Be With You
A Fanfic by Cebolbyun
THIS STORY BELONG TO ME. IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. THANK YOU.
4
Baekhyun sedang menikmati makan siangnya dikantin ketika Chanyeol datang bersama Sehun dan Kai lalu bergabung dimejanya. Baekhyun menatap pria tinggi itu seolah mengatakan 'apa yang kau lakukan disini?' dan Chanyeol membalasnya dengan sebuah senyuman.
Senyuman yang mengoda.
Uh, Baekhyun merona lagi.
"Oh, kau pasti Luhan dan Kyungsoo." Chanyeol memulai pembicaraan. Luhan dan Kyungsoo yang disebut namanya segera menganguk dengan gerakan yang hampir sama.
"Aku tau kau ini kekasih Baekhyunie kami~ benar?"
Baekhyun mengerjabkan matanya. Sampai ia tersadar perkataan Luhan barusan.
"YAK! Apa-apaan dengan pangilanmu itu huh?!" Baekhyun mengerucutkan bibirnya, tak sadar jika Chanyeol memperhatikanya sejak tadi.
Chanyeol mulai tersadar saat seseorang menguncang bahunya. Itu Jongin. Sedang tersenyum bodoh kepadanya. "Kau bisa melubangi kepalanya dengan tatapanmu itu." Jongin mengoda dan Chanyeol dengan senang hati menghadiahi sebuah sikutan diperut Jongin.
"Bagaimana jika kita mengadakan pesta kecil-kecilan?" Chanyeol membuka suara kembali. "Hanya kita-"
"-Dan satu nenek lampir dirumahmu." Baekhyun memotong cepat.
Chanyeol mendelik. "Apa?"
"Ya. Dan satu nenek lampir dirumahmu."
Chanyeol memutar matanya malas sebelum melanjutkan ucapannya. "Jadi, kita adakan malam ini. Dirumahku. Aku akan minta pelayanku membuat semua persiapannya. Kalian hanya perlu datang, bagaimana?"
Baekhyun dan beberapa yang lain tampak berfikir sejenak.
"Kau yakin? Hanya perlu datang?" Sehun mengawali dibalas angukan oleh Chanyeol.
Jongin tampak mengetuk dagunya. "Kenapa kita harus mengadakan pesta? Ulangtahunmu masih 3 bulan lagi jika aku tidak salah mengingat."
"Ayolah, ini bukan pesta yang sesunguhnya. Lagipula kita sering mengadakan pesta ingat?"
Sehun menganguk setelah menyuapkan sepotong daging kedalam mulutnya. Sementara yang lain ikut mengangukan kepala 1 per satu.
"Okay. Jadi pukul 7. Dirumahku."
"Deal." Mereka menjawab serempak.
.
.
.
Baekhyun mengedip dalam keterkejutanya. Demi Tuhan dia pulang dan melihat halaman belakangnya sudah dalam keadaan 'Siap untuk berpesta'. Pemangang yang sudah siap. Dengan 1 meja panjang diatas karpet (sepertinya mereka akan duduk diatas rumput yang sudah ditutupi karpet) beberapa piring yang sudah ditata dengan cantik. Semua benar-benar disiapkan dengan cepat. Atau sangat cepat. Baekhyun baru akan berfikir untuk membantu mempersiapkan pesta dirumah dan pada kenyataanya -semua sudah selesai. Dan ini masih pukul 4 sore.
"Apa dirumah ini akan diadakan sebuah pesta?" Suara seorang gadis yang bergumam disampingnya. Baekhyun mencebikkan bibirnya mengejek kemudian menoleh untuk melihat Chanyeol disampingnya.
"Ya. Teman-temanku akan datang malam ini."
"Oh itu bagus!" Suara seulgi melengking diudara diikuti suara tepuk tangannya. "Aku ikut ya, oppa?"
Tidak. Kau tidak-
"Terserah kau saja."
Apa?!
"Bagus!" Seulgi kembali bertepuk tangan kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu. "Aku akan bersiap-siap oppa!" Teriaknya. Berlari masuk kedalam kamarnya.
Baekhyun mengedikan bahunya kemudian melangkah masuk kedalam kamarnya. Baru sadar bahwa Chanyeol mengukutinya.
"Apa yang Seulgi katakan padamu, semalam."
Baekhyun mengerutkan kening. "Kau menguping?" Baekhyun balas bertanya.
Chanyeol mengeleng. "Paman Jung bilang, kau dan Seulgi berbicara."
"Aku hanya-" Baekhyun mengantungkan kalimatnya. Ia memasukan pakaian kotornya kedalam keranjang pakaian. "Memberinya sedikit pelajaran." Lanjutnya dengan senyuman disudut bibirnya.
"Lalu?"
"Hanya itu."
Chanyeol menganguk sambil mengorek isi tasnya. Kemudian mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya. Menatanya di meja belajar.
"Jam berapa Sehun dan Seulgi datang?"
Yang lebih tinggi melihat kearah jam tanganya. "Jam 6.30 .Bagaimana dengan Luhan dan Kyungsoo?"
Baekhyun memijat pelipisnya. Itu sudah menjadi kebiasaanya jika dia sedang pusing karna memikirkan sesuatu hal. "Entahlah. Mungkin sedikit terlambat. Mereka bilang akan mampir untuk membeli sesuatu. Entahlah."
"Seharusnya Sehun dan Jongin menjemput mereka saja. Tidak perlu repot-repot datang sendiri."
Baekhyun tertawa. "Luhan dan Kyungsoo akan menolaknya. Sunguh. Kecuali jika Sehun dan Jongin memaksa."
Chanyeol menganguk. Membaringkan tubuhnya disofa. "Apa akan ada alkohol untuk nanti malam?"
"Apa kau tidak meminum-"
"Oh tidak tidak. Aku minum."
Chanyeol menganguk singkat. "Aku selalu memasukkan 'itu' disetiap pestaku."
Hening sejenak. Baekhyun memutuskan untuk berbaring disamping Chanyeol. "Biarkan aku tidur sebentar. Aku sangat lelah." Baekhyun bergumam kemudian menutup kedua mata cantiknya.
Ya. Chanyeol benar-benar berfikir bahwa Baekhyun sangatlah cantik. Entah apa yang membuatnya bisa berfikir seperti itu terlebih karna dia yakin -dia tidak memiliki ketertarikan apapun pada seorang pria.
Tidak dengen Sehun atau Jongin. Dia sangat yakin itu.
Tapi Baekhyun?
Chanyeol bahkan sempat berfikir bodoh akan mengintip Baekhyun saat pria mungil itu sedang mandi atau saat pria mungil itu sedang berganti pakaian karna siapa tau Baekhyun itu seorang gadis yang menyamar sebagai seorang pria selama ini.
Karna goddamnit! Jantungnya sering kali berdetak abnormal setiap berdekatan dengan Baekhyun. Juga -ada hal kecil yang seringkali membuatnya cangung saat pria mungil itu berada disekitarnya.
Bagi Chanyeol yang seorang pengelana cinta -coret ini- ,Chanyeol sudah pasti sangat tau perasaan macam apa yang dirasakanya pada Baekhyun
Itu perasaan suka. Atau bahkan mungkin Cinta.
Tidak. Chanyeol mengeleng kuat. Kedua matanya masih terpaku pada wajah Baekhyun yang sedang tidur. Sambil merapalkan mantra agar jantungnya bisa berdetak dengan normal kembali. Meskipun dia menyukai sensasi dari jantungnya yang berdetak cepat karna Baekhyun, dia tidak ingin mati sebelum dia menjadikan Baekhyun miliknya.
Oh god.
Kau berlebihan, Chanyeol.
.
.
.
Baekhyun sedang mengecek beberapa hal untuk keperluan barbeque ketika bel rumahnya berbunyi beberapa kali. Dia melihat arloginya dan segera berlari kearah pintu.
Wow, dia merasa bersemangat setelah tidur.
"Sehun Jongin. Ayo masuk." Baekhyun membuka lebar pintu rumahnya kemudian mengerutkan keningnya melihat siapa yang berdiri dibelakang Sehun dan Jongin. "Luhan? Kyungsoo? Kalian.. Oh kebetulan sekali! Kalian bilang kalian akan datang terlambat." Baekhyun berjalan disamping Luhan dan Kyungsoo setelah mempersilahkan ke dua temannya itu untuk masuk.
Dan abaikan mulut menganga Luhan saat ini.
"Yeah, Jika saja Kai tidak menjemputku."
"Oh?"
"Dan Sehun menjemput Luhan."
"Wow." Baekhyun merespon singkat. Dia terkejut sebenarnya.
"Rumah ini luar biasa!" Luhan mendesis dengan nada sangat bersemangat. Dia terus menerus berdecak kagum sampai Chanyeol memangil mereka dan mengatakan bahwa dia akan segera memangang dagingnya.
Ketika Baekhyun datang, Seulgi sudah ada disana. Berdiri -atau bergelayut manja pada lengan Chanyeol sementara Chanyeol tampak sibuk memangang beberapa daging.
Luhan mencondongkan bibirnya ketelinga Baekhyun. "Apa itu.. Adik tiri Chanyeol?" Luhan berbisik.
Baekhyun menatap gadis dihadapanya lamat-lamat sebelum menjawab pertanyaan Luhan dengan angukan kepala.
"Dia memang terlihat.. Mengerikan."
Baekhyun setuju dengan perkataan Luhan. Bagaimana bisa seorang gadis bergelayut dilengan pria lain dengan pakaian seperti itu? Memangnya ini klub malam?
Baekhyun memutuskan untuk bergabung bersama kai dimeja. Bersama Kyungsoo dan Luhan juga tentunya.
"Hei aku tidak tau jika Seulgi berubah menjadi secantik itu. Dia -sexy dan cantik."
"Maksudmu dia tidak cantik dulu?" Kyungsoo bertanya dengan wajah penasaran.
Kai mengeleng. "Dia sedikit gemuk dan -yeah, begitulah. Kurasa dia mengabiskan banyak uang untuk bisa memikat Chanyeol." Kai berbisik lebih pelan. Yang lain mencondongkan wajahnya kearah kai sambil sesekali melirik kepada Seulgi dan Chanyeol. "Mungkin karna itu Chanyeol menolaknya dulu."
Baekhyun bungkam. Entah harus berkata apa. Disana. Seulgi tampak cantik dan sexy dengan pakaian terbuka seperti itu. Dan lagi. Chanyeol adalah seorang straight. Meskipun Chanyeol bilang dia tidak pernah menyukai Seulgi namun bagaimanapun juga dia merasa iri dengan Seulgi. Dia seorang gadis yang memiliki fisik lumayan bagus. Dan dia -hanya seorang pria dengan penis mengantung diantara kakinya. Yeah.
Ingatkan Baekhyun untuk tidak terlalu vulgar lain kali.
Tak lama Chanyeol, Seulgi dan Sehun datang untuk bergabung. Seulgi masih terus saja menempel pada Chanyeol meskipun Baekhyun bisa melihat Chanyeol merasa risih dengan gadis itu.
Cih. Tidak tau malu.
Sehun menyodorkan gelas berisi alkohol kepada Baekhyun dan Baekhyun segera meminumnya. Habis. Sekali tegak.
"Baekhyun kau bisa mati tersedak." Luhan memperingati dan seperti tuli, Baekhyun tidak perduli. Dia memasukan sepotong daging pangang -dari chanyeol- kedalam mulutnya. Lalu minum lagi. Begitulah seterusnya.
Hingga Baekhyun melihat Seulgi menarik tangan Chanyeol. Ditengah-tengah pesta berlangsung.
Beruntung Baekhyun yang masih memiliki kesadaran berinisiatif untuk mengikuti kemana mereka pergi.
Disana. Ditepi kolam renang. Baekhyun melihat seulgi berbicara dengan Chanyeol. Entah apa yang mereka bicarakan dia tidak bisa mendengarnya tapi dia melihat dengan jelas jika mereka saling melumat bibir 1 sama lain. Bahkan tangan Chanyeol melecehkan bokong Seulgi dengan kurang ajar.
Baekhyun merasa amarahnya sudah terkumpul sepenuhnya di kepala. Dia muak. Dia mendesis pelan sebelum akhirnya meningalkan tempat itu. "Bitch!"
.
.
.
Baekhyun memutuskan untuk membereskan sisa-sisa pesta meskipun pening dikepalanya belum juga bilang. Dia bahkan menolak saat ada seorang maid yang akan membantunya serta mengatakan oada maid itu bahwa dia baik-baik saja.
"Aku akan membantumu." Sebuah suara khas husky yang sangat dikenalnya menyapa di telinganya. Dia menolehkan kepalanya kesamping dan melihat Chanyeol sedang membereskan beberapa piring. "Kau mengurung diri didalam kamar. Kau merasa pusing?" Chanyeol meletakkan piringnya diatas meja. Kemudian mengulurkan tanganya hendak memeriksa kening Baekhyun namun tangan Baekhyun menepisnya.
"Bukan urusanmu."
Tentu saja Chanyeol merasa janggal dengan sikap Baekhyun. Dia tidak pernah bersikap sediam ini pada Chanyeol.
Merasa kesal. Chanyeol menarik pergelangan mungil itu hingga Baekhyun berbalik kepadanya. "Ada apa? Katakan padaku."
"Katakan itu pada pria yang mencium adiknya sendiri." Baekhyun melempar kantung sampah ditanganya kemudian berbalik meningalkan Chanyeol sendiri. Saat itulah Chanyeol mengutuki kebodohanya sendiri.
"Arghhh!"
TBC
Sebenernya ini Fanfiction pertama aku dan aku bikin Chapter kkk~ mungkin chapternya gak akan panjang. Atau kalian mau minta dipanjangin/? Wkwk
Oh iya dari awal aku udah bilang ya ff ini banyak bahasa kasarnya. Harap maklumi author yang absurd ini T.T
Aku tunggu respon kalian! Kalo responnya bagus mungkin chapternya bisa aku panjangin ^^
Terimakasih ^^
