[Spesial chapter, ini sebagai permintaan maaf karena Sweet lies udah tiga minggu ga up ㅠㅠ]
Warningnya ini tuh OOT, he he he
. . .
1. Dua mahluk ajaib
Baekhyun menghela napas, lelah setelah seharian ini membantu Joonmyeon yang membersihkan tanah disekitar tempat mereka beristirahat, ditambah lagi Jongdae yang tidak berhenti memanggil namanya, minta di ambilkan ini dan itu
Padahal disampingnya ada Kyungsoo
Oh, ya, mana berani ia menyuruh Kyungsoo
Yang sedang kelelahan, kini menyandarkan punggung kakunya dibatang pohon yang sangat rindang daunnya "Haus sekali" ia bergumam, berbicara entah pada siapa
"Aku punya air" Yixing tiba-tiba muncul dari belakang, menyodorkan kantung air hampir tepat di wajahnya
"Aku masih menyimpan beberapa botol soju!" kali ini Chanyeol yang berlari ke arahnya, dengan beberapa kaleng soju memenuhi lengan kiri dan kanannya
"Soju tidak baik"
"Memang tidak, aku bahkan tidak pernah mendengarnya menyapaku"
"Jika kau haus, sebaiknya minum air putih"
Chanyeol berdecih, wajah kecewa dilebih-lebihkan "Sayang sekali kita tidak punya air putih"
Yixing mengangkat kantung air yang ia bawa dengan wajah bangga "Aku punya"
"Itu air mineral namanya, Minseok hyung bilang jangan salah paham dengan air putih dan mineral. Air putih itu susu atau jus sirsak karena warnanya putih, air yang hyung pegang namanya air mineral karena tidak berwarna. Jika ingin protes, protes saja padanya" Chanyeol meringis
Yixing hendak bersuara tapi Chanyeol menyela
"Kebetulan, tadi aku lihat Minseok hyung sedang bersama Joonmyeon hyung didekat pohon cemara, mereka membicarakan sesuatu, bergandengan tangan sambil ber haha hihi huhu"
"Jangan bohong, Minseok hyung baru saja pamit untuk mengambil buah-buahan bersama Jongin"
Chanyeol membekap mulutnya "Ketahuan, ya?"
Yixing menggeleng prihatin, memutar kepalanya untuk kembali fokus pada orang yang tadi berbisik kehausan "Jadi Baekhyu...n- eh kemana Baekhyun?"
"Jangan tanya aku, aku juga tidak tahu" Chanyeol bahkan baru sadar kalau Baekhyun menghilang saat Yixing mengatakannya
Yixing menggeram kesal "Ini salahmu!" ia mengangkat jari telunjuknya lalu mengarahkan itu pada pohon dibelakang Chanyeol dan beranjak pergi
Chanyeol mengerjap "Kenapa aku? Kenapa- hey, hyung kenapa akar pohon ini mengikat kakiku? Hyung? Kau yang melakukannya? Hyung! Jangan tinggalkan aku!" ia berusaha untuk bergerak tapi akar itu semakin menjalar sampai hampir menyentuh paha atasnya
Lalu Baekhyun?
Oh, ia kembali membantu Joonmyeon yang masih sibuk dengan acara beres-beresnya
"Segera beritahu aku jika dua mahluk ajaib itu mendekat, hyung"
. .
2. Masakan siapa yang paling enak?
Malam ini tatapan mata berapi-api dari Kyungsoo dan Jongdae menemani makan malam mereka yang sedikit terasa menegangkan, bagaimana tidak? Tanpa tatapannya yang berapi-api saja Kyungsoo sudah bisa membuat orang-orang ketakutan
Jongdae berdehem seperti ia akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting, padahal ia hanya ingin bertanya ; "Daging panggang mana yang paling enak?"
Sehun bergumam "Mana yang punyamu, hyung?"
"Ini" Jongdae, dengan wajah bangga, menunjuk daging panggang miliknya yang hanya beralaskan daun sebagai pengganti piring
"Ah" Sehun mengangguk "Kalau begitu, yang ini lebih enak" ia malah menunjuk daging panggang yang satunya
Jongdae berseru "Aku tahu kau akan mengatakannya!" ia tertawa seperti kesetanan "Sebenarnya yang ini milikku"
Kyungsoo memukul kepalanya dengan kayu kering "Itu daging panggangku"
Jongdae mengelus kepalanya yang terasa berdenyut
Kyungsoo menatap Chanyeol dengan tatapan yang benar-benar mengintimidasi "Menurutmu yang mana lebih enak?"
Chanyeol tersedak karena dirinya belum siap untuk mendapat maupun menjawab pertanyaan "Um, menurutku dua-duanya enak"
"Salah satu!" Dua orang itu berseru kompak
"Lidahku sedang tidak berfungsi dengan baik, semua makanan terasa enak malam ini" oh, sungguh Chanyeol yang pandai
"Eum" Joonmyeon akhirnya buka suara, tidak suka karena makan malamnya terusik oleh argumen yang sama sekali tidak penting "Kenapa kalian tidak bertanya pada Minseok hyung?"
"Hey, kenapa aku?" Yang namanya disebut merasa terganggu
"Minseok hyung yang paling tua, pendapatnya sangat berarti untuk kita"
Kyungsoo mengangguk "Betul juga, jadi hyung, masakan siapa yang paling enak?"
Minseok menelan liurnya, jika memang harus memilih sebenarnya masakan Kyungsoo pasti yang lebih enak, daging masakan Jongdae agak pahit. Tapi jika ia mengatakannya, Jongdae pasti akan marah dan tidak mau bicara padanya selama berhari-hari
"Jangan salah memilih, hyung"
"Memangnya kenapa?"
"Ini menyangkut masa depan"
"Biar aku saja yang memilih" Jongin menawarkan diri
"Tidak!" Jongdae menyela, suara petir ikut serta dalam teriakannya "Kau pasti akan memilih Kyungsoo"
"Lalu apa bedanya? Minseok hyung pasti akan memilihmu!"
Minseok menghela napas "Aku tidak tahu kenapa kalian melakukannya, tapi apapun alasannya jika ini hanya untuk kesenangan kalian berdua, aku tidak akan memaafkannya"
"Membuat orang merasa terancam bisa mendapat hukuman berat, loh" Baekhyun akhirnya bersuara
Hanya Yixing yang masih diam tanpa mengatakan apapun, terlalu malas sepertinya
"Menurutku daging Jongdae lebih enak" Minseok mulai berkata "Tapi bukan berarti masakan Kyungsoo tidak enak" yahh, pada akhirnya ia memang memilih Jongdae seperti apa yang Jongin katakan
Jongdae bersorak gembira
Kyungsoo menatap datar Minseok, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja hyung tertuanya katakan
"Selama beberapa hari kedepan, mulai hari ini, aku yang akan masak makan malam!"
"APA!" adalah kata pertama yang Yixing ucapkan, itu saja sudah cukup untuk menjelaskan kalau ia tidak setuju dengan keputusan sepihak ini
"Aku sudah mengatakannya, jangan sampai salah pilih"
. .
3. Cinta masa lalu
"Menurutmu siapa yang paling dekat di kelompok?"
"Aku"
"Aku?"
"Aku dan Baekhyun" Chanyeol tertawa pelan setelah mengatakannya, yang namanya disebut tersedak angin
Jongdae menggeleng, tidak setuju dengan pendapat sahabat tingginya "Aku dan Minseok hyung yang paling dekat"
Tiba-tiba suara lain terdengar "Sudah pasti, aku dan Kyungsoo hyung" itu Jongin yang sekarang sudah duduk di samping Chanyeol
Kyungsoo menggeleng tidak setuju, tentu itu menyakiti Jongin. Yang lain tertawa, Chanyeol tertawa paling keras, Jongdae juga, Jongin tidak
Sehun bergumam "Harusnya itu aku dan Luhan hyung"
Tiba-tiba suasana menjadi sangat sunyi
Kyungsoo berdehem canggung "Tapi, bukankah dulu Yixing hyung dan Joonmyeon hyung sangat dekat satu sama lain"
"Dan kemana mereka berdua sekarang?" Minseok bertanya, sebenarnya lebih pada dirinya sendiri
Sehun tiba-tiba merunduk, berusaha mendekatkan bibirnya pada telinga semua orang, tapi sebelum ia bersuara Baekhyun sudah menyela
"Jika ini tentang Luhan hyung, sebaiknya simpan saja untuk Sehun" karena Baekhyun selalu bingung menimpali cerita Sehun tentang Luhan, masih merasa bersalah dan takut kalimatnya akan membuat Sehun menjadi lebih sedih lagi
Sehun menggeleng cepat setelah melenyapkan wajah jengkelnya "Ini tentang Joonmyeon hyung dan Yixing hyung"
"Apa? Mereka pernah berkencan?" Chanyeol berbicara asal tapi respon Sehun jauh dari perkiraannya
"100 untukmu!" Sehun menunjuk hidung Chanyeol dengan wajah bangga "Tapi aku tidak yakin, apa mereka memang berkencan atau hanya saling mengagumi"
"Jadi mereka berkencan atau tidak?" sepertinya Jongdae yang paling antusias dengan arah pembicaraan mereka
Dahi Sehun mengerut tajam "Tapi aku pernah mendengar Yixing hyung berbicara 'Aku meyukaimu' pada Joonmyeon hyung dan ia menjawab 'Aku juga menyukaimu' Yixing hyung kembali berbicara 'Aku menyukaimu, aku benar-benar menyukaimu' lalu Joonmyeon hyung meninggalkannya begitu saja"
"Tunggu" Minseok menahan Sehun yang hendak kembali berbicara "Kau menguping pembicaraan mereka?"
Sehun menggeleng "Mereka berbicara tanpa melihat, aku sedang membersihkan taman belakang saat mereka tiba-tiba muncul dan berbicara seperti itu"
Jongdae mengangguk pelan "Yah, itu kebiasaan mereka"
"Kalian sedang membicarakan apa?"
"Itu, tentang Sehun yang mendengar Yixing hyung berbicara pada Joonmyeon hyung kalau ia menyukainya"
"Ahh, begitu ya, Baekhyun?"
"Eh?" Baekhyun menoleh saat merasa sesuatu tengah mengancamnya, benar saja karena Joonmyeon berdiri disana, di belakangnya, dengan wajah memerah karena marah, juga jangan lupakan Yixing di sampingnya
"AAHHHH!"
Mereka kompak berteriak saat air yang entah datang dari mana, dalam jumlah yang sangat banyak mengguyur tubuh mereka bahkan sampai memadamkan api unggunnya
"OH-SE-HUN!"
"Tamat"
.
.
.
[Tbc]
