LOVER ETERNAL CHAPTER 19

.

KAIHUN AGAIN ( ini GS soalnya mau diubah jadi Yaoi ntar ceritanya jadi aneh, kurang sreg. Bisa aja sich diganti Yaoi tapi emm bakalan gak ngepass dehh ceritanya )

.

RATED M

.

JUJU JONGODULT

.

REMAKE FROM NOVEL J. R. WARD

.

CERITA SEBELUMNYA

Sehun mulai menangis saat menyadari ia tengah berdoa, berdoa dengan segenap daya dan upayanya, membuka hatinya lebar lebar, memohon. Saat ia berserupada sesuatu yang bahkan tidak dipercayainya pencerahan yang aneh menghampirinya di tengah tengah keputusasaan.

Jadi inilah sebabnya ibunya selalu berdoa, harapan untuk memiliki sedikit waktu lagi untuk mencintai.

Dan kenapa semua doa itu dipanjatkan ke surga? Yah, itu masuk akal , bukan? Bahkan ketika tak ada pilihan lain untuk tubuh, hati ingin mencari jalan keluar, dan seperti semua kehangatan, cinta. Dan anugerah memang tercurah dari langit, seperti hujan musim semi dan angin musim panas dan matahari musim gugur serta salju musim dingin.

Sehun membuka matanya. Setelah mengerjap ngerjap untuk menjernihkan pandangannya, ia memusatkan perhatian pada sinar fajar yang mulai menyingsing dibalik gedung gedung kota.

Tolong... Tuhan.

Ijinkan aku berada disini bersamanya.

Jangan biarkan aku pergi.

.

HAPPY READING

.

Kai berlari ke dalam rumah, membuka mantel panjangnya saat berlari melewati selasar dan menaiki tangga. Di dalam kamar mereka ia melepaskan arlojinya dan mengganti pakaiannya dengan kemeja dan celana sutra putih. Setelah, mengambil kotak mengilat dari rak lemarinya, ia pergi ke tengah tengah kamar dan berlutut. Ia membuka kotak tersebut, mengeluarkan untaian mutiara hitam besar, dan mengenakan kalung mutiara tersebut.

Ia bertumpu pada tumitnya, tenggelam dalam posisi itu. Ia membersihkan pikirannya sebisa mungkin lalu menunggu, memohon untuk dilihat oleh satu satunya yang bisa menyelamatkan Sehun.

Kai membuka mata, ia berada dipekarangan marmer putih yang terang benderang. Air mancur disini bekerja dengan luar biasa, air nya berkilauan diudara dan jatuh dengan indahnya ke marmer.

Kesadaran Kai tersentak saat mendengar suara seseorang.

" Sungguh kehormatan yang tak disangka sangka, " Ucap Scribe virgin dari belakang Kai.

" Kau pasti datang kesini karena hal lain, bukan? Karena masih ada sisa sedikit waktu kalau kau ingin menanyakan soal keberadaan makhluk buas itu dalam dirimu. "

Kai tetap berlutut, kepala tertunduk, menahan lidahnya. Ia mendapati bahwa ia tidak tahu harus mulai dari mana.

" Begitu pendiam, " gumam Scribe virgin. " Sungguh, ini seperti bukan dirimu, Kai. "

" Aku akan memilih kata kataku dengan hati hati. " Sahut Kai.

" Bijaksana, kau menjadi sangat bijaksana. Aku tidak mempercayai hal ini. Apa karena kau ingin menolong wanita itu? "

" Kau tahu? "

" Tidak ada pertanyaan! " Hardik Scribe virgin.

" Aku minta maaf. "

Ujung jubah hitam Scribe virgin muncul dijarak pandang Kai. " Angkat kepalamu, pejuang. Tatap aku. "

Kai menarik napas dalam dalam dan mematuhinya.

" Kau didera rasa sakit yang luar biasa, " ucap Scribe virgin pelan. " Aku dapat merasakan bebanmu. "

" Hatiku berdarah. " sahut Kai.

" Untuk wanita manusia kekasihmu. "

Kai mengangguk. " Aku ingin memintamu untuk menyelamatkannya, kalau itu tidak dianggap lancang. "

Scribe virgin berpaling dari Kai. Lalu ia melayang diatas marmer, berputar perlahan disekeliling halaman. Kai tidak tahu apa yang dipikirkan Scribe virgin. Atau apakah dia mempertimbangkan permintaannya. Dia mungkin saja berniat meninggalkannya dan membiarkannya menanggung semua penderitaan.

" Aku tidak akan melakukan itu, pejuang, " Kata Scribe virgin membaca pikiran Kai. " Terlepas semua perbedaan kita, aku tidak akan meninggalkanmu seperti itu. Katakan padaku bagaimana jika aku menyelamatkan kekasihmu itu berarti kau takkan pernah bebas dari makhluk buas itu? Bagaimana jika bayaran untuk hidup wanita itu berarti kau harus menjalani kutukanmu sampai kau pergi ke Fade? "

" Aku akan dengan senang hati memiliki makhluk itu didalam diriku. " Ucap Kai tegas.

" Kau membenci makhluk itu. "

" Aku mencintai, sangat mencintai wanita itu. "

" Wah, wah. Kau memang jelas mencintainya. " takjub Scribe virgin.

Harapan membara membuncah didada Kai. Ia sudah hampir bertanya apakah mereka sudah sepakat, apakah Sehun bisa hidup sekarang. Tapi ia takkan mengambil resiko merusak negosiasi dengan membuat Scribe virgin marah, jadi ia berusaha keras menutup mulutnya.

Scribe virgin dengan mulus meluncur kehadapan Kai. " Kau sudah berubah cukup banyak sejak pertemuan kita dihutan. Dan kurasa ini adalah hal tidak egois pertama yang pernah kau lakukan. "

Kai menghembuskan napas, rasa lega yang manis mulai menari nari didalam pembuluh darahnya. " Tak ada yang takkan kulakukan untuk Sehun, wanita yang kucintai itu, aku akan mengorbankan segalanya untuknya. "

" Syukurlah kalau begitu, " guman Scribe virgin. " Karena selain tetap memiliki makhluk buas itu dalam dirimu, aku memintamu untuk meninggalkan Sehun- mu. "

Kai tersentak. Ia yakin ia salah dengar.

" Ya, pejuang. Kau tidak salah dengar. Aku memintamu menjauhinya. "

Rasa dingin yang membekukan menghantam Kai, membuatnya tak mampu bernapas.

" Inilah yang kutawarkan kepadamu, " kata Scribe virgin. " Aku akan menyelamatkan Sehun dari takdirnya, membuatnya hidup dan sehat kembali. Dia takkan bertambah tua, dia takkan pernah sakit, dia lah yang akan memutuskan sendiri kapan dia ingin pergi ke Fade. Dan aku akan memberinya pilihan untuk menerima anugerah tersebut. Tapi bayarannya, dia takkan mengenalmu, dan terlepas dia menyetujuinya atau tidak, kau dan duniamu takkan pernah dikenalinya. Sama hal nya, dia takkan dikenali oleh siapapun yang pernah ditemuinya didunia kita, termasuk para lesser. Hanya kau satu satunya yang mengingatnya. Dan kalau kau sampai mendekatinya, dia akan mati seketika. "

Tubuh Kai berayun dan jatuh kedepan, ia menahan diri dengan tangannya. Butuh beberapa waktu sebelum ia mampu berkata kata. " Kau benar benar membenciku. "

Tegangan listrik rendah menyapu Kai, dan ia menyadari Scribe virgin menyentuh bahunya.

" Tidak, pejuang. Aku tidak membencimu. Aku menyayangimu, anakku. Hukuman makhluk buas itu untuk mengajarimu mengendalikan diri, menyadari batasanmu, untuk melihat lebih fokus kedalam potensi dirimu. "

Kai menengadahkan tatapannya ke Scribe virgin, tak peduli apa yang dilihat Scribe virgin dimatanya : kebencian, amarah, dorongan untuk mengamuk. Dengan suara bergetar, Kai berkata. " Kau merebut hidupku dariku. "

" Itulah intinya, " kata Scribe virgin dalam suara yang luar biasa lembut. " ini soal yin dan yang, pejuang. Hidupmu, secara simbolis, ditukar dengan hidup wanita itu. Keseimbangan harus dijaga, pengorbanan harus dibuat jika anugerah hendak diberikan. Jika aku harus menyelamatkan wanita itu untukmu, harus ada jaminan yang luar biasa besar dari pihakmu. Yin dan yang. "

Kai menunduk. Ia lalu berteriak. Berteriak sampai darah berkumpul diwajahnya dan terasa menyakitkan. Sampai matanya berair dan hampir melompat keluar dari tengkoraknya. Sampai suaranya pecah dan hilang. Ketika ia selesai berteriak, ia menajamkan matanya. Scribe virgin berlutut dihadapannya, jubahnya berserakan disekitarnya.

" Pejuang, aku akan menghindarkanmu dari hal ini, kesengsaraan ini jika aku bisa. "

Kai nyaris mempercayai hal itu. Suara Scribe virgin begitu hampa.

" Lakukan, " ucap Kai kasar. " Berikan pilihan itu padanya. Aku lebih memilih dia hidup panjang dan bahagia tanpa mengenalku daripada mati sekarang. "

" Terjadilah demikian. " ucap Scribe virgin.

" Tapi aku mohon padamu.., izinkan aku mengucapkan selamat tinggal. Satu ucapan perpisahan terakhir. " mohon Kai.

Scribe virgin menggeleng, menolak permintaan Kai.

Rasa nyeri merobek tubuh Kai, mengirisnya hingga ia takkan kaget mendapati tubuhnya berdarah.

" Aku mohon _ "

" Sekarang, atau tidak sama sekali. " tegas Scribe virgin.

Kai bergidik, lalu memejamkan mata. Merasakan kematian menghampirinya seolah jantungnya berhenti berdetak.

" Sekarang. " bisik Kai.

.

.

.

.

TBC? END?

Maaf kalo paragraf nya kurang bagus yaaa

aku mutusin FF ini bakalan aku percepat endingnya mungkin satu atau dua chapter lagi bakalan ending sebenarnya pengen aku bikin end di chapter ini, tapi aku gak mau ngecewain readers yg udah selalu review dan nungguin. Yah, kalian minta akun wattpadku, minta password di wordpress, aku kasih dgn perjanjian kalian review tapi nyatanya kalian lagi lagi cuma baca doank, hanya beberapa orang yg masih ttp setia review. Aku berterima kasih bagi kalian yg udah mau menghargai dgn memberikan review pada FF ini. Dan aku mutusin selesaikan FF ini baru pergi. Ini juga karena aku mau berterima kasih buat readers yg udah selalu dukung.

Aku tau, kalau aku post ini pasti nanti banyak yg hina2, bilang ini itu yg nyakitin hati, bilang aku author pengemis review pdhl ceritanya gak bagus tapi sok2an minta review mele, aku tau kalian pasti akan hina aku seperti itu. Tapi inilah aku, kalau kalian gak suka ya gak usah baca FF bikinan ato remake punyaku, gak repot kan. Kenapa kalian gak bikin FF sendiri aza biar kalian bisa nentuin apa aza yg kalian suka dan gak suka. Gimana mau tau FF yg aku bikin bagus ato gak kalo kalian gak kasih feedback, cuma diem aza anteng baca doank. Apa yg diperbaiki kalo kalian cuma diam, tapi kalopun mau kasih saran ato kritik, tata bahasa itu yg sopan jgn nyolot. kalian diajarin kan bagaimana memberikan pendapat dgn tata bahasa yg sopan. Ini gimana mau diterima pendapatnya kalo kalian ngucapinnya dgn bahasa yg sangat tidak sopan.

Terima kasih sebanyak banyak nya bagi readers yg selalu setia review di FF aku, aku benar benar berterima kasih krn mau menerima FF ku apa adanya. Ini FF terakhir yang aku publish. Sekarang aku bakalan cuma fokus di Grup aku aza. Terima kasih sebanyak banyak nya bagi readers yang udah kasih dukungan, semangat dan cinta ke aku. dan juga aku berterima kasih banyak juga buat orang yg sudah menghina atopun ngebash aku selama ini. BEFORE U JUDGE ME, MAKE SURE U' RE PERFECT.

Makasih, sampai jumpa di dua chapter terakhir. Tetap cintai Kaihun yaaaa.

Juju Jongodult