimin Kim, where are you going, you piece of shit?!"

Belum sempat Jackson menyelesaikan kalimatnya, namun Jimin sudah berlari menjauh dan terkesan terburu-buru. Sangat bukan tipikal Jimin sekali.

"Tsk, what's wrong with that jerk?"

Jimin berlari mengejar pria manis yang menurutnya 'bercahaya' itu dan berhenti saat sudah berada tepat disamping pria itu. Sedikit berdehem sambil melirik pria disampingnya yang masih saja sibuk mengorek isi tasnya lengkap dengan gerutuan yang menurut Jimin sangat menggemaskan dengan bibir yang dikerucutkan.

"Kau, Im Yoongi, benar?"

Pemuda bernama Yoongi itu hanya bergumam kecil membenarkan. Ayolah, ini hari pertamanya pergi kekampus dan dia lupa membawa berkas yang seharusnya dia serahkan hari ini. Sementara Jimin sendiri menganggukkan kepalanya mengerti dengan tetap menatap Yoongi disampingnya.

"Apa kau berkuliah disini?"

"Kau pikir untuk apa aku disini kalau bukan untuk berkuliah?"

Jimin melebarkan senyumnya sambil mengucap kata syukur berkali-kali didalam hatinya saat mendengar jawaban ketus dari Yoongi. Ini pasti merupakan hari yang baik untukku, pikirnya.

"Yoongi hyung, kau melupakan berkasmu!"

Baru saja Jimin hendak mengajukan pertanyaan lain saat sebuah teriakan terdengar dari arah belakang. Tidak lama kemudian, seorang pria lain berambut cokelat dengan tinggi semampai sudah berada disamping Yoongi dengan nafas terengah.

"Ini, berkasmu. Cepat serahkan sebelum kelas dimulai, hyung."

Yoongi hanya menganggukkan kepalanya dan merebut berkas yang berada digenggaman pemuda itu sebelum berlari melesat pergi dari sana, meninggalkan mereka berdua disana. Jimin mendengus sebal saat melihat punggung sempit Yoongi yang semakin menjauh dan beralih memberi tatapan tajamnya pada pria tinggi disampingnya.

"Tunggu, apa kau Kim Jimin?"

Pemuda ash grey itu mengernyit heran saat merasa dia tidak mengenali pria dihadapannya.

"Ya, bagaimana kau tahu? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya."

Pria itu memamerkan senyum kotaknya saat tebakannya tidak meleset. Dia bergerak mendekati Jimin dan menepuk bahunya.

"Kau berubah banyak, Jim. Meskipun tidak dengan tinggi badanmu."

Jimin mendelik tidak suka saat mendengar ucapan yang terkesan frontal itu dari mulut pria dihadapannya.

"Maaf, apa kita saling mengenal sebelumnya?"

"Wow, dude, kau melupakanku dengan terlalu mudah. Aku Im Taehyung, teman sekelasmu saat berada disekolah menengah."

"Im Taehyung? Maksudmu Im taetae?"

Jimin membulatkan bola matanya tatkala dirinya mengingat nama itu.

"Oh, berhenti memanggilku seperti itu. Aku sudah dewasa."

Taehyung menggerutu sebal sambil memutar bola matanya jengah. Oh, itu adalah panggilan Masa kecilnya, dan menjengkelkan sekali mendengarnya saat kau sudah dewasa. Sementara Jimin tidak begitu peduli dan beralih memeluk Taehyung, lengkap dengan pukulan dipunggungnya yang sengaja dikeraskan.

"Oh, astaga, aku tidak menyangka akan bertemu dengan pria cengeng ini lagi."

Jimin melepaskan pelukannya dan memamerkan cengiran lebarnya pada Taehyung. Mereka merupakan teman yang cukup dekat saat disekolah menengah namun terpisah karena taehyung yang harus pindah ke daegu, sedangkan Jimin sendiri baru pindah ke Seoul saat dirinya berada disekolah menengah akhir karena ayahnya yang dipindah tugaskan.

Taehyung memberikan tatapan membunuhnya pada Jimin kala mendengar ejekan yang keluar dari mulutnya. Mendaratkan pukulan yang cukup kerasnya itu tepat pada kepala Jimin.

"Hey, itu sakit!"

"Aku tidak cengeng dan kau pantas mendapatkannya."

Jimin mengusap kepalanya yang baru saja dipukul sambil menggerutu sebal pada pria dihadapannya, sampai dia teringat sesuatu.

"Tunggu, kau mengenal Im Yoongi?"

"Ya, dia kakakku. Ada apa?"

Seringai kecil tampak diwajah Jimin sesaat setelah Taehyung menjawab pertanyaannya. Jika Taehyung adalah adik Yoongi, maka kesempatannya untuk mendekati Yoongi semakin besar. Oh, sungguh ini merupakan hari baik untuknya.

"Kau baik-baik saja Jim?"

Pemuda tampan itu mengalihkan pandangannya pada Taehyung dan memasang cengiran kelewat lebarnya hingga Taehyung takut itu akan merobek bibirnya.

"Ya, aku baik-baik saja. Ini hari pertamamu bukan? Ayo, biar aku ajak kau berkeliling sekitar kampus ini."

Tanpa menunggu jawaban apapun dari Taehyung, Jimin merangkul bahu sempit Taehyung dan mengajaknya berkeliling sekitar kampus dengan senyum lebar Tang terus terpampang diwajahnya. Oh, sepertinya pria itu sudah menyusun banyak rencana untuk mendekati pemuda manis berkulit pucat itu diotak liciknya.

'Aku akan membuatmu menjadi milikku, Im Yoongi sayang.'

to be continue..

hey, people! I'm back with the second chapter of the gotbangtan series.

jangan lupa leave a reviews and your thought of the story.

Anw, thanks for reading. tunggu chapter selanjutnya!:)