Boboiboy series © Animonsta Studio, Malaysia

Fanfiction by widzilla

WARNING! Fang x fem!Boboiboy pairing, Genderbender, Romance stuffs, AU and OOC.

You've been warned! Don't like, don't read!


The Invitation

.

.

.

Boboiboy memulai tour dari depan gerbang. Di mana penjaga gerbang sekolah yang Fang temui pertama kali tadi kini Boboiboy kenalkan. Dan ternyata ada seorang lagi penjaga sekolah— seorang wanita bertubuh gagah tegap nan tinggi.

"Mereka adalah penjaga sekolah kita. Ia berjaga di shift pagi. Untuk shift sore hingga malam ada yang lain. Akan kukenalkan nanti."

Segala dan tiap sudut Boboiboy perkenalkan pada Fang. Bukan hanya tour manis yang begitu Fang nikmati― namun pemuda itu juga menikmati keramahan Boboiboy pada seluruh pegawai sekolah. Ia melihat jelas gadis itu disayangi orang-orang di sekelilingnya.

Nampaknya gadis itu benar-benar paham cara bersosialisasi dan berkomunikasi pada semua orang berkat membantu kakeknya di kedai.

Sekolah Boboiboy cukup luas dan besar. Fasilitas yang lengkap membuat Fang terus terkagum-kagum. Segala penghargaan menghiasi lorong sekolah. Ada berbagai macam lapisan siswa yang ada di situ. Tentu saja para siswa berprestasi yang tak mampu membayar uang sekolah mendapatkan beasiswa khusus. Serta para siswa yang berprestasi membawa nama sekolah melalui kegiatan dan klub yang diikuti.

"Kira-kira ada klub yang membuatmu tertarik, Fang?"

"Ya! Aku ingin masuk basket!"

"Astaga― aku sampai lupa kau suka sekali basket. Ayo kutunjukkan ruang klubnya!"

"Kau sendiri ikut klub apa, Boboiboy?"

"Dulu aku ikut klub sepak bola perempuan. Tapi kemudian aku merasa lebih baik menemani kakekku di kedai. Maka itu aku keluar. Tapi kalau akan menghadapi pertandingan, terkadang aku ikut membantu klub untuk latihan."

Karena masih jam pelajaran, semua ruang klub kosong maka Fang dan Boboiboy hanya bisa mengunjungi bagian depan pintu ruangan klub yang terkunci. Setidaknya Fang tahu di mana tempat ia bisa berkunjung ke klub nantinya.

Tour dilanjutkan ke laboratorium IPA hingga Bahasa. Ada perpustakaan, ruang theater dan tari, juga ruang musik. Hingga ke kantin dan taman sekolah semua mereka kunjungi.

Fang sangat menikmati tour mengelilingi sekolah― terutama karena sang guide begitu memesona hatinya.

"Nah, sampai sini ada yang mau kau tanyakan?"

"Humm, kurasa ada."

"Apa itu?"

Fang tersenyum penuh makna sebelum memberi jeda, "Apakah kau mau makan malam di rumahku hari ini?"

Boboiboy terkejut dengan rona di wajahnya lagi. Begitu mudah membuat wajah gadis itu memerah manis. "E― eh…?"

"Aku sudah minta ijin pada orang tuaku dan mereka senang kalau kau menikmati makan malam bersama kami."

Boboiboy tersenyum manis nyaris membuat Fang meleleh. Sebuah anggukan malu-malu membuat sang pemuda merasa ingin terbang ke langit sana. Fang berjuang keras menahan diri. Namun senyuman lebar di wajahnya sama sekali tak sanggup ia sembunyikan.

"Oke! Anggap saja ini rasa terima kasihku padamu karena sudah menemaniku berkeliling sekolah! Ah, ajak juga para kucingmu! Aku yakin para Husky pasti senang kalau ada mereka!"

Tanpa diketahui keduanya, KepSek ternyata terus memerhatikan mereka dari kejauhan di jendela ruangannya di lantai dua sana. Ia tersenyum dan terkekeh lembut.

"Kepala Sekolah, apa itu calon murid yang akan ikut ujian lusa depan?" Seorang guru pria bertubuh besar tegap dan brewokan memainkan kumis sembari ikut mengintip dua sejoli di bawah sana.

"Ya, Pak guru PapaZola. Namanya Fang. Kurasa aku akan menempatkannya di kelas Anda nanti."

PapaZola mengangkat alis tebalnya. "Eh? Sudah ditetapkan? Mengapa demikian?"

Senyuman yang melebar menjadi jawaban singkat. "Tak ada apa-apa. Tolong nanti kabarkan pada Pak Guru Tarung untuk menjadi pengawas ujian Fang, yah. Mengingat latar belakang anak itu memiliki didikan militer mungkin ia bisa menghadapi guru kita yang paling emosional itu."

PapaZola sempat merinding. Tapi ia mengangguk kemudian dan pamit dari ruangan KepSek.


Sebelum jam istirahat membubarkan kelas, Fang berpamitan pada KepSek untuk pulang.

"Jangan lupa ujian lusa depan jam sembilan pagi, yah. Nanti kau langsung ke ruang guru, bertemu dengan Pak Guru PapaZola."

"Baik, bu. Terima kasih banyak!"

"Bu, saya akan mengantar Fang sampai gerbang depan."

"Baiklah, Boboiboy. Setelah istirahat nanti kau bisa ikut pelajaran seperti semula, yah."

"Baik."

Di gerbang depan, Fang menaiki sepedanya. Ia tak memerlukan lagi peta elektronik dari smartphone untuk menunjukkan jalan.

"Baiklah, aku pulang duluan. Selamat belajar, yah. Aku akan jemput kau nanti malam."

"Eh? Tak perlu. Rumah kita' kan bersebelahan―"

"Tetap saja. Aku akan merasa lebih terhormat jika diijinkan menjemputmu."

Seringai lebar di wajah tampan Fang berulang kali mengundang rona malu-malu di wajah manis Boboiboy.

Dan tanpa disadari gadis tersebut, tiap ia tersenyum malu-malu bisa membuat Fang melayang merasakan surga dunia.

Boboiboy melambaikan tangan pada Fang yang kemudian mengayuh sepeda menjauh dari sekolah. Tepat saat bel jam istirahat berbunyi gadis itu berbalik dan kembali ke kelasnya.

Di ruang kelas, ternyata teman-teman Boboiboy sudah menunggu kehadirannya. Begitu ia melangkahkan kaki masuk, semua langsung mengerumuni.

"Boboiboy! Tadi kau menemani anak baru yang akan masuk sekolah ini!?"

"Apa dia yang pernah kau ceritakan itu!? Tetangga barumu!?"

"Seperti apa orangnya?"

"Kapan dia akan masuk?"

Segala pertanyaan melayang bertubi-tubi. Boboiboy kebingungan harus menjawab yang mana dulu. Tapi kemudian ada yang menarik lengannya.

"Hei, dia baru masuk kelas sudah kalian serbu begini! Biarkan dia makan dulu, ini jam istirahat!"

"Tapi, Yaya― kita penasaran."

"Aku juga, tahu. Ayo ngobrol sambil makan di kantin."

Suasana kantin yang riuh tak mengganggu obrolan Boboiboy dan teman-teman sekelasnya. Mereka duduk mengelilingi meja sambil menikmati bekal serta jajanan mereka masing-masing.

"―Jadi lusa besok dia akan menjalani ujian masuk."

"Woooow― akademi militer. Keren banget! Kenapa dia pindah ke sekolah biasa?"

"Fang pernah bilang kalau ia ingin merasakan sekolah biasa. Keluarganya berlatar belakang militer sejak lama. Karena diperbolehkan memilih, maka ia ingin bersekolah di SMA biasa saja."

Dengan latar belakang yang tak biasa bagi para remaja di sekolah, membuat Fang menjadi buah bibir bahkan sebelum ia diterima di sekolah Boboiboy.

Semua siswa dan siswi penasaran akan sang anak baru. Mereka mulai menebak-nebak rupa, fisik serta sifat Fang. Namun Boboiboy yang selalu menjadi objek pertanyaan selalu saja hanya menjawab dengan senyuman, "Dia orang yang sangat baik dan tampan!"


Sementara itu Fang telah sampai di rumah― disambut oleh Pride dan Greed. Keduanya menggonggong riang dan menghampiri Fang penuh semangat.

Begitu turun dari sepeda, elusan dan garukan sayang diberikan oleh sang majikan pada para anjing kesayangan. Pintu yang terbuka kemudian menampakkan kepala Sloth yang melongok malas dari balik sana.

"Hauuuung―"

"Hai, Sloth. Ayo masuk. Jangan menghalangi pintu." Fang memberi tepukan lembut untuk membalas lolongan malas Sloth.

Namun sebelum Fang menutup pintu rumah— ia mendengar ngeongan dari arah halaman samping.

Selama ia mengenal komplek rumah barunya, satu-satunya orang yang memiliki kucing di dekat rumah Fang adalah Boboiboy. Entah jika ada kucing liar.

"Kalau itu kucing liar seharusnya Wrath sudah menggonggong."

Rasa penasaran membawa Fang menuju halaman samping. Betapa terkejutnya ia saat menemukan para kucing kecil milik tetangga tengah tidur-tiduran nyaman di bawah lubang hasil karya Lust pada pagar tanaman semalam. Gempa, dan Taufan berbaring di dekat para kucing kecil menjaga mereka. Halilintar dengan nyaman nampak sedang berbincang bersama Lust di teras luar.

"Aduh! Kalau sampai ketahuan bisa gawat!"

Tapi Gempa dan Hali justru mengeong mendekati Fang dan mengeluskan tubuh mereka pada kaki Fang.

.

"Itu Fang! Hai, Fang!"

"Fang! Fang!"

Para kucing kecil terbangun. Mereka berlarian dan mengeong riang menimbulkan suara riuh. Elizabeth yang berada di lantai dua sampai bisa mendengarnya.

.

"Hm? Apa itu suara kucing milik Boboiboy?"

Gluttony, Wrath, dan Envy menegakkan telinga dan buru-buru turun menghampiri para kucing. Tentu saja Elizabeth mengikuti dengan sabar.

Fang yang masih berada di halaman mulai panik mendengar para husky yang lain menggonggong turun bersama sang bunda.

Ia langsung mencari pot lain untuk menutupi lebih banyak lubang yang dipakai para kucing sebagai jalan pintas.

"Loh, Fang. Kau sudah pulang? Kenapa para kucing milik Boboiboy ini bersamamu?"

"Eh— Ng, anu… Me-mereka sedang bermain-main di halaman kita bersama Lust sepertinya."

Lust menggoyangkan ekor membenarkan pengakuan majikannya.

Fang mulai panik saat Pride dan Greed mengendusi lubang yang berada di balik pot. Untung Elizabeth bergegas masuk menyambut para kucing kecil yang berlarian menghampiri dan menjadi tamu di rumahnya.

Wanita itu dibuat kagum melihat para kucing dengan sopan membersihkan kaki mereka pada keset sebelum memasuki rumah. Ia yakin Boboiboy yang melatih mereka demikian.

Gluttony dan Envy girang bukan main. Bahkan Wrath yang biasanya menggeram justru membiarkan Thorn kecil masuk ke rumah dan beristirahat di bantal miliknya.

Fang mengikuti ibunya, berharap sang Bunda tak menyadari letak pot di halaman yang berubah.

.

"Lust, apa ini? Kenapa ada baumu menempel di antara dedaunan tanaman pagar yang membentuk terowongan di balik pot?"

Geraman kesal Pride membuat Lust hanya bisa nyengir canggung dan menjelaskan kejadian semalam saat ia dan Fang menerobos bawah pagar tanaman.

"—Yah, emmm… aku hanya penasaran karena tak ada suara kucing… jadi aku— gali."

"PFFFT— HAHAHAHAHAHAH! Ini keren! Kita punya jalan pintas ke rumah Taufan! Hahahahah—!"

Greed yang tertawa terbahak-bahak langsung berhenti saat melihat wajah serius Pride. "E, eh, ehem… Eheheheh—"

"Ini tak lucu. Kau sudah melewati batas area pribadi milik orang lain. Ini ilegal secara hukum, kau tahu itu, Lust!"

"Iyaaa— tapiiii…"

Kalau Pride sudah mengernyitkan alis itu tandanya husky nomor tiga tersebut tak bisa dibantah. Helaan napas terdengar dari Pride. Mau bagaimana lagi, terowongan itu sudah ada di situ dan sudah terjadi.

Elizabeth mengabari para maid di rumah Boboiboy bahwa kucing-kucing milik gadis itu tengah bertamu. Tentu saja para maid terkejut dan heran bagaimana para kucing bisa keluar pagar. Mereka menerka-nerka apakah para kucing kabur melalui sela sela pagar.

Sementara itu, Fang membiarkan para husky bermain dengan para kucing. Bahkan Sloth membawa Ice ke kamar Fang dan tidur dengan nyenyak di atas tempat tidur Fang yang empuk.

Thorn dan Wrath melihat-lihat buku bergambar milik Fang saat ia masih kecil. Tentu saja Fang yang penasaran pada kucing kecil dan anjing husky penggerutu tersebut hanya bisa bertanya-tanya apakah kedua hewan itu memahami apa yang ada di dalam buku bergambar.

Gempa tersenyum memerhatikan Thorn dan Wrath. Ia berbaring di dekat jendela bersama Pride. Keduanya mengobrol santai sambil menjaga adik-adik mereka.

Solar dengan riang mengeong-ngeong bermain bersama Taufan dan Greed. Bahkan ia mendorong-dorong kaki Envy yang agak malu-malu untuk bergabung.

Blaze dan Gluttony dengan riang bermain-main di halaman. Halilintar mengawasi dari teras dengan iringan Lust yang terus mengoceh. Kucing hitam anggun itu tak menyadari bahwa ia mulai menikmati keberadaan Lust di sisinya.

"—Kemarin aku melihat ada seekor anjing German Shepherd melewati depan rumah. Saat kusapa ternyata ia anjing milik penjaga komplek yang bekerja di shift pagi. Dia selalu patroli bersama majikannya. Hei! Bagaimana kalau kita jalan-jalan nanti, kita kunjungi dia?"

Hali tersenyum kecil dan mengangguk, membuat Lust mengibaskan ekor senang.

"Umm, Hali. Aku benar-benar minta maaf soal lubang itu."

"Sudahlah— Toh, setidaknya Fang tahu soal itu. Lagipula adik-adikku terlihat senang dengan lubang yang menghubungkan rumah Boboiboy dengan Fang tersebut."

Lust menunduk, "Aku harap Boboiboy tak marah soal bunga kesayangannya."

Blaze mengeong mendekati Hali dan mengelus-eluskan tubuhnya manja pada kakak asuhnya itu. "Hali—Aku lapar."

"Aku juga! Ayo kita makan!" Ujar Gluttony.

Lust memutar matanya, "Kamu kapan sih' nggak laparnya?"

Menyadari mereka telah lama berada di rumah Fang membuat Gempa memutuskan bahwa mereka harus kembali ke rumah Boboiboy. Para kucing kecil sempat protes, tapi mereka akhirnya sadar telah membuat para maid khawatir.

Melalui terowongan yang sama, para kucing kembali ke rumah Boboiboy.

Tentu saja Fang sempat panik— khawatir kalau-kalau ibunya atau para maid rumah Boboiboy menyadari keberadaan terowongan itu. Untung para kucing bergerak cepat memasuki rumah Boboiboy sehingga tak ada yang memeriksa keberadaan terowongan yang tersembunyi di balik bunga-bunga mawar putih.

.

Para maid yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak di dapur menyambut para kucing. Mereka mengeong riuh kelaparan. Salah seorang maid bertanya-tanya sambil memerhatikan para kucing makan dengan lahap di dapur.

"Kalian kok bisa ke rumah sebelah? Bagaimana caranya? Padahal pagar begitu rapat dan tak memiliki sela-sela untuk kalian lewati."

Seorang maid yang lain tertawa melihat temannya. "Hahahah! Kau ini kenapa, sih? Namanya juga kucing. Bisa saja mereka memanjat dan melompati pagar, kan? Dari pada kau menginterogasi mereka lebih baik bantu aku mengganti sprei di kamar nona."

Dengan penuh pertanyaan maid tersebut tetap bekerja membantu temannya.

Tentu saja meski para kucing kecil begitu bawel bercerita apa yang telah mereka alami, para maid tak akan paham ngeongan mereka.


Hari semakin sore. Usai sekolah siang tadi, Boboiboy langsung menuju kedai kakeknya untuk membantu sebentar sambil mengerjakan PR bersama teman-temannya di situ.

Sebelum matahari terbenam, gadis berambut pendek itu kembali ke rumah. Namun sebelum memasuki rumah, ia mendengar ngeongan salah satu kucingnya dari halaman samping.

Dan ia menemukan ada Halilintar dan Blaze yang sepertinya sedang memerhatikan sesuatu di antara bunga-bunga kesayangan Boboiboy. Nampak ada sesuatu di pagar tanaman yang tertutupi bunga.

Sementara itu di balik pagar sana, Fang berbaring tiarap bersama Lust dan Gluttony. Ia kebingungan bagaimana harus menutupinya sebelum ayah dan abangnya pulang. Elizabeth yang sedang menata barang-barang pindahan mereka dari kardus tak menyadari apa yang sedang dilakukan anaknya di halaman sana.

"Aduuuuuh—! Kalau ayah dan abang pasti bisa langsung menyadari posisi pot berubah. Apa yang harus aku katakan pada Boboiboy soal ini? Dia pasti marah…"

Di balik pagar yang satunya, Boboiboy menjadi semakin penasaran karena Blaze terus mengendusi sesuatu. Gadis tersebut perlahan tiarap— meratakan tubuhnya di atas rerumputan. Tak peduli seragamnya akan kotor. Jemari lentik Boboiboy menyisir tanaman mawar dengan hati-hati karena durinya bisa melukai kulit.

Kini nampak jelas apa yang tersembunyi di balik rimbun bunga— membuat Boboiboy terbelalak penuh kejutan begitu melihat wajah Fang di ujung terowongan sana.

"Fa-Fang?"

Fang merasa jantungnya berhenti berdetak saat melihat wajah Boboiboy yang juga tiarap di sana bersama Halilintar dan Blaze.

"Bo-Boboiboy?"

.

.

.

tbc


.

.

.

Lamaaaa ngga update ;_; Mohon maaf sekaliiiii karena jadwal udah padat dan nggak memungkinkan untuk update rutin seperti dulu :(

Sebenarnya aku lagi berusaha ngelanjutin Melodi Malam Hari 3 juga. Tapi sepertinya belum sanggup untuk update dulu, karena ceritanya masih berantakan sekali ;_; Dan ada satu fanfic lagi, tapi pairingnya KaiFang dan rate-nya M xDD Mungkin kalau jadwal sudah stabil aku bisa edit lagi agar ceritanya kuubah tidak rate M.

By the way, aku ngadain event special KaiFang, "BROTHERS EVENT" ^^ Buat kalian yang mau join, silakan ke widzilla . deviantart . com untuk membaca penjelasan lebih lanjut ^^

Berhubung sebentar lagi duo abang-adik bakal nongol di episode baru. So aku ingin meramaikannya dengan event xD

Ditunggu karya-karya kalian yah ^^


Pet Mini info Paws in Love dibukaaaa! ^^

o Kadang kucing suka menatap satu titik dengan fokus dan tak bergeming.

o Dan anjing kalau menggoyangkan ekornya mengartikan mengajak bermain, sementara untuk kucing itu artinya justru terbalik (mengajak berantem). Karena kesalah pahaman demikian yang membuat mereka tak akur.

Untuk kedua pernyataan tersebut jujur aja, aku sendiri nggak terlalu tahu kepastiannya. Tapi ada beberapa teman yang memang lebih memahami kucing dan anjing.

o Jadi untuk pernyataan pertama, ada banyak kemungkinan yang dipercaya oleh penyayang kucing kebanyakan. Kucing itu bisa jadi:

1. Melihat hewan kecil seperti serangga. Bisa juga melihat debu.

2. Getaran gelombang listrik. Konon ada yang berpendapat bahwa kucing bisa menangkap gelombang listrik lembut yang mengarungi di tembok.

3. Menangkap suara/pergerakan dari balik dinding.

4. Ini yang paling banyak dipercaya. Yakni, kucing bisa melihat makhluk halus. Kalau untuk yang ini mungkin terlalu menyeramkan sih xD

o Untuk pernyataan kedua. Mengenai anjing dan kucing yang terjadi kesalah pahaman.

Banyak yang berpendapat demikian juga ^^ karena "bahasa" ekor kedua hewan tersebut berbeda.

Tapi ada juga pendapat bahwa dengan sifat anjing yang lebih periang dan suka bermain, serta insting berburu dari nenek moyang mereka (serigala), maka mereka suka menangkap dan mengejar sesuatu yang lebih kecil dan bergerak. Sementara kucing memang memiliki sifat pendiam dan akan merasa terintimidasi/awas ketika hewan yang berukuran lebih besar darinya tiba-tiba mengejar.

Dari kedua informasi tersebut masih berupa pengira-ngiraan. Masing-masing pendapat boleh dipercaya atau tidak ^^


Waktunya berbalas review! xD

.

Lavento Zenya

Sama-samaaa xD Nah itu sudah aku coba jawab di mini info yah ^^ Papi Lust "nggak sengaja" membuat terowongan buat para kitten malah bikin pada hepiiii xD

.

kurohimeNoir

Waaaa! Makasih udah baca sampe maratooon! Aku juga pernah digigit anjing punya eyangku, untung nggak terlalu parah ^^

Blaze bandel tapi nggemesin yah xD Galak kalo Lust deket-deket ke Hali xD

Wah ada juga yang berumur dewasa di siniiiii! Senangnyaaaa! Salam kenal yaaah xD Iya, apalagi Boboiboy Galaxy memang diturunin rate penontonnya jadi lebih anak-anak. Jadi konfliknya nggak seheboh yang awal. Hiks... padahal Boboiboy yang dulu itu dari segi cerita keren banget TT_TT

Untuk pertanyaannya udah kucoba jawab di mini info yah xD

.

Silver Celestia

Waaah! Ada yang bisa nebak! Kereeeen! xDDD

Iyesh, tadinya itu mau kukasih titel "Tunnel of Love", tapi kemudian bimbang pingin "Secret Tunnel", akhirnya ga pake dua-duanya wehehehe xD

Dan yeeees! Itu sebenernya aku memang pakai desain dari Monsta (ada character sheet para karyawan sekolahnya di FB mereka udah lamaaaa banget), tapi personalitinya karena aku ga tahu aslinya seperti apa, akhirnya aku pakai personaliti Nenek Foglia xD

Makasih banyaaaak ^^7

.

bubblegluu

Iyup yang biasa ^^ Kalau bingung seragamnya Boboiboy, bisa ubek-ubek gallery Boboiboy di deviantart-ku xD

Eheheheh si kecil yang nggemesin tapi galak yah xD

.

BlaXie

Maaf, belum ketemu xD Masih lama lagi xDD Yesh, Fang sopan ke Boboiboy ^^ since Boboiboy is a princess xDD Blaze masih galak xD Sebernya dia udah menerima kehadiran Lust, tapi suka jealous kalo Hali dideketin xDD

Thank you Xieee ^^

.

ChocoMint24

Taufan is full of fun! xDDD Dia malah seneng ada yang bikin heboh xDD Wakakakak!

Iyeeesh, Boboiboy ish soooo cute! xD Wahahah ntar jadi drama sinetron memperebutkan cowok dong wkwkwk xDDD

Makasiiiih ^^7