[Sweet lies up satu minggu sekali setiap hari jum'at yaaa ^^]
. .
Kyungsoo mengerjap, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya, ia menoleh dan melihat seorang wanita berpakaian perawat tengah menyuntikan sesuatu ke lengan Baekhyun. Kyungsoo kembali menutup matanya saat ia rasa wanita itu akan berbalik, benar saja karena Kyungsoo mendengar suara langkah kaki yang menjauh dan pintu yang tertutup
Kyungsoo membuka mata, ia melihat semua temannya -kecuali Minseok dan Joonmyeon- yang tidak sadarkan diri tengah berbaring diranjang dengan kedua tangan yang terikat sama sepertinya
.
"Apa-apaan ini?!" Joonmyeon berseru sambil terus menendang kubah kaca yang memenjarakannya dan Minseok
Minseok melakukan hal yang sama "Dimana yang lain?"
Joonmyeon menyerah "Aku tidak tahu!"
.
Kyungsoo tidak bisa diam saja tapi ia tidak bisa melakukan apapun, ia takut pergerakannya diawasi
Jongin perlahan membuka mata, wajah Kyungsoo yang pertama kali tertangkap penglihatannya "Hyung?"
Kyungsoo memberi isyarat pada Jongin untuk diam, ia melihat satu persatu dari mereka mulai sadar kecuali Baekhyun yang masih setia menutup matanya, Kyungsoo mulai hawatir, sebenarnya cairan apa yang mereka masukan ke dalam tubuh Baekhyun?
Pintu terbuka, beberapa wanita berpakaian perawat masuk ke dalam ruangan mereka
"Siapa kalian?" Jongdae berseru
Tidak ada satupun dari mereka yang bersuara, mereka hanya terus mengamati dan mencatat entah apa itu
Jongin tiba-tiba berbicara "Mereka tidak mendengar kita"
Kyungsoo setuju dengan apa yang Jongin katakan "Mereka bahkan tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan"
Wanita itu melepaskan tali yang mengikat lengan Kyungsoo dan yang lain tapi mereka tidak melakukannya pada Baekhyun
"Hey, lepaskan Baekhyun" Chanyeol mencoba berbicara pada mereka
Salah satu dari wanita itu menarik ranjang Baekhyun
"Kalian mau membawanya kemana?!" Chanyeol menarik lengan wanita yang ingin membawa Baekhyun tapi tepat saat ia menyentuhnya, seluruh tubuhnya terasa seperti tersengat aliran listrik
. .
Baekhyun terbangun saat merasakan kehadiran seseorang didekatnya
"Aku kira kau tidak akan sadar untuk waktu yang lama" ia tertawa
Baekhyun mendudukan dirinya disisi ranjang, ia melihat seorang pria seumuran Ayahnya sedang duduk santai dikursi goyang
"Siapa kau?" Baekhyun bertanya dengan tegas
Pria itu bangun lalu berjalan mendekat pada Baekhyun
Baekhyun menatap pria itu waspada
"Ayolah, aku tidak akan melukaimu" ia duduk disamping Baekhyun "Aku terkejut saat tahu ternyata mereka memelihara seorang manusia"
"Aku bukan manusia" Baekhyun bicara hampir berbisik
Pria itu menepuk pundak Baekhyun "Mereka berbahaya, kau tidak seharusnya berada disekitar mereka"
Baekhyun menggeleng "Mereka tidak berbahaya, kau salah, Tuan" ia menepis lengan pria itu
"Mereka hampir membunuh ratusan nyawa penduduk kota"
"Mereka tidak berniat melakukannya!" Baekhyun berseru "Sehun hanya sedang hilang kendali" suaranya mengecil diakhir kalimat
"Ya, ia hanya sedang hilang kendali" Pria itu tersenyum miring "Apa kau pernah membayangkannya, jika semua dari mereka hilang kendali, apa yang akan terjadi pada dunia ini?"
Baekhyun terdiam
"Kehancuran, nak. Dunia akan hancur" pria itu menatap Baekhyun lembut "Aku berjanji akan menyelamatkanmu jika kau berpihak pada kami"
Kami?
"Apa rencanamu?" Baekhyun bertanya hati-hati
Pria itu tersenyum "Pertama-tama, namaku Bae Jiwon" ia mengulurkan lengannya dan Baekhyun menerimanya
"Byun Baekhyun"
"Yang harus kau lakukan sekarang, tetaplah bersikap seperti biasa" Baekhyun mengangguk meski ragu
.
Pintu ruangan mereka terbuka, Baekhyun masuk ke dalam dengan segaris senyum dibibirnya, Yixing orang pertama yang menghampirinya
"Kau baik-baik saja?"
Baekhyun mengangguk "Aku baik-baik saja, hyung"
Chanyeol menangkup wajah Baekhyun "Apa yang mereka lakukan padamu?"
Baekhyun tersenyum sambil menjauhkan tangan Chanyeol dari wajahnya "Jika mereka melakukan sesuatu, aku tidak akan bisa kembali"
Sehun mendekat "Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya agar kita bisa keluar dari tempat ini"
Baekhyun menggeleng pelan "Tidak, kita harus tetap disini"
"dan tahan mereka"
"Apa maksudmu, hyung?"
"Apapun yang terjadi, kita harus tetap berada disini" Baekhyun lihat semua pasang mata menatapnya "Kalian percaya padaku 'kan?"
. .
Kyungsoo tidak tahu sudah berapa hari ia berada disini dan ia mulai merasa muak, melihat wanita-wanita itu terus masuk dan keluar ruangannya untuk hal yang tidak ia ketahui hanya menambah pening dikepalanya
Baekhyun selalu terjaga sepanjang hari, meski yang lain selalu mengingatkannya untuk tidur ia tidak pernah melakukannya, Baekhyun tidak bisa, ia tidak boleh menutup matanya
Mereka bertahan semampu mereka, tanpa makan dan minum. Sekarang mereka tahu kenapa Joonmyeon dan Minseok tidak ditempatkan bersama mereka
Siapapun orang dibalik ini semua, ia pasti sudah merencanakannya dengan sangat matang
. .
Kyungsoo mengusap wajahnya kasar "Sampai kapan kita harus bertahan?"
"Tidak lama lagi" Baekhyun berkata pelan tapi itu cukup untuk membuat Kyungsoo murka
"Berapa lama?!" Kyungsoo berteriak "Kau pikir siapa dirimu kau brengsek!" kedua tangannya mengepal, ia melangkah mendekat pada Baekhyun yang hanya berdiam diri ditempatnya
Jongin menahan Kyungsoo "Hyung, kendalikan emosimu"
Chanyeol menarik tubuh Baekhyun ke dalam pelukannya
"Emosi akan mulai menguasainya"
"Percaya padaku, kumohon percaya padaku" Baekhyun semakin menenggelamkan kepalanya didada Chanyeol
"Aku berjanji akan menyelamatkan kalian semua" Chanyeol berbisik
"Kau harus tetap tenang, tetap mainkan peranmu"
. .
Wanita-wanita itu kembali masuk ke ruangan mereka, seperti biasa, hanya untuk mengamati mereka lalu pergi
Kyungsoo tidak bisa menahan amarah didalam dirinya, ia ingin melampiaskannya tapi tidak tahu pada siapa ia harus melakukannya. Marah, Kyungsoo sangat marah pada Baekhyun, pada semua orang, pada dirinya yang hanya berdiam diri ditempat sialan ini
Chanyeol lihat benda-benda disekitarnya bergerak tidak beraturan, tidak hanya itu, bahkan tempatnya berpijakpun bergetar hebat, ia menatap Kyungsoo
"Kyungsoo!"
Chanyeol terlambat, ia tidak bisa menghentikannya
Benda-benda disekitar mereka pecah termasuk tembok dan kaca ruangan yang mereka tempati
"Karena jika emosi sudah menguasainya, tidak akan ada yang bisa menghentikannya, mereka akan menghancurkan apapun, Baekhyun"
Chanyeol menarik lengan Baekhyun, ia membawa Baekhyun lari dari sana seperti yang teman-temannya lakukan
"Yang mereka inginkan hanya kebebasan, jadi mereka pasti akan berusaha untuk melarikan diri"
Baekhyun mengikuti langkah Chanyeol, mereka terus berlari, jauh, sangat jauh tapi mereka tidak menemukan jalan keluar, yang mereka temukan hanya pintu-pintu yang sama, lorong-lorong yang sama, tempat ini tidak berujung
Baekhyun hampir terjatuh, ia tidak bisa melanjutkan langkahnya, terlalu melelahkan, tapi Baekhyun tidak boleh berhenti karena dibelakang mereka ada begitu banyak langkah kaki yang mendekat
"Bertahan Baekhyun" Chanyeol membopong tubuh Baekhyun, ia membuka salah satu pintu dihadapannya "Kita bisa beristirahat disini"
Baekhyun duduk, punggungnya ia sandarkan pada pintu "Terimakasih, Chanyeol"
Chanyeol mengangguk, ia membuat api berkobar ditelapak tangannya untuk menerangi mereka. Baekhyun mendengar langkah kaki yang sedari tadi mengikuti mereka semakin mendekat, Chanyeol memadamkan apinya saat orang-orang yang mengejar mereka berlarian melewati tempat mereka beristirahat dan kembali menyalakannya saat ia yakin mereka sudah menjauh. Baekhyun baru sadar jika api yang dibuat Chanyeol mengeluarkan cahaya yang sangat terang
.
Joonmyeon membuat pusaran air untuk mengelilingi tubuhnya dan Minseok saat ia merasakan getaran hebat, sangat hebat sampai berhasil membuat dinding kaca yang memenjarakan mereka retak
"Minseok hyung"
Minseok mengangguk mantap, ia mengangkat lengannya lalu air yang dibuat Joonmyeon seketika membeku bertepatan dengan hancurnya dinding kaca itu, Minseok membuat suhu air kembali normal dan Joonmyeon membuatnya perlahan menghilang
Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk lari, yang Joonmyeon pikirkan pertama kali adalah menemukan yang lain, mereka harus keluar bersama-bersama
.
Jongin tidak berhasil membawa Kyungsoo pergi karena Yixing menariknya menjauh saat Kyungsoo menghancukan benda-benda disekitar mereka, Jongin tidak tahu bagaimana Kyungsoo sekarang karena mereka semua terpisah
"Aku harus mencari Kyungsoo hyung" Jongin hendak berbalik tapi Yixing menahannya
"Jangan membahayakan dirimu, Kyungsoo pasti baik-baik saja"
"Ia tidak baik sama sekali, hyung!"
"Jongin, dengarkan aku"
"Aku harus menemukan Kyungsoo hyung terlebih dahulu"
"Jongin!" Yixing berteriak tepat diwajah Jongin "Berhenti menjadi keras kepala!"
Jongin mendengus "Kau yang keras kepala disini! Kau egois karena hanya memikirkan dirimu sendiri!"
Yixing terdiam sesaat, matanya bergerak liar "Kalau begitu pergilah" ia menghela napas lalu berbalik berjalan menjauh dari Jongin
Yixing mendengar Jongin memanggil namanya tapi ia sama sekali tidak menoleh
"Yixing hyung! Tolong aku!"
Langkah Yixing terhenti, ia berbalik, betapa terkejutnya ia saat melihat begitu banyak orang yang berdiri dihadapannya. Jongin sudah tertangkap, tidak, mereka sudah tertangkap
.
Jongdae dan Sehun melangkah dengan hati-hati, sejauh ini mereka sudah berhasil melewati banyak musuh dengan baik
Sehun mendengar suara gaduh disekitar mereka, ia semakin berhati-hati dalam mengambil jalan
"Aku tidak mendengar suara dari arah sini" Sehun menunjuk lorong disisi kanannya
Jongdae mengangguk "Aku juga tidak mendengarnya"
Mereka setengah berlari masuk ke dalam lorong itu, semakin jauh dan Sehun menyesal karena percaya pada insting tololnya, langkah mereka kompak berhenti saat orang-orang berseragam berdiri berbaris dihadapan mereka
.
Kyungsoo berlari dengan sisa tenaga yang ia miliki, mengejar setitik cahaya yang menjadi tujuan akhirnya, cahaya itu semakin dekat, sangat dekat. Kyungsoo memukul lututnya saat ia merasa pegas dibagian sana, ia tidak bisa menyerah sekarang
Cahaya berbondong-bondong masuk ke dalam penglihatannya saat ia berhasil mencapai luar dari tempat ini, lututnya terasa lemas, ia terjatuh, pandangannya menjadi kabur. Kyungsoo harap apa yang ia lihat terakhir kali hanya sebuah mimpi buruk, karena tidak mungkin 'kan teman-temannya tergeletak bersimpah darah dengan orang-orang bersenjata yang memukuli mereka?
.
Joonmyeon menemukan sebuah ruangan yang keadaannya sudah tidak bisa ia gambarkan lagi, semua barang-barang disana hancur berserakan
"Sepertinya Kyungsoo yang melakukan ini" Minseok berbisik tapi Joonmyeon masih bisa mendengar suaranya
"Mereka ditahan diruangan ini, aku harap mereka belum pergi terlalu jauh"
"Joonmyeon, kau-"
Kalimat Minseok tertahan, sepertinya mereka tidak akan pernah bertemu dengan yang lain
.
"Kita tidak bisa terus berdiam diri, Chanyeol" Baekhyun bangkit
Chanyeol menatap Baekhyun hawatir "Kondisimu belum membaik, tidak apa-apa bertahan sebentar lagi"
Baekhyun menggeleng "Aku mulai hawatir dengan yang lain, kita harus mencari mereka"
"Baiklah, tapi jangan paksakan dirimu"
Baekhyun mengangguk setuju
"Bagaimana jika mereka berhasil melarikan diri?"
Mereka keluar dari ruangan itu dan yang pertama kali menyapa indra penglihatan mereka adalah sekelompok orang bersenjata lengkap mengepung mereka. Chanyeol mengangkat lengannya untuk membuat api tapi itu tidak mengeluarkan apapun, kekuatannya tidak berkerja, ia panik
"Tidak akan, ruangan ini berpusat pada satu titik, jika mereka berhasil menemukan jalan keluar berarti mereka berhasil masuk dalam perangkapku"
Chanyeol dan Baekhyun tidak melakukan perlawanan apapun, bahkan saat tubuhnya dijatuhkan ditanah lapang, mereka hanya bisa menerimanya
Baekhyun mengangkat kepalanya dan disaat itu juga ia melihat teman-temannya tengah disiksa dengan sangat brutal. Itu aneh, kenapa mereka tidak menggunakan kekuatan mereka untuk melawan?
Seseorang memegang bahunya, itu Bae Jiwon, ia menarik Baekhyun untuk masuk ke dalam mobilnya dan membawa Baekhyun pergi
"Baekhyun!" Chanyeol bangkit, ia hendak mengejar Baekhyun tapi para sialan ini menahannya, ia meronta dan karena itu pipinya dihadiahi satu pukulan, disusul dengan perut dan dadanya
Chanyeol membungkuk untuk meredam nyeri disekitar perut dan dadanya, mereka tidak berhenti meski Chanyeol hampir kehilangan kesadarannya
"Apa yang akan kau lakukan setelahnya?"
"Jika kau bertanya padaku tentu saja aku ingin langsung membunuh mereka, tapi sepertinya Boss ingin bersenang-senang terlebih dahulu"
. .
Baekhyun melihat dengan takjub hunian mewah dihadapannya, ia pikir rumah Joonmyeon adalah yang paling mewah, tapi tidak, ini seratus kali lebih baik, sangat berkelas
Jiwon meminta Baekhyun untuk berjalan mengikutinya, beberapa maid menyambut mereka, Jiwon hanya tersenyum tipis sambil terus melanjutkan langkahnya, ia membuka satu pintu yang terlihat paling megah dan masuk ke dalam sana, Baekhyun lihat seseorang tengah berdiri membelakangi mereka, menikmati pemandangan halaman belakang
"Boss" Jiwon membungkuk sesaat dan Baekhyun melakukan hal yang sama
Orang itu berbalik, Baekhyun sedikit terkejut saat melihat wajahnya, ia terlihat tidak lebih tua dari Baekhyun
"Jadi dia yang kau ceritakan padaku, Paman?" ia bersuara
Jiwon mengangguk dengan sopan "Byun Baekhyun"
Baekhyun membungkuk sekali lagi
"Baekhyun sudah membantu kita, bisakah aku berkata kalau ia bagian dari kita sekarang?"
Orang itu mengamati Baekhyun "Kamar kosong ada dilantai atas"
Jiwon tersenyum dan membungkuk sekali lagi, lalu ia memberi isyarat pada Baekhyun untuk mengikutinya keluar dari ruangan itu
"Tuan Jiwon, bisa kau beritahu aku siapa orang itu"
"Namanya Huang Zitao, tidak ada yang bisa aku katakan padamu selain ia orang yang spesial"
Spesial?
. .
Zitao sudah lama bekerja sama dengan pemerintah untuk menangkap Joonmyeon, tapi ia tidak punya tuduhan apapun untuk melakukannya, jadi saat ia memiliki kesempatan ia segera melakukannya. Ruangan yang selama ini mereka tempati adalah sebuah laboraturium, DNA mereka tengah diuji dan hasilnya nihil, tidak ada yang aneh, Zitao tidak puas dengan keputusan pemerintah untuk menahan mereka dilaboraturium, ia memutar otak dan akhirnya memutuskan untuk membeli mereka
. .
Baekhyun mengusak rambutnya kasar, ia menahan diri agar tidak terlelap, Baekhyun mencari sesuatu yang bisa membuatnya terjaga dan sepertinya berjalan-jalan disekitar rumah ini tidak ada salahnya
Baekhyun berjalan santai menuruni tangga, ia menyusuri ruang tengah sambil melihat foto dan lukisan yang tersusun rapih di dinding, ia merasa aneh saat sadar kalau ada begitu banyak jam dinding yang berjejer diantara foto dan lukisan
"Boss memintaku untuk menjemput orang-orang dilaboraturium"
Baekhyun melangkah mendekat pada sumber suara yang berasal dari pintu utama, ia membuka pintu itu dan melihat dua pria yang tengah mengobrol dengan rokok yang terapit dikedua belah bibir mereka, salah satu dari mereka mencabut rokok itu dan menghembuskan kepulan asap ke udara
"Dia juga memintaku untuk berpakaian seperti seorang penakluk bom, ada-ada saja" ia menggeleng sambil tertawa kecil
Baekhyun membulatkan bibirnya, jadi mereka hanya prajurit gadungan suruhan Zitao
"Hey, apa yang kau lakukan?"
Baekhyun tersenyum lebar saat mereka akhirnya menyadari keberadaannya "Hanya mencari angin" ia memastikan jika tidak ada orang lain disini selain mereka "Sepertinya aku sudah menemukan mainanku" ia kembali tersenyum
. .
"Aku sudah mencoba untuk melakukannya, tapi aku tidak bisa" Jongin berusaha untuk meningkatkan konsentrasinya seperti apa yang biasa ia lakukan saat ingin menggunakan kekuatannya, tapi itu tidak bekerja sama sekali
Joonmyeon menatap mereka "Maafkan aku, aku masih belum bisa melindungi kalian"
"Ini bukan saatnya untuk meminta maaf!" Yixing berseru kesal
"Kekuatan kita hilang saat kita keluar dari ruangan itu, sebenarnya apa yang salah?"
"Sepertinya kalian melupakan sesuatu" Chanyeol bergumam
"Apa?"
Chanyeol membuka mulutnya tapi belum sempat ia berbicara para sialan itu sudah menarik mereka, satu persatu dari mereka dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil untuk tahanan, pintu mobil ditutup dan ia mulai melaju dengan kecepatan maksimum
Joonmyeon lihat jalanan yang mereka lalui mulai menjadi terjal, sepertinya mereka akan dibawa jauh dari kota, mungkin ke tengah hutan, ditinggalkan disana dan dibiarkan mati mengenaskan. Joonmyeon bersedia masuk neraka jika Tuhan memanggilnya sebelum ia berhasil mengalahkan red force
Mobil sedikit berguncang karena jalan yang mereka lalui berbatu, mobil itu mulai melambat dan akhirnya berhenti, mereka lihat seseorang turun dari mobil, ia berpakaian sama dengan orang-orang yang menyiksa mereka
Pintu terbuka, Joonmyeon menyatukan alisnya saat seseorang itu tidak melakukan apapun kecuali berdiri disana, ia membuka penutup wajahnya, semua orang terkejut saat melihat siapa ia
"Aku menyelamatkan kalian" Baekhyun menangis karena akhirnya ia bisa melihat teman-temannya
. .
"Apa yang akan kau lakukan setelahnya?"
"Jika kau bertanya padaku tentu saja aku ingin langsung membunuh mereka, tapi sepertinya Boss ingin bersenang-senang terlebih dahulu"
Baekhyun mengangguk, dan aku akan menyelamatkan mereka sebelum kau berhasil melakukannya
"Kau akan bergabung?"
"Ya, aku ada dipihakmu"
.
Baekhyun selalu terjaga sepanjang hari, meski yang lain selalu mengingatkannya untuk tidur ia tidak pernah melakukannya, Baekhyun tidak bisa, ia tidak boleh menutup matanya
Bahaya mengancam teman-temannya, ia tidak boleh lengah sedetikpun, kepalanya berputar memikirkan strategi apa yang akan ia lakukan untuk menyelamatkan mereka
.
"Kalian percaya padaku 'kan?"
Aku akan menyelamatkan kalian
.
"Berapa lama?!" Kyungsoo berteriak
Bagus, terus Kyungsoo
"Kau pikir siapa dirimu kau brengsek!"
Jongin menahan Kyungsoo "Hyung, kendalikan emosimu"
Jangan, jangan tahan dia Jongin
Chanyeol menarik tubuh Baekhyun ke dalam pelukannya
"Percaya padaku, kumohon percaya padaku" Biarkan Kyungsoo melukaiku, itu akan menjadi sangat mudah
"Aku berjanji akan menyelamatkanmu, kalian semua" Chanyeol berbisik
Tidak Chanyeol, biarkan aku saja, kali ini giliran aku yang melindungi kalian
.
Baekhyun tersenyum lebar saat mereka akhirnya menyadari keberadaannya "Hanya mencari angin" ia memastikan tidak ada orang lain disini selain mereka "Sepertinya aku sudah menemukan mainanku" ia kembali tersenyum
"Kau yang dibawa Tuan Jiwon, heh?" Ia menawarkan Baekhyun sebatang rokok, Baekhyun menolaknya dengan halus
"Aku harus menyelesaikannya dengan cepat" Baekhyun menarik napas dalam
"Menyelesaikan apa?"
"Ini" Baekhyun memukulnya tepat dihidung, itu cukup melumpuhkannya
"Hey!" temannya berusaha melayangkan pukulan tapi Baekhyun berhasil mengelaknya, Baekhyun bergerak cepat, ia menjambak rambutnya dan membenturkan kepalanya ke lututnya, ia meringis saat merasa lututnya seperti ditimpa batu, sakit sekali
Baekhyun melihat dua orang itu sudah tergeletak tidak sadarkan diri, ia menarik mereka menjauh dari halaman depan, mencuri pakaian salah satu dari mereka lalu kembali ke tempat awal
"Kenapa lambat sekali? Boss hampir memenggal kepalaku karena kau belum juga berangkat!" Baekhyun menahan amarahnya saat orang itu memukul kepalanya "Kemana temanmu?"
"Boss hanya menyuruhku"
"Yasudah, cepat jemput mereka!"
. .
"Baekhyun-ah"
"Kita harus segera pergi dari sini, cepat!" Baekhyun menunggu semua dari mereka turun dari mobil lalu berlari lebih jauh masuk ke dalam hutan
"Bagaimana bisa kau melakukannya?" Chanyeol menghentikan langkahnya saat ia rasa mereka sudah berlari cukup jauh
Baekhyun tersenyum "Ceritanya sangat panjang, kita harus mencari tempat untuk tinggal terlebih dahulu"
.
Seharusnya itu aku
Kau bahkan tidak memiliki kekuatan untuk melindungi dirimu sendiri
.
.
.
[Tbc]
Chapter ini menguras otak aku banget, tapi aku gatau hasilnya kaya gimana karena ga aku edit lagi 😂 , maaf untuk typo dan teman-temannya yang sekiranya mengganggu kalian
Terimakasih buat kalian yang udah mau mampir dicerita ini, love yaaaa ^^ juga buat kalian yang udah ngasih saran tentang jadwal update Sweet lies ^^
P.s Keputusan jadwal update aku ambil dari suara terbanyak dan lebih banyak dari kalian yang saranin buat up satu minggu sekali ^^
