Baekhyun bergerak tidak nyaman saat Chanyeol mengangkat kepalanya yang masih bertumpu pada lengan Chanyeol, Baekhyun menarik ujung baju pria itu saat ia kembali meletakan kepala Baekhyun, kali ini diatas tumpukan rumput

"Jangan pergi lagi" Baekhyun berbicara tegas walau ia masih diambang mimpi

Chanyeol tersenyum selagi ia menggeleng "Aku akan kembali setelah memanggil Yixing hyung"

Kedua alis Baekhyun menyatu "Kenapa memanggil Yixing hyung?"

"Matamu terus mengeluarkan air, aku takut itu akan semakin memburuk jika tidak segera di obati" Chanyeol menjauhkan lengan Baekhyun perlahan yang masih menggantung dibajunya

Kelopak mata Baekhyun bergerak "Aku sudah lebih baik"

"Jangan dulu buka matamu sebelum aku kembali" Chanyeol mengusap kening Baekhyun lalu bangkit untuk berlari mencari tempat Yixing beristirahat

Baekhyun menghela napas, matanya memang sudah lebih baik, Chanyeol hanya terlalu berlebihan menanggapi ini

Suara langkah kaki mendekat ke arahnya, Baekhyun tebak itu Chanyeol dan Yixing

"Mata Baekhyun terus mengeluarkan air"

Baekhyun tersenyum, tebakannya tidak meleset sama sekali

Yixing berlutut lalu membuka kelopak mata Baekhyun dengan jarinya, ia terlihat serius saat mengamati mata Baekhyun "Hanya iritasi, memangnya apa yang kau lakukan sampai matamu bisa seperti ini?"

"Aku tidak tahu" jawaban Baekhyun terdengar ragu

"Baekhyun mengigau semalam" Chanyeol ikut berlutut disamping Yixing "Dan tiba-tiba pandangannya menjadi kabur"

Yixing mengangguk pelan, ia menutupi mata Baekhyun dengan telapak tangannya, cahaya berwarna putih muncul dari sana lalu menghilang dengan cepat "Perlahan buka matamu"

Baekhyun menuruti perintah Yixing, ia perlahan membuka kelopak matanya, hal yang pertama kali menyapa indra penglihatannya adalah matahari yang hampir berada dipuncak. Baekhyun mendesah, lagi-lagi ia menjadi orang yang terakhir bangun

"Aku sudah bisa melihat dengan jelas" Baekhyun bangkit "Terimakasih, hyung"

Yixing tersenyum "Jika sudah benar lebih baik, kau bisa bantu Kyungsoo atau Sehun yang sedang menyiapkan makanan"

"Apa tidak apa-apa?" Chanyeol menatap Baekhyun lurus

"Tentu saja" Baekhyun mengangguk semangat

"Chanyeol" Suara Joonmyeon mengundang atensi mereka "Bisa kau temani aku berburu?"

Chanyeol bangkit "Tentu hyung"

"Kau akan pergi?" Baekhyun menyentuh jari-jari kaki Chanyeol

Chanyeol kembali berlutut "Hanya untuk berburu, Baekhyun" Ia mengusap puncak kepala Baekhyun "Aku tidak mungkin tidak kembali"

Joonmyeon sekilas melirik Yixing yang kini tengah memalingkan wajahnya

"Uh Chanyeol" suara Joonmyeon sedikit meninggi "Sebaiknya kita bergegas? Kita harus kembali sebelum matahari terbenam"

Chanyeol meninggalkan satu usapan terakhir dikepala Baekhyun dengan senyum yang tak luput dari bibirnya sebelum ia bangkit dan mengikuti langkah Joonmyeon untuk menyusuri hutan

Yixing bergumam panjang sebelum berkata "Aku, Jongdae, Jongin dan Minseok, kami berencana melatih kekuatan kami di timur, disana ada tanah lapang yang lumayan luas. Jika kau membutuhkan sesuatu datang saja"

"Baiklah" Baekhyun mengangguk pelan "Aku akan membantu Kyungsoo dan Sehun, kalau begitu"

Meski berusaha untuk menolak, Yixing tetap merasakan sesuatu menyakiti hatinya, Baekhyun terlihat berbeda saat bersama Chanyeol, ia bersinar dan Yixing tidak bodoh untuk tidak mengerti kalau Baekhyun memang menaruh perasaan lebih pada Chanyeol

Haruskah Yixing menyerah? Sekali lagi?

Yixing sudah pernah berurusan dengan hal seperti ini, tapi situasinya berbeda karena Baekhyun menyukai orang lain sedangkan Joonmyeon hanya terobsesi pada kedamaian dunia

.

Sedikit menakutkan ketika melihat beberapa sayuran sudah teriris hanya karena Sehun yang menggerakan ujung jarinya juga cara Kyungsoo mengupas kulit kacang, karena demi apapun! Kyungsoo menumbuk kacang-kacang itu dengan batu yang ukurannya bahkan lebih besar dari tubuhnya sendiri

Baekhyun mendesah dengan jari yang ia gerakan diatas tanah, menulis namanya lalu menghapusnya kembali "Aku rindu dengan kekuatanku" ia bergumam

"Baekhyun, bisa kau ambil lebih banyak kacang?" Kyungsoo menunjuk keranjang kayu disamping kaki Baekhyun, batu besar masih melayang diatas kepalanya

Baekhyun mengambil keranjang itu lalu memberikannya pada Kyungso

"Terimakasih!" Kyungsoo berseru lalu tak lama suara dentuman keras terdengar, saking kerasnya sampai membuat tanah disekitar sana bergetar

"Kau bisa menggunakan batu yang lebih kecil" Baekhyun mencebik "Lagi pula itu akan membuat kacangnya ikut hancur"

Kyungsoo menaruh batu besar itu agak jauh "Aku memang sengaja menghancurkannya" kacang-kacang itu melayang ke dalam panci yang berisi air mendidih juga sayur-sayuran yang sudah Sehun iris

Baekhyun sedikit bingung karena kacang itu sudah terpisah dengan tanah yang bisa saja menempel setelah ditumbuk dengan batu sebesar itu

Baekhyun berjengit "Apa sekarang kau juga seorang pengendali kacang?"

Pertanyaan Baekhyun membuat Sehun tersedak saat hampir menelan potongan wortel yang ia curi dari Kyungsoo

Kyungsoo merotasi matanya "Apa-apaan?!"

Baekhyun meringis "Kacang-kacang itu bergerak sendiri"

"Itu namanya telekinesis"

"Tele apa? Telesisis?" Kedua alis Baekhyun mengerut tajam, itu menandakan kalau ia tengah berpikir keras

Kyungsoo menghela napas "Telekinesis, Baekhyun"

Mereka sedikit berjengit saat mendengar tawa Sehun "Kyungsoo hyung seorang pengendali kacang? ppffttttt-"

Abaikan saja si telmi Sehun

Kyungsoo mengaduk sup buatannya sebelum kembali pada Baekhyun "Jika kau ingin, aku tahu siapa yang bisa mengajarimu"

Baekhyun memaksa dirinya untuk tertawa "Jangan membual, Soo. Kau pikir itu akan berhasil?"

"Aku tidak punya waktu untuk membual" Kyungsoo berdecih "Tidak terlalu sulit sebenarnya, kau hanya harus yakin kalau kau bisa melakukannya"

Sehun mengangguk setuju "Sebagian dari kekuatanku juga berasal dari telekinesis, Joonmyeon hyung juga"

"Tapi kita hanya bisa mengendalikan benda yang berhubungan dengan kekuatan inti kami juga pada sesuatu yang tidak melampaui batas kekuatan" Kyungsoo menambahkan

"Oh wow!" Baekhyun berseru "Aku tidak akan bisa, sebelumnya aku hanya membuat bola cahaya dan menyerang musuh dengan itu" ia terlihat putus asa

"Kau yakin tidak mau mencoba?" Kyungsoo menatapnya

Kyungsoo dan Sehun berdiri sejajar, alis mereka bergerak naik turun

Entah kenapa rasanya Baekhyun ingin sekali memukul wajah mereka "Oh ayolah, ini tidak akan berhasil!"

Mereka tidak menghiraukan erangan Baekhyun

Baekhyun mendengus, kedua tangannya terangkat ke udara "Baiklah aku akan mencobanya"

Kyungsoo dan Sehun bersorak

"Sehun, matikan apinya!" Sehun mengangguk patuh pada perintah Kyungsoo "Ikut aku ke timur!"

.

Baekhyun melihat tanah yang hanya ditumbuhi rerumputan sebatas mata kakinya terhampar begitu luas, sangat indah ditambah dengan pepohonan yang seperti sengaja ditanam disana untuk memagari tanah lapang itu

Kyungsoo masih memimpin jalan, menuntun mereka untuk lebih dekat pada Yixing dan Jongin yang tengah duduk sambil, uh- bertelanjang dada

"Kalian? Kenapa kemari?" Jongin bertanya dengan mata yang sedikit membesar

Baekhyun menunjuk Kyungsoo dengan dagunya "Kyungsoo memintaku untuk mencoba telesisis"

Kyungsoo merotasi mata "Telekinesis, Baekhyun"

Tidak jauh dari tempatnya, Baekhyun melihat Minseok yang tengah menyerang Jongdae dengan bola es, tapi saat Jongdae ingin membalas serangannya, Minseok segera membekukan lengan Jongdae

"Kau curang!" Jongdae berseru

Minseok menggeleng tak terima "Memangnya apa yang aku lakukan?"

"Baek?" Baekhyun berjengit saat mendengar suara Yixing yang tak jauh darinya

"Oh, ya?"

Yixing menuntunnya dan Kyungsoo untuk duduk melingkar dengan kedua kaki yang bersila, Sehun dan Jongin sudah pergi entah kemana

"Saat kau ingin membuat cahaya dengan kekuatanmu, apa yang pertama kali kau lakukan?" Yixing bertanya dengan tenang

Baekhyun bergumam sebelum menjawab "Aku tidak tahu, aku hanya berpikir kalau cahaya akan keluar dari kedua tanganku dan itu terjadi"

Yixing tersenyum tipis "Kau juga harus melakukannya saat ingin menggunakan telekinesis" ia beralih menatap Kyungsoo "Bagaimana denganmu, Kyungsoo?"

"Aku hanya meyakinkan diriku untuk membuat tanah disekitarku bergerak sesuai yang aku perintahkan"

Yixing menutup kedua matanya "Inti dari telekinesis ada dipikiranmu, yakin, kau harus yakin dengan kemampuanmu dan kau harus percaya kalau kau bisa melakukannya"

Baekhyun lihat Kyungsoo melakukan hal yang sama jadi ia juga ikut memejamkan mata, mencoba meresapi kalimat yang baru saja Yixing ucapkan

Baekhyun menghembuskan napas perlahan, mencoba memfokuskan pikirannya pada satu titik, entah ini nyata atau tidak Baekhyun dapat melihat pantulan dirinya sendiri yang masih memejamkan mata, duduk dihadapannya, ia juga melihat Yixing dan Kyungsoo yang tubuhnya perlahan mengeluarkan cahaya berwarna putih dan cokelat. Baekhyun lihat tubuhnya tidak mengeluarkan cahaya apapun, Baekhyun tahu kalau hal itu akan terjadi

Baekhyun berusaha bicara tapi tidak ada suara yang keluar dari tenggorokannya, Baekhyun yakin kalau ia berteriak tapi ia tidak mendengar apapun

Baekhyun lihat perlahan dari tubuhnya keluar cahaya hitam, meski tidak sebanyak milik Kyungsoo dan Yixing, Baekhyun tetap merasa takjub. Batu-batu kecil disekitar tubuhnya bergerak perlahan, berputar mengelilinginya-

Baekhyun terbatuk saat ia berhasil membuka matanya

"Wow" Kyungsoo membuka matanya "Tadi itu hanya halusinasiku saja atau apa?"

Yixing tertawa "Tidak, aku memang sengaja membuat kalian melihatnya"

Baekhyun tidak bisa berkata apapun, tadi itu sangat menakutkan "Kenapa aku mengeluarkan cahaya hitam?"

"Itu warna telekinesis, kau hampir mendapatkannya"

.

Matahari hampir terbenam, Baekhyun dan yang lain memutuskan untuk kembali ke tempat mereka beristirahat

Jongin dan Sehun tiba-tiba muncul dengan peluh yang membasahi pakaian mereka, mereka bahkan tidak bisa bernapas dengan benar

"Tadi itu keren sekali!" Jongin berseru sambil tertawa sangat kencang disela-sela tarikan napasnya yang masih berantakan "Kita berhasil melarikan diri dari sekumpulan berengsek itu!"

Sehun menggerakan kepalanya, ia mengusap rambut dan wajahnya yang basah

Yixing berdecih "Dari mana saja kalian?"

"Pemakaman Luhan dan rumah" Sehun memberikan tas yang ia bawa pada Kyungsoo "Aku dan Jongin mengambil beberapa makanan dan pakaian"

Baekhyun lihat Sehun yang membaringkan tubuhnya, sejak nama Luhan keluar dari bibirnya, ekspresi wajah Sehun seketika berubah. Rupanya Sehun masih belum bisa menerima kepergian Luhan

Selagi yang lain sibuk membongkar tas, Baekhyun berjalan menjauh dari sana, ia duduk dibawah pohon untuk menunggu Chanyeol dan Joonmyeon yang belum juga kembali sambil bersenandung

Entah dilagunya yang ke berapa, Chanyeol dan Joonmyeon muncul dengan membawa dua ekor kelinci hutan dan keranjang yang penuh buah berry

Baekhyun segera berdiri dan menghampiri mereka, ia menggendong salah satu kelinci yang Joonmyeon bawa "Kalian lama sekali!" ia berseru

"Kami tersesat karena Chanyeol tidak mendengarkanku" Joonmyeon mendengus

Chanyeol merotasi matanya "Tapi aku juga 'kan yang menemukan jalan untuk pulang?"

Baekhyun terkekeh "Yang terpenting sekarang kalian sudah kembali"

"Yahh" Joonmyeon mengangguk setuju "Dimana yang lain?"

Baekhyun menggeser sedikit tubuhnya "Disana, Sehun dan Jongin juga baru kembali"

Alis Chanyeol mengerut "Kembali?"

Baekhyun mengangguk "Mereka pergi ke pemakaman Luhan dan rumah" ia menggigit lidahnya saat sadar apa yang baru saja ia katakan

Seketika aura Joonmyeon berubah menjadi mencekam, ia berjalan ke arah Sehun dan Jongin yang tengah makan sup buatan Kyungsoo

"Apa yang kalian pikirkan?! Itu sangat berbahaya!"

Jongin tersedak mendengar teriakan Joonmyeon yang bergema, Sehun berjengit sampai supnya tumpah

Omelan Joonmyeon berlanjut, ia tidak berhenti berbicara bahkan sampai Sehun dan Jongin tidak bisa memberikan pembelaan apapun

Baekhyun dan Chanyeol terkekeh ditempatnya

"Apa itu?" Baekhyun menunjuk keranjang yang Chanyeol bawa

"Berry" Chanyeol memakan satu buah berwarna ungu ke hitaman itu "Kau mau?"

Baekhyun mengangguk, saat ia ingin mengambil satu, lengan Yixing menahannya

"Apa kau pergi ke barat?" tanya Yixing dengan nada serius

Chanyeol mengangguk sebagai jawaban

Yixing mengambil beberapa buah berry itu, ia menggenggamnya dan tak lama berry tadi berubah menjadi butiran debu

"Berry ini beracun" ia menunjukan telapak tangannya yang penuh debu "Aku dan Jongin juga melihat ini saat kami pergi barat, seekor rusa langsung mati setelah memakannya"

"Tapi Chanyeol baru saja memakannya" Baekhyun berucap hawatir

Yixing menatap Chanyeol, ia heran saat pria itu tidak menunjukan tanda keracunan atau apapun, atau mungkin racunnya hanya bereaksi pada hewan? Tapi Yixing yakin racun itu sangat berbahaya, jika memang tidak mematikan untuk manusia setidaknya siapapun yang memakan itu akan merasa mual atau sakit perut

"Aku akan membuat ramuan untuk mencegah reaksi dari racun itu"

Kecuali

Jika Chanyeol adalah orang yang menciptakan racun itu

.

Malam semakin larut, mereka duduk melingkari api unggun. Joonmyeon tengah menemani Minseok minum soju yang tadi dibawa Jongin, ingatkan aku siapa yang tadi mengomeli bocah itu habis-habisan?

Baekhyun tengah bermain bersama kelinci dengan Kyungsoo yang menatapnya sambil berpikir bagaimana ia bisa memisahkan mereka karena besok kelinci-kelinci itu akan ia masak

Yixing memberikan segelas air pada Chanyeol "Minum ini, untuk menghambat racun dari buah itu"

Chanyeol menerimanya lalu meminum itu sampai habis "Terimakasih, hyung"

"Apa kau pernah pergi ke tempat kau mengambil buah itu sebelumnya?"

Chanyeol menggeleng pelan "Aku tidak pernah pergi sejauh itu" ia mengalihkan wajahnya

Yixing beranjak, ia menghampiri Joonmyeon yang masih setia menenggak soju seorang diri karena Minseok sudah tertidur disampingnya

Yixing merebut kaleng soju yang sudah menggantung dibibir Joonmyeon "Jangan terlalu banyak minum"

Joonmyeon berdecih "Aku baru minum dua kaleng" ia cegukan "Aku tidak akan mabuk secepat itu"

"Bisa kau ikut aku? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan"

"Aku juga ingin bicara denganmu" ia kembali cegukan "Aku melihat wajahmu di api unggun itu!" Joonmyeon tertawa sangat kencang

Yixing mendesah, bicara pada Joonmyeon yang mabuk tidak akan menyelesaikan masalahnya, ia hendak berbalik tapi lengan Joonmyeon menahannya

"Bisakah kau temani aku dulu?" Joonmyeon menarik Yixing sampai ia terjatuh dipangkuannya

Yixing lihat semua pasang mata menatap mereka, ia berdehem lalu bangkit dari pangkuan Joonmyeon dengan canggung "Aku antar kau ke tempat istirahatmu"

Yixing memapah tubuh Joonmyeon dipundaknya

"Aku tidak pernah merasa setakut ini" Joonmyeon kembali meracau "Bisakah kalian menghadapi perang tanpa aku?" ia tertawa "Rasanya aku ingin mengasingkan diriku saja bersama Kris"

"Jangan bercanda!" Yixing mendesis

"Aku dengar perang akan dimulai saat gerhana matahari" Jongdae tiba-tiba bersuara saat ke dua hyungnya tak lagi tertangkap indra penglihatan "Aku tidak sengaja mendengar obrolan Joonmyeon dan Yixing hyung, waktu itu"

Jongdae ingat bagaimana ia sangat ketakutan karena sudah lancang menguping pembicaraan mereka, salahkan saja mereka yang tiba-tiba masuk dan mengunci pintu perpustakaan saat Jongdae tidak sengaja tertidur disana

"Itulah mengapa Yixing hyung selalu meminta kita untuk melatih kekuatan" Jongin mengangguk mengerti

Kyungsoo mendesah "Aku selalu berpikir kenapa Red force menjadikan kita musuhnya?"

"Karena tugas kita untuk membunuhnya 'kan? Aku juga akan mengincar orang-orang yang berniat membunuhku" pendapat Sehun tidak membantu sama sekali

"Ia tidak benar-benar mengincar kalian" ucapan Chanyeol mengundang atensi mereka "Sebenarnya Red force memiliki musuh yang lebih berbahaya untuk dihadapi, kalian terlibat hanya karena orang yang ditakdirkan membunuhnya ada bersama kalian"

Baekhyun mendongakan kepalanya setelah sepanjang waktu ia tundukan "Zitao?"

Chanyeol menggidikan bahunya "Mungkin"

Mata Baekhyun menyipit

"Siapa Zitao?" Jongdae bertanya

Baekhyun menatapnya "Dia orang yang juga terlibat dalam penyekapan kita beberapa waktu lalu, aku tidak bisa menjelaskannya tapi ia sangat berbahaya karena kekuatannya tidak terkalahkan"

"Zitao itu juga memiliki kekuatan?" Rupanya Jongdae belum puas dengan satu pertanyaan

Baekhyun mengangguk "Time controler, Zitao membawanya sejak ia dilahirkan"

"Time controler?" Mata dan bibir Kyungsoo membulat "Sekarang aku tahu kenapa kekuatan kita tidak berfungsi waktu itu-"

"Zitao memutar waktunya, Zitao memutar waktu saat dimana kita belum memiliki kekuatan?" Chanyeol memotong kalimat Kyungsoo

Kyungsoo mengangguk cepat "Itu juga yang aku pikirkan"

"Ini semakin rumit!" Jongin mengerang

"Sudah waktunya kita benar-benar serius, kita tidak memiliki banyak waktu"

. .

Kyungsoo dan Baekhyun kembali ke tanah lapang, kali ini untuk mencoba sejauh apa Baekhyun menerima ajaran dari Yixing

"Aku ingin kau buat batu itu bergerak" Kyungsoo menunjuk batu besar yang kemarin Yixing dan Jongin jadikan untuk tempat mereka duduk

Baekhyun menganga "Apa? Jangan bercanda, soo!" ia terkekeh

Kyungsoo tetap menjatuhkan pilihannya pada batu itu "Aku ingin kau buat batu itu bergerak, Baekhyun!"

"Kau pikir aku bisa melakukannya?"

"Kau bisa"

"Aku tidak!"

"Percaya pada dirimu, ingat?"

"Tapi aku tidak bisa" Baekhyun menunduk

"Kau bisa, Baek! Kau bisa!"

Baekhyun menatap Kyungsoo tajam "Aku tahu aku tidak memiliki kekuatan, tapi kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini!"

Kyungsoo lihat batu dibelakang Baekhyun perlahan bergerak, ia tersenyum "Kau lemah, maka dari itu aku memintamu untuk mempelajari ini"

Kedua tangan Baekhyun terkepal disisi tubuhnya "Aku tidak lemah"

"Buktikan ucapanmu!"

Baekhyun tidak tahu bagaimana ia bisa melakukannya, tapi batu yang ditunjuk Kyungsoo tadi baru saja melayang diatas kepalanya, hampir menimpa Kyungsoo jika saja ia tidak segera membelah batu itu dengan tangannya

Baekhyun jatuh dengan lutut yang menumpu tubuhnya, Kyungsoo ikut berlutut lalu memeluk Baekhyun

"Kau berhasil! Kau tidak lemah, Baekhyun" Kyungsoo berbisik

Baekhyun masih mengatur napasnya saat ia berkata "Aku bisa melakukannya" berulang kali

.

.

.

[Tbc]

Salah satu reader ada yang nanya kenapa Luhan mati? Karena kematian Luhan bisa membawa mereka pada Zitao /ttsaahh

Kunci apa yang Chanyeol maksud? Kunci untuk bertemu Zitao, jadi Luhan itu perantara, kekacauan yang Kyungsoo dan Sehun lakuin juga

Hello, ketemu lagi kita ahahaha. Jangan bosen-bosen sama Sweet lies ok?

Terimakasih untuk reader yang udah review, dan tambahin Sweet lies ke list favorite dan follow. Love yaa ^^