Boboiboy series © Animonsta Studio, Malaysia

Fanfiction by widzilla

WARNING! Fang x fem!Boboiboy pairing, Genderbender, Romance stuffs, AU and OOC.

You've been warned! Don't like, don't read!


Invitation

.

.

.

Suara meongan ramai menyambut kepulangan Halilintar dan Blaze. Belum pernah Blaze begitu merindukan saudari-saudarinya yang lain. Ia terus mengeong dan memeluk-meluk leher Ice, Thorn, dan Solar. Juga menggeliat-geliat manja pada Taufan dan Gempa.

Taufan menaikkan alis melihat gelagat Blaze. Gempa langsung menyadari tingkah laku yang sedikit berbeda dari kucing mungil jingga tersebut.

"Nampaknya Blaze berubah sedikit." Gempa terkekeh geli diiringi senyuman Hali.

"Dia bermain bersama Glu hingga lupa waktu. Tak disadari kami sudah terlalu lama di sana hingga Blaze gelisah. Ia takut tak bisa pulang."

"Aaaw—Dia belum pernah serindu ini pada yang lain. Kurasa itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan." Taufan semakin tak bisa menahan senyumnya melihat Blaze yang tertidur pulas di samping Ice. Ia begitu lelah bermain dengan anjing Husky sahabat barunya.

Gempa berganti menatap Hali. "Bagaimana denganmu? Apa kau tak apa-apa selama berada di sana?"

Hali tersenyum kecil, "Aku tak apa-apa. Para Husky itu memperlakukanku dengan baik."

Gempa lega mendengar jawaban Hali tanpa ada nada canggung di kalimat si kucing hitam. "Syukurlah—Semoga ini bisa menjadi awal yang baik."

"Hei, lihat. Blaze menggigiti kuping Ice. Ia pasti sedang bermimpi. Manis sekali!"

Ketiga kucing dewasa yang mengelilingi keranjang para anak-anak kucing terkekeh gemas melihat adik-adik mereka.


Sementara itu di sekolah Boboiboy yang riuh pada jam istirahat—sang gadis tengah duduk di bangkunya di kelas sambil memakan bekal. Sebuah pesan masuk membuat smartphone Boboiboy bergetar tanpa suara. Diam-diam gadis itu membuka kunci pada layar smartphone dan menemukan nomor asing.

'Hai, Boboiboy. Aku dapat nomormu dari ibumu tadi. Barusan hujan besar, Hali dan Blaze bermain di rumahku. Kau harus lihat ini!Fang.'

Sebuah video terkirim membuat Boboiboy penasaran.

Rekaman Blaze dan Glu bermain-main riang membuat gadis itu tersenyum lebar. Juga pemandangan Hali yang duduk dengan kalem di sofa bersama Lust juga membuat gadis itu begitu senang mendapatkan video tersebut.

Jemari lentik dengan cepat menyentuh layar keyboard menulis balasan.

Suara nada panggil membuat Fang langsung bangkit dari tempat tidurnya dan membaca pesan balasan yang begitu ditunggu-tunggu.

'Terima kasih videonya, Fang! Aku senang sekali melihat Hali dan Blaze bisa akur dengan para Husky! Terima kasih sudah menjaga mereka! ^^

Tubuh Fang terbanting di kasur, kakinya menari-nari di udara, Fang memekik girang dalam hati hingga wajahnya memerah. Tangannya mulai menggebuk-gebuk kasur dan meremas sprei. Kemudian ia kembali memandangi pesan di layar mungil smartphone-nya. Ada profile picture bergambar manis di situ. Gambar ikon seekor kucing putih tersenyum dengan topi oranye terbalik di kepalanya.

Ikon yang mengundang Fang ingin melanjutkan obrolannya dengan gadis yang ia taksir.

'Sama2 ^v^7 Hei, PP-mu lucu banget! xD Btw lagi di kelas, ya? Sori kalo aku ganggu.'

Boboiboy tersipu dengan senyuman di wajah manisnya. Jemarinya kembali menari di atas layar.

'Makasih ^^ Ini temanku yang gambar. Dia bilang aku mirip kucing putih xD Dan aku memang suka pakai topi terbalik kalau ke sekolah ^^ Nggak kok. Aku lagi istirahat. Kamu lagi ngapain? Baru saja tadi aku ambilkan formulir serta buku panduan dan prosedur sekolah untukmu.'

Suara nada panggil kembali terdengar. Fang tersenyum semakin lebar melihat pesan sang gadis disertai sebuah foto formulir dan berkas lainnya di sebuah meja.

'Wow makasih banyak, yah! Eh, tadi aku kan ngajak jalan2 anjing2ku, aku ketemu kakekmu di lapangan. Beliau traktir aku minum coklat. Enak banget!'

Boboiboy semakin senang mengetahui Fang telah bertemu kakeknya tersayang.

'Oh ya!? Atok pasti senang bertemu teman baru! ^^ Aku biasa bantu di kedai Atok kalau lg tak ada kegiatan. Kapan2 ke sana bareng yuk ^^ Ah, sudah bel masuk kelas. Nanti aku ke rumahmu yah kalau sudah pulang sekolah.'

'Oke! Met belajar ^u^7'

Fang masih terguling-guling di tempat tidurnya. Ia tak menyadari Glu dan Envy sedang asyik berbaring-baring di lantai kamarnya. Mereka memiringkan kepala melihat tingkah Fang yang sedari tadi membuat keduanya bingung.

.

"Fang kenapa, sih? Apa dia kelaparan?"

"Kurasa dia sedang sakit."

Lust yang ikut masuk ke kamar Fang nyengir lebar sambil menggelengkan kepala mendekati kedua adiknya. "Hehehey~ Itu bukan lapar atau sakit. Itu namanya jatuh cinta~"

"Jatuh? Berarti dia sakit?"

Senyum di wajah Lust menghilang seketika, "Hhh—Envy, kau ini masih belum berpengalaman."

"Jatuh cinta? Apa itu 'cinta'? Apa itu enak? Apa Fang menjadi seperti itu karena 'cinta'-nya jatuh?"

Lust merebahkan tubuhnya sambil menggeram di atas bantal. "Aaaargh—Dasar bocah!"

Gluttony dan Envy saling berpandangan bingung tak mendapat jawaban.


Tepat siang hari di mana para kucing tengah beristirahat di kamar Boboiboy, gadis majikan mereka pulang dan menyapa lembut. Para kucing mengeong mengelilingi kaki Boboiboy dan mengeluskan tubuh pada gadis kesayangan mereka itu.

Boboiboy mengelus kepala kucingnya satu per satu. Namun kemudian ia mengangkat tubuh Halilintar dan memeluknya. "Hali, aku senang sekali kau bisa akrab dengan para Husky tetangga kita. Dan Blaze—kau masih lelah bermain dengan Glu, yah?"

Blaze menguap lebar sebagai jawaban membuat Boboiboy tersenyum sambil memeluk dan mencium kepala kucing jingga lincah tersebut. Perlahan tubuh mungil Blaze direbahkan di atas bantal empuk hingga dengkurannya kembali terdengar lelap.

Seseorang mengetuk pintu kamar Boboiboy yang sedang berganti baju.

"Ya?"

Begitu mendapat jawaban, daun pintu berwarna putih itu terbuka dan seorang pelayan memasuki kamar nona mudanya.

"Nona, tuan dan nyonya sedang makan siang bersama beberapa duta besar di hotel Star Hill. Kami siapkan makan siang untuk anda, yah?"

"Oh, baiklah. Tapi aku akan ke tetangga baru dahulu ingin memberikan titipan ini."

Pelayan tersebut mengangkat alis. "Titipan apa itu, nona? Saya bisa mengantarkannya jika anda masih lelah."

Boboiboy tersenyum manis, "Tidak, terima kasih. Aku akan mengantarkannya sendiri pada Fang, tetangga baru kita. Ia meminta tolong untuk mencari informasi tentang sekolah. Semoga dia berminat bersekolah di tempat yang sama denganku."

Melihat senyuman manis dengan rona di wajah, sang pelayan tak perlu berpikir menilai apa yang sedang dirasakan nona muda itu.

"Hummm~ Tuan muda Fang itu kurasa tampan juga. Dia akan menjadi pendamping yang cocok untukmu, nona~"

Boboiboy langsung kikuk digoda dengan nada dan pandangan usil pelayan tersebut. "E-eh!? A-aku! Pendamping!? Ki-kita hanya berteman…!"

Kekeh tawa geli semakin membuat Boboiboy merona. "Hihihi, baiklah. Nanti akan saya pamitkan pada orang tua anda kalau mereka menelepon."

Keusilan kecil sang pelayan mengundang rona di wajah gadis remaja penyayang kucing itu. Boboiboy menyembunyikan setengah wajah di balik katalog dan formulir sekolah yang ia genggam berusaha tak memerlihatkan rona wajahnya lebih banyak lagi.

Meski ada sedikit perasaan mengakui apa yang diucapkan pelayan yang begitu menyayanginya itu—Boboiboy memang ada rasa kekaguman pada pemuda tampan tetangga barunya. Seperti dalam cerita-cerita komik romantis yang ia pinjam dari temannya.

Sebelum digoda lagi lebih jauh, akhirnya Boboiboy memutuskan untuk segera meninggalkan kamarnya.

"A—aku mau ke rumah Fang dulu membawa formulir dan buku titipan dia, yah?"

Pelayan yang masih berdiri di samping pintu mengangguk lembut tanpa menghilangkan senyumnya. Tiba-tiba ngeongan terdengar seperti membujuk untuk ikut.

Ice yang sudah terbuka lebar matanya dengan segar, serta Thorn dan Solar mengais-ngais kaki Boboiboy.

"Kalian mau ikut…? Aku hanya sebentar, kok. Di sini saja, ya?"

Tapi tiga ekor kucing mungil itu tetap berlarian mengikuti langkah majikan mereka. Ketiganya terus membujuk agar mereka diajak turut menemui sahabat baru mereka di balik pagar sana.

"Aduh… Ice, Thorn, Solar."

Ngeongan manja terus membujuk hingga gadis itu tak tega. Ia mendesah kecil dan akhirnya menyerah membiarkan ketiga kucing mungil mengikuti langkahnya menuruni tangga dengan hati-hati.

Gempa dan Taufan turut menjaga dari belakang. Halilintar tinggal di kamar Boboiboy menjaga Blaze yang masih terlelap dalam pelukannya. Ia memercayakan adik-adik yang lain pada Gempa dan Taufan. Apalagi Boboiboy juga pasti akan kerepotan jika para kucing mungil itu bermain-main lepas pengawasan.

Bahkan belum apa-apa, Thorn sudah nyaris jatuh dari tangga. Untung Gempa cepat tanggap menangkap adik kecilnya itu di tengkuk. Gigitan yang lembut membawa Thorn menuruni tangga dengan hati-hati. Ice menjilat-jilat kepala Thorn karena sempat khawatir pada saudarinya itu.

Solar melangkah berirama menuruni anak tangga diawasi oleh Taufan.

Akhirnya udara segar di luar berhembus memasuki rumah begitu daun pintu dibuka Boboiboy. para kucing dengan setia mengikuti di antara langkah gadis tersebut. Jalanan becek dengan genangan air membuat Gempa dan Taufan ekstra berhati-hati mengawasi ketiga adik mereka.

Tak sampai ratusan Boboiboy melangkah, ia sudah sampai di depan rumah Fang yang nampak modern minimalis namun megah. Belum sempat telunjuknya memencet tombol bel di depan pagar, ada suara gonggongan penuh semangat terdengar mendekat.

Gluttony langsung menyerbu ke pintu pagar sambil mengibaskan ekor dengan kencangnya.

Para kucing mungil sempat terkejut dan ketakutan. Tapi Gempa dan Taufan berhasil menenangkan mereka.

Boboiboy geli melihat tulisan 'Watch Out for the Dogs' di depan pagar, namun yang muncul adalah anjing paling ramah sedunia. Glu melongokkan moncongnya di antara teralis pagar dengan mata yang berbinar.

"Hai, Glu! Astaga, kau manis sekali. Terima kasih sudah menyambutku!"

Gonggongan lain terdengar dari dalam rumah diiringi Fang yang melongokkan kepalanya dari pintu depan.

Pemuda itu terkejut mendapati gadis yang ia sukai telah berada di depan rumahnya. Ia menyisir rambut seadanya dengan jemari berusaha tampil rapi sebelum bertemu muka. Ditemani Lust yang dengan setia menunggu Fang mempersiapkan diri, ia akhirnya melangkah keluar dan membukakan pagar.

"Hai, Boboiboy!"

"Hai, Fang! Ah, ini kubawakan untukmu sesuai janjiku."

Fang terpukau menerima katalog dan formulir dari tangan gadis tetangga barunya itu. "Terima kasih banyak! Ayo, masuk dulu! Wah, kau mengajak para kucing ini kemari! Ibuku pasti senang!"

Sebenarnya Boboiboy agak ragu menerima undangan tersebut karena tak ingin membuat para pelayan di rumah menunggunya dengan makan siang yang sudah disiapkan di atas meja. Tapi Boboiboy tak ingin mengecewakan Fang, maka ia menyetujui untuk berkunjung sebentar ke rumah cowok itu.

Dengan Lust dan Glu di kedua sisi remaja tersebut, para kucing turut berjalan riang menuju rumah Fang.

Dari dalam rumah, Envy mengintip melalui jendela dan menyadari ada seekor kucing yang ia tunggu-tunggu.

.

"Itu Solar dan saudari-saudarinya!"

Greed langsung menegakkan kepala. "Ada Taufan juga?"

"Umm—Ah, ada! Ada Gempa juga!"

Mendengar nama kucing yang akrab mengobrol kemarin—Pride menegakkan telinganya dan berjalan menuju pintu depan.

.

"Ibuuu—Boboiboy datang! Ia membawakanku katalog dan formulir sekolahnya!"

Elly bergegas menuruni tangga begitu mendengar suara ceria anak lelakinya. Belum sempat masuk ke dalam rumah Fang, Boboiboy sudah mendapat pelukan hangat dari sang Nyonya tetangga baru. Belum pernah ia mendapatkan perlakuan sedemikian akrab dari orang yang baru dikenalnya.

"Boboiboy, terima kasih banyak sudah membantu Fang, yah! Ayo kita makan siang bersama!"

"Ah—tapi… Umm…"

Boboiboy semakin tak enak hati menolaknya. Belum sempat gadis itu memberi jawaban, suara bel kembali terdengar di depan—mengundang Glu kembali menggonggong dan berlari dengan cerianya ke pintu gerbang.

"Aku akan lihat siapa yang datang."

Begitu Fang sampai di gerbang depan, nampak seorang wanita dengan baju maid membawa payung di tangannya sembari tersenyum ramah pada Gluttony yang menonjolkan moncongnya di antara teralis pagar sambil menggoyangkan ekor senang.

Fang mulai berpikir bisa-bisa pencuri akan dipersilahkan masuk oleh anjing penjaga yang terlalu ramah ini. "Sepertinya aku memang hanya bisa mengandalkan Greed, Pride, dan Wrath untuk menjaga rumah." Gumamnya.

Begitu gerbang dibuka wanita itu langsung menyapa terlebih dahulu. "Maaf, anda Tuan Muda Fang? Saya pelayan dari keluarga Nona Boboiboy."

"Oh, ya. Umm—Boboiboy masih di—"

"Saya hanya ingin mengantarkan payung ini. Tadi hujan deras sekali. Nona memang pamit hanya sebentar, tapi saya takut kalau nanti tiba-tiba hujan. Saya akan tetap menjemputnya jika memang hujan lagi."

Fang menerima payung berwarna putih tersebut. Ia teringat sesuatu sebelum pelayan itu pamit pulang.

"Ah, anu! Apa kedua orang tua Boboiboy sedang menunggunya makan siang di rumah?"

"Tidak. Tuan dan Nyonya sedang makan siang di luar karena urusan pekerjaan."

"A-anu… Bolehkah Boboiboy makan siang di sini?"

Kedua alis sang pelayan sedikit mengangkat. Matanya sedikit melebar—begitu pula dengan bibirnya. Senyuman penuh makna langsung dipahami Fang bahwa gadis yang ia sukai itu diijinkan. Tapi entah apa arti lain dari pandangan di wajah pelayan tersebut. Fang kurang mengerti.

"Tentu boleh! Kebetulan kami belum menyiapkan makan siang di meja! Terima kasih Tuan Muda Fang sudah menerima Nona kami."

Boboiboy yang kemudian mengintip dari pintu teras depan rumah Fang menyadari siapa yang tengah berkunjung dan mengobrol dengan Fang. Ia bergegas menghampiri. "Ma-maaf! Aku akan segera pulang dan makan siang…! Maaf, Fang. Aku—"

"Nona makan siang di sini saja, yah? Tuan Muda Fang sudah meminta ijin untuk mengundang anda." Senyuman lebar di wajah sang pelayan membuat Boboiboy semakin bingung.

"Ta-tapi, bibi di rumah…"

"Oh, tak apa, Nona! Tenang saja. Makan siang belum kami sajikan. Nona juga harus mengenal tetangga baru Nona, bukan? Tuan dan Nyonya akan senang sekali kalau kita bisa akrab dengan tetangga."

"Eh, i—iya… Ka-kalau begitu sampaikan maafku pada bibi."

Begitu sang pelayan berjalan kembali ke rumah Boboiboy, Fang langsung mengajak Boboiboy kembali masuk rumah dan mengajaknya makan siang bersama.

Sementara itu di rumah Boboiboy, pelayan yang baru menginjak lantai rumah bergegas menuju dapur.

"Stop! Stop! Jangan sajikan makan siang dahulu! Kita simpan untuk makan malam!"

Seorang bibi paruh baya dan beberapa pelayan lain bingung.

"Tapi ini sudah jam makan siang Nona."

Dalam sekejap para wanita di dapur berkumpul dan memasang kuping mereka mendengar penjelasan pelayan yang baru saja mengantar payung untuk Nona mereka.

"Oooh! Kau pintar juga! Tuan Muda di samping itu juga tampan! Mereka pasti cocok!"

"Aaah—benar-benar romantis!"

"Nona Boboiboy sangat pemalu. Sepertinya harus kita yang bergerak membantunya!"

"Oh! Oh! Aku setuju! Nona sudah baik sekali pada kita semua! Aku selalu berharap ia mendapatkan seorang kekasih yang pantas untuknya! Kurasa Tuan Muda Fang sangat cocok!"

"Kau lihat sendiri' kan? Ketika mereka makan siang di sini—Tuan Muda Fang jelas sekali terus memerhatikan Nona. Dari wajahnya jelas sekali ia menyukai Nona!"

"Hihihi! Nona juga, selalu merona kalau aku membahas Tuan Muda Fang!"

"Ayo kita bantu Nona!"

"Ah, ssshhh—Ini hanya rahasia di antara kita saja…!"

Dengan demikian, para pelayan di rumah Boboiboy telah menyepakati satu hal untuk mendukung kisah asmara Nona muda mereka dengan anak dari tetangga baru.


Boboiboy akhirnya berjalan mengikuti langkah Fang masuk ke rumahnya. Para kucing turut mengikuti di antara kaki majikan mereka.

Di dekat pintu, Pride duduk dengan gagahnya—menunggu untuk menyambut para tamu.

Gempa melangkah agak cepat menghampiri Pride dan mengeong padanya.

Terdengar seperti obrolan antar keduanya di telinga Fang dan Boboiboy.

.

"Selamat datang, Gempa."

"Terima kasih sudah menyambut kami. Ayo, Thorn. Berikan salam pada Pride."

Thorn malu-malu muncul dari balik punggung Gempa dan mengeong kecil pada Pride, "Hai… aku Thorn."

Pride terkekeh kecil menghadapi kepolosan si kucing mungil asuhan Gempa. Ia mengenalkan dirinya lagi tanpa mengerti bagaimana harus mengucapkan salam. Gempa menepuk lembut kepala si mungil. "Ucapkan 'selamat siang', Thornie sayang."

"Selamat siang, aku Thorn."

Gempa dan Pride tak bisa menahan senyum.

"Selamat siang, Thorn. Aku Pride. Senang bertemu denganmu lagi."

"Hai, Papa Pride."

Panggilan dari si kucing mungil membelalakkan mata Pride. Gempa ikut terkejut.

"Pa—'Papa'…?"

"Th—Thorn, kenapa kau memanggilnya 'Papa'?"

Thorn keheranan sambil memandangi Husky besar dan pengasuhnya bergantian. "Bukankah kalau ada seekor jantan yang dewasa dan dekat dengan Mama Gempa aku harus memanggilnya 'Papa'?"

Gempa kebingungan entah dari mana Thorn belajar hal seperti itu.

"A-apa? Dari mana kau—? Ah, maaf, Pride… Aku sungguh tak tahu ia belajar dari mana itu."

Gempa begitu kikuk berusaha menjelaskan pada Husky di hadapannya. Kemungkinan besar Thorn belajar dari televisi. Ia suka sekali menonton televisi dengan Solar dan Blaze.

Tapi berbeda dengan dua saudaranya. Solar yang suka sekali acara menyanyi dan menirukan nyanyian, sementara Blaze suka sekali acara yang berhubungan dengan action sehingga membuat Hali kerepotan karena Blaze suka sekali menirukan adegan memanjat atau melompat ke sana kemari. Thorn lebih suka menonton drama. Sedikit banyak ia mengerti karena Boboiboy suka sekali mendongengi para kucingnya sejak kecil.

Berbeda dengan Halilintar, Taufan, dan Gempa yang sudah sangat memahami bahasa manusia. Thorn dan saudarinya yang lain baru mengerti beberapa kata saja.

Tentu saja dengan keterbatasan pengetahuan Thorn kini membuat seekor Husky dan seekor kucing dewasa saling canggung.

"Tapi aku suka memanggilmu 'Mama Gempa'. Terdengar lebih hangat. Blaze juga kadang-kadang memanggil Hali dengan 'mama'. Aku juga suka Pride. Jadi aku panggil 'Papa Pride'. Apa itu tak boleh, Mama Gempa…?"

Taufan terkekeh kecil mendengar ngeongan polos Thorn yang membuat Pride dan Gempa semakin kikuk. Bahkan Greed ikut-ikutan tersenyum lebar karena geli melihat Pride yang seperti demikian untuk pertama kalinya. Belum pernah Pride terlihat seperti itu terutama pada seekor kucing mungil yang berukuran jauuuh lebih kecil darinya.

Sementara itu, Solar dan Ice sudah langsung mencari Husky faforit mereka masing-masing.

Tentu saja dengan mudah Ice menemukan Sloth yang tengah mendengkur di atas bantal besar. Kucing mungil itu menguap dan melompat perlahan menghampiri kaki-kaki si anjing penidur yang besar dan menekuk nyaman.

Dengan segera Ice mendengkur dalam pelukan Sloth. Husky tersebut langsung menyadari ada yang tiba-tiba menaiki bantalnya. Dan tentu saja kejutan kecil itu membuatnya tersenyum lebar dan mengeratkan pelukannya dengan lembut agar si kucing kecil nyaman.

Dan Solar mengeong-ngeong memanggil Envy. "Envyyy! Ayo maiiin!"

Husky paling bungsu begitu kagum pada seekor kucing kecil yang bersinar. Ia begitu mencolok dengan keramah tamahannya. "Kau benar-benar seperti sinar matahari kecil, Solar."

Si kucing mungil terpekik girang. "Sungguh!? Ini pertama kalinya ada yang memujiku begitu! Terima kasih!"

.

Melihat para kucing langsung menjumpai para Husky membuat Boboiboy lega. Ia senang sekali mendapati para Husky yang ramah. Meski Wrath terlihat tetap jaga jarak dari Thorn yang nampaknya tak paham dengan sifat penggerutu Wrath.

"Kau mau makan apa, Boboiboy?"

Gadis penyayang kucing itu agak ragu mendapat pertanyaan demikian. Ia tak pernah memilih makanan, terutama jika bertamu di rumah orang lain. Makanan apa pun yang tersaji di meja makan ia akan menerimanya.

"Eh, ng… apapun yang akan kau makan, Fang. Aku merasa terhormat sudah diundang begini."

Fang lupa bahwa Boboiboy pasti terbiasa dengan tersajinya makanan oleh para pelayan di rumah gadis itu. "Ah, sebenarnya di rumahku ini terbiasa memesan makanan dari chef keluarga."

"Chef?" Boboiboy semakin bingung mendapat penjelasan Fang.

"Err… jadi, sebenarnya keluargaku punya chef pribadi. Ia punya restoran sendiri di sini dan beberapa cabang di kota dan negara lain. Ibuku tak bisa masak. Dan kami sekeluarga cenderung jarang bisa makan bersama karena pekerjaan ayah dan kakakku. Jadi… kami lebih sering memesan dari restoran chef kami atau makan di luar."

Ada rasa takjub dalam hati Boboiboy mendengar penjelasan yang agak panjang itu. Tapi gadis itu juga merasa sedikit prihatin karena jelas terlukis ekspresi sedih meski terlihat hanya beberapa detik saat Fang menceritakan alasan keluarganya jarang makan bersama tadi.

Tapi mata Boboiboy yang sempat berkeliling jelas melihat ada peralatan masak di dapur.

"Hmm… kalau begitu… siapa yang biasa menggunakan alat-alat masak itu?"

Fang tergagap. Ia panik tak memiliki keberanian untuk menjawab pertanyaan gadis yang ia taksir itu.

Rasa khawatir bergumul. Ia takut Boboiboy akan menilainya negatif jika gadis itu tahu bahwa Fang bisa dibilang jago memasak di antara anggota keluarganya.

Ia takut dicemooh sebagai seorang yang tidak jantan atau apalah itu.

Fang tak berani mengaku. Tapi ia sudah terlanjur mengatakan bahwa ibunya tak bisa memasak serta ayah dan kakaknya yang cenderung tak pernah di rumah.

Tak ada alasan yang bisa menutupi kenyataan itu.

"Eh… ng… A-aku… aku… masak…"

.

.

.

tbc


.

.

.

Hi, all! Makasih banyak buat silent readers yang udah ngenalin diri! Aku seneng banget ternyata ada yang baca ini diem2 ngikutin! xD

Ooo! It's so nice to know there's cats and dogs lovers here! ^^ Mari saling share informasi tentang hewan di sini ^^

Siapa tau kita bisa bikin artikel kecil-kecilan tentang hewan xD Oke, aku mulai duluan dengan 'Paws in Love - Pets mini info'

.

'Paws in Love' pets mini info:

[notes: info ini dari temanku yang melihara kucing]

*) Memberi makan anjing / kucing memang lebih aman kalau diberi dog / cat food (dry food atau makanan kaleng yang basah), tapi kalau keseringan juga berbahaya. Karena makanan anjing / kucing industrial itu juga sangat banyak mengandung pengawet.

Ada anjing dari teman yang keseringan diberi makan dog food justru jatuh sakit, karena kebanyakan pengawet dalam tubuhnya. Akhirnya dia nggak diijinin makan dog food dulu. Butuh banyak air dan makanan mentah serta buah untuk detoks tubuh.

Jadi lebih aman kalau kita menjaga keseimbangan gizi mereka dengan memberikan makanan mentah macem daging ayam atau ikan tanpa digoreng dan tanpa digarami. Bisa direbus saja. Ingat, jangan dikasih garam.

Kalaupun mau digoreng, misalnya ayam, goreng saja tanpa minyak / mentega. Daging ayam yang masih ada lemaknya itu udah cukup menjadi pengganti minyak.

*) Anjing / kucing makan buah dan sayur? Yes. Mereka juga butuh makan buah atau sayur. Tapi ingat, tidak semua jenis sayur dan buah aman untuk hewan peliharaan. Ini bisa dikonsultasikan pada ahli gizi hewan ^^

Pernah lihat kucing makan rumput? Itu salah satu cara kucing memenuhi kebutuhan nutrisi dan menetralisir perutnya yang sakit. Jadi kaya macem obat diare alami mereka.

*) Apa itu 'bola bulu' atau hairball? (asked by 00 in review section)

Hairball atau bola bulu adalah gumpalan bulu yang dimuntahkan kucing. Kok bisa ada dari dalam tubuh kucing? Jadi begini, kucing membersihkan diri dengan cara menjilati tubuhnya' kan? Biasanya ada bulu-bulu yang menempel di lidah dan secara alami kucing menelan bulu mereka. Kucing dengan jenis bulu panjang paling sering mengeluarkan hairball dibanding kucing jenis bulu pendek.

Nah, kucing mengeluarkan bulu-bulu tersebut melalui muntahannya yang kemudian disebut hairball.

Bahaya dong? Bisa jadi bahaya kalau si kucing tidak bisa memuntahkan hairball karena bisa mengeras dan menyumbat dalam usus. Ada dugaan kebiasaan kucing makan rumput adalah salah satu cara untuk mengeluarkan hairball.

.

.

.

Kesya—Aduh aku juga pingin banget! Tapi nggak sanggup meliharanya ;A;

00—Nah, sudah dijawab di atas yah ^^ Thank you udah nanya ^^7

Jn8—Aaaw! Thank you very much! I do really love dogs and cats yet I can't have pets in my house ;;A;;

Ah, tak suka boys love ke? Takpe ^^ Aku suka boys love but I really love genderbend too much xD So if you want to read FangBoy in 'safe mode', you can read my stories since they all genderben Boboiboy xD

Eii! Kucing tak boleh minum kafein lol! xDD Tak boleh tidur nanti xDD

Whz Jj—Lust dah jatuh cinta pada Hali xD Eh, tapi macam mana nanti kalau dah punya anak lol xDD

Mr x—Boyfans? Oh did you mean 'fanboy' ^^ I have some boy friends (just friends, not boyfriend lol xD) but they loves yaoi too. Or girls love yuri (girls love) They called 'fudanshi' ^^

It's normal xD Don't worry ^^ I'm a girl but I like yuri/girls love too ^^ They must be too young or too innocent to understand that boys or girls boleh terima benda macam ni xD Be strong too for you ^^7

Ooo! Boleh kau share information about cats here! I'd love to know too ^^

Razen Kukang Unyu—Aduh aku kok gemes baca nick namemu xD Makasih banyak udah baca ff-kuuuu! Salam kenal, yah!

Yes! Aku suka banget kucing! Tapi nggak bisa dan nggak boleh miara ;;A;; Makanya semua dituangin ke sini xDD Berharap ada juga temen2 yang bisa share info kucing or guguk xD

Salam buat 3 kucingmuuuu! xD

Yes, kucing nggak boleh minum susu untuk manusia. Tapi mereka kadang-kadang makan rumput untuk membantu pencernaan mereka ^^

Wkwkwkwk! xD memang kalo makanan kucing itu cocok-cocokan xD Ada yang memang ga suka makanan kucing xD Kalau garam bukannya nggak boleh banget. Bahkan kucing yang lemas juga bisa dikasih oralit kok ^^ Tapi jangan sampe kebanyakan aja xD

HikariFuruya—Iyaaa! Mami Hali jadi deket sama Papi Lust nih xD

sisca slytherin—Sipsiiip xD

nevyandini—Lust bisa pedekate deh xD

Thornyleaf24—Makasih banyaaak ^^ Tapi aku juga sering nemuin penulis yang masih sekolah dengan tata bahasa dan penulisan yang bagus loh ^^ Aku kalah jauuuuuh xD

Wah makasih banyak udah baca semuaaaa xD

Kara Hu Wei Kai Hye Ra Hara Na—Iya nih kasian Lust ;;A;; tapi ga papa xD Karena Hali udah nerima Lust! xD

Rhyuu-nii Chan—Yesss! Makasiiih xD