KookV : Accident? Accident

.

.

.

.

.

.

Suara pintu yang terbuka dengan kasar disore hari itu cukup membuat Hoseok yang sedang terfokus pada tayangan dihadapannya itu mengalihkan pandangannya pada pintu depan secara spontan. Namun dirinya segera mendengus sambil menggelengkan kepalanya kala mendapati Yugyeom yang sedang memiting leher Jungkook tidak jauh dari pintu yang masih terbuka lebar. Seharusnya dirinya sudah terbiasa dengan kelakuan anak kembarnya yang memang selalu membuat keributan dimanapun mereka berada.

"Eomma, tolong! Yugyeom akan membunuhku!"

Hoseok bangkit dari sofa yang sedari tadi dia duduki dan berjalan mendekati keduanya yang masih dalam posisi sama.

"Ini salahnya, eomma. Biarkan aku memusnahkannya."

"Apa? Memangnya apa yang aku lakukan? Kau saja yang terlalu lambat."

Hoseok kembali mendengus sambil mengurut pangkal hidungnya dengan pelan kala mendengar perdebatan kedua anaknya. Dirinya beralih menatap kedua anaknya dengan pandangan malas sambil berkacak pinggang.

"Kim Jungkook dan Kim Yugyeom, sampai kapan kalian akan terus berdebat didepan pintu? Cepat kekamar dan bersihkan tubuh kalian. Eomma yakin banyak keringat yang kalian keluarkan disekolah karena eomma mendapat panggilan dari pihak sekolah siang tadi."

Pria manis itu mengatakannya dengan sanyum manis yang terpampang jelas dijawahnya. Mendengar ucapan dari sang ibu barusan, kedua saudara kembar itu segera menghentikan semua kegiatan saling menyiksa satu sama lain. Tampak raut wajah panik yang terpampang jelas diwajah keduanya saat menerka apa yang akan dilakukan ibunya untuk menghukum mereka kali ini. Melihat hal tersebut, Hoseok menggelengkan kepalanya sambil menatap si kembar yang kini sedang menundukkan kepala mereka dalam dia. Sebenarnya Hoseok tidak benar-benar mendapat panggilan dari sekolah mereka, namun melihat hal ini sepertinya kedua anaknya ini memang telah kembali berulah disekolah.

"Ah, jadi kalian benar-benar berulah lagi hari ini, hm? Padahal eomma hanya mengada-ada saja tadi."

Keduanya serentak mengangkat kepala mereka dan melemparkan tatapan membunuh pada satu sama lain, saling menyalahkan. Namun saat mendengar deheman sang ibu, sepasang anak kembar itu menampilkan cengiran tanpa dosa mereka pada Hoseok dan beralih untuk mengecup pipi Hoseok disatu sisi masing-masing sebelum berlari kencang menuju kamar mereka sambil meneriakkan kalimat sayang mereka pada sang ibu. Hoseok sendiri hanya menghela nafas dalam merasa pusing dengan kelakuan anak kembarnya yang tidak berubah. Meskipun begitu, dia tetap tersenyum merasa gemas dengan tingkah keduanya.

"Ah, eomma, aku akan bermain basket sore ini dilapangan kompleks. Kau mengizinkankukan?"

Jungkook menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamarnya, menatap penuh harap pada Hoseok yang juga sedang menatapnya. Hoseok sendiri tengah memasang pose seolah-olah dia mempertimbangkan perkataan anak laki-lakinya itu.

"Ayolah eomma-"

Ibu dari si kembar itu tertawa kecil melihat tatapan memohon dari Jungkook yang menurutnya menggemaskan itu. Dirinya kemudian menganggukkan kepalanya memberi izin pada Jungkook untuk bermain basket bersama teman-temannya yang dibalas dengan cengiran puas dari sang anak.

"Ingatlah untuk selalu berhati-hati, tuan muda Kim."

"Roger that, Mrs. Kim."

.

.

.

.

.

Jungkook mendudukkan dirinya dipinggir lapangan sesaat setelah mereka menyelesaikan permainan basket mereka. Pria bertubuh kekar itu mengambil handuk kecil dari dalam tas selempangnya dan mengelap wajahnya yang kini dipenuhi oleh peluhnya sendiri. Dirinya juga mengeringkan rambutnya yang basah oleh keringat setelah bermain.

"Kau memang tidak pernah mengecewakan, Jungkook-ah."

Dia mengalihkan pandangannya pada Mingyu yang kini mendudukkan diri tepat disampingnya. Membalas high-five yang ditawarkan sang empunya dan beralih meneguk air mineral yang dia bawa.

"Ya, ya, ya, berhentilah menjadi begitu bertalenta, kook-ah. Kau semakin mengerikan saja."

"Aku tidak melakukan apapun?"

"Katakan itu pada orang yang terus saja melakukan dunk pada ring lawannya."

Jungkook tertawa geli mendengar cibiran Seokmin yang kini berdiri tidak jauh darinya. Melemparkan botol air mineral yang telah kosong pada Seokmin sebagai candaan sebelum beranjak membawa tasnya untuk kembali kerumah.

"Aku pulang duluan, kabari aku jika kalian ingin bermain lagi."

Yang disetujui oleh sahabatnya. Dia berjalan menuju sepeda miliknya yang terparkir tidak jauh dari lapangan tempat mereka bermain. Melambaikan tangannya pada sahabat-sahabatnya sambil mengayuh sepeda untuk pulang.

Dirinya sibuk menikmati suasana sore dikompleks tempatnya tinggal sambil mendengarkan lagu yang keluar dari earphone yang terpasang dikedua telinganya hingga tidak menyadari bahwa ada seekor anjing yang melintas didepannya. Membelalakkan matanya dan segera membuang stir sepedanya kekanan, menyebabkan dirinya yang jatuh tersungkur dipinggir jalan.

"Astaga, Jjanggu-ya!"

Seorang pria berperawakan kurus berlari cepat menuju anjing yang sedang meringkuk kebingungan ditengah jalan dan segera mengangkatnya dalam gendongan. Memeriksa apa anjing milik kakaknya itu baik-baik saja tanpa menghiraukan Jungkook yang berusaha bangun dari tempatnya terjatuh tadi. Dirinya menatap tajam pada pria kurus tadi sesaat setelah dirinya berhasil bangun meskipun menahan perih karena luka dikakinya. Terimakasih pada celana basketnya yang hanya selutut dan tidak melindungi kakinya sama sekali.

"Hey, bukan anjing itu yang harusnya kau khawatirkan, kau tahu?"

Pria kurus itu mengalihkan pandangannya pada sumber suara dan mendapatkan pria asing bertubuh kekar yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh. Dia membelalakkan matanya saat melihat kaki milik Jungkook yang mengeluarkan darah.

"Astaga, apa kau baik-baik saja?"

"Apa menurutmu aku baik-baik saja?"

Jungkook masih saja menatap tajam pada pria yang saat ini sudah berada tepat dihadapannya, memeriksa kakinya dengan panik.

"Tunggu sebentar, aku akan mengobati lukamu."

Pemuda berperawakan kurus itu berlari memasuki rumahnya yang berada tepat dibelakang Jungkook dan segera kembali bersama kotak obat ditangannya. Dia menuntun Jungkook untuk duduk dipinggir trotoar dan mulai membersihkan lukanya.

"Maafkan aku tidak menjaga anjing hyungku dengan baik sehingga membuatmu celaka. Aku sungguh tidak bermaksud melakukannya."

Jungkook hanya terdiam sambil sesekali meringis saat pemuda didepannya menekan lukanya terlalu keras. Itu sakit, bung.

"Namaku Taehyung dan aku baru saja pindah kesini beberapa hari yang lalu."

Taehyung mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk untuk menatap pada Jungkook yang juga tengah menatapnya. Pantas saja dia tidak pernah melihat pria didepannya, dia tetangga baru yang dimaksud ibunya ternyata.

"Nah, sudah selesai. Aku akan mengantarmu pulang, dimana rumahmu?"

"Tidak perlu, rumahku tepat disebelah kanan rumahmu."

Taehyung mengalihkan pandangannya pada bangunan rumah yang berada tepat disebelah rumahnya.

"A-ah, jadi itu rumahmu. Baiklah kalau begitu."

Jungkook terus memperhatikan Taehyung yang saat ini tengah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Merasa terus diperhatikan dengan intens yang mau tidak mau membuat semburat merah muncul dikedua pipinya, Taehyung berdehem dan segera bangkit yang diikuti oleh Jungkook.

"Kalau begitu aku masuk dulu. Sekali lagi maafkan aku-"

Baru saja pria kurus itu hendak berjalan masuk kedalam rumahnya kalau saja tidak ada tangan kekar yang mencegahnya.

"Kau berhutang karena telah membuatku mendapatkan luka ini dan aku akan menagihnya padamu. Tidak ada yang gratis didunia ini, kau tahu?"

Taehyung menutup matanya saat mendengar bisikan suara rendah ditelinganya. Merasakan dadanya yang bergemuruh disertai pipinya yang semakin memerah kala Jungkook berbisik sedemikian rendah dan berharap bahwa pemuda itu tidak mendengarnya sama sekali. Dirinya baru bisa bernapas sesaat setelah Jungkook menjauhkan dirinya dan beralih menenteng sepedanya kembali kerumahnya. Pemuda kurus itu menatap Jungkook yang kini sudah hilang ditelan pagar rumahnya sendiri. Meraba dadanya yang masih saja berdetak tak karuan.

"Sial, apa yang terjadi denganku?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

to be continue..

I'm back with another chapter of gotbangtan family. Kali ini giliran KookV ya, hahaha

Enjoy reading my stories and hope you guy like it.

Dont forget to leave some review below and thankyou for those who follows my story!

Last, lets spread some more love than hate.

Piece out!