Slice Of Life

by Hikari Azayaka

.

.

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

.

.

Warnings : Ooc, Typos

.

.

If you don't like it

You can press 'back'

.

.

.

.

.

Chapter 3

Familier?

.

.

Pagi itu sama seperti pagi sebelum hari ini, dibully kakak kelas, terduduk di lantai, menahan malu di hadapan siswa lainnya, dan rutinitas Sakura lainnya.

Namun, ada yang berbeda pagi itu. Ada seorang pemuda yang menghentikan gadis-gadis itu bahkan sebelum mereka memulai permainannya, hanya dengan satu kalimat sederhana bernada dingin.

" Bisa minggir? Aku mau lewat. "

" Ah, tentu saja Uchiha-kun. Silahkan masuk. " Balas mereka dengan nada manja, sambil berusaha tampak manis di depan pemuda tersebut yang sedang membelakangi Sakura.

Sementara perhatian mereka terfokus pada pemuda itu, Sakura melewati mereka dengan gesitnya di antara celah yang tersedia dan memasuki kelas dengan memasang wajah datar andalannya.

Duduk tenang di bangkunya, sambil membaca novel yang dipinjamnya dari perpustakaan sekolah untuk mengisi waktu sebelum jam pelajaran pertama di mulai. Selama beberapa saat perhatiannya tetap terfokus pada buku di tangannya, sampai kemudian suara decitan kaki kursi yang ditarik ke belakang mengganggunya.

Menghentikan bacaannya sejenak, sembari melirik ke samping kirinya. Dia ada di sana, pemuda yang hampir tiap malam di temuinya. Pemuda yang mengaku bernama, Kei.

Sakura terpaku, tubuhnya serasa kaku, lidahnya kelu, serasa melihat hantu duduk di sampingnya.

" Kei... " Batinnya. Bibirnya membuka, namun kemudian menutup kembali, menelan kembali kata-kata yang sudah susah payah dirangkainya dikarenakan bel masuk yang menginterupsi keadaan.

Berakhir dengan bel masuk, Sakura hanya bisa kembali menghadap depan, memfokuskan diri pada mata pelajaran sekarang, tetapi masih diselingi dengan lirikan secara diam-diam pada pemuda di sampingnya.

.

.

.

.

.

" Tidak, tidak mungkin itu, Kei. Aku baru saja bertemu dengannya tadi malam. Tapi mungkin saja kan? " Gumam Sakura pelan dalam perjalanan menuju ruang guru. Sudah merupakan tugasnya untuk mengantar buku tugas kemeja guru yang mengajar jam pertama seusai pelajaran.

Sangking seriusnya bergumam sendiri, Sakura sampai tak lagi memperhatikan jalan. Dan alhasil, Sakura menabrak orang yang juga sedang berjalan di depannya.

"Ah, maaf, maafkan aku. " Katanya sembari membungkuk meminta maaf pada orang yang ternyata seorang pemuda.

" Sudahlah tidak apa-apa. " Balasnya sambil berjongkok untuk memungut buku yang berceceran di lantai. Dengan segera Sakura juga ikutan jongkok membantu sang pemuda memunguti bukunya yang berjatuhan.

" Sekali lagi maaf, dan teruma kasih sudah membantuku. " Kembali, setelah memungut semua buku Sakura meminta maaf lagi untuk terakhir kalinya sekaligus berterimakasih pada si pemuda. " Permisi. " Izinnya sopan sambil kembali berjalan menuju tempat tujuan sedari awalnya, kantor guru.

Sakura telah jauh berjalan, namun si pemuda masih tetap di tempatnya, memandanginya. Tak lama senyum terukir di wajahnya. " Pink? Menarik. " Sambil berbalik berlawanan arah dan pergi dari sana.

.

.

.

.

.

Seusai mengantar buku tugas, Sakura pergi ke tempat favoritnya di sekolah, halaman belakang sekolah dimana pohon yang sudah menjadi langganannya saat makan siang.

Duduk tenang sambil membuka kotak bekalnya, dan mulai memakan makan siangnya. Entah kenapa ia merasa di awasi.

Berkali- kali ia menghentikan makannya hanya untuk menoleh ke arah datangnya lirikan tadi namun nihil, tak ada siapa pun di sana.

Dengan segera ia menyelesaikan makanannya, dan pergi dari sana. Bukan sekali ini saja di merasa di awasi, tetapi bahkan di dalam kelas pun ia merasakannya. Terkadang ini membuatnya ketakutan.

.

.

.

.

.

.

Sekolah sudah berakhir sedari tadi, tetapi masih ada beberapa siswa termasuk Sakura yang masih tinggal di sekolah karena beberapa alasan. Salah satunya adalah untuk mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakaan sekolah, dan itu pulalah yang menyebabkan Sakura tetap tinggal di sekolah.

" Hei, apa kalian sudah tahu anak baru yang katanya amat tampan itu, lho? " Kata seorang gadis yang tampak berjalan beriringan bersama siswi-siswi lainnya.

" Ah, dia. Kalo nggak salah namanya Uchiha Sasuke, ya? Dan yang mereka bilang itu benar. Dia super tampan. " Timpal gadis lainnya sambil menyentuh pipinya yang memerah.

Obrolan mereka terus berlanjut tanpa menyadari adanya para penguping di balik topeng wajah datar mereka.

" Uchiha Sasuke? " Batin Sakura mendengar ocehan para gadis itu.

" Fufufu, Cocok untuk menjadi targetku? " Kikik sesosok gadis sambil melangkah menjauhi keramaian.

A/N :

Upnya dipercepat karena disko telah menunggu di rumah...

Bye...

Dan kemungkinan tiga minggu kedepan, author nggak bakalan up dikarenakan ujian yang sudah tepat di depan mata. Harus siap siap untuk kalah, eh maksudnya menang..

Yang tabah ya baca chap kali ini, soalnya buru buru takut sibuk, ntar nggak jadi deh...

Terimakasih bagi yang mau baca...

Salam,

Akai Bara