Joonmyeon terus berlari ke tengah hutan, sangat gelap karena tidak ada penerangan apapun disana, untuk saat ini ia hanya bisa mengandalkan insting dan ingatannya. Joonmyeon berhenti sejenak untuk mengambil napas dalam dan mengistirahatkan kakinya yang mulai terasa berat dengan menyandarkan punggungnya pada batang pohon
Joonmyeon mendongak saat merasa ada sesuatu yang melintas diatas kepalanya, daun-daun berjatuhan melewati wajahnya, matanya membola saat melihat mahluk besar bersayap sudah berada tepat didepan wajahnya
"Dragon" Joonmyeon bergumam
Seseorang turun dari punggung naga itu dan langsung menghampiri Joonmyeon
"Aku sudah pernah mengatakannya, Joonmyeon" ia menatap Joonmyeon tajam "Aku tidak ingin kau menemuiku lagi"
Joonmyeon menghela napas kasar "Aku tidak bisa, Kris!" ia setengah berteriak "Aku tidak bisa"
Kris menekan pundak Joonmyeon dengan kedua lengannya
"Aku membutuhkanmu"
Kris menghela napas pelan "Joonmyeon, aku mempercayakan semuanya padamu karena aku yakin kau bisa menanganinya"
Joonmyeon menggeleng kencang "Kembali Kris, aku membutuhkanmu, semua membutuhkanmu. Perang sudah sangat dekat, aku tidak bisa melindungi jutaan nyawa sendirian" Joonmyeon membenci ini, ia benci terlihat lemah
"Kau memiliki delapan prajurit, Joonmyeon" ia menjauhkan lengannya dari pundak Joonmyeon "Mereka akan membantumu"
Joonmyeon mendengus "Baekhyun kehilangan kekuatannya, jika kau ingin tahu"
Kris tidak mengatakan apapun
"Red force mencuri orb milik Baekhyun, bahkan si brengsek itu berubah menjadi pembunuh berantai, dia juga membunuh Luhan dan itu hampir membuat Sehun hilang kendali!" Joonmyeon menarik napas yang mulai tidak teratur
"Joonmyeon aku mempercaimu, aku tidak bisa berjanji apapun padamu"
Joonmyeon menatap Kris "Kris"
Kris tersenyum "Aku memintamu untuk menemui Baekhyun bukan tanpa alasan"
"Aku tahu"
"Begitu juga dengan red force, bukan tanpa alasan ia mencuri orb Baekhyun lebih dulu"
Joonmyeon menggigit bibir bawahnya
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, sekarang pulanglah"
. .
Baekhyun menghela napas lega saat berhasil menemukan Minseok yang tengah duduk dihalaman belakang rumah, ia menghampirinya
"Hyung"
Minseok menoleh, ia tersenyum saat melihat Baekhyun berjalan menghampirinya lalu duduk disampingnya "Kenapa? Mencariku?"
Baekhyun mengangguk "Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu"
Kedua alis Minseok terangkat "Oh, tanyakan saja"
Baekhyun terlihat ragu "Aku ingin tahu hal apa saja yang terjadi sebelum aku datang dan siapa sebenarnya red force itu?"
"Akan memakan banyak waktu jika aku menceritakan semuanya"
"Tidak apa-apa, aku akan mendengarnya"
"Baiklah" Minseok mengangguk "Mungkin kau belum pernah mendengar soal Kris karena Joonmyeon meminta kami untuk tidak membahas tentangnya lagi"
Kening Baekhyun mengerut
"Awalnya Kris yang memimpin kami bukan Joonmyeon, waktu itu ia tidak ingin memulai perang, ia tidak ingin ada pertumpahan darah dan itu artinya ia harus mengaku kalah, Kris melakukannya dan sebagai gantinya ia harus mengasingkan diri, tidak ada yang tahu dimana ia tinggal selain Joonmyeon dan perang tidak pernah terjadi karena kepergiannya
Chanyeol yang paling terpukul karena keputusan Kris untuk pergi, saat itulah red force pertama kali memberitanda kalau ia akan segera menampakan dirinya, red force adalah musuh terakhir yang akan kita hadapi, ia sangat berbahaya dan kita tidak tahu hal apa yang bisa ia lakukan"
"Jika red force adalah musuh terakhir, lalu apa yang akan terjadi pada kita setelah mengalahkan red force?"
"Aku juga selalu bertanya-tanya tentang itu" Minseok tersenyum "Apa yang akan terjadi dan bagaimana kehidupanku selanjutnya, aku ingin segera mengetahuinya"
Baekhyun menatap ujung ibu jarinya
"Kau sudah menghabiskan sarapanmu?"
Baekhyun menggeleng
Minseok mengusak puncak kepala Baekhyun "Kalau begitu pergilah, aku akan segera masuk"
Baekhyun mengangguk lalu pergi menuju dapur, ia melihat Yixing yang tengah membaca koran dengan wajah serius, terbukti dengan keningnya yang mengerut tajam
Jongdae tiba-tiba datang dengan membawa map besar berwarna cokelat "Kita dalam masalah besar!" ia berseru sambil membanting map itu ke atas meja makan
Yixing menutup korannya "Aku tahu"
"Apa yang harus kita lakukan?"
Baekhyun memperhatikan keduanya
Yixing menghela napas "Kita tunggu keputusan Joonmyeon"
Baekhyun mendekat pada Jongdae, ia membuka map cokelat itu dan terkejut saat melihat kumpulan foto Kyungsoo dan Sehun yang diambil dari Cctv, ia juga melihat selembar surat panggilan resmi dari pemerintah pusat
. .
"Apa pemerintah juga termasuk musuh kita?" Chanyeol berbicara dengan nada main-main "Serius, kenapa kita mempunyai banyak musuh?"
Minseok menatapnya tajam dan Chanyeol tersenyum lebar untuk membalasnya
Joonmyeon menghela napas, ia terlihat sangat lelah "Sehun dan Kyungsoo tidak bisa pergi kemanapun karena wajah mereka sudah tersebar keseluruh bandara sebagai buruan pemerintah dan aku tidak akan meninggalkan mereka, kalian bisa mengemas barang dan pergi siang nanti untuk mencari negara yang sekiranya bisa kalian tempati sementara waktu"
Baekhyun menolak perintah Joonmyeon "Aku tidak akan pergi, aku juga akan tetap tinggal"
"Tidak Baekhyun" Joonmyeon berkata dengan tegas "Mereka sudah menginginkan kita sejak lama dan aku tidak tahu hal gila apa yang mereka rencanakan"
"Maafkan aku" Sehun bergumam
Yixing mengangkat alisnya "Kau yakin bisa menghadapi mereka seorang diri, Joonmyeon?"
Joonmyeon mengangguk pelan "Aku bisa melakukan negosiasi-"
"Dan mereka akan mendengarkanmu? Kurasa tidak" Yixing tersenyum remeh "Kau pikir kita mau meninggalkan kalian?"
"Perkiraanku mereka akan sampai kurang dari jam 8 malam" Minseok memeriksa surat panggilan itu
Jongin bangkit dari duduknya "Jangan lakukan perlawanan, kita sambut mereka dengan baik" ia tersenyum
Perkiraan Minseok tidak meleset sama sekali, tepat jam 8 malam sekumpulan mobil polisi mengepung tempat tinggal mereka
Joonmyeon membuka pintu utama dengan segaris senyum dibibirnya
Beberapa dari mereka mengarahkan pistol ke arah Joonmyeon, ia tertawa ramah "Jangan hawatir, kalian ingin bertemu Sehun dan Kyungsoo bukan?"
Sehun dan Kyungsoo keluar dari balik punggung Joonmyeon, empat personel polisi segera mendekat dan memborgol kedua tangan mereka tanpa kesulitan apapun karena mereka tidak memberontak
"Bawa aku bersama mereka, aku yang bertanggung jawab atas mereka"
"Tidak bisa, Kepala Joo hanya menginginkan dua orang ini"
Joonmyeon mengangkat salah satu lengannya dan gumpalan air muncul diatasnya "Aku juga seperti mereka, bawa aku"
Jongin tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka "Aku juga seperti mereka, kau yakin Kepala Joo mu itu tidak menginginkan ku?"
Joonmyeon tersenyum miring "Kami semua, bawa kami semua"
Satu persatu dari mereka berjalan keluar pintu utama, meski para personel polisi itu terlihat kebingungan pada akhirnya mereka membawa semua orang bersama Sehun dan Kyungsoo
Mereka tiba dikantor kepolisian pusat Korea selatan beberapa jam setelahnya, mereka dibawa menuju ruang bawah tanah dan dimasukan kedalam ruang introgasi yang berbeda, tidak ada yang mereka lakukan kecuali duduk dan menunggu seseorang untuk datang, Joonmyeon tahu kalau mereka sedang diawasi jadi ia mengirim pesan pada yang lain agar tidak melakukan apapun selain menunggu
Seseorang masuk ke ruangan Baekhyun lalu duduk dikursi kosong dihadapannya, ia tidak mengatakan apapun selama beberapa menit lalu seseorang lain masuk dengan membawa sebuah tas berwarna putih, orang itu berdiri dibelakang Baekhyun
"Namaku Lee Jisung" Baekhyun menaikan tatapannya agar bisa melihat orang yang barusan bicara "Aku salah satu petugas dikantor ini dan yang dibelakangmu adalah Park Taejoon, ia seorang dokter"
Mata Baekhyun membulat saat merasakan benda tajam menusuk lengan kirinya dan cairan memasuki peredaran darahnya, Baekhyun menoleh dan melihat Taejoon yang sudah mencabut alat suntik dari lengannya, Baekhyun merasa kepalanya berputar dan ia tidak sadarkan diri
. .
Baekhyun membuka mata, warna putih mendominasi penglihatannya dan pening dikepalanya masih belum hilang juga, ia mencoba untuk bangkit tapi tidak bisa karena kedua lengannya diikat ke sisi ranjang yang ia tiduri. Baekhyun menolehkan kepalanya dan melihat Chanyeol, Kyungsoo dan Jongdae yang masih tidak sadarkan diri
Seorang wanita menghampirinya dengan membawa sebuah nampan silver lalu meletakan benda itu ke atas meja yang tidak jauh dari tempat Baekhyun, wanita itu mengeluarkan alat suntik
"Tunggu!" Baekhyun berteriak tapi seperti tidak mendengarkannya, wanita itu tetap menyuntikan cairan ke dalam tubuh Baekhyun dan ia kembali tidak sadarkan diri
.
.
.
[Tbc]
Anggep aja ini chapter bonus yaaa heheh soalnya pendek banget
Aku minta saran dari kalian nih, sebaiknya aku update teratur (kaya satu minggu sekali atau dua minggu) atau tetap bebas kaya gini aja?
Update bareng author kece Pandananaa (Ffn&wp) , hyurien92, cactus93 (wp) jangan lupa mampir ke cerita mereka yaa
Terimakasih untuk yang mau baca, review, follow dan tambahin ff ini ke list favorite kalian ^^
