Be With You
A Fanfic by Cebolbyun
THIS STORY BELONG TO ME. IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. THANK YOU.
3
Baekhyun menatap lamat gadis dihadapanya. Dengan pakaian minim berwarna kuning mencolok. Heels berwarna hitam dan rambut yang berwarna sama hitamnya. Gadis itu terlihat -sedikit aneh.
Demi tuhan. Ini bukan di luar negri. Ini korea dan rasanya kurang pantas jika seorang gadis korea mengenakan pakaian seminim itu.
Baekhyun penasaran bagaimana bisa gadis itu sampai disini dengan selamat mengunakan pakaian seperti itu.
"Aku pertanya padamu Park Seulgi." Chanyeol berkata dengan nada tegas.
Gadis itu perlahan menghampiri dengan cara berjalan yang dibuat-buat.
"Mereka bilang kau pergi bersama kekasihmu jadi aku menunggumu disini." Kemudian sedikit menunduk dan menjatuhkan pandanganya pada Baekhyun. "Oh ini kekasihmu? Wow aku tidak tau bahwa hubungan gay dikorea-"
"Jaga mulutmu dan kembali kekamarmu sendiri Seulgi."
Seulgi menegakkan tubuhnya kembali kemudian mengerling pada Chanyeol.
Baekhyun butuh waktu sepersekian detik untuk memahami tingkah seulgi.
"Bagaimana jika aku tidur dikamarmu, oppa? Kau tidak merindukan adikmu ini huh?"
"Tidak. Kembali kekamarmu."
"Huh, masih kasar sama seperti dulu. Tapi aku suka."
What the fuck.
"Bye oppa." Seulgi berjinjit untuk mengapai telinga Chanyeol kemudian berbisik yang mana tidak bisa disebut berbisik karna Baekhyun mendengarnya dengan sangat jelas. "Sampai bertemu besok, tampan." Kemudian berlalu dari kamar Chanyeol.
Jadi dia Seulgi? Oke. Gadis itu tampak berbahaya.
Dan Baekhyun tidak menyukai perlakuan gadis itu terhadap Chanyeol.
Sangat tidak menyukai itu.
Baekhyun cemberut. Dengan wajah yang justru membuatnya terlihat mengemaskan.
"Jadi, ada apa?" Kyungsoo lelah melihat wajah Baekhyun yang sekarang mirip dengan bebek.
Baekhyun memijat keningnya sebelum menjawab pertanyaan Kyungsoo. "Ada singa betina dirumah Chanyeol."
"Wow. Itu mengerikan."
Baekhyun memukul bahu Kyungsoo yang mendapat tatapan kesakitan dari Kyungsoo. "Aku serius! Saudara tiri Chanyeol datang dari Newyork dan gadis itu membuat kepalaku hampir pecah!"
Luhan -yang baru saja datang- hampir saja terjungkal kebelakang mendengar pekikan Baekhyun. Beruntung kelas mereka sedang sepi.
Luhan bertanya pada Kyungso dengan menaikan alisnya sementara Kyungsoo berbisik pelan pada Luhan.
"Kau tau? Dia membangunkan aku dan Chanyeol pukul 6 pagi! Dan memaksa Chanyeol untul sarapan bersamanya. Dia.. Dia bertingkah seperti Chanyeol adalah kekasihnya!"
"Dan kau cemburu?" Luhan menebak.
"A -apa?!" Tepat seperti dugaan Luhan. Baekhyun menjadi salah tingkah. "Aku.. Tidak. Mana mungkin? Kau konyol."
"Lalu?"
"Ayolah soo, aku hanya terganggu dengan tingkahnya. Belum lagi pakaian minimnya itu! Oh tuhan! Kakakknya adalah seorang pria demi tuhan!" Baekhyun kembali memijat keningnya sendiri. "Lagipula aku adalah kekasih kakakknya. Tidak bisakah dia menghargaiku sedikit?" Baekhyun memajukan bibir bawahnya dengan tangan yang terlipat didada.
Luhan mengelengkan kepalanya. "Kalau begitu tunjukan. Sebelum dia menempatkan bokongnya dipenis Chanyeol."
What the fuck.
Ingatkan Baekhyun agar memukul kepala Luhan dengan tongkal baseball milik Chanyeol.
Memangnya Chanyeol punya tongkat baseball?
"Kau dan otak mesummu itu." Kyungsoo mendesis. Luhan menampilkan cengiranya.
"Kau harus mengawasi gadis itu Baek. Kau tau Chanyeol kan?"
Kyungsoo benar. Baekhyun mengangukkan kepalanya.
Park Chanyeol adalah pria tampan dengan banyak wanita disekelilingnya. Dia berkencan dengan wanita yang berbeda setiap harinya.
Ayolah, meski begitu Chanyeol memiliki banyak pengemar karna kekayaan dan ketampanannya.
Harus Baekhyun akui jika Chanyeol memang tampan.
"Ingat. Kau adalah kekasihnya." Luhan menegaskan. "Meskipun itu hanya pura-pura. Setidaknya kenyataan itulah yang Seulgi tau."
Baekhyun bungkam. Dia mulai berfikir bahwa mungkin ucapan Luhan dan Kyungsoo ada benarnya juga. Bagaimanapun juga dia adalah kekasih Park Chanyeol sekarang.
Dan dia tidak akan membiarkan Seulgi merebut miliknya.
.
.
.
"Chanyeol uh, bisa kita bicara?"
Chanyeol mengerutkan keningnya sambil sesekali melirik kearah Baekhyun.
Karna dia sedang menyetir.
"Bicaralah. Apa ada hal yang mengangumu?"
Ya. Sebenarnya ada. Dan itu adalah adikmu.
Baekhyun menganguk. Tiba-tiba dia merasa ragu untuk mengatakanya. Atau lebih tepatnya bingung bagaimana dia harus memulai.
"Ini tentang seulgi." Baekhyun menolehkan kepalanya kedepan. Dia tidak ingin melihat bagaimana raut wajah Chanyeol sekarang. "Uh, bisakah kau memberitahunya agar memakai pakaian yang pantas? Karna.." Baekhyun mengigit bibirnya. Memberi jeda pada kalimatnya.
Mati-matian dia mencari kosa kata yang tepat agar tidak terdengar pada dia cemburu.
"Karna dia adalah seorang wanita. Dan ino dikorea. Bukan di Newyork. Rasanya aneh jika dia berpakaian seperti itu."
Ada jeda sejenak. Baekhyun sempat khawatir jika Chanyeol marah. Jadi dia menoleh untuk melihat bagaimana raut wajah Chanyeol.
Chanyeol tersenyum. Pandanganya lurus menatap kedepan.
"Aku akan bicara padanya."
Baekhyun merasa lega untuk alasan tertentu.
"Dan jika dia tidak mendengarkan, kau bisa membantuku untuk menjelaskan padanya kan?"
Baekhyun menganguk. "Akan kulakukan yang kubisa."
Nyatanya gadis itu memang sangat menyebalkan. Sangat.
Park Seulgi. Oh mungkin Baekhyun harus menambahkan kata 'Bitch' sebagai nama tengahnya.
Baekhyun benci mengakuinya tapi -dia sangat sangat marah saat Chanyeol berusaha memberitahu seulgi tentang tata krama dan tebak. Apa yang gadis itu lakukan?
"Sudah kubilang. Itu bukan gayaku oppa."
"Dengarkan aku atau keluar dari rumahku."
Seulgi memasang wajah terluka yang dibuat-buat. "Aw, kau menyakitiku oppa." Ucapnya dengan nada sedih yang dibuat-buat juga.
Baekhyun hanya menonton dengan perasaan dongkol.
Melihat seringai mengerikan diwajah seulgi, dia tau bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.
Dan lihat? tebakan Baekhyun tepat pada sasaran.
Seulgi melepas dress kekurangan bahan miliknya hingga hanya tersisa bra juga -aw, bisakah itu disebut celana dalam jika bokongmu masih berada diluaran sana?!
Chanyeol terdiam. Untuk sejenak memandangi bentuk tubuh seulgi. Dan gadis itu tersenyum penuh kemenangan. Mungkin dia pikir tubuhnya itu menarik.
"Bagaimana kalau begini?"
"Cukup sudah." Baekhyun menarik tangan Chanyeol dengan perasaan dongkol kebelakang tubuhnya. "Perlu kuperingatkan padamu noona seulgi yang terhormat. Berhenti mengoda kekasihku atau aku akan melayangkan cakaranku diwajahmu." Baekhyun menatap tajam gadis tidak tau malu dihadapanya.
Lalu berakhir dengan Baekhyun yang membawa Chanyeol masuk kedalam kamar mereka.
Baekhyun kembali mengunci kamar. Dia masih merasa marah tentu saja. Pada Chanyeol juga pada gadis tidak tau malu itu.
"Baek-"
"Diam atau aku akan meninju wajahmu." Sergah Baekhyun cepat. Dia berniat menghilangkan kekesalah dihatinya yang malah berakhir dengan mencari kesibukan dikamar.
Membersihkan tempat tidur, menganti seprai, membawa pakaiannya kedalam keranjang cucian.
Yang mana tingkah Baekhyun terlihat lucu dimata Chanyeol.
"Kau cemburu?"
Baekhyun menghentikan tanganya yang sedang merapikan meja belajar Chanyeol. Mencoba untuk membersihkan debu disana.
"Kau bercanda?"
"Kau terlihat marah-"
"Itu karna gadis itu bersikap tidak sopan!" Baekhyun melengkingkan suaranya. Tersadar akan emosinya, dia mencoba menetralkan nafasnya. "Dia tidak bertingkah seperti dia adalah adikmu." Ucapnya kemudian. Menempatkan tubuhnya diatas sofa kemudian menyalakan televisi.
Chanyeol menyusul menempatkan dirinya disamping Baekhyun kemudian memalingkan wajahnya pada layar televisi.
"Dia memang pernah mengatakan bahwa dia menyukaiku."
Baekhyun menganga.
"beberapa hari setelah ayahku dan ibunya menikah."
"The hell." Baekhyun melemparkan pungungnya bersandar pada sofa. "Ini jadi masuk akal. Apa ayahmu dan ibunya tau?"
Chanyeol mengeleng. "Tidak. Mereka tidak. Karna itulah dia diijinkan menginap disini."
Baekhyun bungkam. Semuanya tampak jelas sekarang. Mengenai tingkah seulgi yang berlebihan sebagai seorang adik itu semua karna dia menyukai Chanyeol.
Baekhyun mendesah panjang. "Dan kau." Baekhyun menoleh pada Chanyeol. "Apa kau juga menyukainya?"
"Tidak mungkin. Aku adalah kakakknya meskipun itu tidak sedarah tapi aku tetap kakakknya."
"Aku tidak akan membiarkan dia melakukan ini lagi. Aku tidak akan membiarkan dia mengodamu."
"Apa?"
Tersadar akan ucapanya, Baekhyun memalingkan wajahnya kembali kedepan. Lalu menekan tombol pada remot secara acak. "Bu..bukankah kau adalah kekasihku?"
Tanpa Baekhyun tau, Chanyeol menyeringai. "Kalau begitu tunjukan pada seulgi bahwa kau adalah kekasihku."
.
.
.
Baekhyun sedang menikmati makan malamnya. Dengan beberapa daging dan ayam dan -ah ini surga namanya.
Sayang sekali dia harus makan sendirian kali ini. Itu karna Chanyeol memilih untuk tidur dan menolak untuk makan malam.
Sambil mengingat-ingat perkataan Chanyeol.
"Kalau begitu tunjukkan bahwa kau adalah kekasihku."
Baekhyun bisa merasakan pipinya memanas. Dia pasti sedang bersemu sekarang.
Baekhyun kembali menyuapkan nasi kemulutnya.
"Kau hanya memanfaatkan kakakku, apa aku benar?"
Baekhyun memutar bola matanya. Suara dentingan sendok dipiringnya terhenti. Tergantikan dengan suara gadis menyebalkan pengoda kekasihnya.
Wow itu julukan yang menarik.
"Apa maksudmu?" Sunguh. Baekhyun sangat malas untuk merusak cakar-cakar cantiknya dimalam hari. Bisakah gadis ini menentukan waktu yang tepat untuk berduel?
"Kau tau.." Baekhyun melihat gadis itu -Seulgi berjalan mengitari meja kemudian mengambil tempat duduk dihadapanya. "Kakakku tampan dan Kaya. Kau pasti hanya memerasnya selama ini."
Baekhyun mengerutkan keningnya. "Kau juga tau bahwa aku menyukai kakakku sendiri. Benar kan?"
Baekhyun masih bungkam. Perlahan dia mulai tau arah pembicaraan gadis dihadapanya.
"Kuperingatkan kau. Kakakku itu pria yang normal. Jauh sebelum mengenal dirimu." Gadis itu menunjuk tepat dihadapan Baekhyun.
Baekhyun menyeringai. Diraihnya telunjuk gadis itu lalu diremasnya dengan kencang hingga gadis itu memekik kesakitan.
"Dan kuperingatkan padamu. Jauhkan tangan kotormu itu dari hadapanku." Dan menghembaskan tangan milik seulgi kesamping. "Dan jangan coba-coba mengancamku."
Baekhyun bangkit berdiri. Selera makannya hilang sudah. Namun sebelum Baekhyun benar-benar pergi, dia sempat mendengar seulgi berteriak "Kau akan menyesal! Kau akan kehilangan kakakku dan kakakku akan berpihak padaku! Dengar itu!"
Oh terserah.
Baekhyun kembali melangkah naik kelantai atas. Memutuskan untuk tidur.
Sambil memikirkan cara agar Seulgi memiliki jarak yang cukup jauh untuk Chanyeol.
Tbc.
Sebenernya ini Fanfiction pertama aku dan aku bikin Chapter kkk~ mungkin chapternya gak akan panjang. Atau kalian mau minta dipanjangin/? Wkwk
Oh iya dari awal aku udah bilang ya ff ini banyak bahasa kasarnya. Harap maklumi author yang absurd ini T.T
Aku tunggu respon kalian! Kalo responnya bagus mungkin chapternya bisa aku panjangin ^^
Terimakasih ^^
