The Kim Family
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm home!"
Jungkook membuka sepatunya dan menggantinya dengan sepasang sandal rumah yang nyaman sebelum melangkahkan kakinya menuju ruang tengah kediaman keluarga Kim itu dan mendudukkan dirinya disofa, telat disebelah saudara kembarnya itu.
"Aku tahu suasana hatimu sedang buruk tapi jangan ganggu aku atau aku akan membunuhmu."
Mendengar hal itu, Jungkook hanya memutar bola matanya dengan malas dan menyandarkan punggungnya disofa. Memperhatikan Yugyeom yang masih saja fokus pada permainan yang terpampang dilayar datar dihadapannya. Dirinya terdiam untuk beberapa saat sebelum menyeringai setelah mendapatkan ide untuk mengganggu saudara kembarnya tersebut.
"Oh, ayolah kawan, kau tega membiarkan saudaramu terus berada dalam suasana hati yang buruk? Kau ingin saudara kembarmu yang tampan ini menjadi remaja kolot yang kebahagiaannya terampas begitu saja."
"You know, Jungkook, aku tidak peduli akan hal itu dan kau tidak tampan. Ingat itu baik-baik."
"Well, that means you're not handsome either. We're a twin, kalau kau lupa."
"We are, kembar yang tidak identik. Stop clinging on me, you little shit!"
Namun bukannya menjauh, Jungkook justru semakin menempel pada Yugyeom dengan maksud untuk memeperkan bajunya yang basah oleh keringat itu pada pria jangkung itu.
"Shit, kau berkeringat, Jungkook! Menjauh dariku, kau jorok seka– DAMNIT, GAME OVER! KEMBALI KAU, BRENGSEK. KUBUNUH KAU!"
Segera setelah melihat kata game over terpampang jelas dilayar datar dihadapan mereka, Jungkook meraih tasnya dan bangkit untuk selanjutnya berlari kencang menuju kamarnya yang berada dilantai dua kediaman mereka. Dan, oh, jangan lupakan Yugyeom dengan wajah memerah menahan emosinya yang juga berlari mengejar saudara kembarnya dengan tak kalah kencang.
Jimin yang baru saja pulang dari kegiatannya diluar sana hanya memandang kedua adik laki-lakinya dengan tatapan jengah dan segera meletakkan kedua telapak tangannya ditelinga saat melihat Hoseok yang sepertinya sedang berancang-ancang untuk menegur si kembar itu.
"Jungkook dan Yugyeom, sudah berapa kali eomma katakan untuk tidak berlarian didalam rumah. especially, ditangga. Itu berbahaya dan kalian bisa terluka. Astaga, mereka ini–"
Dan dengan itu, Hoseok memulai sesi gerutuannya mengenai betapa bahayanya jika berlarian ditangga yang licin. Melihat itu, Jimin segera menghampiri ibunya hanya untuk memberikan kecupan singkat dipipi sang ibu berusaha untuk menenangkannya. Oh, ayolah, Jimin hanya tidak ingin mendengar gerutuan ibunya dalam jangka waktu yang berkepanjangan.
"Sudahlah, eomma, mereka memang seperti itu. Biarkan saja, nanti akan sadar sendiri."
"Oh, eomma tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk membuat adik kembarmu itu merasa jera."
Mengedikkan bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan sang ibu, Jimin membawa Hoseok untuk duduk disofa yang tidak jauh dari mereka itu.
"Lebih baik eomma bersantai disini, rileks dan nikmati filmnya. Aku akan kekamar untuk membersihkan diri."
Tepat setelah mengganti channel televisi, Jimin segera menuju kamarnya karena tidak ingin menjadi korban selanjutnya dari gerutuan sang ibu. Meninggalkan Hoseok yang menggelengkan kepalanya dan mengalihkan perhatiannya pada tayangan dihadapannya sambil menunggu kedua anak tertua dan suaminya pulang.
.
.
.
.
Hari sudah gelap ketika mereka sekeluarga tengah berkumpul diruang tengah kediaman keluarga Kim tersebut. Dengan Mark dan Jackson yang juga baru saja pulang dari kegiatan mereka dikampus masing-masing, mendudukkan diri mereka dikarpet lembut yang ada dilantai. Beristirahat setelah seharian penuh beraktifitas diluar rumah. Si kembar Kim dan Jimin yang sedang berduel dengan gadget masing-masing ditangan mereka, meskipun tidak sepenuhnya terpaku pada gadget masing-masing melihat Jungkook dan Yugyeom yang bekerjasama untuk mengerjai kakaknya tersebut. Atau Hoseok yang menanyakan bagaimana hari kedua anak sulungnya itu diluar sana atau sesekali tertawa melihat tingkah para maknae.
Ya, suasanan didalam kediaman mereka dimalam hari memang selalu seperti itu. Namjoon dan Hoseok selalu menekankan bahwa family time adalah hal yang paling penting dalam menjaga keluarga mereka tetap harmonis. Dimalam harilah mereka bisa benar-benar berkumpul dan bersantai bersama diruang tengah rumah mereka dengan suasana hangat dan nyaman, walaupun hanya sebatas berbicara tentang bagaimana hari mereka diluar sana. Walaupun tidak sepenuhnya lengkap karena kepala keluarga Kim yang belum juga terlihat meskipun hari kian beranjak malam.
"Apa appa akan lembur malam ini?"
Mark mengambil sebuah cookies dari piring yang ada didekatnya sebelum kemudian memakannya sambil menatap sang ibu dengan wajah tenang seperti biasa.
"Ya, sepertinya begitu. Kau tahu appamu sedang mempersiapkan proyek penting barunya bersama perusahaan lain."
Pria dengan pembawaannya yang tenang itu menganggukkan kepalanya mengerti sambil tetap mengunyah cookiesnya.
"Membicarakan appamu yang tampan ini, huh?"
Sebuah suara menginterupsi dari arah pintu utama rumah itu sontak membuat semuanya– kecuali si kembar Kim tentu saja– mengalihkan padangan mereka pada sumber suara. Pria yang masih dengan kemeja kerjanya itu melangkah masuk menghampiri Hoseok dan mendaratkan kecupan dibibir sang istri sambil menggumamkan, I'm home, chérie, membuat ketiga anak laki-laki mereka merotasikan mata mereka malas.
"Come on, dad, did you really have to do that in front off your kids?"
"Well, jackson, that shows you how romantic your mom and dad's marriage life is."
Namjoon, sang kepala keluarga Kim itu menyeringai puas pada Jackson yang kini sedang memasang ekspresi muaknya atas perkataan sang ayah. Sedangkan Hoseok hanya tertawa keras melihat reaksi anaknya yang memang tidak pernah berubah itu. Diantara yang lain, mungkin hanya Jackson lah yang sering berseteru, masih dalam konteks candaan tentu saja.
Kepala keluarga Kim itu mendudukkan diri tepat disamping sang istri sebelum mengalihkan pandangannya pada kedua saudara kembar yang saat ini sedang saling memiting, atau lebih tepatnya Jungkook yang sedang memiting Yugyeom.
"Jadi, apa Jungkook dan Yugyeom kembali berulah hari ini?"
Yang kontan membuat keduanya menghentikan segala pertikaian keduanya dan bersikap senormal mungkin, meskipun justru lebih terlihat seperti salah tingkah. Melihat itu, Namjoon hanya menggelengkan kepalanya maklum dengan segala tingkah laku kedua anak bungsunya.
"Kalian benar-benar harus berhenti membuat orangtua kalian dipanggil kesekolah, twins."
"Ah, tentu saja, appa. Kami akan menjadi siswa yang sangat tenang disekolah. Right, Yugyeom?"
Sedang Yugyeom hanya menganggukkan kepalanya lengkap dengan cengiran lebar diwajahnya. Siapa sangka kalau dua anak kembar ini adalah salah satu troublemaker yang paling dicari disekolah jika orang lain melihat cengiran itu.
"I dont know if that got a proper meaning but I hope you guys are meant it."
Dan dengan itu percakapan antara keluarga Kim itu berlanjut dengan menyenangkan meskipun diselingi dengan seruan Hoseok karena para maknae yang mulai berulah. Satu hal yang penting adalah
family, means everything.
.
.
.
to be continue..
