Sang bintang timur dan kembalinya sang legenda.
.
.
.
.
.
.
.
Bintang timur,, siapa yang tak kenal dengan julukan itu. Julukan dari salah satu petinggi malaikat jatuh yang konon membasmi satu datalion pasukan medium-high class devil dan merupakan malaikat jatuh yang namanya tertulis di dlm Bible. Kokabiel dulunya adalah seorang bangsawan elf yang penuh wibawa dan bijaksana. Ia mati karena terbunuh oleh seorang penghianat dari anggotanya yang iri akan dirinya
Kami yang saat itu masih hidup mengutus Pharaoh untuk mengangkat Kokabiel menuju ke surga. "Lihatlah bintang yang jatuh itu Pharaoh,, dia begitu bersinar walau sudah jatuh" kata sang kami memandang arah kematian Kokabiel.
Pharaoh memandang apa yang dipandang kami,, menatap iba Kokabiel yang tergeletak di pohon dengan pedang yang menancap di dada bidangnya. Darah segar mengalir tanpa henti menyebabkan orang yang menatapnya bergidik ngeri.
"Apakah kau yakin,, mengangkatnya tanpa persetujuan dari yang lainnya?" Balas Pharaoh serius menyebabkan kami terdiam. Sang kami meningkatkan tekanan kekuatannya membuat Pharaoh sesak nafas,, tertunduk merasakan tekanan yang luar biasa dahsyatnya itu.
"Aku lebih tahu apa yang kau ketahui" ucap kamu datar tanpa ekspresi. Pharaoh hanya dapat menghela nafas pelan,, dalam hatinya ia merutuki sifat sang penguasa ini. Pharaoh menuju ke tempat Kokabiel menunggangi seekor naga emas berkepala rubah yang mempunyai sepuluh ekor. Mata merah darah dengan pupil vertikal menyebabkan ketakutan bagi siapa saja yang melihatnya. Tubuh tegap penuh wibawa,, sepuluh pasang sayap api melambai lambai menjanjikan panas yang sangat. Mereka terbang cepat menuju ke arah Kokabiel.
Kokabiel side
Tubuh penuh luka,, darah berceceran,, dada yang berlubang dibumbui sebuah pedang yang menancap di punggungnya. Sungguh,, semua orang akan menangis saat melihat keadaan ini. Bagaimana tidak,, dengan luka seperti itu manusia pasti sudah mati,, namun in berbeda,, dia-kokabiel masih hidup setelah mendapat luka yang terbilang serius ini.
Naga emas berkepala rubah yang ditunggangi Pharaoh sampai ke tempat Kokabiel. Dari atasnya,, turun sosok pirang berwajah datar menghampiri sang elf yang tengah sekarat itu. Sang elf hanya memandang bingung ke arah sosok itu,, bukan karena ia menghampirinya melainkan apa yang ia naiki. Naga yang konon adalah makhluk terkuat dari jajaran ras terkuat,, makhluk berdarah dingin tanpa perasaan yang bahkan tak ada satupun orang yang dapat menjinakkannya. Tapi makhluk ini berbeda,, ia tanpa takutnya menunggangi naga yang mempunyai sepuluh pasang sayap dan itu merupakan hal yang langka,, bukan langka melainkan mungkin hanya akan terjadi sekali dalam satu abad saja.
"Kau sungguh beruntung Kokabiel,, makhluk yang tidak pernah diciptakan ini yang diperintahkan oleh NYA untuk mengangkat mu langsung" ucap Pharaoh datar,, selang beberapa lama ia tersenyum melihat Kokabiel yang tersenyum.
Pharaoh meletakkan tangan kanannya di kening Kokabiel. Perlahan cahaya bersinar dari tangan Pharaoh dan kemudian roh dari sang elf meninggalkan raganya. Sang elf hanya memandang bingung apa yang dilakukan oleh sosok misterius yang tengah membawanya itu. Pharaoh menaiki naga yang tadi di bawanya diikuti Kokabiel dari arah belakang,, entah senang atau bingung yang dirasakan Kokabiel kala ini namun yang jelas ada satu pertanyaan yang sedari tadi ia ingin menanyakan nya.
"Apa yang ingin engkau tanyakan akan terjawab saat kita menghadapNYA" ucap Pharaoh kembali datar seperti biasanya,, mata merah menyala menatap kokabiel menyebabkan sang elf gemetar ketakutan, entah apa lagi yang akan terjadi setelah ini.
Sang kami duduk tenang di singgasananya. Mengamati Kokabiel dan makhluk yang tak pernah diketahui keberadaannya, hanya legenda yang menulisnya. Bahkan sang malaikat tertinggi sekalipun,, Michael tak pernah tau keberadaannya.
Seekor naga turun dari langit membawa dua makhluk yang berbeda. Disatu sisi seorang elf yang terbunuh karena sifat iri dari rasnya,, disisi lain makhluk yang melambangkan kehancuran,, lebih buruk dari sang penghancur namun lebih baik di antara makhluk yang baik.
Pharaoh melangkahkan kakinya pelan menuju ke arah sang penguasa diikuti sang elf yang bergetar merasakan aura wibawa yang menguar dari sang penguasa. Kami tersenyum kala melihat getaran tubuh yang tak beraturan dari sang elf. "Makhluk baik akan ditempatkan di tempat yang baik pula,, sebaliknya makhluk buruk akan ditempatkan di tempat yang buruk pula" kata ambigu yang keluar dari sang kami membuat kokabiel memutar otaknya keras. Dalam hatinya ia berpikir 'apakah aku termasuk makhluk yang baik itu?,, Atau malah sebaliknya aku makhluk yang terjerumus dalam lubang dosa?' pikirnya khawatir.
"Malaikat dari makhluk yang tak seharusnya menjadi malaikat akan terlahir,, saat itu tiba kau akan disegani walau kau dicaci maki. Berbuatlah baik walau kau adalah sang pendosa. Mulai sekarang aku,, sang penguasa mentakdirkanmu menjadi bintang timur yang akan menyinari dunia ini" kata sang kami kemudian tubuhnya melebur menjadi cahaya,, cahaya terang yang dapat membuat makhluk yang melihatnya terpesona akan keindahan sang penguasa.
Sepeninggalan kami,, kini hanya ada sosok tanpa nama dan sosok elf yang berada di tempat itu. Sang tanpa nama-pharaoh melangkah ke arah kokabiel pelan sembari menatap datar ke arah sang elf. "Kau sekarang bukan lagi elf hina di dunia itu. Mulai sekarang kau seorang malaikat dengan kedudukan mulia di atas langit. Akan menemani nya saat waktu sang penguasa tiada. Saat itu tiba janganlah jatuh diantara kubangan dosa,, karena setiap pendosa akan merasakan akibat dari ulahnya. Takutlah kepada dosa. Niscaya kau akan terbebas dari siksa dari nya" ucap Pharaoh ambigu menyebabkan otak kokabiel harus kembali diputar keras.
Pharaoh mengetuk pelan kening sang kokabiel menyebabkan Kokabiel tersentak kaget. Perlahan cahaya bersinar menyelimuti tubuh Kokabiel,, sayap tercipta dari ketiadaan, bertengger manis di punggung sang elf.
Kokabiel menatap tak mengerti ke arah Pharaoh,, ia melirik ke arah Pharaoh yang tengah tersenyum kecil ke arahnya. "Sekarang kau adalah satu dari jajaran malaikat tinggi,, 'dia' mengangkatnya mu hanya untuk berbuat baik. Lakukanlah yang menurutmu baik,, jangan masuk ke lubang yang salah,, karena itu akan terasa sangat menyakitkan" kata ambigu Pharaoh kemudian melangkah menunggangi naga emasnya.
"Tunggu,, apakah kau tak ikut ke surga?" Tanya Kokabiel penasaran. Seharusnya makhluk yang dekat dengan kami tinggal di surga bukan,, tapi ia memilih tinggal entah dimana.
Pharaoh hanya tersenyum masam mendengar pertanyaan Kokabiel. "Kau tahu ko,, aku bukanlah siapa siapa. Aku hanyalah makhluk yang tak pernah ada dan hanya sedikit yang tau tentang ku." Balas Pharaoh ambigu.
"Jika kita bertemu lagi mungkin bukan di tempat ini,, melainkan di bagian dunia lain. Saat dunia dilanda kekacauan,, aku akan turun meredakannya. Aku adalah lambang perdamaian dan melambangkan kehancuran" lanjutnya masih dengan kalimat yang tak dimengerti oleh Kokabiel.
"Dan ingatlah namaku-"
Kokabiel menatap lekat ke arah Pharaoh yang menunggangi naga emasnya. Pharaoh menunjuk sebuah kalung yang dipakainya,, kalung segi enam berwarna biru seindah lautan.
"Namaku atem,,"
...
Ingatan yang pernah ia lupakan kini masuk begitu saja ke dalam kepalanya. Pertemuan kepada sosok penyelamatnya,, sosok yang paling ditakuti dunia,, lambang dari perdamaian dan juga lambang dari kehancuran.
(Boost)(boost)(boost)(boost)
Suara mekanik memasuki telinga Kokabiel,, perlahan ia membuka matanya pelan. Sebuah bogem mentah terlihat kala Kokabiel membuka matanya,, bukan jendral namanya jika hanya satu bogem dapat mengenainya.
Tubuhnya miring ke kiri guna menghindari bogem tersebut. Berputar layaknya orang menari,, ia memukul tengkuk sosok yang tadi melancarkan pukulan ke arahnya,, alhasil sosok itu jatuh ke tanah mengakibatkan lubang besar tercipta yang disekitarnya terdapat retakan ringan.
Ia menatap datar ke arah sosok yang ia pukul. "Apakah hanya itu kemampuan sang kaisar naga merah jaman sekarang?,, Sungguh aku ingin tertawa" ucap datar Kokabiel sembari turun perlahan ke arah sosok yang ia panggil kaisar naga merah itu. Sayap hitam seindah malam diterpa cahaya bulan purnama menambah keindahan dari sayapnya itu.
Ia menatap sekeliling dan binggo,, tatapannya tertuju kepada sekumpulan makhluk yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Tatapan datar dan dingin menusuk ke ulu hati para makhluk yang menatapnya. "Apakah kau tak ingin memanggil kakakmu gremory?,, Dengan keadaan seperti itu kau tak akan bisa mengalahkanku. Jangankan mengalahkan,, menggoresku kalian tak bisa" memang benar ungkapan kokabiel itu,, tubuh sekumpulan makhluk yang ia tatap kini penuh luka dan beberapa sayatan kecil. Darah mengalir dari bibir mereka menandakan betapa beratnya pertarungan melawan jendral malaikat jatuh ini.
Kokabiel menendang ringan sang kaisar naga merah dihadapannya ke arah sekumpulan makhluk yang berada tak jauh darinya. Ia merogoh saku celana yang ia kenakan,, botol berisikan air putih terlihat saat kokabiel mengeluarkan tangannya dari sakunya. Ia melemparkan dua botol itu ke arah para makhluk yang ia lawan tadi dengan santainya.
"P-phoenix tiers?"
Ucap gagap para makhluk yang menerima dua botol itu. Phoenix tiers merupakan air mata dari burung leganda neraka,, air mata itu dapat menyembuhkan berbagai macam kerusakan yang dialami makhluk hidup,, bahkan air itu dapat menumbuhkan anggota badan yang hilang.
"Kalian hanya iblis muda yang terlalu arogan,, terutama kau Gremory!" Hardik Kokabiel menatap tajam gadis berambut merah bermata yang notabennya adik dari raja iblis Lucifer,, Rias Gremory.
Rias terdiam mencerna perkataan dari jendral malaikat jatuh yang tengah ia lawan itu. Walaupun arogan adalah sifat alami Iblis namun bukan berarti semua iblis harus meninggikan sifatnya itu.
"Pulanglah,, aku tak ingin membunuh iblis muda seperti kalian" ucap datar Kokabiel sembari melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu.
Ciung,, duarrrrrrrr
Laser merah melewati Kokabiel menyebabkan angin berhembus pelan,, laser itu mengenai pohon didepannya mengakibatkan pohon itu layu dan lambat laun hancur menjadi abu.
Kokabiel menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badannya pelan,, "apakah tak ada kata menyerah untuk kalian?" Ucapnya datar..
"Aku tak akan menyerah kepada malaikat kotor sepertimu!" Ucap Rias mantap. Ia meminum air pemberian dari kokabiel itu,, ajaibnya lukanya sembuh. perlahan aura merah menyelimuti tubuhnya. "Issei bersiaplah untuk serangan terakhir"lanjutnya memandang ke arah sang naga merah yang sedang meneguk air pemberian kokabiel.
(Boost)(Boost)(Boost)(Boost)(Boost)(Boost)(Boost)(Boost)
Suara mekanik yang berasal dari sarung gauntlet milik iblis bernama issei menggema di tempat itu. Aura besar menguar dari gauntlet tersebut menyebabkan para iblis lainnya menahan nafas merasakan tekanan yang amat dahsyat itu. Sebaliknya,, kokabiel hanya diam menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Bersiaplah bochou,, aku akan mentransfer kekuatanku dan kau akhiri semua ini!" Ucap issei pelan yang hanya dapat didengar oleh Rias. Rias mengangguk tanda mengerti,, kemudian ia memfokuskan energi nya di telapak tangan setelah kirinya. Energi itu perlahan membesar menyebabkan tumbuhan yang berada di dekatnya layu.
(Transfer)
Issei menembakkan sinar hijau ke tubuh Rias,, kini rias dapat merasakan kekuatan mengalir akibat tembakan hijau dari sang pionnya itu. "Baiklah Kokabiel,, mari kita lihat apakah kau dapat bertahan dari serangan ini atau tidak" kata Rias penuh percaya diri,, namun Kokabiel hanya diam tak menjawab,, bahkan ia tak bergeming dari tempatnya berdiri.
Power of destruction:final attack
Bola besar berwarna merah-kehitaman yang tercipta dari tangan sang bungsu gremory itu melesat ke arah Kokabiel dengan sangat cepatnya.
Duarrrrrrrr
Ledakan terdengar ketika bola itu menghantam tubuh dari sang bintang timur itu. Asap mengepul tebal menghalangi pandangan para iblis Disana. Rias tersenyum saat terjadinya ledakan itu. Namun senyum itu luntur tak kala seorang pemuda bersurai pirang jabrik berada di depan kokabiel,, sosok itu yang terkena serangan dari Rias.
Rias terdiam kala melihat sosok itu. Sosok yang ia rindukan,, sosok yang sangat berarti baginya. Para iblis di sana ikut terdiam melihat king mereka terdiam. "Tak kusangka bukan,, seorang hakaishin no kami sepertimu sampai turun tangan mengurusi masalah kecil seperti ini." Kata Kokabiel yang berada di belakang sosok itu.
Sosok itu tersenyum mendengar pernyataan dari sang bintang timur itu. "Sudah lama aku tak mendengar nama itu lagi,, setelah sekitar satu abad lamanya" balas sosok itu santai sembari menunjukkan senyum tulusnya. Ia menatap Kokabiel meminta penjelasan akan apa yang terjadi sekarang ini,, namun Kokabiel hanya diam sembari menunjuk gadis berambut merah aka Rias Gremory yang menundukkan kepalanya.
Para iblis yang berada di samping Rias dilanda syok berat,, pasalnya mereka tahu siapa yang mempunyai gelar tersebut. Naruto gremory,, makhluk yang mendapat gelar hakaishin no kami ketika perang antar old-anti satan sedang berlangsung sekaligus kakak dari maou Lucifer masa kini.
Naruto melangkah pelan ke arah Rias yang masih dalam keadaan menunduk. Tangan kanannya terangkat ke atas entah apa yang akan ia lakukan. Rias hanya diam tanpa ingin memandang wajah sang kakak itu.
Puk
Tangan dari sulung gremory itu menepuk pelan kepala si bungsu gremory,, mengacak acak pelan rambutnya. "Kita pulang Rias,, Kokabiel ikutlah bersama kami,, aku tak ingin terjadi masalah karena ini" kata Naruto sembari menatap datar Kokabiel.
Underworld
Underworld merupakan tempat tinggal para iblis. Sebenarnya bukan hanya tempat tinggal para iblis,, sejatinya underworld juga merupakan tempat tinggal para malaikat jatuh. Namun karena kearoganan sang raja iblis pertama sekaligus yang mendapat gelar 'bintang fajar' yang tidak menginginkan para malaikat buangan itu meninggal tempat dimana ia dijatuhkan,, ia mengusir para malaikat buangan itu dari underworld. Sejak saat itu,, para malaikat buangan tinggal di tempat yang mereka namai Grigory.
Sirzech gremory atau yang lebih dikenal sebagai Sirzech Lucifer,, maou lucifer masa kini menggantikan keturunan murni Lucifer dahulu. Dipilih bukan hanya karena kekuatannya yang menyamai keturunan Lucifer murni,, melainkan juga karena jalan pikir dan sifat tegas yang ia miliki.
Duduk santai di kursinya, kini Sirzech sedang berhadapan dengan ketiga maou lainnya entah apa yang mereka bahas. Namun yang jelas itu adalah hal yang penting karena fabilium glasya labolas menghadiri pertemuan ini. Fabilium merupakan salah satu dari empat maou yang terkenal akan kemalasan nya,, karena dia hanya akan menghadiri pertemuan jika itu menyangkut hal yang sangat penting saja.
"Aku memanggil kalian kesini untuk membahas energi yang tadi aku dan Ajuka amati kini menghilang seketika,, jika asumaiku benar energi itu setara dengan ultimate devil" kata Sirzech serius sembari memandang datar ke arah para maou lainnya. Para maou lainnya menyimak perkataan Sirzech dengan seksama.
Tiba tiba suasana menjadi mencengkram entah apa sebabnya. Pengawal yang tadinya berada di sekitar para maou kini satu persatu tergeletak tak sadarkan diri,, bahkan Grayfia Lucifuge keturunan Lucifuge hanya dapat tertunduk merasakan tekanan berat yang tiba tiba terjadi maou hanya dapat meneguk ludah akibat beratnya tekanan yang kini berubah,, entah kenapa ada ketakutan tersendiri saat mereka merasakan energi yang tak asing bagi mereka.
Sebuah lingkaran sihir khas Gremory terlihat diujung aula itu memperlihatkan pria pirang jabrik bermata biru layaknya lautan bersama gadis berambut merah yang berada di belakangnya di susul oleh beberapa iblis muda lainnya.
"Jika kau sudah merasakannya kenapa kau tak melihatnya?" Tanya sosok itu memandang datar ke arah para maou yang berada didepannya. Pandangannya datar dan dingin,, begitu menusuk ketika orang melihatnya.
Sosok yang tak lain adalah Naruto itu melangkah pelan ke arah ke empat maou yang kini hanya dapat diam terpaku. "Kau tau akibat dari kelalaian mu itu?,, Jika para dewa Shinto tau akan hal ini tidak menutup kemungkinan jika wilayah kuoh akan diambil alih menjadi wilayah Shinto lagi. Dan ingatlah,, wilayah itu hanyalah pinjaman kecil dari Shinto yang melambangkan aliansi para iblis dan para dewa Shinto" kata Naruto datar nan serius. Sirzech hanya diam mendengar perkataan dari sang kakak,, begitu juga yang lainnya,, seakan tak berani menentang,, mereka memilih diam tak menjawab.
"Kenapa?" Kata pendek namun penuh makna itu keluar dari sulung Gremory itu. "Kheh,, kukira saat kau menjadi maou,, wilayah itu akan aman tanpa ada masalah" lanjutnya dengan nada sinis.
Sirzerch terdiam menunggu kelanjutan dari perkataan sang kakak itu,, selang beberapa lama ia berkataa "kakak,, kenapa kau selalu membesar-besarkan masalah sepele seperti ini sih?,, Hanya karena masalah energi besar yang tiba-tiba muncul kau berceramah panjang seperti itu" ucapnya santai menghiraukan tatapan tajam dari para maou lainnya.
Naruto diam tak ingin menjawab. Ia meningkatkan tekanan kekuatannya mengancam membuat lantai dan dinding retak perlahan,, bahkan keempat maou harus tertunduk menahan nafas merasakan tekanan energi yang begitu pekat itu. Disisi lain,, para iblis muda sudah tergeletak tak sadarkan diri akibat dari niat membunuh yang dikeluarkan oleh Naruto itu.
Brakkkkkk
Entah sejak kapan kini Naruto sudah berada di depan Sirzech sembari menatap datarnya. Tangannya meraih leher sang adik tanpa belas kasih dan membantingnya ke lantai menyebabkan terciptanya lubang yang lumayan besar. Para maou hanya diam,, mereka membulatkan matanya menatap horror ke arah sang maou Lucifer masa kini yang sekarang tergeletak tak berdaya akibat serangan tiba tiba dari sang hakaishin itu.
Sirzerch hanya dapat diam meringis menahan sakit di punggung nya itu. Dalam hatinya ia berpikir,, baru sekarang ia melihat sang kakak Semarah ini,,' apakah aku membuat kesalahan sehingga kakak Semarah ini?'. Masih dalam posisi yang sama,, Naruto perlahan bangkit dari acara 'memberi kejutan' kepada sang adik. Kakinya tertarik mundur secara berlahan,, Sirzech hanya dapat diam menunggu apa yang akan dilakukan oleh sang kakak itu.
Dengan cepat kaki Naruto menendang wajah sang adik keras. Tubuhnya terpelanting menembus dinding yang tak jauh dari tempatnya . Asap mengepul tebal menghalangi pandangan para maou disana.
Lingkaran sihir tercipta di belakang Naruto,, menunjukkan dua orang berbeda gender memakai pakaian ala bangsawan. Mereka menengok ke arah Sirzech yang kini tergeletak tak berdaya,, wajah mereka mengeras melihat anak mereka dengan mudahnya di kalahkan oleh orang asing yang berani berani memasuki mekai dan menghajar iblis yang notabennya terkuat dari iblis lainnya. Namun wajah keras itu luntur seketika melihat siapa dalang dibalik semua ini.
Sosok Naruto berbalik menoleh kearah kedua orang tuanya. Pandangannya begitu dingin sedingin es,, datar dan tanpa ekspresi. "Naruto,, kapan kau kembali?" Tanya sang sang wanita yang kini menyadari siapa yang berdiri didepannya itu. Namun Naruto tak mempedulikan pertanyaan sang wanita itu. Ia melangkah pelan ke arah Rias dan para kawannya yang masih pingsan,, menghentakkan kakinya pelan membuat mereka tersadar.
"Ugh,, dimana aku?" Gumam gadis berambut raven panjang yang diikat ekor kuda ke arah belakang.
Hemijime Akeno,, satu satunya putri dari petinggi malaikat jatuh. Merupakan iblis yang dijuluki the sadist princes karena kesadisannya.
"Sembuhkan Sirzech,, Asia!" Ucap Naruto kepada gadis pirang disebelah Akeno. Asia hanya mengangguk paham mendengar perintah dari Naruto.
Naruto melangkah pelan membelakangi Sirzech yang kini sedang diobati oleh Asia,, ia melirik ke arah Sirzech melalui ekor matanya "mulai sekarang aku tak ingin mendengar ada masalah di wilayah kuoh atau yang lainnya,, ingat itu Sir!" Ucap tegas Naruto melanjutkan acara melangkah nya ke pintu keluar.
"Ni-chan" ucap Rias yang kni telah pulih dari acara pingsannya. Naruto berhenti namun enggan untuk berbalik,, Rias berjalan pelan ke arah Naruto,, menunduk sampai tak ada yang tahu ekspresi wajahnya.
"Kau mau kemana?" Tanyanya pelan sampai hanya terdengar seperti gumaman kecil. Naruto masih diam tak menjawab dan enggan untuk berbalik,, entah mengapa sifatnya seperti ini, siapa yang tahu.
"Kemanapun aku pergi itu tak ada hubungannya denganmu Rias!" Jawab Naruto berbalik memandang Rias yang tingginya hanya sebahu Naruto. Rias semakin menunduk kala Naruto mengucapkan kata tajamnya itu,, entah kenapa ia tak ingin menerima jika itu memang perkataan dari kakaknya itu.
"Bahkan setelah sekian tahun lamanya kau pergi,, kini kau ingin pergi lagi?" Tanya Rias meninggikan nada suaranya. Naruto hanya diam menunggu lanjutan kata dari sang adik kecilnya itu. Rias menggigit bibirnya keras menyebabkan darah mengalir di sudut-sudut bibir nya. "Apakah hanya pergi pergi dan pergi yang ada di kepalamu itu?" Lanjutnya sedikit membentak. Para iblis disana hanya dapat menahan nafas karena keberanian Rias dalam hal berargumen dengan makhluk yang bergelar hakaishin no kami itu.
Bukan tanpa alasan Naruto dijuluki demikian. Julukan itu diberikan oleh sosok Naga legenda the paradox yang saat itu hadir menyaksikan terjadinya perang antara anti-old satan.
"Tidak kah kau berpikir mekai membutuhkan sosok sepertimu untuk memperkuat fraksi nya?" Lanjut Rias pelan. Naruto hanya menghela nafas lelah mendengar kalimat sang adiknya itu. Hening,, tak ada yang bersuara,, bahkan hanya untuk bernafas saja mereka tak bisa karena sosok Naruto yang memasang wajah bak papan cucian itu. "Ada banyak hal di dunia ini yang tidak kau ketahui,, salah satunya aku. Kau tak tahu apa apa tentangku bukan?,, Bahkan hanya segelintir orang yang tahu menahu tentang diriku, mungkin" Naruto membuka kata dengan nada serius,, kata kata ambigu yang diucapkannya membuat para iblis Disana harus memutar otak keras. "Tidak,, kau yang tak mengerti diriku kakak,, ya kau memang tak pernah ingin mengerti" jawab Rias tak kalah ambigunya.
"Tidakkah kau mempedulikan-
Srringgg
Sebelum Rias menyelesaikan perkataannya,, Naruto melesat ke arah Rias mengarahkan kepalan tangannya ke wajah sang adik.
Wushhhh
Duarrrrr duarrrrrrrr duarrrrrrrrrrrrrrrr
Kepala tangannya berhenti tepat didepan wajah Rias. Gelombang udara tercipta kala tangan itu berhenti,, dari lantai hingga Kedinding,, semuanya terangkat naik layaknya debu. Semuanya hancur tanpa sisa,, bahkan dinding dibelakang Rias kini berlubang sangat besar.
Rias tertunduk dengan mata yang terbuka lebar,, badannya gemetar saat Naruto tiba tiba menyerang dirinya. Naruto menoleh ke bawah tempat Rias tertunduk,, semua orang diam tak berani berkata bahkan kedua orang tua Naruto ikt diam enggan melerai pertengkaran antar putra-putri nya itu. "Hentikan omong kosong mu,, dan jadilah dewasa" ucap Naruto memandang datar sang adik yang masih tertunduk lemas. "Kita pergi ko!" Lanjutnya melangkah mendekati pintu keluar.
"Apa sudah selesai acara 'reuni' keluarga mu itu hakaishin?" Kaya seseorang yang muncul secara tiba-tiba tiba dari balik pintu keluar. Semua iblis Disana membulatkan matanya menyadari siapa pemilik suara itu. Benar,, ia adalah Kokabiel sang bintang timur.
"Pertama kau menghajar adik maou mu dan kedua kau membuat adikmu seperti orang bodoh!,, Apa lagi selanjutnya?,, Membantai keluargamu?" Ucap Kokabiel dengan nada menyindir disertai seringai keji yang terpampang di bibirnya.
"Kokabiel!,, Ada hal apakah sampai seorang jenderal malaikat jatuh datang ke sarang musuhnya?" Tanya gadis bersurai hitam memakai pakaian ala penyihir dengan nada menyelidik sembari memandang tajam sang malaikat jatuh itu.
Serafal sitri atau lebih dikenal dengan nama Serafal Leviathan,, seorang maou masa kini menggantikan maou Leviathan sebelumnya. Karena kemampuannya dan kecerdasan,, ia diangkat menjadi maou walaupun ia bukan dari clan Leviathan.
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku kesini untuk membantai kalian semua?" Tanya balik Kokabiel meningkatkan hawa membunuhnya. Itu cukup untuk membuat seorang ultimate clas bergidik ngeri akibat betapa pekatnya hawa yang dikeluarkan Kokabiel.
Serafal hanya dapat menggertakkan giginya mendengar jawaban sang malaikat jatuh itu. Tanpa sadar ia menaikan pula aura pembunuhnya hingga para iblis muda disana harus kembali tertunduk.
"Cukup!,, Ayo ko" ucap Naruto kemudian tubuhnya melebur menjadi dedaunan kering dan melayang menjauh.
Another side
Seorang gadis bertubuh loli sedang duduk santai sembari menahan air yang tak jauh dari tempatnya duduk. Ia berdiri dan perlahan tubuhnya bercahaya,, lambat laun cahaya itu meredup digantikan sosok gadis bersurai hitam panjang berdada yang err besar layaknya seorang dewa.
"Jadi kau sudah kembali eh?" Tanyanya entah kepada siapa,, ia menyungging sebuah senyum di wajah cantiknya. Perlahan ia mengangkat tangannya enebas udara kosong dan perlahan tercipta robekan berwarna hitam.
Ia terkikik aneh sembari memasuki robekan yang ia buat itu. "Sepertinya aku tak harus lagi menunggu" gumamnya pelan
"Selamat datang kembali
.
.
.
.
.
.
"Reinkarnasi Atem"
Tbc
Osh gomenei kalau saya telat update. Yahhh karena acara menulis harus disertai dengan mod yang baik dan kemauan sendiri tanpa paksaan,, jadi yaah baru bisa update
Maaf kalo ada typo dan gaje di cerita ini,
Nah,, jika ada pertanyaan jangan sungkan sampaikan melalui kolom review atau pm Ryuki langsung ya...
Dan juga,, siapakah gadis misterius yang memasuki lubang dimensi itu?,, Hohoho mungkin kalian dapat menduga walaupun dugaan kalian akan saya buat salah hahahaahh,,, karena di fanfic ini saya adalah rajanya HAHAHAHAHAH (GAJE THOR)#forget
Cukup sekian dan terima kasih yang sudah rev fav maupun follownya ,, jaa ne
