Boboiboy series © Animonsta Studio, Malaysia

Fanfiction by widzilla

WARNING! Fang x fem!Boboiboy pairing, Genderbender, Romance stuffs, AU and OOC.

You've been warned! Don't like, don't read!


Dogs Story

.

.

.

Setahun sebelum Boboiboy menemukan anak-anak kucing di bawah hujan—ada kisah kecil yang tak diketahui banyak orang.

Kali ini waktu berputar mundur menemui beberapa tokoh yang akan ikut mengiringi kisah para kucing manis.

Ketika Halilintar, Gempa, dan Taufan masih begitu mungil dan mengeong-ngeong manja dengan suara kecil mereka dalam pangkuan Boboiboy yang juga masih berusia empat belas tahun—ada kisah pertemuan kecil antara seorang remaja dengan anak-anak anjing Siberian Husky.

Setahun sebelum ada kisah yang mengeong lembut nantinya—dan sebelum ada kisah yang melolong lantang nantinya.


"Kami tak sanggup memelihara semuanya. Jadi anak-anak anjing ini akan kami berikan pada orang-orang yang kami percaya bisa merawat dan menyayangi mereka."

Kalimat yang diucapkan dengan desahan agak sedih oleh seorang petinggi militer di rumahnya membuat remaja berusia empat belas tahun membelalakkan matanya lebar tak percaya.

"Astaga, Kaizo—lihat! Mereka manis sekali!"

"Hey, jaga sikapmu, Fang. Kita sedang di rumah seorang petinggi teman ayah di militer."

"Aku tahu—"

Ketujuh anak-anak anjing Siberian Husky menyalak-nyalak manis menggoyang-goyangkan ekor mereka sambil berlarian menggigiti mainan anjing di sebuah kandang terbuka yang luas di halaman luar sana.

Fang dan Kaizo hanya bisa memandangi dari teras yang dilapisi kaca tebal bersama ayah mereka dan pemilik rumah besar tersebut.

Hao tersenyum kecil melihat anak bungsunya antusias menempel pada kaca tebal ingin meraih anak-anak anjing itu. "Bagaimana dengan orang tua dari anak-anak anjing ini?"

"Keduanya akan tetap kurawat. Mereka sudah terlatih baik agar bisa menjaga rumah ini. Tapi—kalau untuk merawat ketujuh anak-anak anjing ini… ini terlalu berat untuk aku dan istriku. Hanya kami berdua di rumah ini sementara anak-anakku telah berkeluarga sendiri-sendiri dan memilih untuk tak memelihara anjing."

Fang terlalu terpikat pada anak-anak anjing yang manis itu tanpa peduli perbincangan ayahnya dengan teman sekantornya. Kaizo menggeleng tersenyum geli melihat adiknya antusias ingin mendekati para anak-anak anjing.

Fang mendekati dan memeluk pinggang ayahnya. "Ayah, ayah! Apa aku boleh ke halaman bermain dengan mereka?"

Sang ayah mengangkat alis. Ia tahu jelas perangai anaknya yang sangat mengidamkan seekor anjing di rumah.

Pemilik rumah terkekeh melihat sikap manja Fang pada ayahnya. Benar-benar pemandangan yang langka. Fang terkenal di akademinya sebagai calon prajurit terbaik dengan ketegasannya.

"Bagaimana kalau kita melihat mereka lebih dekat?"

Fang tergirang sampai harus ditahan Kaizo dengan memeluk leher adiknya agar tak berhambur ke halaman mendahului para pria yang jauh lebih tua darinya itu.


Di halaman yang luas dan hijau para anak-anak anjing menyalak dan melolong menyambut para manusia yang mendekati mereka. Terutama seorang remaja yang tampak begitu antusias.

"Boleh aku masuk ke kandang itu?"

"Boleh. Mereka akan senang dikunjungi teman bermain."

Kedua pria yang lebih tua kembali berbincang. Sementara Kaizo mengawasi adiknya yang sudah nekat masuk kandang dan memeluk-meluk para anak-anak anjing dengan girang.

"Melihat anakku begitu senang—apa boleh aku membantumu dengan memelihara salah satu dari mereka?"

Wajah sang pemilik rumah berubah cerah gembira mendengarnya. "Tentu! Aku akan sangat senang kalau kau membantuku! Aku hanya bisa melepaskan anak-anak anjing ini pada orang-orang yang sangat kupercaya. Terima kasih banyak, Hao."

Ayah Fang dan Kaizo tersenyum lebar. "Nanti akan kubantu kau mencarikan pemilik baru untuk merawat anak-anak anjing yang lain dan—"

"Ayah! Ayah! Boleh kita pelihara MEREKA SEMUA!?"

Ketiga pria yang berdiri di luar kandang anjing terdiam dan mematung melihat Fang dikelilingi anak-anak anjing hingga di atas kepalanya menggoyangkan ekor.

"—semua?" tanya Kaizo berusaha meyakinkan diri ia tak salah dengar.

"Iya! SEMUA!"

Kaizo terdiam. Menoleh ke belakang. Di mana ayahnya dan pemilik para anjing itu terdiam saling memandang.

"Mmm—Fang, ayah rasa—"

"Ayolah, ayaaah! Kumohon! Tadi aku dengar paman akan memberikan anak-anak anjing ini, kan? Tapi mereka bertujuh semua bersaudara! Aku tak bisa mengambil satu memisahkan dari saudaranya yang lain. Ia akan kesepian—"

Nada di kalimat terakhir terdengar semakin pelan.

Hao kembali terdiam. Ia berusaha memahami anaknya yang masih berusia belasan tahun itu.

Ada kenangan yang membuat Fang seperti demikian. Di mana ketika sang ayah dan abangnya harus pergi pelatihan, dinas, atau apapun yang berhubungan dengan pekerjaan dan pendidikan mereka di bidang militer—Fang kecil terpaksa sendiri di rumah. Meski ia bersama ibunya tapi tetap saja Fang tak memiliki teman bermain.

Beberapa kali mereka pindah rumah karena pemindahan tugas. Fang harus bersosialisasi lagi dengan lingkungan barunya. Ia tak pernah memiliki teman bermain yang terus bersamanya sejak kecil.

Kaizo turut terdiam. Ia amat sangat menyayangi Fang sejak adiknya itu masih di perut sang ibunda. Tapi kenyataannya kemudian ia sering meninggalkan rumah untuk pendidikannya dan dilanjutkan pekerjaannya. Fang kecil selalu mengangkat tangannya berharap mendapat pelukan lebih lama dari abangnya. Tapi Kaizo yang butuh belajar lebih giat terpaksa mengunci kamarnya agar sang adik tak masuk dan mengajaknya bermain.

Melihat Fang memohon dengan anak-anak anjing dalam pelukannya membuat kedua pria tersebut merasa bersalah.

"Ayah—?"

Ini dia.

Ini—dia.

Sorotan mata yang membuat kedua pria yang jauh lebih tua itu tak bisa menolak apapun permintaan Fang.

Sorotan penuh mohon. Bagai ada galaksi menyerap jiwa kedua pria tersebut ke dalam permohonan Fang. Kaizo dan ayahnya saling melirik.

"Hhh—Kau janji akan merawat mereka semua?"

"JANJI! AKU JANJI! JANJI PRAJURIT!" Fang buru-buru meletakkan semua anak-anak anjing dan mengangkat tangannya. "SUMPAH PRAJURIT!"

"Astaga—"

Kekeh tawa Kaizo mengiringi desahan napas ayahnya yang mengangkat wajah pasrah. Pria itu tersenyum dan menoleh pada temannya yang masih terbengong.

"Kami akan rawat mereka semua."

Fang berhambur dan bersorak memeluk ayahnya. Pria itu bersumpah belum pernah melihat anak bungsunya sebahagia itu.

"Terima kasih, ayah! Terima kasih! Terima kasih! Terima kasih! Aku janji akan merawat mereka semua! Aku janji! Janji! Aku akan melakukan apapun yang ayah minta! Ah—terima kasih banyak, paman! Terima kasih telah memercayakan kami!"

Sang pemilik rumah tertawa, "Akulah yang harus berterima kasih pada kalian!"

"Kunjungilah kami jika kau rindu pada anak-anak anjing ini."

Anjing-anjing kecil di kandang menyalak-nyalak dan melolong kecil tak paham. Tapi yang penting mereka senang mendapatkan majikan yang sangat menyayangi mereka dari pandangan pertama.


Perjalanan di mobil bersama anak-anak anjing yang berada di bangku belakang mobil tak diduga begitu tenang. Kaizo yang sedang menyetir menjadi penasaran melihat spion mobil di depan. Sang ayah yang duduk di bangku sebelah Kaizo turut penasaran begitu melihat anak sulungnya tersenyum lebar. Pria itu menoleh ke belakang—ikut tersenyum lebar.

Fang tertidur pulas bersama anak-anak anjing yang ikut tertidur dalam pelukan dan di sekitar bangkunya.

Tak ada yang bisa melukiskan betapa bahagia sang remaja. Senyuman di wajah tak bisa hilang meski ia tertidur.

Kaizo dan ayahnya sama sekali tak heran begitu melihat sang ibu membelalakkan matanya melihat tujuh ekor anak anjing dipeluk Fang ketika mereka sampai di rumah.

"A-ap-apa ini? Anak anjing? Kenapa banyak sekali—?" Elizabeth berusaha memahami apa yang dilihatnya. Fang hanya menunduk sambil memeluk lima ekor Husky. Salah satunya ada di bahunya menggantung dan di atas kepala sang remaja menggoyangkan ekor.

Hao terkekeh geli. "Elly, kemari sebentar."

Setidaknya ibu mereka paham begitu suaminya menceritakan apa yang terjadi.

.

.

.

tbc


Hi there ^^ Widzilla's here ^^

Saya memutuskan untuk memakai OC saya Hao dan Ellizabeth sebagai orang tua Kaizo dan Fang. Sudah kepalang basah saya terlalu menyayangi mereka dan merasa belum bisa move on untuk membuat OC baru sebagai orang tua mereka. Kecuali kalau di 'Boboiboy series' yang baru nanti secara official orang tua Kaizo adn Fang muncul xD

Mungkin beberapa orang kurang suka dengan keberadaan OC. It's okay. Tiap orang pasti punya selera sendiri ^^

Saatnya membalas review! xD

xierally19 & khukhuchan - Thank youuuu! xD Iyap. Khusus yang cerita kucing-anjing akan saya khususkan di sini ^^

nevyandini - Makasiiih xD Blaze-nya memang polos dan kekanakan di sini weheheh xD Dia ga tau kalo itu namanya wkwk xD