Boboiboy series © Animonsta Studio, Malaysia
Fanfiction by widzilla
WARNING! Fang x fem!Boboiboy pairing, Genderbender, Romance stuffs, AU and OOC.
You've been warned! Don't like, don't read!
Path to Happiness
.
.
.
Malam tiba tak terasa. Lampu-lampu di tiap rumah menyala menerangi kota. Termasuk komplek tempat tinggal Boboiboy dan para kucing.
"Meooong—Meooong—"
Para kucing kecil mengelilingi majikan mereka yang sedang menyiapkan buku pelajaran untuk besok.
Blaze berusaha mengajak main dengan bola karet mainan barunya yang dibeli di Petshop tadi. Boboiboy menghela napas dan menggendong si mungil yang lincah dalam pelukannya agar ia tak mengganggu.
"Blaze, aku harus belajar. Kau bermain dengan yang lain saja, yah?"
Tentu saja si mungil tak peduli. Ia justru penasaran dengan isi tas Boboiboy dan berusaha memasukinya.
"Aduh, Blaaaze—"
Halilintar langsung tanggap dan menggigit tengkuk Blaze. Membawanya agak menjauh dan menaruh adik asuhannya itu di dekat Solar agar keduanya bisa bermain dan tak mengganggu majikan mereka.
Gempa dengan santai berbaring di pangkuan Boboiboy—menemani gadis itu belajar dan menikmati elusan lembut majikannya. Taufan bermain bersama Blaze dan Solar, sementara Thorn dan Ice yang kelelahan tertidur pulas di keranjang empuk mereka.
Halilintar berbaring di atas meja belajar dengan santai sambil menjilat-jilat telapak kaki depannya.
Suara ketukan di pintu menegakkan telinga para kucing.
"Ya."
Seorang maid masuk setelah mendapat ijin dari Boboiboy.
"Nona, waktunya makan malam."
"Ah, baik. Ayo, semua."
Gempa menjilat-jilat kedua adik asuhnya agar bangun. Agak susah membangunkan Ice — maka Gempa menggigit tengkuknya dan membawa menuruni tangga dengan hati-hati sambil mengawasi Thorn yang masih belajar menuruni anak-anak tangga.
Boboiboy penuh sabar memerhatikan para kucing kecil yang belum terlalu terbiasa dengan langkah-langkah mereka. Kecuali Blaze tentunya. Begitu lincah dan hiperaktif — cepat sekali belajar banyak hal yang berhubungan dengan kegiatan menggerakkan tubuh. Bahkan ia bisa langsung bangkit setelah menggelundung ke bawah — dan sempat membuat Halilintar terkejut mengejarnya.
"Selamat makan. Kalian pasti lapar sekali setelah banyak bermain di Petshop tadi."
Malam itu, Boboiboy makan sendiri di ruang makan yang besar. Kedua orang tuanya tengah menghadiri acara makan malam kedutaan di tempat lain. Hal yang sudah lumrah bagi sang gadis. Namun ia lega — ada tujuh ekor kucing yang menemaninya di ruangan itu.
Di saat yang sama — di rumah Fang, para Husky berkumpul menikmati makan malam.
Dengan semangat Fang bercerita mengenai pengalamannya di Petshop bersama Boboiboy tadi, apa saja yang ia beli, dan apa saja yang ia temukan.
"— Rompi-rompi yang kulihat cukup mahal. Seandainya ada yang lebih murah. Aku juga khawatir kalau mereka kepanasan jika mengenakan itu setiap jalan-jalan."
Hao paham Fang sangat menginginkan collar yang tak menyiksa para Huskynya. Beberapa kali ia terpaksa menarik tali yang mengelilingi leher mereka. Remaja tersebut semakin khawatir para Husky akan tercekik.
"Coba kau lihat-lihat di internet dulu, Fang. Nanti kalau sudah menemukan yang cocok kita bisa diskusikan lagi."
Kaizo mencibir melihat adiknya begitu manja memeluk ayah mereka. "Duileh~ Manja bangeeet~"
"Apa sih! Biarin! Kaizo jelek!"
Sang abang justru semakin gemas meledek adiknya. Fang tak bisa berkutik kalau lengan kekar abangnya mengelilingi leher dan Kaizo mulai menciumi gemas pipinya.
"Aaargh — Kaizo! Iyuuuuuuh!"
"Adududududu~ Adekku manis banget siiii kalo manja-manjaan~ Kaya puppy kecil~ Sini abang cium lagi~ Mmmmuuuahhhhh~!"
Kalau sudah demikian hanya teguran sang bunda yang sanggup menghentikan keusilan si sulung.
"Kaizooo—"
Begitu Kaizo melepas pelukannya, Fang langsung berhambur mencari perlindungan dari para bodyguard setianya.
Setidaknya ada beberapa Husky yang membela Fang. Pride bersedia menjadi tameng melindungi Fang yang memeluk-meluk leher sang Husky ketiga. Wrath mulai menggeram kesal kalau Kaizo sudah kelewatan.
"Oke, oke — Maafkan aku, dedekku sayaaang~"
Fang memasang wajah cemberut yang ia benamkan di antara bulu leher Pride. Tapi pada akhirnya selalu Kaizo berhasil membuat adiknya tertawa lagi bersamanya.
Suasana hangat cerah yang Fang selalu dambakan sejak dahulu kini akhirnya bisa ia nikmati. Begitu pula dengan Elly — yang selalu diam tak protes dan mengeluh — namun juga menginginkan keberadaan keluarga di sisinya.
Di antara para Husky yang telah kenyang menyantap makan malam mereka — Lust berjalan mendekati jendela teras samping. Ia memandangi pagar tinggi yang membatasi rumah Fang dengan rumah Boboiboy yang berada di samping.
Telinga lancipnya menegak bergerak-gerak. Ia berharap menangkap suara ceria dari sana. Tapi yang ada justru keceriaan dari dalam rumah Fang.
Diam-diam, Lust melangkah keluar dari ruang makan menuju teras samping. Telinganya kembali menegak — berusaha menangkap suara dari tetangga mereka.
"Guk! Guk!"
Sama saja — hanya sunyi yang ada. Tak ada yang menjawab gonggongan Lust, bahkan seekor kucing pun tak ada yang melongokkan kepala dari jendela di atas sana.
"Uuuk—?"
Rasa penasaran membuar Lust memiringkan kepala sambil memandangi jendela kamar Boboiboy di lantai dua atas sana.
"Wuf!"
Kembali tak ada sosok atau suara meongan kucing satu pun yang menengok ke jendela.
Kecewa, akhirnya Lust berlari menuju pagar tanaman untuk melawan rasa penasarannya.
Fang yang sedari tadi mendengar gonggongan Lust dari arah halaman dibuat penasaran. Cowok itu menuju pintu teras samping dan mencari-cari sosok Huskynya yang paling sulung. "Hei, Lust! Kau sedang apa? Ini sudah malam!"
Lust nampak mengendusi bagian bawah pagar tanaman yang tinggi serta rimbun membatasi rumah Fang dan Boboiboy. "Hhh, sedang apa sih dia. Ayah, ibu — aku ke halaman dulu menyusul Lust."
"Biarin aja dia. Toh memang tugasnya jaga rumah' kan?" Ujar Kaizo.
"Tetap saja tidak biasanya Lust keluar begitu saja tanpa sepengetahuanku. Biasanya dia akan berpamitan dulu atau bahkan mengajakku jika ingin ke suatu tempat."
"Kamu ini kaya induk Husky aja." Godaan Kaizo dibalas cibiran oleh Fang yang justru membuat sang abang tertawa geli melihatnya.
Hao dan Elly membiarkan anak mereka bertanggung jawab atas Husky peliharaannya. Mereka tak beranjak dari bangku meja makan. Bahkan Kaizo terlalu asyik bermain-main dengan Greed dan Gluttony dengan mainan anjing yang baru dibeli Fang.
Fang mengikuti Lust yang tiba-tiba menggali lubang di antara pagar tanaman yang bersebelahan dengan pagar tembok tinggi sebagai pembatas rumah Fang dan Boboiboy.
"LUST! Apa yang kau lakukan!? Hentikan!"
Sayang — Husky tersebut sudah terlanjur menerobos masuk ke halaman sebelah melalui lubang yang ia gali.
Fang panik. Ia tahu segala hukum dan undang-undang mengenai penerobosan tanah milik tanpa ijin. Tapi kini anjingnya ada di sana. Dan terlebih lagi — ia bisa dimarahi kedua orang tuanya jika tanaman di halaman rusak.
Mau tak mau Fang ikut menerobos masuk melalui lubang di antara pagar tanaman yang digali Lust tadi meski bajunya harus ia korbankan terkena tanah dan rerumputan.
"Aduh—Luuuuust—! Kau sedang apa, sih!?" desis Fang berbisik agar tak diketahui keberadaannya oleh pemilik rumah.
Yang ia dapati justru Lust dengan kalem berbaring rata tanah di antara tanaman dan bunga — menatap lurus ke depan. Di mana jendela kaca besar yang dibingkai tirai putih — memerlihatkan pemandangan sendu.
Boboiboy makan malam sendirian di ruang makan yang luas. Gadis itu menyuap makanan tanpa ekspresi hangat yang biasa Fang lihat jika sedang bersamanya.
Ia kesepian.
Sampai beberapa ekor tegak berbulu mendekatinya dan menggeliat manja di kaki sang gadis. Barulah senyuman yang familiar oleh Fang nampak di wajah Boboiboy.
Gempa dan Halilintar menemani majikan mereka menikmati makan malamnya. Sementara Taufan menjaga para adik.
Fang yang masih tiarap bersama Lust di bawah pagar tanaman hanya bisa terdiam melihat gadis yang ia sukai di dalam sana.
"Lust, ayo kembali. Kita tak boleh lama-lama di sini."
Lust menurut. Keduanya keluar dari terowongan hasil galian Lust bergilir.
Begitu berhasil keluar dari lorong dedaunan di pagar tanaman galian Lust, Fang berdiri berkacak pinggang melihat terowongan hasil karya anjingnya. Ia yakin kalau sampai ketahuan kedua orang tuanya ia bisa mendapat masalah. Juga jika kedua orang tuanya mendapat laporan dari tetangga mereka, justru akan menjadi lebih gawat lagi. Dan yang lebih ditakuti Fang adalah jika Boboiboy marah serta membenci dirinya.
"Bagaimana sekarang?"
Lust memiringkan kepala sambil menjulurkan lidah tanpa rasa bersalah.
Fang menghela napas sembari mencari akal.
Akhirnya ia menarik beberapa bagian tanaman dari pagar hidup yang ia harap bisa menutupi terowongan tersebut. Juga sebuah pot yang digeser sedikit.
Untunglah terowongan tersebut kini terkamuflase dengan baik. Nampak tak ada terowongan galian di situ.
"Oke — Ini jadi rahasia kita. Jangan sampai siapa pun tahu sampai aku memperbaikinya."
Lust menggonggong pelan menyetujui.
Tentu saja baju Fang serta moncong dan kaki depan Lust yang belepotan tanah menjadi bahan pertanyaan Elly.
Fang mengaku bahwa ia hanya terjatuh saat mengejar Lust. Dengan demikian tak ada pertanyaan lagi dan Elly menyuruh Fang mandi bersama Husky sulungnya sebelum tidur.
Esok paginya, Boboiboy melangkahkan kaki keluar rumah untuk berangkat ke sekolah. Sebelum melangkah lebih jauh, ada yang menghentikan Boboiboy.
Suara gonggongan riang membuat gadis itu menoleh.
Ternyata Gluttony yang memanggil-manggil dari balik pagar besi gerbang rumah Fang — berharap Boboiboy mampir sebentar untuk menyapa dan mengelusnya.
"Uuuk— Uuuk—"
Lengkingan manja Husky bongsor tersebut tentu saja mengundang senyum di wajah Boboiboy. Gadis itu menghampiri pintu pagar dan mengelus-elus sayang Glu.
"Selamat pagi, Glu."
"Wufff—!"
Ekor Glu terkibas kencang—membuat gadis berambut pendek tersebut tertawa geli. Ingin rasanya ia membuka gerbang dan memberikan pelukan di tubuh penuh bulu yang tebal dan empuk Husky bongsor yang tak pernah kenyang itu.
Tak lama sebelum Boboiboy berniat berpamitan dengan Glu — suara gonggongan riang terdengar lebih banyak lagi dari arah pintu depan rumah Fang yang terbuka lebar.
Lust, Greed, Pride, Wrath, dan Envy menggonggong penuh semangat mendekati pintu pagar. Sama seperti Glu — mereka menginginkan elusan hangat dari gadis beraroma manis tersebut.
Suasana riuh di pagar membuat Fang yang sedang membawa mangkuk serealnya memeriksa ke pintu depan. Ia terus menyuap hingga mulutnya penuh — namun langsung buru-buru menelan sereal yang ada di dalam mulutnya ketika melihat gadis yang ia taksir sedang mengusap-usap leher para Husky melalui sela-sela pagar.
"Bo—Boboiboy!?"
Kaizo yang tengah menikmati kopinya menaikkan alis heran saat Fang tiba-tiba meletakkan mangkuk sereal yang belum habis di atas meja dan merapikan rambut serta kaos yang ia kenakan sejak semalam secepat mungkin.
"Hei, mau ke mana? Belum mandi gitu—"
Fang tak memedulikan pertanyaan abangnya yang kemudian tak mendapat jawaban apa-apa selain kepergian Fang menuju pagar depan.
"Boboiboy!"
"Ah—Selamat pagi, Fang!"
"Pagi! Maaf, apa mereka mengganggumu?"
Fang langsung membuka gerbang dan langsung diserbu para Husky yang kemudian mengelilingi Boboiboy.
"Ahahah! Tidak, kok. Aku malah senang sekali ada yang menyapa sebelum berangkat ke sekolah seperti ini."
Sloth — si Husky pemalas datang paling akhir setelah mendengar gonggongan saudara-saudaranya di luar.
.
"Pagi, Boboiboy!"
"Pagi, Boboiboy!"
"Selamat pagi, Boboiboy!"
"PAGI! PAGI!"
"Hai, Boboiboy—"
"Boboiboy!"
"Halo, Boboiboy!"
Para Husky mengibaskan ekor mereka sembari menikmati elusan di kepala dan tubuh.
.
Fang yang melihat para Husky-nya begitu manja mulai iri akan perhatian yang Boboiboy berikan pada ketujuh anjingnya.
"Hei—hei, jangan ganggu Boboiboy. Dia mau berangkat sekolah."
"Uuuk— Uuuk— Uuuk—" Beberapa mulai merajuk ingin bermain lebih lama. Tapi Fang langsung menempatkan diri di hadapan Boboiboy.
"Aku mungkin hari ini akan ke sekolahmu untuk lihat-lihat. Aku sudah telepon pihak sekolah."
Mata bulat Boboiboy berbinar bagai sebuah kelereng coklat yang indah. Fang nyaris tak percaya melihat pemandangan pagi seorang malaikat di hadapannya.
"Sungguh!? Nanti kabari aku jika kau sudah sampai di sekolah, ya! Aku akan menemanimu berkeliling!"
"I— I— iya! A— aku akan mengabarimu setelah sampai di sekolah—!"
Fang melambaikan tangannya penuh semangat pada Boboiboy yang berjalan menuju sekolah meninggalkan rumah.
Para Husky berlari mengikuti majikan mereka ke dalam rumah. Namun sebelum Fang berhasil menerobos dari pintu depan, dengan sigap Kaizo menangkap pinggang adiknya dan mengangkat tubuh Fang dengan mudah.
"Hei— heeeeei, bocah yang lagi kasmaran. Ayah dan abangmu mau berangkat kerja. Setidaknya kau mengantar kepergian kami dulu sebelum mandi dan menemui tuan putrimu~"
"Aaah—! Turunkan akuuu—!"
Fang sempat protes, tapi akhirnya ia terpaksa menurut karena Kaizo tak membiarkan adiknya menginjak lantai dan terus menciumi pipi Fang dengan gemas sampai ia menurut.
Hao memberi ciuman di bibir istrinya dan di kening anak bungsunya sebelum masuk mobil.
Setelah mobil melaju menuju jalanan dan tak nampak lagi, barulah Fang bergegas menuju kamar mandi diikuti para Husky.
"Heeei! Jangan masuk!"
Elly terkekeh geli melihat Fang berusaha mengusir-usir beberapa anjingnya yang bongsor sambil menutup pintu kamar mandi.
Envy dan Wrath berkali-kali berhasil menerobos masuk. Akhirnya Pride turun tangan ikut menghalangi adik-adiknya di depan pintu kamar mandi membantu Fang.
.
"Sudah — Kalian jangan mengganggunya. Ayo sana."
"Fang mau ke mana?"
"Sepertinya ia terburu sekali."
Gluttony dan Envy mengendus-endus bagian bawah pintu kamar mandi.
"Dia akan ke sekolah barunya. Kalian jangan ganggu."
"Sekolah baru? Apa kita akan berlatih di lapangan lagi seperti dulu?" Wrath ikut penasaran.
"Tidak — Kita tak akan ikut Fang sekolah. Sekolah yang ini berbeda dengan akademi—"
"APAAAA—? KITA AKAN DITINGGAL DI RUMAH!?"
.
Suara lengkingan dan lolongan serta gonggongan para Husky yang mengobrol di depan pintu kamar mandi membuat Elizabeth yang sedang mencuci piring di lantai bawah mengangkat alis heran.
Satu per satu ia memanggil nama ketujuh Husky. Namun hanya beberapa yang mendatanginya.
"Mana Wrath dan Envy?"
Sementara kedua Husky bungsu tersebut menunggu Fang keluar dari kamar mandi. Sayang sekali Fang terburu keluar dari kamar mandi dan langsung menuju kamar tidurnya untuk berganti baju. Keduanya terus mengejar dan mengikuti ke manapun Fang melangkah.
Ia membiarkan Wrath dan Envy melengking mengikutinya. Barulah setelah selesai mengenakan baju dan menyisir rambut, majikan dari ketujuh Husky bongsor itu duduk di pinggir tempat tidurnya.
"Wrath, Envy — Dengarkan aku, ya. Aku akan mulai sekolah setelah mengambil ujian masuk. Sekolah yang ini berbeda dengan sebelumnya. Kalian tak boleh ikut. Tak boleh ada hewan di sekolah kali ini. Itu artinya kalian harus tinggal dan menjaga rumah selama aku pergi."
.
"Ta— Tapi! Kalau kau meninggalkan kami, siapa yang akan menjagamu, Fang!"
"Ini tak lucu! Grrrrh!"
Pride yang sempat menuruni tangga ketika dipanggil oleh Elizabeth mendengar lolongan keluhan dua adik bungsunya. Ia bergegas menuju kamar Fang dan mendapati majikannya itu kerepotan karena Wrath dan Envy terus menghalangi.
"Wrath. Envy. Jangan kekanakan!" Gonggongan Pride membuat kedua adiknya menunduk lesu dan mematuhi perintah abang mereka.
.
Fang tersenyum melihat Pride yang sanggup menegur kedua adiknya. Ia mendekati dan berlutut di hadapan si Husky nomor tiga. Pride menempatkan kedua kaki depannya di kedua lutut Fang — membiarkan majikan kesayangan mereka itu mengelus-elus kedua kaki berbulu Pride.
"Pride, aku mengandalkanmu."
Husky tersebut hanya diam dan memberi dengusan kecil — menandakan ia paham apa yang Fang minta darinya.
Terdiam sesaat — Fang kemudian tersenyum sambil berdiri dan memberi perintah pada para Husky.
"Berkumpul di halaman!"
Berbaris sesuai urutan — Lust, Greed, Pride, Gluttony, Sloth, Wrath, dan Envy — siap menerima perintah apa pun dari majikan mereka.
"Dengar. Sebentar lagi aku akan melanjutkan pendidikan di sekolah. Bukan sekolah akademi seperti yang sebelumnya. Tapi sekolah biasa — dan aku tak bisa membawa kalian. Karena ada peraturan dilarang membawa hewan ke sekolah."
Fang memberi jeda — meyakinkan diri bahwa pandangan serta kuping tegak para Husky itu memusat pada dirinya. Tanda mereka memerhatikan segala perintah Fang.
Tapi tak lama lengkingan terdengar dari si dua bungsu — Wrath dan Envy.
Dua Husky ini memang yang paling lengket dengan Fang. Dan cowok itu paham keduanya khawatir.
"Aku akan baik-baik saja. Ini kesempatanku mencari teman yang seusia denganku dan bergaul layaknya remaja biasa."
Elusan dan garukan di leher setidaknya menenangkan sedikit perasaan Wrath dan Envy. Tapi kalimat Fang tidak hanya sampai di situ saja.
"Aku punya tugas baru untuk kalian!"
Tubuh serta telinga para Husky kembali tegak layaknya prajurit yang siap menerima perintah Kapten mereka.
"Kalian akan menjadi bodyguard. Penjaga. Pengawal dari tujuh putri tetangga kita. Tujuh kucing yang telah menerima kita dengan hangat."
Gonggongan menjawab penuh semangat.
"Envy — Kau jaga si mungil Solar. Dia senang sekali jika kau menemaninya bermain. Wrath — Kau jaga si kecil Thorn. Ia membutuhkan seekor Husky kuat sepertimu. Sloth — Kau jaga Ice. Bahkan dalam tidurmu, kau tetap jaga dia! Gluttony — Kau jaga Blaze. Kucing ini sangat lincah dan membutuhkan seorang pengawal yang lincah juga. Pride — Aku tahu aku bisa mengandalkan Gempa padamu. Greed — Aku titipkan Taufan padamu. Perlakukan dia layaknya seorang lady. Dan Lust — Aku tahu Halilintar kucing yang mandiri. Tapi Boboiboy akan merasa lebih lega jika kau mendampinginya."
Lolongan dan gonggongan terdengar riuh namun gagah di saat yang bersamaan. Pride diam dan mengais-ngais kaki Fang.
"Aku? Aku akan menjaga Sang Ratu! Tugasku sekarang adalah menjaga Boboiboy!"
Fang meniup peluit anjing yang ia kalungi di lehernya memberi aba-aba agar para Husky kembali ke barisan mereka masing-masing.
"Sekarang ini tugas kita! Menjaga Boboiboy dan para kucing!"
Tanpa disadari — sedari tadi Elly melihat tingkah anak bungsunya bersama para Husky di halaman sambil senyum-senyum geli.
Tanpa ada keinginan mengganggu jiwa patriotik Fang, sang bunda kembali masuk ke dapur dan menyiapkan bekal untuk Fang yang akan mengunjungi sekolah barunya.
.
.
.
tbc
.
.
.
Astagaaaa! Update terakhir tanggal 12 Juli laluuu ;;A;; Maafkan akuuuu! Akhir-akhir ini banyak sekali kegiatan tak terduga dan lumayan menguras tenaga ;;_;; Tapi untung badan masih sehat walafiat xD
Buat temen-temen yang telah menanjak ke jenjang pendidikan baru yang lebih tinggi, aku ucapkan SELAMAT! Semoga sukses dan sehat selalu!
Makin banyak umur kita makin sibuk dan makin terbebani tanggung jawab yang lebih kita sama-sama berjuang dan pantang menyerah, yah! ^^9
Meski kalian akan sibuk dengan segala mata pelajaran/kuliah yang menguras otak dan tenaga, jangan lupa untuk memanjakan diri dengan istirahat yang cukup, bermain, dan menuangkan imajinasi kalian dalam bentuk apapun ^^
Semoga lanjutan fanficnya bisa bikin kalian lebih bersemangat, meski dikit juga gapapa xD
— 'Paws in Love' pet mini info —
Pertanyaan oleh Lavento Zenya
*) Perbandingan usia kucing dan anjing dengan usia manusia.
Ketika manusia berusia satu tahun, kucing dan anjing sudah berusia lima belas tahun.
Saat manusia berusia empat tahun —kucing dan anjing sudah 32-34 tahun.
Manusia berusia delapan tahun — kucing dan anjing sudah berusia 48-51 tahun.
Manusia berusia 12 tahun — kucing dan anjing sudah 64-69 tahun.
Manusia berusia 16 tahun — kucing dan anjing sudah berusia 80-87 tahun.
Jadi ketika kita tumbuh besar bersama hewan peliharaan kita, bagi kita yang manusia mungkin mereka hanya teman sementara yang mengisi hidup kita. Tapi bagi kucing dan anjing, kita adalah teman mereka sampai akhir hayat.
Maka itu, ayo kita sayangi kucing dan anjing, baik yang kita pelihara atau tidak. Berikan mereka memori terindah dalam hidup mereka yang tak sepanjang kita ini ^^
*) Banyak terjadi anjing/kucing yang dibuang majikan mereka hanya karena bosan atau tidak sesuai dengan keinginan mereka. Orang-orang ini tidak melakukan riset terlebih dahulu ketika ingin memelihara hewan.
Contohnya, ada sebuah film yang menonjolkan karakter yang memiliki seekor Husky sebagai peliharaan/partner sang tokoh utama. Karena film tersebut terkenal maka banyak yang ingin mengikuti sang karakter utama untuk memelihara Husky, TANPA melakukan riset terlebih dahulu [Kasus ini benar-benar terjadi sejak tahun 1990-an].
Orang-orang yang tak melakukan riset ini terkejut ketika menemukan Husky adalah anjing yang sangat aktif dan liar juga susah untuk dilatih. Husky bukan anjing yang bisa ditinggal di halaman rumah yang sempit. Atau memelihara kucing ras tertentu yang ternyata dalam perawatannya bisa menghabiskan jutaan.
Kemudian dengan mudah dan entengnya mereka dibuang.
Kucing dan anjing ini dibuang karena "tidak sesuai dengan keinginan" majikan mereka.
Kasus seperti ini amat sangat membuat para penyayang hewan sangat kecewa, marah, dan sedih. Kasus seperti ini sudah lama terjadi dan sampai sekarang juga masih ada yang melakukannya.
Untuk teman-teman yang ingin memelihara hewan, tolong dengan amat sangat, lakukanlah riset terlebih dahulu. Bisa kalian cari informasi di internet, atau bertanya pada orang-orang yang berpengalaman.
Tolong. Jangan kalian pelihara hewan hanya karena sekadar imut, lucu, gagah, indah. Peliharalah hewan dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab.
.
.
.
Buat para pembaca, silakan sampaikan kalau ada informasi mengenai kucing dan anjing yang kalian ketahui di kolom review ^^
Aku seneng banget kalau kita bisa berbagi mengenai pengetahuan meski sekecil apapun ^^7
Waktunya berbalas review! xD
Lavento Zenya — Yup! Udah dijelaskan di mini-info soal usia anjing dan kucing ^^ Makasih banyak atas pertanyaannya ^^7
Nah kalau soal ras kucingnya Boboiboy, tadinya sebenarnya aku mau bikin mereka kucing ras. Tapi mengingat Boboiboy menemukan mereka sebagai kucing yang bersaudara, aku jadi ragu xD
Tapi aku pernah kok bikin tabel jenis kucing para Boboiboy elemental xD Bahkan para Husky Fang wkwkwk xD
Bisa coba cek di widzilla . deviantart. com Lalu cari di gallery ada gambar yang judulnya 'Boboiboy: S7NS Paws in Love xD'.
Irinaa27 — Wrath udah baikan sama Thornie xD Wrath sebenernya sayang kok sama Thorn ^^ Waduh, kapan yah nikahnya xDD wkwkwk!
Silver Celestia — Thank youuu ^^ LustHali nge-datenya masih agak lama nih kayaknya xD Nanti disusun dulu yah acara ngedatenya wkwkw xD
Guest — Thank you banget udah bacaaaa ^^7 Iyesh, fanfic ini memang tujuannya untuk refreshing dan ngasih warm feeling. Jadi ga bakal ada konflik yang terlalu besar ^^ Semoga betah ya ngikutinnya ^^
Kalshara Antlia Gaunt — Wahahah maaf, soalnya biasanya kalau aku ngobrol dengan yang berbahasa Melayu biasanya langsung aku pikir dia orang Malaysia, meski ada juga bagian di Indonesia yang juga berbahasa Melayu. Jadi kadang lebih enak pakai Bahasa Inggris. Karena Bahasa Melayu-ku nggak gitu bagus ^^ Kalau kamu orang Indonesia, lebih enak pakai bahasa Indonesia aja yah ^^ Soalnya beberapa kasus, anak-anak Indonesia yang tidak memahami pemakaian Bahasa Melayu cenderung justru bahasanya jadi kurang sopan buatku.
Tentang pertanyaanmu sebelumnya... Yap, aku fujoshi. Tapi bukan penggemar hard-yaoi yang menyerempet ke porno ^^;; Aku ga gitu suka porn-yaoi. Makanya aku lebih nyaman kalau salah satu dari pasangan shounen-ai/yaoi yang aku suka kujadikan perempuan / genderbender.
Razen Kukang Unyu — Aduuuuuhhhhh! Aku baca berita darimu jadi ikutan hepi jugaaaaa! Selamaaat yaaaah! Jadi pawrent! xD Semoga para kittennya sehat selaluuuu!
Boboiboy sama Fang kan holang kaya xD Jadi beli segala keperluan pet pasti di petshop xD Aku juga pingin banget bisa beli sesuatu buat pet gitu wkwkwk xD
ChocoMint24 — Waduh, semoga nggak kejadian lagi plagiarisme _ Aku seneng kok bacain komen-komenmu ^^ Bikin semangat! xD
Wahahahah! Kayaknya kucingmu seru banget xD Semoga kamu dan si pus-nya juga sehat selalu yaaaah ^^7
Viaa56 — Makasiiiih ^^ Ditunggu yah kencan mereka xD Kira2 kaya apa nanti xD
Beasttamer99 — Makasih banyak juga udah baca n review ^^
Bubblegluu — Aduh senang banget kalo cerita ini bisa bikin semangat ;;w;; Semoga ga bosen yah nungguin update. Makasih banyak udah review! Jadi semangat juga nih! xD
