Entah apa yang membawa Chanyeol kembali ke sana, mungkin karena pikirannya yang sangat kacau atau memang karena ia menginginkannya. Chanyeol lihat ada garis yang mengelilingi danau berwarna hitam pekat itu, bercahaya sangat terang. Jadi Yixing benar-benar kemari rupanya

Cahaya dari garis itu menghilang ketika Chanyeol menginjaknya, ia harus lebih berhati-hati mulai dari sekarang. Chanyeol menghela napas panjang ketika ia melangkah semakin dekat, membaringkan tubuhnya begitu saja diatas sana, ia memejamkan mata dengan tubuh yang perlahan bergerak sampai benar-benar berada ditengah danau

Segala sesuatu yang berputar dipikarannya hanya berpusat pada Baekhyun dan Chanyeol tidak tahu bagaimana cara menghentikannya, kenapa itu terjadi dan apa yang harus ia lakukan. Chanyeol tidak tahu

Chanyeol perlahan membuka mata, saat merasa sesuatu melintas diatas sana, saat sadar apa itu, ia tersenyum

Matanya kembali terpejam dengan setetes air yang mengalir melewati pipinya

"Kris"

. .

Baekhyun sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk bangun lebih awal dan berhasil meski ia masih kalah cepat dari Jongdae

"Selamat pagi" Baekhyun berjalan mendekat pada Jongdae yang duduk didekat perapian, tubuhnya menggigil

Jongdae bergidik "Oh, ya, hello Baek"

Baekhyun meringis menahan tawa karena Jongdae terlihat sangat lucu, ia membuka baju hangat miliknya dan menyampirkan itu dipundak Jongdae "Ulah Minseok hyung?"

"Ya!" Jongdae mengeratkan baju Baekhyun ditubuhnya "Minseok hyung hampir membekukanku, aku tidak akan menolongnya lagi saat ia tengah mabuk!"

Baekhyun terkekeh pelan

"Kalian sudah bangun?" suara Chanyeol dibelakang mereka menarik perhatian

Baekhyun dengan cepat menoleh lalu tersenyum "Kau baik-baik saja?"

"Aku baik" kedua alis Chanyeol terangkat "Kenapa bertanya seperti itu?"

Baekhyun menggidikan bahu "Aku hawatir dengan racunnya"

Jongdae berdehem kencang "Kenapa jadi lebih dingin disini?" ia semakin memeluk tubuhnya sendiri

"Kita harus segera pergi!"

Semua orang berjengit kaget ketika Jongin tiba-tiba muncul diantara mereka

"Apa? Kenapa?" Jongdae bertanya panik

Mata Jongin bergerak liar "Orang-orang itu hampir sampai! Tidak ada waktu! Kita harus bergerak cepat!"

Jongin menggenggam tangan mereka sekaligus lalu membawa mereka pergi, sangat cepat, tidak ada yang tahu kemana Jongin membawa mereka

"Tunggu disana, aku akan kembali"

Jongin memberi aba-aba setelah meninggalkan mereka ditempat asing, sepertinya masih disekitar hutan, sebelum ia kembali menghilang

Jongdae merapatkan tubuhnya di antara Baekhyun dan Chanyeol "Bagaimana dengan yang lain?"

"Aku- aku akan mencari mereka" Baekhyun berkata sangat gegabah

Chanyeol menahan lengannya "Jongin meminta kita untuk menunggu disini, jangan lakukan hal bodoh apapun yang bisa membahayakan dirimu"

Baekhyun mengangguk ragu lalu menggenggam lengan Chanyeol, ia takut

.

Seperti yang Jongin minta, mereka menunggu, Jongdae dan Chanyeol terus mencoba mencaritahu apa yang terjadi lewat telepati mereka, tapi tidak berhasil, tidak ada jawaban bahkan sampai matahari hampir terbenam

"Bisakah salah satu dari kita pergi?" Chanyeol bertanya

Jongdae menggeleng pelan "Kita tidak tahu orang-orang seperti apa yang Jongin maksud, jika salah satu dari kita pergi dan mereka berhasil menemukan tempat ini, aku tidak menjamin bisa mengalahkan mereka"

"Itu Sehun dan Kyungsoo!" Baekhyun bangkit, lalu berlari ke arah mereka "Apa yang terjadi?"

Belum sempat mereka menjawab, Kyungsoo tiba-tiba terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri, dengan cepat Jongdae membopongnya untuk duduk bersandar dibawah pohon

Sehun menopang kepalanya dipundak Baekhyun "Zitao-"

Mata Baekhyun membulat "Zitao?" ia mengangkat kepala anak itu untuk melihat wajahnya yang mengeluarkan darah segar dibeberapa bagian "Dimana yang lain?"

"Mereka hampir sampai" Napas Sehun tersenggal saat mengatakannya

Chanyeol perlahan menjauhkan Sehun dari Baekhyun, lalu membopong tubuhnya untuk duduk disamping Kyungsoo

Tidak lama Jongin dan Joonmyeon tiba, disusul Yixing yang menggendong Minseok, sepertinya ia juga tidak sadarkan diri

Yixing dengan perlahan menurunkan Minseok dari punggungnya, ia segera mengobati Minseok dengan sisa kekuatan yang ia miliki

Joonmyeon menaruh tas punggung yang ia bawa "Aku hanya berhasil menyelamatkan ini, maafkan aku"

Joonmyeon, untuk yang kesekian kalinya merasa gagal menjadi pemimpin mereka dan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi

Jongdae menyampirkan baju hangat milik Baekhyun dipundak Joonmyeon "Kau tidak perlu meminta maaf, hyung"

Yixing berpindah tempat, kali ini ia sungguh mengerahkan segalanya untuk membuat Kyungsoo merasa lebih baik, cahaya yang keluar dari lengan Yixing bahkan meredup dan matanya beberapa kali hampir tertutup jika saja Jongin tidak menepuk pundaknya

"Harusnya aku sudah memprediksi ini akan terjadi, harusnya aku lebih bekerja keras untuk mempersiapkan diriku, seharusnya aku-"

"Hyung!" Baekhyun berseru "Berhenti menyalahkan dirimu, setidaknya kita semua disini"

"Apa kau tidak lelah membuat dirimu terlihat lemah dihadapan kami?" Yixing berdesis "Berhentilah, aku tahu kau membencinya"

Joonmyeon menatap Yixing tajam "Jangan berkata seolah-olah kau tahu segalanya"

Sebelum Yixing membalas perkataan Joonmyeon, Chanyeol sudah menengahi mereka

"Tidak, aku tahu kalian sangat lelah. Beristirahatlah, itu lebih baik dari pada berdebat untuk sesuatu yang tidak menguntungkan" Chanyeol menarik Yixing menjauh dari Joonmyeon

Baekhyun perlahan menarik kepala Joonmyeon untuk bersandar dipundaknya "Aku punya kekuatan, hyung hanya perlu terus berada didekatku agar bisa merasakannya"

Lengan Joonmyeon melingkari pinggang Baekhyun, menarik tubuhnya lebih dekat "Terimakasih"

.

Mereka masing-masing membuat tempat untuk beristirahat, beralaskan daun dan rerumputan yang mereka kumpulkan. Menahan lapar dengan meminum air dan sisa soju yang berhasil Joonmyeon bawa didalam tas

.

Baekhyun berjalan tanpa mengganggu yang lain dengan sekaleng soju yang ia bawa menuju sisi bukit, hamparan pepohonan menyapa indra penglihatanya, meski sudah sangat gelap ia tahu kalau disana sangat indah

Baekhyun menenggak habis soju itu lalu membuang kalengnya asal

Pikirannya melayang, tiba-tiba ia merindukan orangtuanya, sedang apa mereka?

Baekhyun menahan napas ketika sepasang lengan memeluknya dari belakang

"Kenapa kau pergi sendiri?" suara Chanyeol terdengar lebih berat dari biasanya dan entah kenapa Baekhyun menyukai itu

Baekhyun tersenyum tipis, memundurkan kepalanya agar bersandar di dada Chanyeol "Hanya ingin"

Baekhyun berjengit saat bibir Chanyeol mendarat diperpotongan lehernya "Ada sesuatu yang kau pikirkan?"

Baekhyun bersenandung pelan sebelum menjawab "Yah, beberapa"

Chanyeol melepaskan pelukannya untuk memutar tubuh Baekhyun menghadapnya "Apa yang kau pikirkan?" kali ini ia meletakan kedua lengannya dipinggang Baekhyun

Katakan jika ini karena Baekhyun mabuk, sehingga sekujur tubuhnya terasa panas hanya karena sentuhan pria yang kini tengah menatapnya dalam "Jadi siapa yang harus aku musnahkan terlebih dahulu, Zitao atau Red force?"

Chanyeol tersenyum, semakin merapatkan tubuhnya pada Baekhyun yang sumpah demi apapun sudah kehilangan akalnya "Berjanjilah padaku"

Baekhyun tidak akan menyentuh minuman sialan itu lagi!

Baekhyun rasa tenggorokannya sangat kering "Apa?"

Lengan Chanyeol bergerak naik untuk mengusap pipinya "Aku ingin kau penuhi satu permintaanku"

Mata Baekhyun terpejam, menikmati setiap sentuhan yang Chanyeol lakukan di pipinya "Apa yang kau inginkan?"

Chanyeol mendaratkan satu kecupan dipipi Baekhyun "Aku akan memintanya saat aku membutuhkan itu" ia berbisik

Baekhyun menggenggam lengan Chanyeol yang masih menggantung dipipinya, ia membuka mata, menatap mata ke abuan pria itu yang semakin terlihat indah "Apa aku juga boleh meminta sesuatu darimu?"

Chanyeol mengangguk pelan "Tentu"

Mata Baekhyun semakin liar mencari sesuatu di iris Chanyeol yang terlihat tenang "Cium aku"

Baekhyun tidak berpikir atas apa yang ia ucapkan, sungguh dan ia sudah sangat siap dengan penolakan yang akan ia terima

Tapi..

Chanyeol malah mendekatkan wajahnya ke telinga Baekhyun "Permintaan diterima" ia berbisik, meninggalkan satu kecupan disana sebelum bibirnya turun menyusuri leher dan naik ke dagunya

Baekhyun menggigit bibirnya untuk menahan suara apapun yang bisa lolos dari sana, matanya kembali terpejam erat

Chanyeol kembali mencium pipi Baekhyun sebelum berakhir dikedua belah bibirnya, melumat itu lembut. Baekhyun melenguh saat bibir Chanyeol mulai bergerak lebih dalam dan lebih menuntut dan ia tidak bisa menahan suara yang tersenggal ditenggorokannya saat Chanyeol menggigit bibir bawahnya

Lengan Baekhyun naik ke pundak Chanyeol dan menarik kepala pria itu agar ciuman mereka semakin dalam, Chanyeol memindahakan lengannya ke punggung Baekhyun lalu mengangkat tubuhnya, Baekhyun tersentak dan itu membuat pagutan mereka terlepas

Chanyeol membawa Baekhyun untuk bersandar disalah satu pohon dan kembali menghujani bibir Baekhyun dengan lumatan yang semakin panas, kakinya menapak tanah tapi Baekhyun merasa melayang karena ulah Chanyeol pada bibirnya, lengannya kembali meraih belakang kepala Chanyeol, meremas anak rambut pria itu dengan putus asa

Soju membuatnya mabuk dan bibir Chanyeol membuat itu semakin buruk

Chanyeol perlahan melepaskan bibirnya, menatap Baekhyun yang tengah mengatur napas, meski gelap ia masih bisa melihat wajah Baekhyun yang memerah dengan jelas, ia meraih pergelangan tangan Baekhyun dan menggigitnya sampai mengeluarkan darah

Baekhyun mendesisi karena rasa perih dilengannya, Chanyeol mengusap darah yang keluar dari sana dengan ibu jarinya lalu mengusapkan itu ke belakang telinga Baekhyun dan telinganya

Mata Baekhyun membulat saat sadar dengan apa yang baru saja Chanyeol lakukan

"Jangan ingkari janjimu, heum?" Chanyeol kembali mencium bibir Baekhyun sekilas

Dan Baekhyun tidak bisa melakukan apapun kecuali mengangguk

Chanyeol tersenyum sambil menarik pergelangan tangan Baekhyun untuk merendah, membuat Baekhyun merebahkan diri dengan kepala di atas pahanya. Baekhyun menekan dadanya yang masih bergemuruh tidak wajar

Chanyeol mengusap kepalanya pelan "Bisakah kita terjaga sepanjang malam?"

Baekhyun bergumam panjang "Apa kau tidak ingin tidur?"

Chanyeol menggeleng pelan, senyumnya mengembang "Siapa yang tahu kalau malam ini adalah malam terakhir kita menghabiskan waktu bersama?"

Baekhyun memutar kepalanya untuk menatap Chanyeol "Jangan berkata seperti itu"

"Aku selalu memikirkannya"

"Memikirkan apa?"

"Sesuatu yang menakutkan akan terjadi esok hari"

Baekhyun menghela napas "Tidak akan terjadi apapun besok, lusa dan seterusnya. Tidak akan ada hal menakutkan apapun"

Chanyeol menggenggam lengan Baekhyun, melihat luka gigitan yang tadi ia buat lalu mengecupnya "Jangan tinggalkan aku" meski kau sudah tahu kebenarannya

"Aku malah berpikir kau yang akan meninggalakanku"

Mereka tertawa

"Ah!" Baekhyun tiba-tiba bangkit "Kau ingat saat pertama kali aku datang? Aku menganggap kalian semua musuhku"

Chanyeol mengangguk cepat "Kyungsoo bahkan menyerah untuk membujukmu dan Jongin sangat takut padamu" ia terkekeh

Baekhyun tersenyum antusias "Aku sangat takut saat tidak melihat bayangan diriku di cermin sedangkan kalian masih terlihat disana-"

"Lalu aku datang dan menutupi matamu-"

"-Dan untuk pertama kalianya aku bisa menerima salah satu dari kalian didekatku" Baekhyun menatap lurus mata Chanyeol "Terimakasih"

Chanyeol mengusap puncak kepala Baekhyun "Kau ingat saat Joonmyeon hyung sangat marah karena aku memecahkan vas berharganya? Ia hampir menenggelamkanku di sungai Han, demi tuhan!"

Baekhyun terkekeh mendengarnya, mereka tanpa sadar menceritakan banyak kisah dimasa lalu sampai matahari mulai terbit

. .

"Dari mana saja kalian?" Joonmyeon melayangkan pertanyaannya pada Baekhyun dan Chanyeol yang baru saja tiba

"Kami... Mencari udara segar" jawaban Baekhyun terdengar meragukan

"Apa itu dilenganmu?" Yixing tiba-tiba muncul dan menarik pergelangan tangan Baekhyun, kedua alisnya terangkat saat melihat luka gigitan disana "Jangan katakan kalau-"

"Itu hanya untuk memastikan agar Baekhyun mau menepati janjinya" Chanyeol menarik lengan Baekhyun lembut

Joonmyeon mendekat "Aku tidak tahu janji apa yang kalian maksud, tapi aku harap itu tidak merugikan siapapun dan Baekhyun bisa menepatinya"

"Jangan melakukan itu lagi, kau tahu 'kan apa konsekuensi dari janji darah ini?" Yixing bertanya serius

Chanyeol mengangguk santai "Siapapun akan dianggap sebagai pendosa jika melanggarnya"

"Jangan main-main" Yixing memperingati "Baekhyun, setelah ini temui aku" ia pergi dari sana

Chanyeol meraih pisau kecil dilengan Joonmyeon "Aku akan mencari sumber air"

"Hati-hati" Baekhyun berkata pelan, Chanyeol sekilas mengangguk sebelum pergi menjauh

"Kita tidak punya apapun untuk dimakan, Jongdae dan Jongin baru saja pergi berburu. Sebaiknya kau temui saja Yixing" Joonmyeon berkata halus

"Baik, hyung" Baekhyun memutar langkah, berjalan mendekat pada Yixing yang tengah mengumpulkan beberapa ranting kering "Yixing hyung"

Lengan Yixing berhenti sejenak saat namanya dipanggil, ia menoleh, tersenyum tipis "Bantu aku mengumpulkan ini"

Baekhyun mengerjap bingung tapi akhirnya ia ikut mengambil ranting-ranting yang berserakan didekat kakinya

"Kau tahu? Seseorang yang terlihat buruk belum tentu ia musuhmu, begitu juga sebaliknya, seseorang yang terlihat baik belum tentu ia temanmu"

Baekhyun berkata pelan "Ya, aku tahu"

Yixing berlutut, mengikat ranting-ranting yang ia kumpulkan dengam seutas tali "Aku tidak melarangmu untuk dekat dengan siapapun sungguh, tapi aku harap kau bisa sedikit menjaga jarak dari Chanyeol"

Alis Baekhyun mengerut "Apa maksudmu, hyung?"

Yixing kembali berdiri, memandang Baekhyun yang menatapnya minta penjelasan "Ada sesuatu yang aneh dari Chanyeol-"

"Chanyeol tidak aneh sama sekali"

Yixing menggantungkan lengannya dipundak Baekhyun "Baekhyun, dengarkan aku kali ini"

"Aku akan mendengarkanmu, apapun, kecuali menjauhi Chanyeol!"

"Baek-"

"Hyung, kau dan Chanyeol sudah mengenal bahkan jauh sebelum aku datang, aku tidak tahu kenapa kau mengatakan hal seperti ini" Baekhyun merasa sangat marah, ia meletakan kembali ranting yang ia dapat lalu pergi dari sana. Tidak mau mendengar apapun yang keluar dari mulut Yixing

Yixing hanya bisa memandang punggung Baekhyun yang semakin menjauh

.

Kyungsoo tersentak saat ia rasa sesuatu menimpa perutnya, ia membuka mata, mendengus pada Baekhyun yang seenak jidat menjadikan perutnya sebagai bantalan kepala

"Bisakah kau menyingkir?" Kyungsoo menarik rambut Baekhyun agar ia menjauhkan kepalanya dari sana

Baekhyun mengaduh "Kenapa tidak sekalian saja tendang kepalaku?"

"Itu ide yang bagus"

Baekhyun segera menjauh ketika kaki Kyungsoo terangkat, bersiap menendang kepalanya

Kyungsoo terkekeh saat melihat raut ketakutan diwajah Baekhyun "Aku pasti tidur terlalu lama"

Baekhyun mengangguk "Sangat lama. Tadinya aku ingin menciummu agar kau bangun, seperti cerita dongeng"

"Kemudian aku akan mematahkan lehermu"

Baekhyun mengerucutkan bibirnya "Jahat sekali"

Kyungsoo berdecih "Ada apa?"

Baekhyun meringis "Ajari aku lagi, telekinesis"

Sebelah alis Kyungsoo terangkat "Aku belum pulih sepenuhnya, jadi hanya bisa memperhatikanmu"

"Baiklah"

"Joonmyeon hyung mungkin bisa membantu" Kyungsoo memberi ide

"Sepertinya ia sedang tidak melakukan apapun, kuharap ia mau mengajariku" Baekhyun mengulurkan lengannya "Ayo"

Kyungsoo meraih lengan Baekhyun, ia menolak ketika Baekhyun sudah siap untuk meletakan lengannya dipundak "Aku bisa, Baekhyun"

"Tapi kau bilang, kau belum pulih sepenuhnya" ia cemberut "Aku akan merasa sangat bersalah jika kesehatanmu semakin memburuk karena aku"

Kyungsoo merotasi matanya, lengannya ia taruh dipundak Baekhyun "Baiklah, ayo"

Baekhyun tersenyum lebar, mereka perlahan melangkah mencari Joonmyeon yang ternyata belum berpindah tempat dari pertama Baekhyun melihatnya

"Joonmyeon hyung, kau sibuk?" Baekhyun bertanya lembut

Joonmyeon menggeleng "Tidak, aku hanya menunggu Jongin dan Jongdae"

Baekhyun tersenyum "Ajari aku telekinesis"

Mata Joonmyeon membulat "Telekinesis?"

"Baekhyun sudah bisa memindahkan beberapa benda" Kyungsoo berusara

"Aahh" Joonmyeon mengangguk paham "Baiklah"

Baekhyun dan Kyungsoo duduk dihadapan Joonmyeon

Joonmyeon tiba-tiba tertawa tanpa alasan "Aku tidak tahu bagaimana cara mengajari seseorang"

Kyungsoo menatapnya datar

Sedangkan Baekhyun ikut tertawa meski terdengar sedikit dipaksakan

Joonmyeon mengusap ujung matanya yang berair "Apa yang ingin kau pelajari?"

"Bagaimana dengan mengendalikan seseorang?" Kyungsoo memberi saran

Wajah Baekhyun berseri "Mengendalikan seseorang?" ia terlihat sangat antusias

Ke dua mata Joonmyeon membulat "Itu, aku juga belum terlalu menguasainya"

"Tapi kau bisa, hyung" Kyungsoo menekan

Joonmyeon terlihat menimang sebelum akhirnya mengangguk, terlihat sedikit ragu "Aku menguasai air, didalam tubuh manusia juga terdapat elemen air. Fokus dan pikirkan apa yang ingin kau lakukan pada targetmu" ia mengangkat kedua lengannya, mengarahkan itu pada Baekhyun yang masih terlihat sangat bersemangat

Kening Joonmyeon mengerut saat Baekhyun tidak memberikan reaksi apapun, ia mendesah "Sudak kubilang ini tidak akan berhasil"

"Eum, hyung" Baekhyun berbisik "Apa kau lupa kalau aku ini arwah dan aku meninggal karena kekurangan darah? Aku yakin air yang kau maksud itu darah"

Mata Kyungsoo membulat "Aku hampir lupa dengan fakta itu"

Joonmyeon meringis, ia menatap Baekhyun, merasa bersalah "Aku tidak bermaksud melakukannya"

Baekhyun tersenyum tipis "Tidak apa, hyung"

Joonmyeon kembali mengangkat lengannya, tapi kali ini ia arahkan pada Kyungsoo

"Apa? Hei-" Kyungsoo ingin protes tapi kedua bibirnya mendadak kaku, tubuhnya menegang seiring dengan lengan Joonmyeon yang bergerak perlahan

Joonmyeon menekan jari-jarinya ke bawah dan itu membuat Kyungsoo merunduk, Baekhyun yang melihat itu terserang panik, ia berteriak

"Hyung! Berhenti!"

Joonmyeon membuang napas perlahan, ia menurunkan lengannya dan Kyungsoo kembali duduk dengan tegap

"Sakit sekali" Kyungsoo mendesis "Kau hampir membunuhku"

"Maafkan aku, sudah lama sekali aku tidak melakukannya"

"Aku tidak yakin apa aku bisa melakukannya?" Baekhyun bergumam

"Kau tidak akan tahu jika tidak mencobanya"

Baekhyun menghela napas perlahan, ia menatap Joonmyeon penuh konsentrasi, mencoba memberi perintah pada Joonmyeon dengan pikiran dan tatapan matanya. Baekhyun terus mencoba tapi Joonmyeon tetap tidak bergerak sesuai perintahnya

Baekhyun mendesah kecewa "Aku tidak bisa"

Joonmyeon tersenyum tipis "Tidak apa-apa, memang butuh waktu lama untuk mempelajarinya"

"Kau pasti bisa jika kau berusaha, kami akan membantumu" Kyungsoo menepuk pundak Baekhyun

Baekhyun berbisik "Terimakasih"

.

Chanyeol terbatuk saat asap dari api yang ia buat masuk ke indra penciumannya, Jongin yang sibuk memanggang daging kelinci disamping Chanyeol terkekeh

Kyungsoo mendekat pada mereka dengan lengan yang membawa dua kaleng soju "Ini kaleng terakhir, kalian mau minum?"

Chanyeol menggeleng, berbanding terbalik dengan Jongin yang langsung merebut itu dari lengan Kyungsoo "Terimakasih!" ia tersenyum

Kyungsoo membalas dengan memukul belakang kepala Jongin sampai ia mengaduh, kali ini Chanyeol yang tertawa

Baekhyun menghampiri mereka, duduk disamping Chanyeol "Berhasil menemukan sumber air, huh?"

Chanyeol menggeleng "Tidak, sepertinya kita harus mencari tempat lain untuk tinggal, setidaknya yang tidak terlalu jauh dari sungai atau danau"

"Aku akan berkeliling untuk menemukan tempat yang dekat dengan sumber air, besok" Jongin menawarkan diri

"Tidak perlu" Yixing berjalan menghampiri mereka "Sebentar lagi kita akan kembali ke kota"

"Apa?"

"Gerhana akan terjadi kurang dari tiga hari, besok kita akan ke sana untuk memberitahu warga agar mereka pergi ke tempat yang lebih aman"

.

.

.

[Tbc]

Team nunggu Baekhyun update pas ultah Chan angkat tangaaaaannnn!

Terimakasih untuk review kalian kemarin, berhasil banget balikin mood 😘 /cium satu satu/