YugJae : The New Student 2

"Hyung maafkan aku, aku harus pergi menuju ruangan tempat club dance berlatih untuk mendaftar sebagai anggota baru. Apa kau baik-baik saja jika pulang sendirian?"

Bambam masih berusaha mengatur nafasnya yang tersengal karena berlari menuju lapangan dari kelasnya yang berada dilantai tiga. Dia menumpukan kedua telapak tangannya diatas kedua lututnya berusaha mengais udara sebanyak mungkin untuk masuk kedalam paru-parunya. Tidak tega melihat adiknya yang susah payah untuk berbicara karena nafasnya yang tersengal, Youngjae mengacak rambut Bambam dengan sayang sambil tersenyum.

"Hey, berhenti menganggapku seperti anak kecil! Aku akan baik-baik saja. Lagipula kau tidak perlu berlari seperti tadi, kau bisa menghubungiku bukan?"

Bambam menepuk keningnya pelan saat mendengar jawaban Youngjae barusan. Benar, dia tidak perlu berlari kesetanan saat dia memiliki ponsel untuk menghubungi kakaknya. Dia menampilkan wajah memelasnya pada Youngjae, menyesal karena telah menghabiskan tenaganya untuk hal yang sia-sia. Youngjae tertawa geli melihat ekspresi adiknya dan menepuk pundak Bambam untuk menenangkannya.

"Pergilah, kau akan terlambat Baemie. Aku akan pulang duluan kalau begitu."

"Ya, hyung. Berhati-hatilah selama diperjalanan. Jangan biarkan orang menyentuhmu."

Mendengar itu, Youngjae sontak memukul kepala Bambam sedikit keras. Merasa sebal dengan adik dan kakaknya yang terlalu posesif terhadapnya.

"Kau pikir aku ini apa, huh? Aku ini laki-laki Bambam, aku bisa melawan mereka."

"Kau yakin? well, you didn't look like one though. Maksudku, dengan wajahmu yang-"

"Hentikan Bam, tidak usah dilanjutkan. Kau menyakiti harga diriku sebagai laki-laki."

Pemuda kurus itu tertawa geli melihat perubahan raut muka milik kakaknya dan segera menghentikan tawanya setelah mendapat tatapan membunuh dari sang empunya. Berdehem kecil sebelum berpamitan menuju ruangan dance yang hanya dibalas anggukkan singkat oleh Youngjae karena masih merasa kesal setelah digoda adiknya sendiri. Oh, dia masih tetaplah seorang pria walaupun mereka terus mengolok wajahnya yang katanya menggemaskan.

"Apa-apaan mereka itu-"

Youngjae berjalan melalui koridor kelas sambil tetap menggerutu sebal pada adiknya tadi, tidak sadar bahwa ada beberapa pria dan dua wanita yang sedang berkumpul. Dirinya hendak berjalan melewati sekumpulan orang itu saat salah satu dari mereka menarik tasnya dengan kasar menyebabkan dirinya yang limbung kebelakang.

"Tunggu sebentar, sepertinya aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?"

Pria dengan tubuh yang cukup besar itu berdiri didepan Youngjae yang berusaha melepaskan genggaman pria lain ditasnya. Dia terus menundukkan kepalanya sedikit merasa takut akan situasi yang memang sering terjadi padanya ini. Merasa kesal dengan Youngjae yang terus menundukkan kepalanya, pria bertubuh besar itu memegang dagu Youngjae untuk kemudian membuatnya menatap lurus padanya.

"Oh, kau sangat manis untuk ukuran seorang pria. Apa kau operasi plastik untuk mendapatkan wajah seperti ini?"

Pria dihadapannya menyeringai sesaat setelah dia melihat wajah Youngjae dengan sangat jelas. Pria itu mengelus pipi Youngjae yang terasa sangat menjijikkan bagi pria manis itu.

"Well, kudengar dia anak dari seorang pengusaha yang cukup besar dikorea. Tidak heran dia memiliki wajah manis seperti ini. Oh, aku sangat membenci orang sepertimu, kau tahu?"

Seorang wanita berambut panjang yang sedikit bergelombang it berjalan mendekat pada Youngjae. Membisikan kalimat tersebut sebelum kemudian mendorong kening Youngjae dengan keras. Youngjae sendiri hanya diam tanpa melakukan apapun. Dia hanya takut, lagipula dia tidak akan bisa mengalahkan mereka sendirian jikalau dia melawan. Saat wanita itu hendak kembali menyakiti Youngjae, sebuah suara menginterupsi mereka.

"Hey, kawan! Apa yang sedang kalian lakukan? Bersenang-senang tanpa kami, huh?"

Yugyeom datang bersama Jungkook yang saat ini sudah merangkul dua orang pria yang tadi berusaha membully Youngjae.

"Oh, kau Im Youngjae bukan? Aku mencarimu sedari tadi, ayo pulang bersama."

Pria tinggi itu meletakkan tangannya diatas bahu sempit milik Youngjae yang masih terdiam sambil menundukkan kepalanya, merasa takut dengan orang-orang disekelilingnya. Dia tahu dua orang berwajah mirip itu adalah teman sekelasnya karena tempat duduk mereka yang berdampingan. Dia melirik sebentar pada Yugyeom sebelum kembali menundukkan kepalanya dalam.

"Baiklah, teman-teman. Aku akan pulang duluan kalau begitu, sampai besok."

Jungkook menepuk bahu kedua pria yang Ada dirangkulannya sebelum berjalan menjauh dengan Yugyeom dan Youngjae mengekor dibelakangnya.

"Ah, dan satu lagi. Jangan pernah mengganggu pria ini lagi atau kau akan tahu akibatnya."

Yugyeom berucap dengan nada rendah disertai dengan tatapan dinginnya yang membuat sekumpulan yang tadi membully Youngjae merasa terintimidasi sebelum kembali berjalan bersama Youngjae dalam rangkulannya.

"So, good evening, guys. Have a good night."

Yugyeom melambaikan tangannya dengan ekspresi wajahnya yang seperti biasa lagi. Tidak dengan tatapan dingin maupun suara rendahnya. Benar-benar perubahan yang mengerikan, huh?

Youngjae menghentikan jalannya sesaat setelah mereka mencapai gerbang depan sekolah. Menyebabkan kedua saudara kembar itu juga berhenti dan menoleh padanya dengan pandangan bingung.

"I-itu.. terimakasih sudah membantuku. Maaf jika aku merepotkan kalian."

Yugyeom tersenyum kecil melihat tingkah Youngjae yang sebenarnya sedikitmenggemaskan itu. Sementara Jungkook hanya memperhatikan keduanya dalam diam.

"Sudahlah, itu bukan apa-apa. Ayo, kami akan mengantarmu pulang."

"A-apa? tidak usah, itu akan sangat merepotkan."

Jungkook berjalan mendekati Youngjae dan menepuk pundaknya pelan. Tersenyum kecil pada pria manis itu meskipun dia tidak yakin Youngjae melihat senyumnya atau tidak karena dirinya yang terus menundukkan kepala.

"Easy, boy. Aku dengar kau tinggal disebelah rumah kami. Ah, jadi kau tetangga baru itu, well- Salam kenal kalau begitu. Ayo pulang, aku lelah sekali rasanya."

Youngjae hanya menurut ketika Jungkook meletakkan tangannya dibahunya dan mulai berjalan keluar meninggalkan Yugyeom yang masih berada ditempatnya. Dia menengok pada Yugyeom dan melemparkan kedipan disertai dengan seringaiannya yang menurut Yugyeom menyebalkan.

"Kau akan mati sesaat setelah sampai dirumah, Jungkook-ah."

Memberikan tatapan membunuhnya pada Jungkook yang kini sudah menjulurkan lidahnya merasa menang karena telah berhasil menggoda saudara kembarnya. Tidak lama kemudian, Yugyeom berjalan cepat menyusul keduanya tidak lupa dengan mendaratkan tendangan dibokong Jungkook sebelum beralih merangkul Youngjae yang jauh lebih pendek darinya. Diam-diam dia menyukai bagaimana Youngjae yang terlihat jauh lebih kecil dibandingkan tubuhnya.

'Im Youngjae, huh? Kau menarik.'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

to be continue

Hello fellas, I'm back!

jangan lupa buat review chapter Kali ini ya. Kalian juga bisa request karena itu akan membantu aku buat bikin jalan cerita untuk masing2 pasangan, hahaha

Last but not least, thanks for reading and for the review.

spread some more love than hate

piece out!