Be With You

A Fanfic by Cebolbyun

THIS STORY BELONG TO ME. IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. THANK YOU.

2

START!

"Dia adik tiriku." Chanyeol menjelaskan. Wajahnya menatap lurus kedepan. Dimana kerlap kerlip lampu seoul terlihat indah dimalam hari.

Baekhyun tidak tau bahwa Chanyeol memiliki balkon seindah ini Karna dia tidak menyadari bahwa kamar Chanyeol memiliki balkon.

Chanyeol menata balkonya hinga mirip seperti sebuah tanaman. Bahkan ada sebuah bangku dengan meja kecil didepanya yang terlihat nyaman juga lampu taman juga tanaman tanaman hias.

Sangat indah. Baekhyun tidak pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya.

"Jadi -ayahmu menikah lagi?"

Chanyeol menganguk. "Tapi Seulgi bukan anak kandung ayahku. Seulgi adalah anak kandung Jina bersama dengan suami lamanya." Chanyeol menoleh. "Mengapa kau bertanya? Dan mengapa aku mengatakanya padamu?!"

"Bodoh" Baekhyun bergumam. Ia kembali membawa kedua matanya untuk mengagumi pemandangan dihadapanya.

"Dia gadis yang sedikit, liar. Kau harus terbiasa."

Baekhyun tidak mengerti arti kata Liar dalam kamus Chanyeol. Mungkin sesuatu seperti Tarzan?

Seperti apapun Seulgi, mau tidak mau dia harus terbiasa karna dia tinggal disini sekarang.

Baekhyun menghela nafas panjang.

"Aku akan tidur. Besok aku ada kelas pagi."

"Kebetulan aku juga. Berangkat denganku saja."

Baekhyun menganguk sebelum membawa tubuhnya masuk kedalam.

"Tutup pintunya saat kau masuk. Aku sedikit tidak tahan dingin."

•••

Sangat mengerikan menjadi seorang yang terkenal.

Uh atau lebih tepatnya menjadi kekasih seseorang yang sangat terkenal dilingkunganmu.

Jika kau beruntung, mereka akan mendukung hubunganmu.

Jika tidak, maka kau akan mati.

Mengerikan.

"Sudah sampai. Aku akan menemui Luhan dan Kyungsoo. Kelasku berakhir siang nanti."

Chanyeol menganguk. "Aku akan menjemputmu saat makan siang. Ada beberapa hal yang ingin kubeli."

Kali ini giliran Baekhyun yang mengangukkan kepalanya. Chanyeol menoleh kedalam kelas Baekhyun , melihat Luhan dan Kyungsoo sebelum akhirnya melangkah pergi.

"Wow wow wow, diva byun~"

Baekhyun melempar tasnya kemeja. "Hentika Lu."

"Kau berhutang penjelasan pada kami!" Kali ini giliran Kyungsoo yang menyerang Baekhyun.

"Jadi, penjelasan apa?"

"Mengapa ponselmu tidak bisa dihubungi dan -ada apa antara kau dan Chanyeol?"

"Kau membuatku pusing soo. Pelan-pelan dan bertanyalah 1 per 1." Baekhyun memijat keningnya. "Jadi, aku adalah kekasih pura-puranya Chanyeol. Dia berjanji akan membantuku hingga aku lulus asal aku mau bekerja sebagai 'kekasihnya' didepan kakak dan ayahnya."

"Tunggu dulu. Jadi Chanyeol membayarmu?"

"Bukan cuma itu Lulu. Dia akan memenuhi semua kebutuhanku. Aku juga tinggal dirumahnya dan-"

Luhan tiba-tiba memekik. "DIRUMAHNYA?! KAU TINGAL DIRUMAHNYA?"

Baekhyun menatap luhan. "Iya, dan masalah ponsel dia bilang akan membelikanku ponsel baru."

"Kau beruntung!" Luhan berteriak heboh. "Kau beruntung karna dia sangat tampan dan kaya! Setidaknya dia membantumu!"

Baekhyun hanya tersenyum hinga Kyungsoo mendaratkan tanganya dipaha Baekhyun.

"Tapi Baek, bukankah lebih baik mencari pekerjaan yang bisa disebut 'pekerjaan' Kau tau maksudku kan?"

"Itu tidak mudah soo. Aku belum memiliki ijazah. Aku sudah mencobanya dan itu sangat sulit."

Kyungsoo tampak khawatir.

Baekhyun seolah bisa membaca itu kemudian menepuk pundak Kyungsoo.

"Tenang saja. Ini hanya sementara. Saat Chanyeol sudah menemukan orang yang dia sukai dia akan.. Meningalkanku."

Entah mengapa Baekhyun merasa sulit saat mengatakan hal itu.

Hatinya mencelos saat mengatakannya.

"Lagipula dia kaya."

"Luhan!"

"Baiklah-baiklah soo! Aku hanya mengatakan yang sebenarnya."

Baekhyun menolehkan kepalanya kejendela kelasnya.

Bayangan akan Chanyeol yang meningalkanya. Entah mengap Itu sangat mengangunya.

Oh ayolah. Kau tidak mungkin menyukai pria itu dalam kurun waktu kurang dari 48 jam kan?

Baekhyun mendesah panjang.

"Kurasa kau menjadi terkenal." Kyungsoo menunjukan foto di salah satu grup di kampusnya. Itu fotonya bersama Chanyeol tadi.

Oh para fans ini.

"Yeah, aku sudah merasakan menjadi 'Terkenal' sejak pagi tadi. Terimakasih soo."

Kemudian Luhan menyengol bahunya main main. "Kurasa kau harus berhati-hati pada mereka. Wanita akan menjadi sangat mengerikan jika mereka marah."

Oke. Baekhyun mulai khawatir dengan keselamatnya.

"Tenang saja. Aku ada untuk membelamu." Kyungsoo menoleh dan melihat Luhan menunjukan wajah tidan terimanya. "Maksudku kami." ralatnya.

Meskipun mereka berdua sedikit gila, baekhyun cukup senang karna memiliki mereka dihidupnya.

•••

"You're suck a jerk! Fuck you asshole!"

"Wo wo wo calm boy."

Sunguh, Chanyeol ingin melempari mulut serampangan sehun dengan kaos kaki bekasnya dirumah.

"Kau benar-benar menuruti saranku?" Jongin membuka suara.

Chanyeol mengangguk sebagai jawaban.

"Dan dia menerimanya?"

Chanyeol mengangguk lagi.

"Wow man, kau beruntung."

Sehun mendelik tajam. "Beruntung pantatmu! Oh tuhan! Oh Demi Tuhan Chanyeol akan menancapkan taringnya dileher pria mungil itu!"

Chanyeol memutar bola matanya. "Aku tidak-"

"Ya kau akan! Aku tau kau, dude!"

"Kau membuatku sakit kepala, sehun." Chanyeol memijat keningnya. "Itulah mengapa aku memilih pria. Untuk menghindari hal yang tidak-tidak."

"Tapi Chanyeol." Jongin memasang wajah seriusnya. Secara otomatis Sehun dan Chanyeol menoleh padanya. "Mereka bilang lubang pria lebih bagus daripada milik wanita. Setidaknya lubang pria tidak bisa longar."

Dan dihadiahi masing-masing satu jitakan dari Sehun dan Chanyeol.

"Kau dan otak pornomu itu! Aku bersumpah akan membakar seluruh koleksi majalah pornomu itu Jongin."

"Yah! Lakukan dan aku akan membakarmu hidup-hidup sehun!"

Chanyeol mendesah frustasi. 2 orang gila dihadapanya benar-benar membuatnya sakit kepala.

Lihat? Mereka bahkan berdebat tentang dibakar dan membakar atau apalah itu.

"Bisa aku tidur? Dan bisakan kalian tenang? Atau aku akan memasukkan penisku kemulut kalian jika kalian tidak bisa diam."

Itu adalah ancaman paling mengerikan untuk Jongin dan Sehun.

Tapi setidaknya itu berhasil membuat Jongin dan Sehun diam.

Bahkan sangat diam.

Ah, Chanyeol jadi bisa tidur dengan tenang.

•••

Jadi, Chanyeol bukanlah pria yang suka ingkar janji -kecuali dengan orang tertentu, atau lebih baik jika dia tidak berjanji- Dan Chanyeol benar-benar menjemput Baekhyun dikelasnya.

Bahkan memeluk pingangnya disepanjang lorong kampus.

Bahkan membukakan pintu mobil untuk Baekhyun.

Oh itu berlebihan sebenarnya.

"Bagaimana rasanya menjadi terkenal?" Chanyeol memecah keheningan.

"Sedikit mengerikan, kuarasa."

"Mereka sangat cepat bergerak. Aku melihat foto kita di grup kampus."

Baekhyun menganguk pelan. " Yeah. Kyungsoo menunjukan itu padaku." Baekhyun memperbaiki posisi duduknya kemudian menoleh pada Chanyeol. "Terimakasih. Kau membuat wajahku menjadi sasaran cakar mereka." Ucap Baekhyun sarkastik.

Chanyeol tertawa lebar. "Setidaknya aku tampan. Ayolah kau seharusnya beruntung."

"Beruntung pantatmu?" Baekhyun memutar bola matanya. "Jika nanti wajahku rusak kau harus membiayai operasi plastik wajahku."

Baekhyun mengetukan jarinya didagu. Dia berfikir. Kemudian memekik.

"Aku ingin mengoprasi wajahku mirip song joong ki!"

Chanyeol mengerutkan kening. Apa kekasih pura-puranya ini waras?

"Dengar Chanyeol? Song joong ki." Baekhyun menekankan.

Chanyeol menganguk pasrah. Menjadi gila sedikit mungkin tak masalah.

Tiba-tiba Chanyeol menepikan mobilnya disebuah pusat perbelanjaan.

Dan Baekhyun nyaris lupa bahwa Chanyeol meminta menemaninya membeli bebelapa barang.

Jadi Baekhyun mengikuti langkah Chanyeol.

Mereka berhenti disebuah toko pakaian. Satu-satunya hal yang membuat Baekhyun heran adalah, mengapa Chanyeol melihat-lihat pakaian yang ukuranya jauh lebih kecil daripada tubuhnya?

Apakah Chanyeol berniat membelikan kado untuk temannya?

Baekhyun berpura-pura melihat kearah pakaian-pakaian lainya hingga setumpuk pakaian disodorkan kepadanya.

"Apa ini?"

"Coba ini semua. Pilih mana yang kau suka."

Baekhyun mendorong pakaian itu kembali pada Chanyeol. "Aku memiliki setumpuk pakaian dilemari."

"Aku akan membuang itu."

Baekhyun mendelik tajam. "What the fuck?!" Berakhir dengan Baekhyun yang merampas tumpukan pakaian daru tangan Chanyeol kemudian melangkah malas menuju fitting room.

Tak lama, Baekhyun keluar dengan 2 tumpukan baju ditangan kanannya. "Aku ambil semua ini." Dan menyerahkan tumpukan baju ditangan kanannya pada Chanyeol.

"Okay princess."

"Yak! Aku akan menendang selangkanganmu Chanyeol!"

Ups.

Baekhyun menutup mulutnya saat semua orang menoleh padanya kemudian memberi gestur minta maaf kepada orang-orang itu.

Tempat tujuan mereka selanjutnya adalah toko ponsel.

Kali ini Chayeol yang memilihkan untuk Baekhyun.

Bahkan Chanyeol yang memilihkan untuk Baekhyun sejak tadi.

"Ini." Chanyeol menyerahkan paperbag kecil berisi ponsel kepada Baekhyun setelah Chanyeol membayarnya. "Ini sama persis dengan milikku. Milikku berwarna hitam dan kau berwarna putih."

"Ponsel itu harganya mahal, Chanyeol. Ponselku saja sudah cukup."

"Tidak. Ingat saat aku mengatakan aku akan memenuhi semua kebutuhanmu?" Chanyeol sedikit membungkuk dan mencondongkan wajahnya dihadapan Baekhyun.

Dan Baekhyun tidak memiliki alasan untuk tidak merona. Jadi dia menyembunyikanya.

Uh! Wajah sialan! Jantung sialan! Baekhyun mengumpati dirinya sendiri.

"Kau lapar? Ayo kita makan." Ucapnya setelah memperbaiki posisinya kembali.

Tak lupa dengan mengacak surai kecoklatan pemuda pendek disampingnya.

Oh jantung, berhenti berdetak sajalah!

•••

Chanyeol dan Baekhyun kembali ke rumah saat jam makan malam hampir tiba. Mereka memutuskan untuk langsung beristirahat dikamar mereka.

Namun seorang gadis berambut panjang dengan pakaian super minim berwarna kuning mencolok yang berdiri dibalkon kamar Chanyeol menghentikan pergerakan mereka.

Baekhyun menatap pungung gadis itu dengan raut wajah bingung.

Sementara Chanyeol menatapnya dengan rahangnya yang mengeras. Menandakan bahwa dia sangat marah.

"Apa yang kau lakukan dikamarku?" Chanyeol bertanya dengan penuh penekanan.

Gadis itu menoleh. Menampilkan senyumannya. Seakan tidak merasa takut dengan tatapan Chanyeol yang seolah ingin menelannya hidup-hidup.

"Oh hai oppa! Lama tidak bertemu!"

TBC

Sebenernya ini Fanfiction pertama aku dan aku bikin Chapter kkk~ mungkin chapternya gak akan panjang. Atau kalian mau minta dipanjangin/? Wkwk

Oh iya dari awal aku udah bilang ya ff ini banyak bahasa kasarnya. Harap maklumi author yang absurd ini T.T

Aku tunggu respon kalian! Kalo responnya bagus mungkin chapternya bisa aku panjangin ^^

Terimakasih ^^