Be With You

A Fanfic by Cebolbyun

THIS STORY BELONG TO ME. IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. THANK YOU.

9

Ini tidak baik. Sunguh. Ini sangatlah tidak baik. Oke. Tarik nafas... Hembuskan. Tarik nafas... Hembuskan. Tenang Baekhyun tenang. Baekhyun menenangkan dirinya sendiri. Kedua matanya terpejam erat lalu kembali terbuka. Seolah mengusir hal yang mengangu fikiranya saat ini.

"Oke Baekhyun, berfikir. Berfikir." Baekhyun terus menerus mengumamkan kalimat itu dibibir mungilnya sambil berjalan mondar-mandir didalam kamar. Ciri khasnya jika sedang berfikir. "Oh shit!" Kemudian mengumpat ketika dia tidak menemukan jalan keluarnya. Dan berakhir dengan menghembuskan nafas frustasinya.

Wu yi fan. Kris. Kris.

Baekhyun mengerang mengingat nama itu. Nama itu seperti berputar dikepalanya setelah sekian lama dia mencoba melupakan nama itu. Atau sosok itu. Atau apalah itu!

Baekhyun bahkan tidak tau mengapa pria itu mencoba masuk lagi kedalam hidupnya setelah hidupnya tenang selama beberapa tahun terakhir. Setelah dia pergi begitu saja, dia fikir dia bisa kembali semudah itu? Hell no.

Baekhyun menghentakkan kakinya. Kemudian mengelengkan kepalanya. "Tidak. Kris tidak boleh mengacaukan semuanya. Dia.. Tidak. Dia tidak boleh kembali lagi. Aku dan dia sudah berakhir. Berakhir." Baekhyun melapalkan kalimat itu seperti mantra berharap itu bisa membantu membuat Kris tidak lagi mengangunya. Atau membuatnya tidak pernah lagi bertemu dengan pria bernama Kris itu.

Tapi tetap saja. Kenyataanya, Kris sedang mencarinya. Kris kembali lagi untuk mencarinya. Dan Baekhyun sedikit takut dengan itu karna Baekhyun cukup tau, pria macam apa Kris itu.

Tak lama, Chanyeol mencul dibalik pintu- "Baekhyun? -Oh shit!" -Chanyeol mengumpat dan menghindari sebuah bantal yang melayang kearahnya.

"Oh maaf, aku tidak tau..aku..maafkan aku Chanyeol, sunguh." Baekhyun sang pelaku pelemparan bantal terbata dan Chanyeol tidak cukup bodoh untuk menyadari bahwa Baekhyun sedang gelisah.

Untuk itu Chanyeol berjalan mendekat dan berhenti dihadapan Baekhyun. "Kau baik-baik saja?" Baekhyun menganguk dan Chanyeol tau Baekhyun sedang berbohong. "Katakan, Baek."

Baekhyun sedang menimang apakah dia harus mengatakan tentang Kris kepada Chanyeol atau tidak. Dia terlihat lebih gelisah dari sebelumnya sekarang. Tapi dia memilih opsi ke 2. Dia hanya akan memberitahu Chanyeol saat waktunya sudah tepat. Begitu pikirnya. Lagipula dia tidak ingin Chanyeol berada dalam bahaya saat ini.

"Tidak Chanyeol, aku hanya..sedikit lelah." Ucapnya kemudian sambil meminta maaf kepada Chanyeol dalam hatinya karna telah membohongi pria itu.

"Kau yakin?"

Baekhyun menganguk mencoba meyakinkan Chanyeol sambil berharap Chanyeol tidak akan tau jika pria itu sedang berbohong.

"Baiklah. Apakah masih sakit?" Chanyeol mengedarkan pandanganya kearah bokong Baekhyun dengan tatapan meneliti.

"Uh," Baekhyun menepuk bokongnya pelan. "Sepertinya tidak begitu sakit. Kau darimana saja?"

"Sehun dan Jongin datang bersama Luhan dan Kyungsoo jadi aku ada dibawah bersama Sehun dan Jongin." Baekhyun mengangukkan kepalanya mengerti.

"Aku akan pergi kekampus besok."

"Kau yakin?"

Baekhyun menganguk entah sudah keberapa kali dalam sehari.

"Baiklah. Kita berangkat bersama." Ucap Chanyeol kemudian.

.

.

.

Baekhyun melalui harinya dikampus seperti biasa. Beruntung dia bisa berjalan dengan normal jadi Kyungsoo dan Luhan tidak akan curiga.

Tiba-tiba wajahnya memanas mengingat bahwa dia telah melakukan sex dengan Chanyeol meskipun dia tidak mengingatnya dengan jelas. Baekhyun benar-benar mabuk saat itu dan.. Dia tidak ingat apapun hingga dia melihat semua pakaiannya tercecer dilantai.

Aneh memang. Dia bahkan tidak merasa marah pada Chanyeol atau apapun mengingat status mereka saat ini hanya sebagai rekan yang salingmenguntungkan. Begitu Baekhyun menyebutnya.

Meskipun Chanyeol telah mengambil miliknya untuk yang pertama kali, Baekhyun tidak merasa marah atau apapun. Hal itu membuat Baekhyun berfikir lagi. Benarkan dia telah memberikan hatinya untuk pria bermarga park itu? Benarkah dia telah mencintai Chanyeol.

Bagaimana dengan Chanyeol? Apakah dia memiliki perasaan yang sama dengan Baekhyun, atau tidak? Baekhyun, entahlah, dia tidak yakin pada bagian 'mencintai' karna Chanyeol tidak pernah mengatakannya langsung kepada Baekhyun. Bisa saja Chanyeol mengatakan dia mencintai Baekhyun hanya agar Seulgi tidak menganggunya lagi. Bisa kan?

Tiba-tiba Baekhyun mengubah raut wajahnya. Dia terlihat, kecewa. Berbagai fikiran negatif tentang Chanyeol telah memenuhi kepalanya dan itu membuatnya pening.

Ditengah lamunan Baekhyun, seorang gadis datang dan menghampiri meja Baekhyun. "Baekhyun? Seseorang mencarimu. Di depan gedung kampus. Mungkin saudaramu?" ucapnya kemudian berlalu meningalkan Baekhyun setelah pria mungil itu mengatakan bahwa dia akan segera kepintu gerbang.

Baekhyun berjalan sambil menimang siapakah gerangan yang mencarinya? Saudara? Mungkin tidak. Baekhyun bahkah tidak yakin apakah saudaranya tau bahwa dia masih hidup atau tidak. Teman? Siapa? Bukankah temannya hanya berada dilingkungan kampus saja. Mereka tidak perlu repot-repot meminta tolong pada gadis itu jika mereka bisa menemui Baekhyun sendiri.

Baekhyun masih berkelut dengan fikiranya hingga langkah kakinya terhenti dihadapan seorang pria. Atau punggung pria itu karna pria itu berdiri membelakanginya.

Seorang pria dengan setelan jas mewah berwarna hitam. Bertubuh tinggi dan berambut blonde.

Baekhyun menahan nafasnya. Dalam hati mengutuki kakinya yang mau-maunya melangkah hingga sampai di gerbang kampus.

Oke. Baekhyun tidak cukup bodoh untuk mengenali sosok yang berdiri dihadapanya. Meski sosok itu sudah lama menghilang, Baekhyun masih sangat menghafal bentuk tubuh itu dengan sangat baik.

Pria mungil itu telah bersiap untuk berbalik dan pergi dari situ namun ia terlambat.

"Baekhyun. Aku merindukanmu." Pria itu membuka suara. Dan entah mengapa suara itu membuatnya sedikit takut. Baekhyun menghentikan gerakan tubuhnya hingga kini mereka berdiri saling berhadapan.

"Kris." Baekhyun bergumam pelan. Pria dihadapanya tersenyum.

"Senang kau masih mengingatku dengan baik." Ucapnya kemudian tersenyum lagi. "Aku merindukanmu, sunguh."

Yang lebih mungil memalingkan wajahnya. "Pergilah. Aku tidak punya urusan lagi denganmu." Baekhyun sudah mengambil ancang-ancang untuk pergi namun tangan besar itu menahan pergelangan tanganya. Baekhyun secara otomatis menepisnya. "Jangan menyentuhku!" Bentaknya kemudian memeluk tanganya seolah takut jika Kris mencoba memegang tanganya lagi.

Baekhyun fikir pria dihadapanya ini akan takut dengan bentakannya meski dia telah mencoba membentaknya dengan cukup keras namun nyatanya pria itu justru tertawa lebar. Baekhyun masih menatap pria itu was-was hingga tawa pria itu terhenti. Berganti dengan seringai diwajahnya.

"Kau tau Baek, kau tidak akan bisa menolakku."

Baekhyun memejamkan kedua matanya. Kemudian mengelengkan kepalanya kuat. "Tidak." Katanya tegas dengan kedua mata yang sudah membuka. Menatap nyalang pada pria dihadapanya. Seolah dia tidak takut akan resiko yang akan diterimanya bila melawan pria itu. "Aku tidak takut lagi, Kris. Pergi atau aku akan memangil satpam untuk mengusirmu." Ancamnya.

Kris kembali tertawa. "Well, menjadi kekasih orang kaya membuatmu sombong, huh? Siapa namanya?" Kris memasang wajah yang menurut Baekhyun sangat menjengkelkan. Sunguh. Dia ingin sekali menempatkan kakinya diwajah pria itu. "Ah! Park Chanyeol. Dimana dia? Dia tidak.." Tiba-tiba Kris mendekatkan tubunnya dengan 1 tangan mencoba menyentuh pipi Baekhyun. Dan Baekhyun tentu saja menghindar dengan tatapan tidak suka. "... melindungi puppy manis sepertimu, huh?" namun bisikannya masih bisa Baekhyun dengarkan dengan sangat jelas.

"Ada banyak orang disini. Aku akan berteriak jika kau tidak pergi juga! Dan jangan coba-coba menyentuh Chanyeol!" Baekhyun kembali membentak. Sorot matanya penuh dengan kebencian terlebih saat Kris mencoba mendekat padanya dengan seringai terukir diwajahnya.

Membuatnya terlihat seperti pria bajingan. Uh, Kris memang bajingan.

"Calm baby.. kau ini suka bermain kasar huh?"

"Aku. Serius."

"Bagitupun denganku. Ingat. Kau adalah milikku dan aku kembali untukmu. Aku akan mendapatkanmu kembali." Kris mendekat untuk membisikkan kata terakhirnya ditelinga Baekhyun. "Baekkie.." Ucapnya sebelum berlalu pergi dengan senyuman puas tercetak dibibirnya.

Baekhyun menghela nafas lega sambil mencoba menstabilkan deru nafasnya. Serius. Jika kau jadi Baekhyun, kau pasti akan merasa takut bertemu dengan pria semacam Kris. Terlebih jika Kris adalah mantan kekasihmu yang mencoba segala cara agar kau kembali kepadanya.

Baekhyun segera berbalik dan melangkah menuju kelas Chanyeol dengan lesu. Begitu dia menemukan Chanyeol diantara teman-temannya, Baekhyun segera menghampiri pria bertelinga lebar itu.

"Aku ingin pulang."

Chanyeol yang mendengar suara Baekhyun langsung membalikkan tubuhnya. Ia memandangi Baekhyun begitupun dengan teman-temannya yang lain.

"Kau sakit?"

"Aku hanya..ingin pulang. Bisa kita pulang sekarang?" Chanyeol mengerutkan keningnya. Baekhyun tampak berbeda, dia fikir. Mungkin karna pria itu terlihat pucat. Atau gelisah. Entahlah.

Tanpa berfikir panjang Chanyeol segera membereskan tasnya dan mengatakan pada temannya bahwa dia akan pulang. "Nah ayo pulang.." Ucapnya lembut pada Baekhyun.

.

.

.

Chanyeol mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan kota seoul siang itu. Tujuannya adalah pulang kerumah karna demi Tuhan, Baekhyun tidak terlihat baik saat ini. Pria mungil itu bahkan hanya membisu disepanjang jalan dengan kepala menoleh kearah jendela disampingnya. Entah apa yang pria mungil itu fikirkan, Chanyeol belum menemukan jawabannya.

Perjalanan kali ini terasa asing bagi Chanyeol. Mungkin karna Baekhyun bersikap diam seperti orang asing. Sesampainya dirumah, Chanyeol melepas seatbeltnya sambil bertanya-tanya apakah dia melakukan kesalahan fatalnya yang lain tapi sepertinya -tidak. Pria itu mencoba mengingat dengan detai apa saja yanh ia lakukan hari ini. Dia hanya ingat bahwa dia bangun dipagi hari, berangkat kekampus bersama Baekhyun. Dia bahkan ingat dia tidak bertemu dengan teman teman wanitanya, Hanya Jongin dan beberapa teman prianya yang lain -kecuali sehun karna bocah itu belum datang- sampai Baekhyun meminta mereka pulang bersama disaat jam kuliah belum dimulai.

Chanyeol menutup pintu mobilnya dengan hati-hati. Kedua ekor matanya menangkap Baekhyun yang langsung masuk kedalam rumah tanpa mengatakan apapun.

Chanyeol mengaruk rambutnya, bingung. "Ada apa dengannya?" Gumamnya pelan.

Tak lama ponselnya berdering. Itu Jongin yang meminta Chanyeol kembali kekampus.

"Baik baik aku akan kesana. Katakan padanya aku akan sampai dalam 30 menit." Ucapnya sebelum menutup telfon, memasukkan ponselnya kedalam kantung celananya dan berlalu mengunakan mobilnya.

Chanyeol memarkirkan mobilnya diparkiran kampusnya kemudian berjalan cepat menuju cafetaria karna Jongin dan Sehun sudah menunggu disana. Chanyeol mulai berfikir bahwa Jongin dan Sehun juga bersikap aneh hari ini. Bukan hal yang biasa seorang Kim Jongin menelfon Chanyeol dengan nada frustasi bahkan meminta Chanyeol segera bergegas kembali kekampus. Mengapa hari ini semua orang bersikap aneh?! Batiinya berteriak diiringi gelengan dikepalanya.

Tidak butuh waktu lama untuk Chanyeol menemukan kedua temannya ditempat itu mengingat dia sudah sangat hafal dengan wajah kedua teman bodohnya itu.

"Ada apa?" Tanyannya to the poin sambil meletakkan tasnya diatas meja. Melihat raut wajah Jongin Sehun, ia tau bahwa ada hal penting yang akan Jongin dan Sehun sampaikan.

"Katakan padannya." Jongin membuka suara sembari menyengol lengan Sehun.

Sehun menyesap lattenya sebelum bersuara. "Aku melihat Baekhyun tadi pagi. Digerbang. Bersama seorang pria." Sehun mengubah raut wajahnya menjadi serius dengan volume suara yang ia pelankan seakan tidak ingin orang lain mendengar pembicaraan mereka

Chanyeol menukikkan kedua alisnya namun ia memilih untuk bungkam. Ia ingin mendengarkan cerita Sehun hingga selesai.

"Bertubuh tinggi, sepertinya orang asia." Tambahnya sambil berusaha mengingat pria yang menemui Baekhyun tadi pagi.

"Lalu?" Chanyeol akhirnya membuka suara.

Sehun berdecak sebal. "Bukan itu yang penting disini. Yang penting adalah, aku melihat pria itu mencoba menyentuh Baekhyun-"

Chanyeol melebarkan kedua matanya.

"-ditangan. Dan Baekhyun terlihat ketakutan atau entahlah, aku melihat Baekhyun membentak disana."

"Bagaimana bisa kau melihat mereka?"

"Aku bersembunyi. Tadinya aku ingin memberitahumu tapi dekan sialan itu memangilku dan ketika aku kembali kekelas.." Sehun menunjuk Jongin dengan dagunya. "..dia bilang kau sudah pulang."

Chanyeol kembali membisu. Dia bahkan tidak berfikir untuk memesan minuman. Berbagai macam pertanyaan memenuhi kepalanya seperti siapa pemuda itu? Mengapa dia menemui Baekhyun dan satu-satunya hal yang menjadi dugaanya adalah -Baekhyun bersikap diam hari ini karna pria siapan itu.

"Dia bilang namanya Kris. Dia dengar Baekhyun memangilnya begitu." Kai melempar pandanganya keseluruh ruangan sebelum mendekatkan wajahnya kearah Chanyeol seolah dia tidak mau orang lain mendengar percakapan mereka. "Aku merasa dia berbahaya meskipun aku hanya mendengar ceritanya dari bocah albino ini-" Jongin melirik Sehun yang sedang mencibir kepadanya dengan kedua tangan terlipat didada. "-Aku memiliki feeling yang kuat tentang hal itu."

"Kau harus menjaga Baekhyun karna kulihat dia tidak nyaman ketika Kris itu berada didekatnya." Sehun menyesap latte terakhirnya.

Mereka kembali membisu. Larut dalam fikiran mereka masih-masih sampai sehun kembali membuka suara. "Dia terlihat rapi. Maksudku memakai setelan jas yang rapi. Kurasa dia bukan orang sembarangan." Sehun menyuarakan asumsinya.

Tiba-tiba, Jongin, berdecak dengan suaranyang cukup keras. "Seriously, Baekhyun berada dalam masalah. Aku yakin itu!" Jongin menambahkan.

"Kalian harus membantuku. Katakan padaku jika kalian melihat pria itu lagi lain kali. Dan pastikan dia tidak lagi menyentuh Baekhyun saat aku tidak ada disana. Aku akan meminta paman jung mencari informasi tentang pria itu." Ucap Chanyeol dengan intonasi yang dingin seolah memperjelas kemarahan pria bertubuh tinggi itu.

Sehun mengangukkan kepalanya. Disusul dengan Jongin. "Aku dan Jongin akan membantu."

Chanyeol kembali membisu dengan kedua matanya menatap tajam kedepan. Kedua tanganya terkepal erat diatas meja. Hanya ada 1 nama di kepalanya saat ini.

Kris.

Chanyeol bersumpah akan menghabisi pria itu jika pria itu berani menyentuh miliknya sekali lagi.

.

.

.

Baekhyun mendesah panjang ketika melihat ponselnya dan mendapati Chanyeol mengirim pesan bahwa dia akan kembali kekampus untuk suatu urusan. Pria mungil itu kembali meloloskan helaan nafasnya. Yah, setidaknya dia merasa aman dirumah. Mungkin saja Kris masih berkeliaran diarea kampusnya. Sunguh, pemikiran itu membuat Baekhyun sedikit takut hingga semua memorinya akan sosok pemuda itu seperti kembali memenuhi kepala Baekhyun.

TBC

LAMA YA UPDATENYA~ MAAPKAN SAYA T,T
MOOD SAYA LAGI UP AND DOWN MACAM LAGUNYA EXID HUAAAA T,T
TAPI MAKASIH BUAT YANG SUDAH RESPON BAIK SEJAUH INI.. JADI TERHARUUUU

SEKALI LAGI MAKASIH MAKASIH ,