3. Pertemuan pertawa
.
.
.
.
"Baekhyun Fanmeeting"
Aku membaca sebentar foto yang baru dipost beberapa saat lalu oleh Baekhyun di instagramnya. Dia mau ngadain fanmeeting buat para fans.
Senyumku semakin melebar begitu selesai membaca pengumuman singkat Baekhyun itu. Hell, tentu saja sudah pasti aku akan ikut. Selama ini baru pertama kalinya Baekhyun mau mengadakan fanmeeting seperti ini. Dan tentu saja aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
Tunggu dulu.
Tapi apa yang harus kupakai? Aduh sialan. Bajuku tak ada satupun yang menarik.
Kutaruh handphoneku di kasur sembarangan, sambil berlari kecil keluar apartemen dan menuju ke apartemen Sehun. By the way, Sehun kerja di majalah Fashion. Jadi bisa dibilang setiap hari selalu ada baju-baju baru yang keluar masuk apartemennya.
Tapi tenang saja. Dia tetap bersifat sangat manly dan tidak gemulai seperti namja namja kebanyakan yang bekerja di dunia ini.
Kugedor pintu Sehun beberapa kali dengan sedikit keras. Dia memang sedikit tuli. Mungkin dia tidak pernah membersihkan telinga. Tidak sepertiku.
"SEHUN MANUSIA MAYAT BUKA PINTUMU." Teriakku kencang.
Beberapa lama kemudian pintu Sehun terbuka menampilkan seorang Oh Sehun yang hanya memakai boxer hitam dan kaos abu-abu tanpa lengan dengan wajah bantal yang terlihat sedikit lelah. "Apa berengsek!" Ketusnya.
Senyum gigi lebarku langsung kutampilkan begitu melihat muka marahnya. "Hai sayang. Aku butuh bantuanmu."
Sehun menatapku datar. "Hisap jempol kakimu sana!" Sahutnya kemudian lalu membanting pintu apartemennya di depan wajahku.
Mataku melebar. Lalu membuka pintu Sehun dan masuk ke dalam. "Sehuniee, bantu aku memilih baju untuk bertemu istriku, jebal.."
Sehun yang sedang meneguk segelas air dan duduk di sofa, tersedak tiba-tiba membuatku mengangkat kedua alisku bingung. "Kau kenapa bisa tersedak idiot."
"Mwo? Istri?!" Jeritnya.
Aku langsung terkekeh pelan. "Maksudku Baekhyun, Sehun."
"Dia bukan istrimu."
"Akan."
"Akan tidak jadi istrimu."
"Akan tidak jadi istriku tapi jadi teman hidupku."
"Akan tidak jad-"
"-Oke cukup! Bantu aku!" Potongku malas meladeni omongan tidak penting miliknya itu.
Sehun merebahkan tubuhnya ke senderan sofa sambil mengangguk. "Apa maksudmu bertemu?"
Tubuhku langsung menegak dan dengan cepat menubruk Sehun dan duduk di sebelahnya. "Jadi Baekhyunku mau ngadain Fanmeeting seminggu lagi. Sudah dipastikan aku sebagai suaminya tentu harus ikut andil dalam acaranya bukan? Nah masalahnya, seperti yang kau dan aku ketahui sejak dulu, lemariku hanya berisi pakaian-pakaian gembel yang membuatku seperti gembel. Otomatis dirimu yang notabene sahabat baikku yang cukup bisa err.. berpakaian, harus membantuku terlihat tampan dan menakjubkan saat bertemu suamiku nanti." Kataku dengan sekali nafas saking semangatnya.
Sehun menghela nafas lalu mengangguk pasrah. Langsung kupeluk tubuhnya dan melompat kegirangan. "Gomawo Sehuniee. Aku tau Tuhan akan membalas kebaikanmu."
"Makan pantatmu sana."
.
.
.
Itu dia.
Itu DIA.
ITU DIA.
ITU DIA SIALAN BANGSAT SEKALI DIA BERDIRI DISITU MENAMPILKAN PENAMPILAN YANG SANGAT SEMPURNA DILUAR DUGAANKU SIALAN.
Baekhyunku, cintaku, pujaanku, masa depanku sekarang sedang berdiri beberapa meter dari tempatku duduk. Dia berdiri di panggung sambil melambaikan tangannya yang sangat lentik dan indah dan sepertinya enak jika kujilat dengan lid- baiklah buang pikiran mesummu saat ini Yeol.
"Kalian sehat-sehat kan?" Baekhyun bertanya sambil menampilkan senyuman 1 miliyar wattnya yang membuat tubuhku tersetrum sampai ke akar-akar rambut.
Para fans langsung menjawab "Ne" serempak. Tapi tidak denganku. Aku bukan fans biasa. Tentu saja aku menjawab, "Aku sehat sayang, kau tidak perlu khawatir."
Tanganku menopang daguku sambil memperhatikan Baekhyun di panggung yang masih berbicara entah apa aku tidak peduli. Suaranya hanya jadi yang kupedulikan sekarang. Kata-katanya tidak berarti. Aku yakin semua yang dikatakan Baekhyun itu pasti indah.
Mataku menjelajar dari ujung kepala Baekhyun. Berhenti di wajahnya sejenak. Menikmati betapa indah matanya dari jauh. Hidung mancung namun terlihat mungil miliknya, bibir tipis pink yang selalu membuatku ereksi, lalu turun ke leher yang harusnya tumbuh jakun disana.
Duh bagaimana rasanya mencium leher itu ya. Aku ingin mewarnainya. hmmm
Kembali pandanganku turun ke tubuhnya yang sedang mengenakan kemeja hitam yang ia buka 2 kancingnya. Coba dia hanya menyisakan satu kancing. hehehe.
Lalu pandanganku turun lagi ke...
Gundukan kecil di celana jins ketat Baekhyun. Lidahku bergerak menjilat bibirku saat membayangkan seperti apa dalamnya.
Dalam apa kalian tanya?
Tak usah sok polos. Kalian pasti mengerti maksudku kan, manusia-manusia mesum?
Aku penasaran sebesar apa buah favoritku itu. Kalau dipikir-pikir, gundukannya terlihat cukup kecil. Padahal Baekhyun sudah memakai celana sangat ketat agar bisa menunjukkan bentuk kakinya. Berarti buah favoritku itu kecil dong?
Jadi ingin cicip sedikit..
Apa? Kenapa kalian terus mengatakanku menjijikan? Aku tau kalian juga mau mencicipinya kan? HA! Tidak akan bisa!
Tanpa sadar karena terus memperhatikan gundukan kecil itu, aku tidak sadar bahwa sekarang acara pertama sudah selesai. Dan kulihat sudah banyak orang yang mengantri di depan untuk mendapatkan tanda tangan Baekhyun dan mengobrol sebentar dengannya. Baiklah.. waktunya bertemu istriku secara langsung.
Tubuhku berdiri tinggi menjulang diantara perempuan-perempuan dan beberapa laki-laki yang memang lebih pendek dariku.
Ini suatu kelebihan untukku tentu saja. Karena aku sudah bisa memperhatikan Baekhyun dari antrianku yang jauh, dan tidak terhalang tubuh siapapun di depanku.
Kumainkan kedua tanganku sedikit gugup. Bibirku terus kugigit dengan gemas tidak menyangka aku akan melihat cinta pertamaku sebentar lagi. Astaga. Apa tubuhku bau saat ini?
Kucium sedikit lengan kiri dan kananku. Wangi parfum mahal Sehun masih terasa, syukurlah. Rambutku masih rapi dan tidak lepek. Wajahku luar biasa tampan dan sudah siap membuat Baekhyun jatuh cinta padaku.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya datang juga giliranku.
YATUHAN. INI GILIRANKU WOY. WOY DENGARKAN AKU! INI GILIRANKU!
Kakiku melangkah perlahan ke arah Baekhyun yang duduk sambil menandatangani kertas dihadapannya. Kemudian kepalanya mendongak begitu menyadariku yang sudah ada dihadapannya.
Rambut pinknya sedikit bergoyang lembut saat ia mendongakkan kepalanya melihatku. Matanya melebar sedikit dan bisa kulihat senyuman tertarik di kedua ujung bibirnya.
"Hai.. Siapa namamu?" Sapanya.
Astaga. Aku siapa.. SIAPA AKU?! AKU SIAPA!
"Cha- Cha- Cha-"
Kening Baekhyun berkerut lucu. "namamu Cacaca?"
Bagus lagi. First Impression yang menakjubkan Park Chanyeol. Kepalaku langsung menggeleng dengan kencang. "Bu- bukan. Ak- Aku-"
Kulihat Baekhyun meletakkan pulpennya masih tersenyum lalu mengambil kedua tanganku yang sejak tadi saling bertaut tidak karuan dan meremasnya lembut.
Jangan berdiri sekarang junior besarku.
Bisa siapapun memberi aku nafas buatan sepertinya aku sudah tidak sadar. "Tenang saja. Jangan gugup seperti itu."
Kuanggukkan kepalaku perlahan. Ayo Chanyeol keluarkan jiwa harimaumu.
AUUuuuuuMMMMMM
Yup aku baru saja mengaum dalam hati.
"Aku Chanyeol. Fans nomor 1 dirimu." Sahutku kemudian berusaha menghilangkan kegugupanku.
Baekhyun tertawa kecil. Ia menulis namaku di kertas yang ia tanda tangani barusan lalu memberi tanda hati kecil di samping namaku.
Awww.
"Chanyeol.. Kau mau tanya apa padaku?" Balas Baekhyun kemudian, sambil terus menampilkan senyumnya. Ia menatap mataku langsung dengan matanya yang sangat indah itu.
"Apa aku boleh bertanya apa saja?" Tanyaku menampilkan senyumku sedikit ke Baekhyun.
Baekhyun kembali tertawa kecil. "Tentu saja. Apapun."
Bibir keringku kujilat sebentar sebelum mengeluarkan pertanyaan yang memang selalu membuatku gila.
"Baekhyun.. Berapa ukuran penismu?"
...
...
..
..
..
...
"Ap- Hah?!"
