Disclamire: seluruh cast yang kini sedang berada di bawah naugan agensinya masing-masing adalah milik Sang Pencipta. Author hanya pinjam nama~

Cast: Ahn Hyeongseob, Park Woojin, Wanna One, tunas Yuehua, Rainz, Kenta

Concept: Author berusaha memperlihatkan dua sisi; sisi Seobie dan sisi Jinie

Note: Ini bukan kisah nyata, hanya imajinasi dan sedikit bumbu perasaan author pada JinSeob couple.

Their Story

Bulan demi bulan berganti. Hyeongseob masih saja menyiksa diri dengan kesibukan. Keinginan akan popularitas dan uang bukanlah tujuan utama Hyeongseob pergi ke sana kemari melakukan pengambilan gambar untuk berbagai acara, berbagai majalah. Hanya saja setiap ia tidak memiliki kesibukan, tangannya akan secara otomasi meraih ponsel atau alat komunikasilan dan tanpa sadar dia akan menyimak setiap hal yang dilakukan Woojin. Itu bukan hal baik, karna pada akhirnya Hyeongseob akan menggila seorang diri memikirkan apakah Woojin merindukannya, apakah Woojin mengingatnya, dan apakah Woojin masih menyayanginya. Dia tidak pernah bisa menemukan jawaban yang pasti karna sisi pengertian dalam diri pemuda bermarga Ahn itu menghalangi niatnya untuk bertanya langsung. Dia tahu si Park memiliki kesibukan yang luar biasa padat dibandingkan dengan dirinya. Dia tahu jelas bahwa rekan satu timnya pada program televise itu akan berlatih lebih lama dari jadwal yang ditentukan, dan sisi pengertiannya mengatakan untuk tidak mengusik waktu istirahat Woojin.

Kalau bukan karna Jung Jung, hyung tertua dalam timnya, yang dengan nekat meminta langsung kepada pimpinan agensi mereka agar jadwal Hyeongseob dikosongkan hari itu, Hyeongseob tidak akan berakhir di dalam gedung stasiun televisi dengan lesu. Kemarin Hyeongseob mengiyakan ajakan hyungnya itu untuk menemui kekasihnya, Hong Eunki, yang akan menampilkan sebuah penampilan special bersama teman lama mereka tanpa tahu bahwa pendatang baru terbaik Korea juga hadir di situ. Hyeongseob baru mengetahuinya hari itu. Lewat sekelompok wanita yang berlalu-lalang membawa beberapa papan nama. Satu dari papan nama itu membuatnya ingin pergi meninggalkan hyungnya. Sayang, hati Hyeongseob tidak tega meninggalkan hyung yang belum fasih berbahasa Korea itu sendirian. Lagi pula dia pasti akan kena dampak besar jika sesuatu terjadi dengan hyungnya yang satu itu. Maklumi saja, pemilik nama asli Zhu Zheng Ting itu adalah permata Yuehua. Jadi berakhirlah Hyeongseob setia berjalan mengekori Jung Jung lesu dengan wajah tertunduk namun matanya masih melekap pada papan nama bertuliskan hangul 분쏘단.

Kebaikan hati Hyeongseob menyebabkan ia kini justru berdiri seorang diri di koridor putih itu. Hyungnya sedang terhambat penggemar kekasihnya. ia memutuskan berjalan lurus sedikit dan menunggu di depan sebuah ruangan. Membaca tulisan WANNA ONE & RAINZ di dinding, ia hendak berteriak memanggil hyungnya memberi tahu sudah menemukan tempat tujuan mereka.

"Bagaimana rasanya bersama seorang Park Jihoon… Park Woojin?" nama yang sangat amat Hyeongseob kenal, dengan suara yang cukup familiar menghentikan Hyeongseob untuk berbalik memanggil hyungnya. Badannya membeku walaupun otaknya sudah memerintahkannya dengan keras untuk pergi.

"Menyenangkan… Meskipun dia galak dan suka berlagak seperti pria-pria pembuat onar, dia bisa diandalkan… Dia tidak tahu malu, jadi menyenangkan karna bisa melakukan hal-hal asyik dengannya… dan dia manis saat melakukan hal-hal imut… hahaha… Aku tidak tahu lagi bagaimana rasanya hariku tanpanya…"

Suara itu. Suara yang sangat Hyeongseob rindukan. Meski kalimat-kalimat itu berlalu cepat, Hyeongseob dapat menangkap setiap kata yang terucap.

"Kau begitu menyukainya? hahaha…"

Telinga Hyeongseob semakin memerah. Otaknya semakin keras memerintahkannya untuk pergi, namun badannya masih saja tak berkutik. Dia ingin tahu, tapi dia takut. Takut mendengar jawaban yang tidak dia inginkan.

"Sangat… Aku sangat menyukai Jihoonie…"

DEG

Dadanya terasa sangat sesak mendengar kalimat dengan bumbu logat Busan tadi. Jantungnya bagai berhenti seketika, tubuhnya lemas, namun ia tahu ia tidak bisa berada di tempat itu lebih lama lagi. Seketika kakinya mampu bergerak membawanya pergi tak dengan berjalan, namun berlari.

"Ya! Hyeongseob kau mau kemana?!"

Jung Jung mengejar sosok pemuda yang lebih rendah darinya itu. Jika hanya karna berlari, Jung Jung tak akan mengejarnya. Jung Jung melihat hal lain sebelum Hyeongseob berlari. Ia melihat bagaimana tangan Hyeongseob berulang kali mengusap mata dan pipi bulatnya kasar. Meski hanya dari belakang, hidup bersama Hyeongseob selama ini membuat Jung Jung tahu bahwa adiknya itu sedang menangis.

Their Story

Perayaan 200 hari sudah berlalu, sudah lebih dari 6 bulan, atau mungkin 7 bulan sejak kelompok itu terbentuk. Tak heran lagi jika 11 makhluk tampan itu semakin akrab satu dengan yang lain. Berada di pangkuan satu sama lain, merangkul satu sama lain sudah tidak terasa canggung bagi mereka atau pun bagi orang yang melihat mereka. Seperti sekelompok pemuda lain yang justru terlihat santai bercanda gurau dengan kelompok itu tanpa mengindahkan kontak fisik yang menyapa mata mereka.

"Yah Park Woojin, aku tidak menyangka kau seakrab itu dengan Jihoon~" canda satu dari mereka yang kini berdiri tepat di hadapan Woojin

"Benar… Kau yang pemalu bisa membentuk pink sausage unit dengan orang se-manly Jihoon…"

"Apanya yang pemalu? Sekali kalian berteman dengan dia, yang ada justru kalian akan malu…" timpal suara Jihoon dari sudut lain ruangan diikuti kekehan kecil anggota-anggota lain di sekitarnya.

"Setelah melihat acara kalian aku sungguh tidak percaya aku bisa menganggap Woojin pemalu,"

"Sanghyuk hyung, itu karna kita semua terbiasa melihat Woojin malu-malu… Apalagi ketika dia lengket dengan Ahn Hyeongseob… DULU" pemuda tinggi angkat bicara dari sebrang sofa yang Woojin duduki, tanpa mengangkat wajahnya seinci pun dari kertas dalam genggamannya, menekankan keterangan waktu lampau yang ia gunakan, tak peduli dengan suasana dingin yang seketika menyelimuti ruangan itu.

"Sebenarnya, hubunganmu dengan Hyeongseob itu bagaimana sih?" satu orang lagi tak tahu suasana bicara.

"Aaah… itu…"

"Byunmin, kenapa kau jadi mengintrogasi Jinie eoh?" aura menindas Jihoon seketika keluar.

Woojin yang terbata-bata sudah cukup membuat Jihoon mengerti bahwa pertanyaan ini berat bagi temannya itu. Dan insting melindungi Jihoon keluar begitu saja.

"Wah wah… ada yang marah~" goda pemuda lain berusaha mencairkan suasana.

"Jangan membicarakan orang yang tidak ada di sini…" seru Jinyoung yang baru saja tersadar dari tidurnya setelah merasakan hawa tidak baik di ruangan itu.

"Kalo begitu, bicarakan Jihoon saja. Bagaimana rasanya bersama seorang Park Jihoon… Park Woojin?" pemuda keturunan Jepang di samping Sanghyuk ganti bertanya dengan sesuatu yang dia rasa lebih ringan.

"Menyenangkan… Meskipun dia galak dan suka berlagak seperti pria-pria pembuat onar, dia bisa diandalkan… Dia tidak tahu malu, jadi menyenangkan bisa melakukan hal-hal asyik dengannya… dan dia manis saat melakukan hal-hal imut… hahaha… Aku tidak tahu lagi bagaimana rasanya hariku tanpanya…" jawab Woojin panjang lebar.

"Kau begitu menyukainya? hahaha…" tawa anggota Woojin dan kelompok lain itu. Mereka tertawa lepas menggoda Woojin.

"Sangat… Aku sangat menyukai Jihoonie…" jawab Woojin cepat, ditambah dengan suara yang dibuat imut. Dan lagi seisi ruangan itu tertawa melihat tingkah menggelikan seorang Park Woojin.

"Ya! Hyeongseob kau mau kemana?!"

Tawa mereka terhenti seketika, menatap heran ke arah pintu. Mencoba menangkap sosok yang namanya terdengar. Namun nihil.

"Tidak mungkin Ahn Hyeongseob kita kan?" tanya Kenta ragu sambil menggigit bibir bawahnya.

Yang di sampingnya menggeleng mencoba menghilangkan kekhawatiran temannya, "Hyeongseob tidak ada keperluan di sini…"

"Memangnya ada Hyeongseob lain yang dikenal Jung Jung hyung?!" tanya Eunki sarkas dengan mata yang masih menatap lekat kertasnya, namun ia sudah dalam posisi berdiri, seperti hendak meninggalkan ruangan.

Their Story

Dear readers,

Terima kasih untuk yang sudah view dan visit ceritaku ini. Banyak terima kasih untuk yang sudah meninggalkan jejak.

Karna 10 reviews yang ada semuanya mengusulkan untuk lanjut, maka author memutuskan untuk melanjutkan cerita ini. Akan jadi chapter panjang atau pendek, akan berakhir bagaimana hubungan JinSeob, stay tune for the answer ya~

Buat kesayangan author, Eunki, congrats for the debut with Rainz! Chu~ :*