YugJae : The New Student
Jam menunjukkan pukul 7.15 waktu setempat. Banyak siswa dan siswi yang bergerombol untuk masuk kehalaman sekolah menengah atas yang merupakan salah satu sekolah elit di Seoul. Begitu juga dengan dua orang pemuda berwajah mirip yang saat ini tengah berkejaran satu sama lain. Atau lebih tepatnya, pemuda yang lebih tinggilah yang sedang berupaya mengejar pemuda didepannya. Keduanya berlari cepat tanpa mempedulikan orang-orang yang tidak sengaja mereka tabrak. Namun saat menyadari bahwa pria yang dikejarnya sedikit tersandung dikarenakan Tali sepatunya yang terlepas, dia mempercepat larinya dan bergegas menarik tas punggung milik pemuda yang dikejarnya tadi.
"Kena kau, JK Kim. Sekarang berikan itu padaku!"
Pemuda yang dipanggil JK Kim itu mengatur nafasnya yang tersengal karena dirinya yang berlari sekuat tenaga dengan jarak yang tidak bisa dibilang dekat setelah mengambil sesuatu milik saudara kembarnya.
"Wait, biarkan aku mengikat Tali sepatuku terlebih dahulu."
Pemuda yang lebih tinggi itu berdecak sebal namun tetap membiarkan saudaranya mengikat Tali sepatu miliknya. Pria itu menunggu dengan sabar sambil tetap menggenggam erat tas punggung milik saudaranya. Melihat ada kesempatan, pemuda yang baru saja selesai mengikat Tali sepatunya itu segera melepaskan tas dari punggungnya dan berlari secepat mungkin memasuki halaman sekolah mereka.
"Aku duluan, Yugyeom. Terimakasih sudah membawakan tasku!"
"Shit! Jungkook, kembali kau, brengsek!"
Jungkook tertawa keras sambil tetap berlari cepat dengan Yugyeom yang setia mengejarnya dibelakang sana. Jika kau tanya, mengapa tidak ada yang protes atau merasa terganggu dengan kelakuan mereka? jawabannya adalah, karena mereka sudah terbiasa dengan kelakuan sepasang saudara kembar itu. Sekeras apapun kau ingin protes atau marah, itu tidak akan berpengaruh sama sekali pada mereka. Well, siapa yang tidak kenal sepasang Kim bersaudara? Dua laki-laki pembuat masalah yang berlangganan keluar masuk ruang kedisiplinan yang sayangnya juga merupakan sepasang anak berlian disekolah ini. Ya, mereka memang berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik. Jadi separah apapun mereka membuat masalah, tindakan yang dilakukan hanya sebatas Surat peringatan saja. Dunia ini sangat tidak Adil bukan?
Beralih ke sisi lain, sebuah SUV hitam berhenti tepat didekat gerbang. Tidak lama kemudian pintu Mobil tersebut terbuka, menampilkan sosok pria yang memiliki pipi yang cukup berisi dan pria lain yang sedikit lebih kurus darinya. Jendela dikursi kemudi itu bergerak turun dan menampilkan pria dengan bibir kissablenya yang senantiasa memberikan senyum lembut pada orang lain.
"Masuklah, kelas sudah akan dimulai. Jangan sampai terlambat dihari pertama bersekolah. Ingat Youngjae, berbicaralah saat mereka mulai mengganggumu. Jangan biarkan mereka melakukan Hal yang sama padamu seperti disekolah lamamu itu."
"Ya, seokjin hyung. Kau sudah mengatakan itu berkali-kali. Youngjae hyungs pasti mengingat ucapanmu. Lagipula aku tidak akan membiarkan itu terjadi."
"Bagus kalau begitu, sekarang masuklah. Belajarlah dengan baik. mengerti?"
Seokjin mengacak rambut kedua adiknya itu sebelum beranjak pergi menuju kampusnya berada. Meninggalkan dua anak laki-laki yang masih berdiri ditempatnya.
"Kau membuatku semakin terlihat seperti anak kecil, Baemie."
"Ayolah hyung, itu cara tercepat untuk membuat seokjin hyung berhenti berbicara. Sekarang ayo masuk, aku tidak ingin terlambat dihari pertamaku."
Bambam berjalan mendahului Youngjae yang masih sibuk menggerutu akan perbuatan kakak dan adiknya itu. Merasa Bambam yang semakin jauh, dia bergegas berlari menyusul adiknya. Lagipula dia merasa sangat tidak nyaman diperhatikan oleh orang disekelilingnya. Ya, karena Youngjae memang memiliki phobia sosial yang untungnya tidak begitu parah.
"Hey, kudengar akan ada murid baru hari ini."
"Benarkah? Oh, kuharap dia seorang perempuan."
"Ey, tentu saja itu harus-"
Suasana kelas sedikit heboh karena pembahasan mengenai murid baru itu. Terjadi sedikit perdebatan diantara mereka karena para perempuan jelas mengharapkan pria tampanlah yang menjadi murid baru dikelas mereka sedangkan para pria tentu saja mengharapkan perempuan cantik sebagai teman baru mereka. Oh, mungkin tidak semua meributkan Hal itu karena dua pemuda dengan wajah mirip itu terlihat tidak terganggu sama sekali. Keduanya masih saja sibuk dengan gadget ditangan mereka yang menampilkan sebuah permainan yang akhir-akhir ini memang sedang populer.
"Murid baru, eh?"
Jungkook berbicara sambil tetap menatap gadget ditangannya. Yugyeom sendiri hanya mengedikkan bahunya tidak peduli dan dengan sengaja menyikut rusuk Jungkook dengan cukup keras menyebabkan pria itu mengaduh dan kehilangan konsentrasinya. Tidak lama kemudian tulisan game over terpampang jelas dilayar gadgetnya. Dia menggeram tanda tak suka dan balik menyikut saudaranya.
"Sialan kau, brengsek. Aku hampir menyelesaikan level itu!"
"Hentikan sikutanmu, brengsek! Kita impas sekarang. Kau merusak spinnerku tadi, ingat?"
"Kau punya banyak benda tidak berguna itu dikamarmu, bodoh. Untuk apa membalas dendam?!"
"Dude, aku membeli itu dengan uangku sendiri. Tentu saja itu berharga untukku."
Jungkook menggertakkan giginya jengkel dengan jawaban saudara kembarnya. Baru saja dia hendak memberikan pukulan dikepala Yugyeom kalau saja tidak Ada guru yang masuk kedalam kelas, bersama seorang lainnya tentu saja. Para siswi memekik tertahan saat Tau bahwa murid baru dikelas mereka adalah seorang laki-laki.
"Jungkook dan Yugyeom, aku tahu kalian sedang bertengkar tapi duduklah dengan tenang dibangku kalian masing-masing."
Pria dengan Gigi menyerupai kelinci itu mendaratkan sebuah pukulan dikepala Yugyeom sebelum duduk dengan tenang dikursinya. Mengabaikan Yugyeom yang menatapnya tajam sambil mengelus kepalanya. Oh, ayolah, itu sakit bung.
Sang guru menggelengkan kepalanya berusaha memaklumi kelakuan dua muridnya yang memang selalu membuat onar itu dan beralih pada sang murid baru untuk segera memperkenalkan dirinya.
"Selamat pagi, Aku Im Youngjae. Mohon bantuannya."
Youngjae membungkukkan badannya sopan dengan senyum menggemaskan terpampang diwajahnya. Hal tersebut menyebabkan tidak sedikit wanita yang memekik tertahan karena gemas dengan senyuman pria itu. Sementara para pria hanya menggerutu sebal akan Hal itu. Youngjae mengikuti titah sang guru untuk duduk dibangku belakang tepat disebelah Yugyeom. Pria bertubuh tinggi itu terus saja menatap Youngjae dalam diam hingga saat pria berpipi chubby itu duduk dibangkunya. Jungkook yang menyadari itu mengeluarkan sebuah gagang permen bekas yang telah dimakan tadi dan mengarahkannya pada telling Yugyeom.
"Apa yang kau lakukan, bodoh? Itu menjijikkan!"
"Kau menatapnya terus. Menyukainya, huh?"
"Apa? Kau gila, tentu saja tidak. Kenapa aku harus menyukainya dari semua orang?"
"Well, who knows?"
Yugyeom mengarahkan pulpennya pada kepala Jungkook dan memukulnya lumayan keras yang tentu saja menyebabkan Jungkook kembali mengumpat akan kelakuan kembarannya itu. Yugyeom hanya mengabaikannya dan kembali melirik sebentar pada pria yang menurutnya sedikit, ya, hanya sedikit manis yang berada tepat disampingnya. Tidak ada yang tahu apa yang berada dipikirannya, tapi dia jelas punya ketertarikan pada Youngjae.
to be continue...
oh God, this is my first yugjae story ever. I don't know if this good enough, or- what do you think guys? do you like it? well, we still have a long way to go! so don't miss the series and give me your thought on this series.
see you on the next chapter!:)
