Now, You Know Me
Cast :
Oh Sehun ( 25 Tahun )
Xi Luhan ( 21 Tahun )
Kim Jongin ( 25 Tahun )
Do Kyungsoo ( 23 Tahun )
Wu Zitao ( 28 Tahun )
And others
.
.
WARNING : This is GS ( GenderSwitch )
TYPO, EYD, DLDR!
RATED : T - M
.
.
Summary :
luhan gadis biasa yang memiliki sifat ceria dan ceroboh harus berhubungan dengan laki-laki kaku nan dingin yang tak mempercayai akan cinta itu ada. Laki-laki dengan usia muda yang mampu meraih kesuksesan dengan kerja kerasnya sendiri bernama sehun tak mengenal akan kebaikan seseorang secara cuma-cuma, menganggap semua orang sama buruknya, dan hanya menatap derajat dan seberapa kaya orang itu.
.
.
Chapter 3 : My Bad Day, For Sure.
Happy Reading ^^
.
.
"luu.. ayoo bangunn!" teriak ahn ahjumma seperti biasa. Sedangkan yang sedang berusaha dibangunkan masih tak bergerak sedikitpun.
"ahjumma.. sudah, biarkan kyungsoo yang bangunkan luhan seperti biasa ahjumma kembali ke dapur saja." Ujar kyungsoo setelah memasuki kamar luhan.
"baiklah sayang, tolong bangunkan adikmu si tukang tidur ini ya." Ahn ahjumma kembali ke dapur dengan membawa spatulanya yang ia bawa masuk kedalam kamar luhan tadi.
"luluu, ayo bangunn. Katanya ingin mencari pekerjaan.." kyungsoo yang berusaha membangunkan luhan dengan menggoyangkan tubuh luhan agar putri tidur merasa terusik dan membuka mata. Hingga diulang-ulangnya beberapa kali.
"arghh.. eonnii.. lima menit lagii saja.." luhan yang akhirnya menggerakkan tubuhnya dengan mengangkat jarinya membentuk angka satu itu membuat kyungsoo tertawa.
"itu satu bukan lima lu, baiklah satu menit dan aku akan membangunkanmu lagi." luhan yang kembali ke mimpinya.
"58.. 59.. 60.. bangun luu! Ayo bangunn!" kyungsoo yang berusaha menarik selimut dari tubuh luhan.
"ahh, eonni itu tidak sampai lima meniitt." Kyungsoo menggeleng kepalanya dan menghela nafas bentar.
"tadi kau mengatakan padaku satu menit bukan lima menit. Sudah kuturuti kan, ayo bangun."
"eonni.. iya nanti aku bangun.." rengek luhan, tapi ketika melihat kyungsoo melotot membuatnya ingin tertawa hanya saja ia tahan karena ia tau bahwa kyungsoo tidak ingin dibantah.
"baiklah eonni, baiklah.. aku bangun.. kembali bersiaplah, habis ini kau harus berangkat bekerja kan."
"hng, kau bagaimana? Kau kan nanti belum hafal jalannya?"
"aku gampang eonni.. sudah, kau berangkatlah.."
"baiklah, oh iya tadi pagi aku sempat membelikanmu koran ketika membelikab pesanan ahjumma, siapa tau kau membutuhkannya untuk mencari lowongan pekerjaan."
"ya eonni, sarapan dan berangkatlah."
"heum, annyeong lu." Luhan melambai tangannya membalas ucapan kakaknya.
Untuk kali ini luhan mulai merasakan kesepian, karena biasanya ia akan berangkat bekerja bersama kakaknya ke kafe minseok eonni tapi kali ini ia harus berusaha sendiri mencari pekerjaan untuknya. Semua itu tak masalah untuknya asal, ia, kakaknya dan ahjumma tak saling terpisah itu yang sangat penting bagi luhan.
Membuat luhan segera membangunkan tubuhnya dari kasur empuknya menuju kamar mandi yang hanya ada satu di tempat tinggal mereka membuat mereka harus bergantian menggunakan kamar mandi tersebut sama seperti saat berada di bucheon dulu, suasana tempat tinggal mereka tak jauh berbeda, kecil, sederhana, tetapi nyaman dan bersih untuk ditinggali.
Luhan segera menyusul ke dapur untuk membantu ahn ahjumma sebentar karena memang ia belum memiliki kegiatan hari ini selain mencari pekerjaan, niatnya membantu ahn ahjumma hari ini dan mencari pekerjaan besok juga tak masalah. Karena luhan tau, ahn ahjumma juga semakin bertambah usia tentu juga memiliki beberapa kendala di usianya yang mulai menua, seperti lebih mudah lelah mungkin, atau luhan juga tak tega membiarkan ahn ahjumma belanja sendirian tidak seperti di bucheon yang mana, dulu ada petani-petani bucheon yang mau mengirimkan bahan makanan ke rumah mereka jadi ahn ahjumma tidak perlu membawa belanjaan yang cukup banyak.
"ahjumma, ku bantu hari ini membeli bahan makanan ya?" ahn ahjumma segera menoleh ke arah luhan setelah mendengar perkataan luhan.
"kau tak mencari pekerjaan?"
"pekerjaan bisa ku cari besok ahjumma, tapi hari ini lulu ingin membantu ahjumma yaa.." ahn ahjumma menggeleng melihat kelakuan anaknya yang manja ini, jika dilarang luhan akan membanggelnya setengah mati jadi turuti saja pikir ahjumma jadi hanya di angguki oleh ahn ahjumma.
"ahjumma akan berbenlanja sekarang?"
"aniya lu, ahjumma hari ini mungkin akan berkeliling sekitar untuk mempromosikan catering milik ahjumma."
"bagaimana cara ahjumma promosi? Membutuhkan brosur?"
"niatnya ahjumma ingin membuat brosur tapi bagaimana caranya ahjumma juga bingung.."
"tak apa ahjumma, serahkan pada lulu saja, lulu akan membuatkan brosurnya dan akan menyebarkannya di sekitar sini. Jadi serahkan pekerjaannya pada lulu saja ya?"
"kau akan menulis tangan sendiri?" Tanya ahjumma.
"aniya ahjumma, aku akan mendesainnya di warnet dekat sini saja."
"tak perlu lu, ayo kita menulisnya bersama dan memperbanyak tulisan kita. Dan setelah itu kau bisa bagikan brosur kita, sederhana saja lu."
"baiklah ahjumma, akan aku buatkan sekarang."
Luhan segera memasuki kamarnya untuk mengambil beberapa peralatan yang dibutuhkan seperti kertas dan alat tulis saja. Dan segera membawanya ke ruang tengah agar ia dan ahn ahjumma bisa segera membuat brosur tersebut. Setelah menyelesaikan brosur buatannya dengan ahn ahjumma, dan segera mengambil tas beserta barang-barang yang akan ia bawa keluar, beserta koran bekas guntingannya yang ia letakkan di buku notenya juga tak lupa luhan bawa.
Hari ini luhan memang akan mulai mencari pekerjaan setelah selesai membantu ahn ahjumma membagi brosur ini.
"baiklah ahjumma, lulu berangkat memperbanyak brosur ini dan membaginya di wilayah sekitar ya."
"ya lu, hati-hati lah, dan terima kasih banyak sudah membantu ahjumma." Perkataan ahjummanya dianggukin oleh luhan dan segera menuju parkiran tempat tinggalnya untuk mengambil sepeda kesayangan yang ia dapatkan saat sekolah dulu.
"hng, bagaimana ini aku belum begitu hafal jalan seoul.." gumam luhan, dengan berdasarkan insting luhan tetap melajukan kayuhan sepedanya untuk mecari tempat memperbanyak brosur miliknya. Luhan berusaha mengkayuh entah sampai mana ia menjalankan sepedanya hingga menemukan tempat yang ditujunya.
"gamshamida ahjussi." Ujar luhan setelah selesai mendapatkan apa yang diingin, luhan membungkuk pada orang yang sudah membantunya itu sebagai tanda hormat dan berterima kasih, lalu melanjutkan perjalanannya untuk membagi brosur tersebut.
"hmm, aku harus membaginya kemana ya brosur ini.." gumam luhan sedang menunduk melihat brosurnya tanpa sadar yang sedang berada di persimpangan hendak menyabrang tidak memperhatikan lalu lintas, sedangkan sekarang tanda merah untuk menyebrang, hingga orang-orang berteriak pada luhan untuk melihat jalan membuatnya kaget karena ada mobil yang hendak menabraknya.
"Awass!"
CKITTTT.. BRAKKK!
Si pemilik mobil yang berhasil memberhentikan mobilnya dengan bagian depannya yang mengenai sepeda milik luhan membuat orang yang berada disana melihat kejadian itu prihatin pada yang sedang jatuh dengan tertimpa sepeda miliknya sekarang. Orang-orang sedang berusaha membantunya berdiri hingga lelaki dari dalam mobilnya keluar dengan wajah angkuhnya.
"YAA! Kau gila?!" sembur gadis aneh yang sekarang berusaha berdiri dibantu oleh beberapa orang.
"KAU LAGII?!" teriak gadis itu membuat sehun menyengitkan alisnya merasa tak pernah bertemu dengan gadis ini. Kenapa harus bertemu dia lagi ya Tuhan batin luhan.
"apa maksudmu aku lagi? Kita pernah bertemu? Kau harus bertanggung jawab. Lihat mobilkan setelah tertabrak sepeda bututmu itu?"
"APA? SEPEDA BUTUT?"
"perlukah kau mengulang kata-kataku dengan berteriak?" jawab sehun acuh.
"kau seharusnya memperhatikan orang yang kau tabrak bukan keadaan mobilmu!"
"aku tak peduli dengan keadaanmu, sekarang ganti pebaikan mobilku."
"kau seharusnya yang mengganti karena merusakkan sepadaku!"
"sepedamu ini? Itu seharusnya sudah dimasukkan ke tempat rongsokan."
"Kau gila? Kau seharusnya meminta maaf padaku, bukan mengataiku bodoh."
"kau tak sadar? Bukannya kau yang mengataiku gila, sekarang bodoh? Sekaya apa kau berani mengataiku seperti itu?"
"sekarang katakan padaku berapa harga untuk membenarkan mobilmu itu hah?" teriak luhan emosi, ia sudah berusaha menahan tapi tetap saja tidak bisa.
"kau yakin sanggup mengganti? Jika tidak, sekarang minggirlah. Aku harus segera ke kantor sebelum terlambat."
"aku akan ganti jika aku memiliki uang!"
"baiklah, lima ratus ribu won. Aku tunggu di gedung OSH Corp." sehun segera masuk kedalam mobilnya tanpa sekalipun mengucapkan kata maaf kepada gadis itu.
"apaa?! Lima ratus ribu won?" perkataan luhan yang tak diindahkan oleh lelaki yang langsung masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkannya membuat luhan marah pada lelaki itu, meskipun sebenarnya ia yang salah tapi bukan berarti laki-laki itu kembali menjatuhkan harga dirinya kan?
Tidak cukup dengan yang di kafe itu? Dan sekarang lagi? Di tengah jalan?
Kali ini ia benar-benar tak terima dengan kelakuan lelaki itu hingga pertanyaan orang-orang membuatnya sadar karena melamun.
"ahgassi, kau baik-baik saja?"
"arghh.. ya saya tidak apa-apa. Terima kasih telah menolong saya." Ujar luhan dengan berusaha berdiri.
"lain kali hati-hati ahgassi."
"terima kasih, bisakah aku membagikan brosurku kepada kalian? Bibiku membuka catering, tempatnya didekat sini, apabila kalian ada acara dan membutuhkan makanan yang banyak, bibiku bisa membuatkannya." Ujar luhan kepada orang-orang yang menolongnya sekarang mendengarkan penuturannya dengan sangat baik. Setelah selesai membagikan beberapa brosurnya,
"terima kasih semuanya, maaf merepotkan tuan dan nyonya." Luhan membungkuk pada orang-orang yang membantunya dan dengan baik mendengarkannya lalu pergi meninggalkannya dengan brosur milik luhan dibawa mereka.
Setidaknya mereka mau menerima brosur ahjumma batin luhan meskipun harus kesakitan sedikit karena tertimpa sepedanya. Luhan melanjutkan perjalannya dengan menuntun sepedanya karena merasa kakinya masih sakit untuk mengkayuh sepedanya.
.
.
Semangat kyungsoo.. ujar kyungsoo dalam hati ketika berada di halte menunggu bus datang menjemputnya berangkat ke kantor barunya. Hari ini adalah hari pertamanya, tentu gadis mana yang tak gugup untuk masuk ke dalam tempatnya bekerja pertama kali. Apalagi sebelumnya ia tak bekerja di kantor melainkan di kafe saja, tentu membuat kyungsoo takut tapi ia dapat mengatasinya karena kyungsoo adalah orang yang cukup tenang dalam mengatasi masalah, ia dapat menutupinya dengan raut wajahnya yang tenang itu.
Huft.. menghela nafas sebentar sebelum bus datang menghampirinya dan orang-orang yang menunggu untuk menumpaki kendaraan tersebut tak salah kan, kyungsoo segera masuk ke dalam bus dan tersisa satu bangku kosong yang segera ia duduki.
"eoh? Siapa dia? Anak baru?" kyungsoo mendengar beberapa pegawai berbisik-bisik membicarakannya ketika ia masuk ke dalam kantor, dan yang berada di pikirannya sekarang adalah bagaimana ia menemukan ketua tim pemasaran dengan menanyakannya pada resepsionis, akan tetapi ketika menghampiri tempat resepsionis itu, para staff tiba-tiba berdiri dan membungkuk hormat.
Kyungsoo yang awalnya belum sadar apa yang terjadi hingga melihat pegawai yang lain berbaris untuk membungkuk hormat pada seseorang membuat kyungsoo ikut membalikkan tubuhnya. Betapa terkejutnya, yang dibelakangnya sekarang adalah pemilik dari perusahaan tempat ia bekerja membuat kyungsoo ikut membungkuk 90 derajat dari yang lain.
"annyeong haseyo, sajangnim." Ucap semua pegawai serempak, diikuti suara kyungsoo terdengar bergetar gugup menyapa atasannya.
Tanpa sadar orang yang diberi hormat hanya menyeringai kecil mungkin tak ada yang sadar, hanya beberapa orang yang melihat hal itu langsung begidik ngeri melihat senyuman atasan tapi cukup mempesona, pasalnya atas mereka yang terdengar tegas juga senang bermain wanita. Tak heran jika karyawan berani menggunakan baju ketat untuk membuat sang atasan tertarik pada mereka.
Kyungsoo segera menegakkan kembali tubuhnya dan memutar ke arah resepsionis untuk bertanya dimana tempt kantor pemasaran. Ia segera mencari ketua tim pemasaran, hingga akhirnya kyungsoo merasa lega ketika ia memperkenalkan dirinya semuanya mau menerima dirinya dan baik padanya. Segera seseorang menunjukkan dimana meja kerjanya, dan meletakkan beberapa barang yang kyungsoo bawa untuk di letakkan di meja kantor miliknya.
Kyungsoo memang tidak memiliki laptop, tapi setidaknya di sekolah dulu dia belajar cara menggunakan komputer, meskipun ada beberapa hal yang tak di mengerti, tapi orang-orang disekelilingnya masih mau membantu dirinya, dan hal tersebut yang membuat kyungsoo sangat bersyukur.
"kyung, tolong serahkan ini kepada sekertaris sajangnim ya. Sekali-sekali jalan-jalan mengitari kantor juga tak apa, agar kau mengenal suasananya." Ujar chaeyoung, salah satu teman kantornya.
"saya?" bengong kyungsoo membuat chaeyoung tertawa melihat ekspresi teman barunya ini.
"yak au, kekeke. Kau kira siapa lagi disini yang bernama do kyungsoo?"
"tapi kan…"
"tak ada tapi-tapian kyung, kau hanya perlu menyerahkannya pada sekertaris, dan sekertaris yang akan mengurusnya untukmu untuk mendapat tanda tangan sajangnim."
"baik..lah." ujar kyungsoo tak yakin tapi ia tetap melakukan apapun yang diminta sunbaenya, karena ia masih baru disini.
Kyungsoo berjalan perlahan mengitari kantor barunya yang sangat luas ini, hingga tiba di lantai 7 milik sajangnimnya itu membuat kyungsoo menghampiri meja sekertaris sajangnimnya yang berada diluar tempat sajangnimnya berada sekarang.
"umm.. annyeong haseyo, saya do kyungsoo tim dari pemasaran."
"kau orang baru?" ujar sulli menatap kyungsoo tak suka.
"ya.. saya baru mulai bekerja hari ini." Kyungsoo berusaha menampilkan senyuman terindahnya yang hanya dibalas ejekan oleh sulli, tapi kyungsoo berusaha tak mengambil hati atas kelakuan sulli tersebut. Sulli segera menghubungi atasannya itu,
"sajangnim, ada berkas yang harus anda tanda tangani yang dikirimkan oleh tim pemasaran."
"suruh ia masuk keruanganku." Ujar atasan mereka tegas.
"ne? bukannya saya yang biasanya mengantarkan berkas itu ke anda, dan tim yang lain hanya menunggu di luar sajangnim?"
"aku tidak ingin mendengar bantahan sulli-ssi, suruh ia masuk ke ruanganku sekarang."
"baiklah sajangnim." Setelah sulli menutup telponnya,
"kau diminta sajangnim masuk keruangannya." Sulli merasa marah karena ini bagian dari tugasnya.
"saya?" kyungsoo yang menunjukkan mata burung hantunya yang melebar itu membuat sulli muak, ia merasa kyungsoo terlihat sok lucu.
"kau melihat orang lain yang bisa ku suruh? Sekarang kyungsoo-ssi sebelum sajangnim marah." Kyungsoo segera melenggang masuk ke dalam ruangan atasannya tak lupa sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.
"permisi sajangnim." Kyungsoo yang melihat ruangan atasannya dulu, dan melihat atasannya yang sedang focus pada berkasnya hanya mengangguk mengiyakan bawahannya masuk kedalam ruangannya.
"mana berkas yang harus ku tanda tangani?" kyungsoo hanya menunjuk beberapa bagian yang dibutuhkan tanda tangan, setelah itu kyungsoo berharap segera pergi dari ruangan ini karena membuatnya merasa gugup.
"kau yang bernama do kyungsoo?" kim jongin pemilik dan pewaris kim corp. yang sedang bertanya pada kyungsoo tanpa memperhatikan lawan bicaranya, hanya memfokuskan pada berkas yang tadi dibawa kyungsoo untuk dibaca terlebih dahulu membuatnya terlihat sangat sexy menurut kyungsoo. Akan tetapi pikirannya langsung ditepis oleh kyungsoo dengan menggelengkan pikirannya samar.
Merasa tak dijawab membuat jongin mendongak melihat bawahannya sedang menggeleng pelan, "ehem, kau yang bernama do kyungsoo?" ucapan jongin membuyarkan pikirannya.
"ne? ne sajangnim, saya do kyungsoo baru bekerja hari ini."
"baiklah ini berkasnya."
"terima kasih sajangnim." Jongin segera memberikan berkasnya pada kyungsoo, dan kyungsoo segera berlalu dari ruangan atasannya sebelum pipinya terlihat merona oleh sang atasan, tapi ketika hendak pamit, tatapan sinis yang didapatkan kyungsoo oleh sekertaris membuat kyungsoo hanya menunduk dan melewati sekertaris tersebut.
…
"bagaimana ketua tim? Kau memutuskan untuk menerima siapa dari para pelamar?" ketua tim yang sedang berhadapan langsung dengan sang atasan yang meminta informasi tersebut.
"saya menerima do kyungsoo sajangnim."
"apa yang dikatakannya padamu sehingga membuatmu menerimanya untuk bekerja di perusahaan kita?"
"menurut saya do kyungsoo orang yang jujur, ia mengakui bahwa sebelumnya tak pernah bekerja diperusahaan melainkan disebuah kafe kecil yang berada dibucheon, tapi ia mampu membuat inovasi baru sehingga kafe tersebut yang awalnya baru berdiri bisa memiliki banyak pelanggan. Akan tetapi dia hanya lulusan sekolah menengah atas sajangnim."
"kau yakin ia mampu?"
"akan saya usahakan sajangnim untuk membantunya."
"ada lagi yang ia katakan padamu?"
"ia hanya menjawab pertanyaan yang saya ajukan sajangnim, sama seperti pelamar yang lainnya."
"baiklah, kau boleh kembali ke ruanganmu." Ketua tim segera keluar dari ruangan atasannya dan tanpa sengaja sepertinya sekertaris atasannya sedang menguping? Ntahlah, ketua tim pemasaran itu tak memperdulikannya dan segera kembali ke ruangannya.
"do kyungsoo..?" sajangnim yang bernama lengkap kim jongin ini terus menggumamkan nama kyungsoo penasaran. Kim jongin seorang playboy kaya yang bisa mendapatkan wanita manapun ini tertarik pada bawahannya si gadis miskin. Kenapa bisa.. padahal tanpa memikirkan wanita, mereka selalu datang kepada jongin membuatnya bingung. Atau jongin pernah bertemu dengan do kyungsoo di masa lalu? Mungkin ia lupa.
"ada apa dengan do kyungsoo?" sulli yang merupakan sekertaris jongin yang dari dulu sudah berusaha mengambil hati atasannya itu menggeram marah. Ia yang sudah susah-susah untuk mendapatkan jongin dengan mudah do kyungsoo membuat jongin tertarik, hal itu yang tidak diinginkan choi sulli.
Sulli yang selalu berusaha menggoda jongin, karena ia tau bagaimana selera jongin, yaitu gadis sexy yang suka menunjukkan lekuk tubuhnya, dan semua itu sudah di lakukan oleh sulli, ia memakai pakaian ketat nan sexy tapi sampai sekarang jongin tak pernah meliriknya, dan sekarang ia harus kalah dengan anak baru yang bahkan belum ia lihat penampilannya. ini tidak boleh terjadi batin sulli.
...
"sulli-ssi, tolong katakan pada ketua tim pemasaran untuk mengirimkan berkas terakhir yang perlu aku periksa, dan juga suruh do kyungsoo yang mengirim."
"baik sajangnim." Do kyungsoo lagi.. batin kyungsoo marah.
.
.
"hngg.. aku harus mencari pekerjaan kemana?" pikir luhan sedih.
Sedari tadi ia hanya berkeliling kota seoul dengan menggunakan sepedanya, dan sekarang bebannya bertambah ketika ia memikirkan bagaimana mendapatkan lima ratus juta won untuk mengganti mobil si pria sombong menurutnya.
"mungkin aku akan bertanya pada restaurant itu, bisa saja mereka membutuhkan pelayan." Luhan berjalan masuki restaurant dan keluar dengan kesedihan. Restaurant tersebut tak membutuhkan tambahan pelayan.
Kembali melanjutkan perjalanan mencari beberapa restaurant atau kafe yang membutuhkan tambahan pekerja hingga malam tiba, luhan masih belum mendapatkan apapun. Bunyi handphone milik mengalihkan perhatiannya, dan ternyata kyungsoo yang menghubunginya.
"lu, kau dimana? Sudah makan?"
"belum eonni, aku masih berkeliling mencari pekerjaan.. tapi sampai sekarang banyak restaurant yang memerlukan pelayan tambahan.."
"yasudah, besok lagi mencari pekerjaannya, ayo pulang sudah malam. Kasian ahjumma sendirian dirumah."
"kau pulang jam berapa?"
"ini sedang berkemas, aku akan pulang sebentar lagi."
"mau aku jemput?"
"kau menggunakan sepeda? Boleh kalau mau menjemputku."
"baiklah akan aku jemput, aku akan mencari lokasi kantormu melalui handphone milikku."
"ok, hati-hati lu."
"ya eonni, sampai jumpa nanti." Luhan segera mematikan sambungannya, lalu mencari lokasi kantor tempat kakaknya bekerja untuk dijemput. Setelah itu luhan lanjut menghampiri kyungsoo.
Kyungsoo yang segera bergegas menuju lift karena tak ingin membuat adiknya menunggu dibawah lama tak sengaja berpapasan dengan atasannya diikuti dengan sekertaris yang selalu menatapnya sinis berusaha kyungsoo hindari. Ia hanya berusaha bersikap sopan pada atasannya dengan menunduk hormat.
"oh, kyungsoo?"
"selamat malam sajangnim."
"ingin pulang?"
"ya sajangnim, saya permisi dulu. Saya permisi sulli-ssi." Kyungsoo berusaha cepat meninggalkan jongin sebelum tatapan sinis sulli keluar membuat kyungsoo begidik ngeri dengan sedikit berlari.
"lulu!" teriak kyungsoo sedikit kencang yang membuat orang memperhatikannya membuat kyungsoo segera menghampiri adiknya dan memeluknya.
"eonni, aigoo. Bagaimana hari pertama?"
"mengesankan, semuanya yang berada satu tim denganku sangat baik dan membuatku nyaman. Bagaimana denganmu hari ini?"
"nanti saja dibahas eonni, ayo pulang. Kasian ahjumma sendiri dirumah. Hari ini aku yang memboncengmu, aku tau kau lelah."
"biarkan aku saja seperti biasa~"
"tidaaak, aku mau memboncengmu." Kyungsoo segera menaiki boncengan belakang luhan dan segera pergi. Tanpa sadar jika ada yang mengikuti mereka.
"lu.. pasti susah ya mencari pekerjaan disini?" kyungsoo mulai murung tak tega jika adiknya sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan karenanya.
"ini baru hari pertama pertama eonni, jangan khawatir." Luhan yang terlihat mulai ngos-ngosan membuat kyungsoo tak tega.
"ingin ku gantikan? Kau kelelahan lu, seharian mencari pekerjaan."
"tidaakk, biar aku saja yang mengkayuh sepedanya."
.
.
DRRT..DRRT..
From : Tuan Park
Tak ingin bersenang-senang?
From : Tuan Oh
Dimana?
From : Tuan Park
Tempat biasa, aku akan mengajak jongin.
Sehun segera bersiap untuk bertemu teman-temannya seperti biasa di club andalan mereka.
"kau mau kemana malam-malam begini sehunnie?" Tanya tao ketika melihat adiknya hendak pergi kesuatu tempat.
"bertemu chanyeol dan jongin."
"baiklah, hati-hati." Tak ada sautan dari sehun membuat tao menghela nafas, ia tau kemana adiknya akan pergi itu tapi ia juga tidak bisa menghentikan kelakuan adiknya.
…
"dimana kim jongin?" Tanya sehun ketika melihat chanyeol.
"kau tak liat ia sedang asik bercuma dengan wanita itu?" jawab chanyeol dengan menunjukkan letak jongin berada sekarang. Sehun dan chanyeol tau jika sudah seperti ini, jongin sudah tidak bisa dihentikan lagi. Atau bisa-bisa mereka berdua akan meninggalkan jongin sendiri berakhir di kamar hotel.
Sehun segera ikut memesan minuman. Seperti biasa, mereka hanya akan menikmati wanita dengan pakaian sexy-nya sedang berjogetnya hingga larut malam.
Sehun, jongin, dan chanyeol memiliki sifat yang sangat berbeda meskipun mereka sama-sama menyukai club malam. Sehun yang menganggap tak ingin memiliki hubungan yang lebih dari sepasang kekasih yang saling membutuhkan, ia akan menjadikan wanita itu sebagai kekasihnya tapi tidak untuk dinikahinya. Sehun bukan tipikal lelaki yang suka one night stand seperti jongin, tapi ia juga tidak ingin memiliki hubungan sampai ke pernikahan.
Sedangkan jongin yang terkenal playboy-nya itu tak pernah memikirkan untuk memiliki kekasih, ia lebih menyukai one night stand bersama wanita jalang di club, karena menurutnya memiliki wanita atau kekasih sangat merepotkan baginya. Jadi jongin pikir one night stand yang terbaik, cukup keluarkan uangnya maka wanita akan datang menghampirinya.
Berbeda jauh dengan sehun dan jongin, chanyeol merupakan lelaki setia dengan satu gadis saja, lebih tepatnya satu wanita saja, yaitu byun baekhyun. Wanita yang dipacarinya sejak kuliah hingga sekarang itu merupakan tempat chanyeol menyalurkan hasratnya yang cukup besar, karena memang jika masalah sex chanyeol tak berbeda jauh dengan temannya, tapi ia hanya melakukannya dengan kekasihnya yang akan dinikahinya nanti.
.
.
sudah berhari-hari lamanya sekitar seminggu luhan masih belum mendapatkan pekerjaan, sudah berbagai restaurant ia datangi, dan semua tempat tersebut selalu berkata sedang tak membutuhkan tambahan pekerjaan. Ia juga mengecek lamaran pekerjaan yang berada koran masih tetap saja ada yang sudah dicobanya, dan ada yang belum dicobanya karena merasa bukan ahlinya. Setiap hari, luhan hanya akan membantu ahn ahjumma memasak dirumah karena pesanan yang buat cukup banyak dan kadang itu melelahkan ahn ahjumma membuat luhan tak tega melihat keadaan ahn ahjumma.
Dan hari ini kembali membantu ahjumma yang terlihat mulai lelah, "kau tak keluar mencari pekerjaan hari ini lu?" suara ahn ahjumma yang terdengar sangat lelah dan luhan menyadari hal tersebut.
"ahjumma lelah? Biarkan lulu yang mengerjakan, ahjumma istirahat saja hari ini." Luhan sudah berusaha memerintah ahn ahjumma untuk berhenti tapi tetap saja ahjumma tetap memaksa untuk menyelesaikan masakannya. Membuat luhan membiarkan ahn ahjumma melanjutkan pekerjaannya, hingga beberapa saat tiba-tiba ahn ahjumma pingsan.
"ahjummaa!"
…
"seonsaeng-nim.. bagaimana keadaan bibi saya?"
"tenang, bibimu hanya kelelahan saja, ia kekurangan cairan sehingga hari di rawat inap sekitar sehari atau dua hari."
"gomawo seonsaeng-nim.. terima kasih.."
"saya permisi." Setelah luhan mempersilahkan dokter yang menangani bibinya pergi meninggalkannya, luhan masuk ke dalam dan melihat keadaan bibinya yang sedang tertidur dan terbaring lemah membuat luhan sedih. Belum lagi sampai sekarang ia belum menemukan pekerjaan, tabungannya mulai menipis, dan sekarang luhan bingung bagaimana cara membayar biaya administrasi.
Jika menelpon kakaknya sekarang, kakaknya pasti sedang sibuk bekerja dan tak ingin membuat khawatir kyungsoo, tapi sekarang ia harus ke bagian administrasi rumah sakit.
"ahjumma sebentar ya, lulu mau ke bagian administrasi sebentar. Ahjumma jangan kemana-mana." Ucap luhan kepada ahn ahjumma yang sedang tertidur karena pengaruh obat yang diberikan.
"permisi.."
"ada yang bisa saya bantu?"
"bisa saya meminta biaya pengobatan bibi saya atas nama ahn hwayoung?"
"sebentar, saya periksa." Setelah mendapatkan total biayanya membuat luhan cukup kaget,
"hng, tiga ratus ribu won?" luhan melebarkan matanya.
"p-permisi.. bisakah aku meminta dispensasi? Maksudku.. bisakah aku meminta waktu untuk membayar tagihan ini?" mohon luhan.
"maafkan kami nona, tapi kami tidak bisa memberikannya karena ini merupakan kebijakan dari eumah sakit."
"hmm.. kalau sampai nanti malam menunggu.."
"ada apa ini?" seorang dokter tiba-tiba menghampiri mereka ketika mendengar suara orang memohon membuatnya menghampiri tempat tersebut.
"ini seonsaeng-nim, dia belum bisa membayar tagihan sekarang sedangkan kami tidak bisa memberikan dispensasi karena kebijakan rumah sakit disini." Luhan hanya menunduk malu pada sang dokter.
"berapa biaya tagihannya?"
"tiga ratus ribu won? Ini gunakan kartu kreditku." Sang dokter memberikan kartu kreditnya untuk membayar tagihan bibi luhan.
"tak perlu seonsaeng-nim, aku akan menelpon kakakku sekarang untuk meminta tolong membayar tagihan perawatan bibi kami."
"tak apa gunakan uangku dulu, nanti kau bisa menggantinya padaku."
"terima kasih.. terima kasih.." luhan membungkuk senang karena kebaikan dokter penyelamat baginya membuatnya sangat kagum pada dokter ini. Jika dilihat-lihat dokternya masih terlihat muda dan sangat tampan.
"ayo.. aku ingin melihat keadaan bibimu."
"ya? Ah.. ne seonsaeng-nim." Mereka berjalan beriringan, lalu luhan membuka pintu kamar bibinya dan mempersilahkan sang dokter untuk masuk duluan.
"apa yang terjadi pada bibimu?"
"kata seonsaeng-nim, bibi terlalu banyak bekerja dan kekurangan cairan, sedangkan aku dan kakakku sedang tidak ada dirumah."
"bibimu akan baik-baik saja dalam beberapa hari, jadi kau tak perlu khawatir."
"ya seonsaeng-nim.."
"siapa namamu?"
"ya? Hm.. xi luhan imnida."
"kau orang cina?"
"ya.. aku orang cina, apakah seonsaeng-nim juga orang cina? Seperti melihat perawakan anda."
"aku wu yifan, aku juga orang cina. Kau bisa memanggilku oppa, sepertinya usiamu lebih muda dari padaku."
"ne yifan seon- ah maksudku yifan oppa, hehe. Terima kasih atas bantuanmu kali ini, aku akan menggantinya lain kali oppa."
"tak perlu dipikirkan, aku pergi dulu lu. Semoga bibimu cepat sembuh." Untuk kali ini luhan merasakan terpesona yang luar biasa pada seseorang. Yifan merupakan dokter muda, tampan dan sukses, siapa yang tak tertarik?
Semoga aku bisa bertemu dengan yifan oppa lain kali - harap luhan, sepertinya luhan menyukai yifan pada pandangan pertama. Aissh, apa yang kau pikirkan lu, sekarang bukan saatnya untuk memikirkan laki-laki. Bibimu sedang sakit. luhan menggelengkan kepalanya lalu segera duduk disebelah bibinya dan tanpa sadar ikut tertidur.
…
"aku pulanggg.. luu? Ahjumma?"
"hng? Kenapa masakan bibi tak beraturan seperti ini? Apa yang terjadi dengan ahjumma?" semoga saja tak terjadi apapun pada bibi –batin kyungsoo.
Kyungsoo segera membereskan masakan, dan bergegas kekamar mandi untuk mandi lalu mencari luhan dan ahn ahjumma setelah itu. Setelah selesai semuanya membersihkan tempat tinggal mereka dan segala macamnya, kyungsoo segera menghubungi luhan.
"eonni!"
"Kau dimana lu?"
"aku sedang berada di rumah sakit eonni.." terdengar suara isakan luhan dari sana.
"apaa? Apa yang terjadi padamu lu? Katakan padaku? Dimana ahjumma?"
"ini bukan aku eonni, tapi ahjumma yang dirawat dirumah sakit sekarang."
"apa yang terjadi pada ahjumma lu?"
"hiks.. ahjumma terlalu lelah bekerja eonni karena tak ada yang membantunya memasak seperti saat di bucheon mendapat bantuan dari bibi jung dan anaknya, ketika kau bekerja dan aku mencari pekerjaan, ahjumma terlalu memaksakan diri untuk menerima pesanan.. sekarang ahjumma terlalu kelelahan dan dehidrasi.. ahjumma harus dirawat satu atau dua hari disini eonni.. maafkan aku eonni karena tidak bisa menjaga ahjumma.."
"ini bukan salahmu lu, ini salahku. Kalau aku tak bekerja di seoul, pasti tidak akan terjadi seperti ini.. maafkan aku.. aku akan segera ke rumah sakit lu. Tunggu aku."
"ya eonni, aku akan mengirimkan alamat rumah sakitnya di pesan."
Kyungsoo segera berangkat menuju rumah sakit.
…
"luu.." luhan segera menengok kebelakang ketika kakaknya datang membuat luhan berlari menuju kyungsoo dan memeluknya. Luhan menangis, begitu pula kyungsoo. Mereka menangis bersama karena merasa bersalah pada ahn ahjumma.
"kalian kenapa menangis disitu? Tak ingin melihat keadaan bibi dan tetap hanya berdiri menangis disana?" ucap ahn ahjumma terbata karena baru bangun dari tidurnya.
"ahjummaa." Kyungsoo dan luhan segera mendekati kasur bibi mereka, dan mereka berpelukan bersama.
"ahjumma baik-baik saja, tak perlu cengen seperti itu."
"baik-baik saja apanya. Kalau baik-baik saja ahjumma tak mungkin terbaring disini sekarang." Ucap luhan galak.
"maafkan ahjumma telah merepotkan kalian." Luhan dan kyungsoo langsung menggeleng.
"tidak ini salahku ahjumma.. kalau aku tak bekerja di seoul, pasti ahjumma tak akan sakit karena ada yang membantu catering milik ahjumma.."
"tidakk, bukan begitu sayang. Ahjumma malah senang pindah ke seoul, kita memiliki suasana yang baru kan.."
"aku yang seharusnya minta maaf karena tidak bisa membantu ahjumma.. padahal aku sedang tidak bekerja.." sela luhan sedih.
"tidak sayang, ini bukan salah siapapun, tapi ini musibah untuk kita. Tak perlu dipikirkan, ahjumma baik-baik saja." Ahn ahjumma mengelus kepala luhan dan kyungsoo, lalu mereka melanjutkan perbincangan mereka. Hingga kyungsoo teringat sesuatu,
"oh iya lu, berapa biaya tagihan? Belum dibayar kan? Biar aku bayar sekarang." Kyungsoo yang hendak berdiri menuju administrasi.
"tak perlu eonni! Tagihannya sudah dibayar." Kyungsoo kembali duduk setelah mendengar penuturan adiknya.
"bagaimana sudah dibayar? Menggunakan tabunganmu?"
"sayangnya tidak.. tabunganku tidak cukup membayar tagihannya tapi beruntungnya ada dokter baik dan tampan yang mau menolong kita.."
"dokter baik dan tampan?"
"ya.. namanya wu yifan, yifan oppa sangat tampan eonni.."
"yifan oppa? Kau sudah seakrab itu?"
"hngg, ia yang memintaku memanggilnya oppa.. eonni.. sepertinya aku menyukainya pada pandangan pertama.. aku ingin bertemu lagi dengannya untuk mengembalikan uang yang diberikannya pada kita untuk membayar tagihan rumah sakit." membuat ahn ahjumma dan kyungsoo saling menatap..
.
.
Dua hari berlalu, saatnya ahn ahjumma keluar dari rumah sakit. dan hal ini yang membuat luhan sedikit uring-uringan, lebih tepatnya ia kecewa karena setelah pertemuannya dengan wu yifan, ia tak bertemu sama sekali dengan dokter tampan tersebut.
Hanya luhan yang membantu ahn ahjumma untuk pulang kerumah, karena kyungsoo sudah harus bekerja di jam segini. Ketika dalam perjalanan,
"sudahlah lu, tak usah dipikirkan. Jika jodoh pasti bertemu dengan dokter tampan itu."
"tidak ahjummaa, sudah jangan diingatkan. Ahjumma sudah merasa lebih baik kan?" luhan berusaha mengubah topik.
"ahjumma sudah sembuh lulu, kau lihat kan ahjumma sudah bisa jalan kan tadi."
"lain kali pokoknya ahjumma tidak boleh menerima pesanan yang cukup banyak jika tidak ada aku dan kyungsoo eonni. Mulai sekarang biarkan aku dan kyungsoo eonni yang bekerja, ahjumma jangan terlalu lelah ya."
"iya sayang." Luhan langsung memeluk ahn ahjumma yang sudah dianggap seperti orang tua kedua baginya.
Sehari setelah kepulangan ahn ahjumma, karena luhan merasa ahn ahjumma sudah bisa ditinggal dan masih ada satu tempat yang mungkin bisa memberinya pekerjaan, yaitu teman minseok eonni. Sekarang luhan berniat mengunjungi ZYX's Boutique untuk mencari pekerjaan.
"ahjumma, lulu pergi mencari pekerjaan ya, ahjumma istirahatlah."
"ya, hati-hati lu. Semoga cepat mendapatkan pekerjaan."
Luhan dengan sepedanya seperti biasa sedang mencari tempat yang dituju hingga ketemu. Sebelum memasuki gedung tersebut, luhan berdoa terlebih dahulu karena merasa ini jalan terakhirnya untuk mendapatkan pekerjaan. Ketika masuk kedalam butik itu membuat luhan terpesona dengan gaya bangunannya yang terlihat sangat mewah baginya.
Jelas saja, ini salah satu butik yang terkenal di seoul, semuanya juga mengetahui siapa pemilik zyx's boutique dan bagaimana karya yang dihasilkan memang tidak pernah mengecewakan pembelinya. Luhan segera menghampiri resepsionis untuk ingin bertemu dengan pemilik butik ini.
"permisi.. bisakah saya bertemu dengan pemilik butik ini?"
"maaf? Apa kau sudah memiliki janji dengan yixing sajangnim?"
"euhm.. tidak.. tapi pemilik butik ini adalah teman kakakku.."
"maafkan saya nona, tapi apabila anda tidak memiliki janji dengan atasan kami anda tidak bisa bertemu dengan yixing sajangnim."
"aku mohon.. sekali ini saja, tolong pertemukan aku dengan pemilik butik ini.. aku sangat memerlukan pekerjaan.. tolong aku.. pemilik butik ini teman dari kakakku, yaitu kim minseok.."
"maafkan saya sekali lagi nona."
"ada apa ini?" membuat si resepsionis dan luhan menoleh ke arah sumber suara.
.
.
"xing eonnii, karyamu memang tak pernah mengecewakan aku.."
"tentu saja tao-ie, aku akan selalu berusaha menghasilkan karya yang bagus agar kau puas." Mereka tertawa bersama dan kembali bercengkrama. Sampai akhirnya tao pamit undur diri untuk pulang dengan membawa beberapa karya busana yang dihasilkan oleh sahabatnya ini.
"hati-hati dijalan tao." Anggukan tao sebagai jawabannya dan segera berlalu keluar dari ruangan tersebut. Ketika sedang berusaha menuruni tangga, tao mendengar suara orang memohon berada dari tempat resepsionis dan membuatnya tertarik untuk mendatangi tempat kejadian.
"aku mohon.. sekali ini saja, tolong pertemukan aku dengan pemilik butik ini.. aku sangat memerlukan pekerjaan.. tolong aku.. pemilik butik ini teman dari kakakku, yaitu kim minseok.."
"maafkan saya sekali lagi nona."
"ada apa ini?" si resepsionis dan lawan bicara berbalik menghadapnya, dan beberapa pegawai butik milik temannya ini membungkuk hormat.
"kau adik minseok eonni? Setauku ia anak tunggal."
"ne? m-minseok eonni adalah atasanku dulu saat bekerja di kafe miliknya, d-dan ketika aku pindah ke seoul, ia merekomendasikan butik ini karena katanya pemilik butik ini merupakan sahabat minseok eonni."
"sungguh kau mengenal minseok eonni.. ya Tuhan aku merindukannya." Ujar tao langsung memeluk luhan, dan luhan yang bingung mau bereaksi apa hanya bisa diam saja.
"kenalkan, aku wu zitao. Aku juga sahabat minseok eonni, dan juga pemilik butik ini juga sahabat minseok eonni. Oh ya kau memerlukan pekerjaan?"
"y-ya.. saya sangat memerlukan pekerjaan.."
"ayo berbincang dengan ku.. di kafe sebrang.." luhan hanya mengikuti kemana langkah sahabat eonninya ini melangkah. zitao segera masuk ke dalam mobil yang sudah siap mengantarnya kemanapun.
"kau tak naik ke dalam mobilku?"
"hng itu.. saya membawa sepedaku.. saya akan mengikuti mobil nyonya saja.."
"begitukah? Atau kau ingin agar supirku membawa sepedamu, dan kau naik mobil bersamaku?"
"tak perlu nyonya, saya akan mengikuti mobil anda saja dari belakang."
"baiklah.." luhan segera mengambil sepedanya yang ia parkirkan didekat tempat ia berdiri tadi, dan langsung mengkayuh mengikuti kea rah mobil milik zitao jalan.
…
Ketika sudah berada direstauran
"ahh.. jadi kau sudah mengenal minseok eonni selama tiga tahun karena bekerja di kafenya.. bagaimana keadaan minseok eonni di bucheon?"
"ya nyonya, minseok eonni sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri.. tapi saya harus pindah ke seoul karena kakak saya diterima bekerja disini, membuat saya dan bibiku juga ikut pindah kesini.. terakhir saya bertemu dengannya seminggu lalu dan keadaannya baik-baik saja, dan semoga seterusnya selalu seperti itu."
"santai saja lu.. tak perlu formal seperti itu, jika minseok eonni bisa menganggapmu sebagai adiknya, kenapa aku tidak. Jangan memanggilku nyonya, tapi panggil aku eonni juga ya.."
"ya eonni.."
"terus kau memiliki keahlian apa jika ingin mencari pekerjaan?"
"aku hanya lulusan sekolah menengah pertama eonni, aku tidak berani mengambil pekerjaan yang melebihi pendidikanku, aku awalnya ingin bekerja sebagai pelayan, atau mengasuh anak juga mungkin aku bisa eonni.."
"mengasuh anak? Bagaimana jika kau bekerja denganku untuk mengasuh anakku?"
"eonni sudah memiliki anak?" ucapan zitao membuat luhan terkejut, pasalnya zitao yang masih terlihat muda, bahkan seperti belum menikah dengan dandanan modisnya yang elegan, bahkan semua lelakipun pasti mudah terikat olehnya.
"ya lu, anakku bernama zifan, ia berusia lima tahun sekarang. Kau mau bekerja mengasuh zifan?"
"ya eonni.. aku sangat mau sekali.."
"baiklah, gaji yang aku berikan empat ratus ribu won untuk sebulan, kau mau?"
"eonni.. itu terlalu banyak.."
"tak apa.. tapi sepertinya jarak dari rumahku ke rumahmu sedikit jauh, kau tak masalah?"
"tidak eonni, aku tak memperdulikan hal itu."
"baiklah, kau akan bekerja mengurus zifan dari pagi hingga sore, ketika malam kau boleh pulang. Ketika aku membutuhkan jasamu padahal kau libur untuk menjaga yifan, kau tak masalah kan?"
"tidak sama sekali eonni.. aku malah berterima kasih kau mau memberiku pekerjaan." Luhan segera memeluk tao tanpa sungkan, dan langsung dibalas pelukan juga oleh tao. Luhan harus berterima kasih kepada minseok, akhirnya ia mendapatkan pekerjaan.
"ini alamatku lu, kau bisa mulai bekerja hari ini." Zitao memberikan kartu namanya pada luhan.
"baik eonni, aku akan pulang sebentar untuk mengambil barang-barangku, lalu aku akan langsung kerumahmu."
"akan aku tunggu.. hati-hati ketika berkendara ya." Zitao segera meminta bill dan membayarnya lalu zitao dan luhan berpisah di depan kafe tersebut.
…
Luhan yang sudah mulai bekerja di rumah tao, di sambut baik oleh pemilik rumah yaitu tao eonni, dan hani halmeoni membuat luhan nyaman bekerja dirumah keluarga oh, tanpa tau ada penghuni rumah lainnya yang belum luhan ketahui.
Yaitu oh sehun dan wu yifan.. luhan memang begitu orangnya, ia tidak terlalu memperhatikan yang ada di sekelilingnya termasuk beberapa bukti yang menguatkan bahwa sehun dan yifan juga tinggal dirumah itu. Beberapa foto yifan dan tao yang tidak luhan perhatikan berbeda dengan tak ada atau lebih tepatnya sedikit foto yang memuat oh sehun dalam bingkai foto dirumha tersebut.
Luhan terlalu asik bermain bersama zifan, dan zifan juga langsung sayang kepadanya..
Seperti sekarang, zitao dan halmeoni yang sedang asik bercengkrama duduk di sofa, sedangkan luhan dan zifan yang sedang duduk di karpet tertawa bersama memainkan robot action milik zifan, hingga suara zifan ketika menyerukan sesuatu membuat luhan ikut mengalihkan kearah zifan menatap, dan cukup membuatnya terkejut.
"samchon!" luhan segera berdiri dari duduknya dan ikut menunjuk pelaku yang baru masuk kedalam rumah miliknya itu.
"KAUUU?!" teriak luhan membuat zitao dan halmeoni ikut terkejut.
.
.
.
TBC
Haloo, seluhaenbiased is backk
Sebelumnya aku mau tanya, ceritaku ngebosenin yaa? Sorry banget awalnya kayaknya kepanjangan ya? Aku nulis yang ada dipikiranku dan aku gatau kalo awalnya bakal kepanjangan sampe hunhan momennya dikit banget.. aku udah buat sampe chapter 6 sekarang, dan mulai chapter 6 itu baru hunhan momen full, aku Cuma tinggal cari waktu yang tepat buat update soalnya juga ini mumpung liburan, dan kuliahku jauh dari rumah maklumin seneng-seneng mulu dirumah jadi nge updatenya jaraknya semingguan kurang, tapi kalo ada waktu luang lagi secepat bakal aku post.
Dan buat hunhan momen sorry ya , next aku usahain hunhan momen makin banyak. Ide buat hunhan momen ada, tapi kaisoonya.. mulai stuck bahayaaa..
Last, makasi sekali lagi buat review, follow, fav nya, jangan bosen2 review storyku yaaa. Thank youu, sampai jumpa di chapter selanjutnyaa, laflaf~
Regards,
Seluhaenbiased.
