.

.

.

.

Bapak lelah.

Lelah sama Mbak Sungwoon yang sekarang.

Bentar gini, bentar gitu.

Moodnya berubah-ubah dalam waktu singkat.

Mood swing?

Ugh!

Sewoon pun lelah.

Jisung juga lelah.

Cuma satu yang tetap sabar, Minhyun.

Berapa hari kebekakang ini Minhyun yang ngurusin Sungwoon kalo pas bapak lagi di kolam.

Seperti saat ini, Sungwoon bangun jam empat pagi dan minta dibikinin chocolate nut clusters. Jadilah si bapak harus ngetuk-ngetuk rumah TaeBugi, minta tolong ke Minhyun.

"Maaf ya, dek, jadi ngerepotin terus nih."

"Gapapa, pak, saya emang uda bangun kok," sahut Minhyun dengan senyuman.

Duh, ambyar bapak disenyumin aja.

"Jangan panggil saya 'dek', saya seumuran sama Jonghyun."

"Oh ya? Kok keliatan masi muda banget. Saya kira seumuran Euiwoong..."

Hyungseob anak TaeBugi, masih SD.

"Anak saya aja udah seumuran Hyungseob."

"ANAK?!" Nggak nyangka bapak, kirain masi perawan(?).

"Iya... Namanya Woojin. Ganteng kea maminya."

"Anaknya dimana sekarang?"

"Sama papinya."

Dan sambil nungguin Minhyun bikin pesanan Sungwoon mereka ngobrol banyak. Mulai dari ngomongin anak Minhyun, lele bapak, cinta monyet anak Taebugi sama anak tetangga, sampai tattoo suaminya Minhyun yang bikin pak jaehwan pengen bikin tattoo juga.

Masalahnya, bapak ini disuntik aja nangis masa mau tattoo?

"Ini, Pak, uda jadi. Saya balik dulu ya, mau bantu-bantu Jonghyun bikin sarapan."

"Ya, makasih banget ya... Eh saya manggilnya apa nih? Kak Minhyun?"

"Ya gitu aja gapapa, hahaa..."

Bapak nganterin Minhyun sampai ke pintu, nungguin calon istri keempatnya sampai menghilang di balik pintu rumah TaeBugi barulah dia balik ke rumahnya.

Sewoon dan Jisung yang ke kolam hari ini, abisnya si bapak digondeli (?) sama Sungwoon.

"Mbak Sungwoon napa sih? Aneh banget."

"Ngidam kali. Mood swing juga. Bawaan bayi."

Istri pertama dan ketiga bapak ngeghibahin istri kedua di pinggir kolam.

"Ha? Apa? Sungwoon ngisi?"

Jisung mengendikkan bahunya. "Kali aja, dia kan emang bisa."

"Kita engga ya?" Ponyo sedih.

"Ga tau. Gue sama bapak kan baru setahun. Lo yang uda lama sama bapak."

"Ga pernah ngisi tapi..."

Jisung meluk Ponyo dan nepuk-nepuk punggungnya. "Yang sabar ya, Nyo..."

"Dek, Nyai, kalian jaga rumah ya, Bapak mau nganterin Mbak Sung ke rumah sakit dulu. Nanti pulangnya mau bapak beliin apa buat makan malam?"

"Ponyo mau tempura moriawase ya, pak."

"Saya negi tuna roll ya."

"Ya, nanti bapak beliin. Baik baik ya di rumah, jangan berantem. Bapak jalan dulu," pamit Jaehwan pada dua orang istrinya yang baru pulang dari kolam lele.

Atas saran dari Minhyun, KingCloud setuju untuk cek ke dokter. Bukan dokter Sanggyun tapinya. Pilihannya antara dokter Mina atau dokter Hyunbin. Dikarenakan tempat prakteknya yang lebih dekat, pengalaman Jonghyun yang uda langganan, dan Sungwoon yang malu kalo periksa sama dokter perempuan akhirnya mereka ke dokter Hyunbin. Rumah sekaligus tempat prakteknya sekomplek sama rumah bapak, cuma letaknya di pojok belakang dekat kuburan.

Bapak sama Sungwoon kesana naik motor yang biasa dipake buat ke kolam lele. Pelan-pelan aja jalannya, kasian debay di perut Sungwoon.

Eh?

Emangnya uda pasti?

Entahlah.

Biar dokter Hyunbin cek dulu.

Cici Shihyun yang jadi asisten, perawat, sekaligus resepsionis dokter Hyunbin menyambut mereka dengan senyum manisnya.

"Diisi dulu ya..."

Jaehwan nungguin Sungwoon yang lagi ngisi form kartu pasien.
.

KARTU PASIEN

NAMA: 하성운 / Ha Sungwoon

USIA: 24 tahun

NAMA SUAMI: 김재환 / Kim Jaehwan

JUMLAH ANAK: 1

TINGGI BADAN: 167cm

BERAT BADAN: 62kg

RIWAYAT PENYAKIT: -

.

"Sebelumnya sudah punya anak, Mbak?" tanya cici Shihyun memastikan.

"Sudah sebelum sama bapak."

"Oh..." Cici Shihyun ngangguk ngerti. "Diukur tekanan darahnya dulu ya."

Si bapak ngamati aja sambil senyum-senyum. Pertama kalinya si bapak nemenin istri ke dokter kandungan begini. Bahagia banget bapak.

"Tunggu sebentar ya," ucap Cici Shihyun setelah cek tekanan darah Sungwoon. Dia masuk ruang dokter Hyunbin sementara KingCloud duduk di kursi tunggu, sambil gandengan tangan.

"Say... Aku seneng banget akhirnya aku jadi bapak," bisik Jaehwan.

"Ih jangan ngarep dulu. Kalo ternyata engga ntar sakit."

"Pak dan Bu Jaehwan, silakan," Cici Shihyun mempersilakan KingCloud masuk setelah sekian lama menunggu, ya kan antrinya lumayan. Dokter Hyunbin tuh dokter kandungan paling top disini.

Setelah sesi sapa menyapa, basa basi, dan konsultasi singkat Sungwoon dipersilakan masuk ke ruangan yang lebih dalam. Buat liat debaynya pake usg.

Jaehwan setia menemani di samping tempat tidur dimana istrinya berbaring.

Karena sama sama namja, walaupun beda posisi, Hyunbin mantep aja yang nyingkap kemeja biru Sungwoon, dan dia uda mau nglepas kancing celana kalo aja nggak cepet-cepet dicegah ama suaminya.

"Jangan! Biar saya aja!"

"Saya lepas sendiri aja." Sungwoon malu, masa dia pasrah gitu aja dibuka celananya ama kembaran Komurola.

"Ngga perlu semua kok, cuma sebatas perut aja," ujar Dokter Hyunbin. Dia ngasih selembar selimut garis ke Sungwoon buat nutupin bagian terlarangnya. Yang mau di usg dan diperiksa kan perutnya aja bukan yang lain.

"Iya nih...," gumam dokter Hyunbin yang tampan.

"Iya apanya, dok?" tanya Jaehwan ga sabar. Sungwoon mah kalem, bukan pertama sih buat dia.

"Iya, Ha Sungwoon-ssi hamil. Sebelas minggu." Dokter Hyunbin menggerakkan kursornya pada sesuatu kecil yang berada di tengah monitor.

"Hpl nya antara 27 sampai 29 Mei," ujarnya sembari mengakhiri sesi usg nya dan memberikan selembar tisu pada Sungwoon. "Dibersihkan dulu gel nya."

"27 aja dong, dok, biar sama kea ulang tahun bapaknya," ucap Jaehwan. Ia membantu Sungwoon turun dari tempat tidur.

(Tanggal 28 aja dong biar sama kea ultahnya yang bikin ff ini)

"Kalau caesar bisa pilih tanggal, kalau normal ya nggak bisa," sahut Dokter Hyunbin.

"Sama aja kali mau tanggal berapa lahirnya, yang penting sehat."

"Dek, Nyai, BAPAK MAU JADI BAPAK!"

"Ha? Bapak mau jadi bapak?" bingung Ponyo.

"Bapak kan memang bapak dan bapak sudah bapak." Ni Jisung malah bikin Ponyo tambah bingung.

Jaehwan gabung ama Ponyo Jisung di meja makan. Mereka lagi ngupas bawang buat persediaan.

"Maksudnya, bapak bakal jadi bapak beneran. Bapak mau punya anak."

"Positif Mbak Sungwoon?"

Bapak ngangguk.

"Lah sekarang Sungwoonnya dimana?"

"Ke rumah Taebugi, mau konsultasi kehamilan ke yang berpengalaman katanya. Padahal uda pernah kan dia juga."

"Pesanan Ponyo ama Nyai?" tagih Ponyo, tadi kan mereka nitip tempura moriawase ama negi tuna roll.

"Oh iya, bentar, bapak lupa."

Saking senengnya bapak sampe lupa beli makan.

Jaehwan lari keluar rumah, mau nanyain Sungwoon dulu pengen makan apa.

Sepeninggal bapak Ponyo langsung mewek di pelukan Nyai. Sudah empat jam sampai sekarang dan masih belum berhenti. Jadilah Nyai tidur sama Ponyo malam ini.

"Udah, udah. Gapapa. Bapak tetep sayang kok sama Ponyo. Ponyo kan cinta pertamanya bapak," Nyai berusaha nenangin Ponyo yang nangis di pelukannya.

Bapak denger, karena bapak nguping dari depan pintu. Jadi galau bapak.

Ada Ponyo yang sedih karena keduluan Sungwoon yang bunting.

Ada Sungwoon yang manja dan permintaannya aneh.

Ada Jisung yang belom sempat bapak bahagiain.

Ada juga bidadari yang pengen bapak kerdusin.

Gimama dong?

TBC