Now, You Know Me
Cast :
Oh Sehun ( 25 Tahun )
Xi Luhan ( 21 Tahun )
Kim Jongin ( 25 Tahun )
Do Kyungsoo ( 23 Tahun )
Wu Yifan ( 29 Tahun )
Wu Zitao ( 28 Tahun )
And others
.
.
WARNING : This is GS ( GenderSwitch )
TYPO, EYD, DLDR!
RATED : M ( 18+ )
.
.
Summary :
luhan gadis biasa yang memiliki sifat ceria dan ceroboh harus berhubungan dengan laki-laki kaku nan dingin yang tak mempercayai akan cinta itu ada. Laki-laki dengan usia muda yang mampu meraih kesuksesan dengan kerja kerasnya sendiri bernama sehun tak mengenal akan kebaikan seseorang secara cuma-cuma, menganggap semua orang sama buruknya, dan hanya menatap derajat dan seberapa kaya orang itu.
.
.
Chapter 4 : impossible to never meet you
Happy Reading ^^
.
.
"KAUUU?!"
"apa yang kau lakukan disini hah?" luhan yang masih terbengong melihat kedatangan lelaki menyebalkan itu kerumah majikannya.
"sehun samchoonn." Zifan yang berlari ke arah sehun seperti biasa ketika sehun pulang bekerja membuat luhan melebarkan matanya dan melihat zifan berlari menuju lelaki itu dengan mengulurkan tangan tanda ingin digendong oleh sehun.
Sehun segera mengangkat keponakannya lalu berjalan menuju luhan. "wae? Kau tak suka aku disini?" ujar sehun tiba-tiba yang langsung berdiri disamping luhan membisikkan kalimat tersebut yang tak didengar oleh zitao dan halmeoninya, membuat zitao dan halmeoni ikut melebarkan matanya melihat momen ketika sehun berbisik sesuatu pada luhan membuat dua orang yang melihat kejadian bertanya-tanya mengapa luhan berteriak, dan sehun berbisik apa padanya? Itu yang berada dipikiran dua orang tersebut.
Sehun menurunkan zifan dari gendongannya mengelus kepala zifan sayang dan berlalu menuju kamarnya tanpa menghiraukan kakak dan neneknya. Luhan yang masih membeku tak menyangka pria mnyebalkan itu berada satu rumah dengannya sekarang.
"lu?" panggilan zitao membuyarkan pikiran luhan yang dari tadi membantin –apakah dia atasanku sekarang?
"ya eonni?" luhan segera membalikkan tubuhnya untuk menghadap zitao ketika wanita itu memanggilnya.
"kau baik-baik saja lu?" luhan hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"kau.. mengenal adikku?"
"mworago? Pria menyebalkan tadi adik eonni?!" ujar luhan reflek dan langsung menutup bibirnya karena secara tidak langsung luhan menghina majikannya, meskipun sebenarnya adik majikannya karena luhan bekerja dengan zitao bukan dengan sehun.
"pria menyebalkan? Kalian pernah bertemu?" ucap zitao bingung dan langsung melirik neneknya.
"ahh.. itu.. eonni maafkan aku tidak bermaksud menghina tuan tadi.. maafkan aku salah berbicara." Luhan langsung menundukkan kepalanya, ia takut akan kehilangan pekerjaannya sekarang. Dan melihat kelakuan luhan itu membuat dua orang yang sedang duduk didepannya itu tertawa bersama.
"tidak apa lu, adikku memang sangat menyebalkan kekeke." Dan halmeoni mengangguk menyetujui ucapan cucunya ini. Luhan segera mengangkatkan kepalanya ketika mendengar tao dan halmeoni tertawa membuat luhan bingung, -bukannya seharusnya mereka marah padaku karena aku menghina keluarganya?
"bu.. bukan seperti itu maksudku eonni.. halmeoni.."
"tak apa luhannie, cucuku memang menyebalkan. Bahkan lebih tepatnya sangat menyebalkan. Bisa kau ceritakan pada kami kejadian saat kau bertemu oh sehun?"
"oh sehun?" Tanya luhan bingung.
"adikku yang kau panggil pria menyebalkan itu adikku bernama oh sehun luhannie." Luhan segera menganggukkan kepalanya dan duduk di sebelah oh halmeoni ketika nenek tersebut menepukkan tangannya di sofa tanda memintanya untuk duduk disampingnya karena posisi luhan tadi masih berdiri sejak pria menyebalkan itu datang.
"ah.. saat bertemu tuan sehun itu…"
…
"sial, kenapa gadis ceroboh itu ada disini?" batin sehun ketika ia tiba didalam kamarnya seraya membanting pintu dan menjatuhkan jasnya kasar. Segera melepas dasi dan kancing kemejanya, lalu bergegas untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lelah.
Ini memang baru jam enam sore, tadi sehun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena merasa cukup penat dengan pekerjaan yang dihadapi hari ini. Belum lagi, dia yang selalu berusaha menghubungi sehun membuat sehun bosan. Sudah lama memang sehun malas untuk menjawab telfon atau pesan yang dikirim orang tersebut untuk sehun. Dan mungkin lebih baik sehun pulang dan membersihkan diri dari penatnya. Ia memilih melanjutkan pekerjaannya dirumah saja, lebih tepatnya diruang kerjanya dirumah. Hanya ia yang memerlukan ruang kerja, karena kakak iparnya merupakan seorang dokter dan tidak berurusan dengan perusahaan sepertinya.
Terlalu lama berendam membuatnya tertidur di dalam kamar mandi, setelah itu segera membersihkan tubuhnya ketika ia bangun. Sehun hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya keluar dari kamar mandi, tak lama kemudian ia mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya.
Tok! Tok! Tok!..
Tanpa berpikir panjang, ia segera menuju pintu kamar lalu membukanya. Dan yang membuatnya kaget ketika teriakan yang ia dengar, dan sehun baru mengingat bahwa ia tak memakai apapun sekarang kecuali handuk tersebut.
"arghhhhh.." luhan langsung menutup wajahnya dan berbalik memunggungi sehun.
"ada apa kau datang ke kamarku?" sehun dengan wajah datar seperti biasa yang sayang tidak dilihat luhan karena membelakanginya sekarang yang tak kunjung mengatakan sesuatu.
"cepat katakan. Atau kau sengaja ingin melihatku telanjang sekarang?"
"i-itu.. zitao eonni.. me-meminta anda u-untuk ikut makan malam bersama."
"hem, tumben kau takut padaku padahal kemarin kau berani meneriakiku. Oh atau kau malu melihatku tak menggunakan pakaian?" melihat luhan segera berlari meninggalkan kamarnya, membuat pemilik kamar menyeringai melihat kelakuan gadis ceroboh itu.
…
"ohh.. jadi begitu ceritanya. Tapi kau baik-baik saja saat jatuh tertimpa sepedamu kan?" halmeoni yang terlihat khawatir saat mendengar cerita luhan.
"aku baik-baik saja halmeoni, itu memang salahku waktu itu.." luhan tersenyum saat melihat raut muka oh halmeoni yang mengkhawatirkannya. Keluarga sehun sangat baik pikirnya kecuali pria menyebalkan itu saja yang tidak baik baginya.
"untuk urusan hutangmu pada sehun tidak perlu dihiraukan, sehun sudah membenarkan mobilnya ke bengkel kok, kau tenang saja lu. Maafkan kelakuan adikku ya, dia memang tidak bisa menyaring ucapannya yang pedas itu." Zitao segera berdiri dari duduknya menuju luhan dan mengelus kepala luhan sayang. Bagi zitao, karena minseok sudah menganggap luhan seperti adiknya sendiri, iapun juga ingin menganggap luhan seperti adiknya sendiri.
"ya eonni, aku sudah memaafkan tuan sehun kok."
"ayo bantu eonni menyiapkan makan malam, ayo halmeoni." Zitao segera menarik tubuh luhan berdiri ketika melihatnya mengangguk, lalu mereka bertiga yaitu zitao, halmeoni, dan luhan berbincang bersama sambil menuju dapur.
Bagi luhan, ia sangat menyukai oh halmeoni, dan juga zitao eonni. Mereka sangat baik padanya, bahkan sekarang mereka juga membawakan bekal untuk luhan bawa pulang karena luhan menolak untuk makan malam bersama mereka, karena beralasan terlalu malam jika ikut makan malam. Padahal dalam hati luhan, ia tak ingin se-meja dengan pria menyebalkan itu.
Akan tetapi, sebelum pulang zitao juga menahan tubuh luhan, karena meminta tolong untuk memanggilan sehun turun untuk makan malam bersama, sambil zitao pergi kekamarnya untuk memberi luhan uang gaji pertamanya bekerja dirumahnya.
Luhan segera menuju tangga dan menaikinya karena zitao memintanya untuk memanggil adik zitao eonni. Luhan tidak bisa menolak. Hanya mengatakan zitao eonni mengajaknya makan malam kau pasti bisa lu, semangat –batin luhan sambil mengepalkan tangannya untuk memberi semangat pada diri sendiri.
Tok! Tok! Tok!..
Kenapa pria itu lama sekali memnbuka pintunya.. luhan kembali berusaha mengetuk pintunya hingga ketika pintu terbuka, tanpa sengaja mata luhan menatap tubuh laki-laki yang sedang berada didepannya bertelanjang dada seperti baru saja selesai mandi membuat wajah luhan memerah secara reflek kembali berteriak untuk kedua kali hari ini.
"arghhhhh!" luhan langsung menutup wajahnya dan berbalik memunggungi sehun.
"ada apa kau datang ke kamarku?" luhan yang masih terdiam berusaha meredakan detak jantungnya yang berdetak sangat kencang sekarang menarik nafasnya dalam.
"cepat katakan. Atau kau sengaja ingin melihatku telanjang sekarang?" ucapan sehun semakin membuat luhan takut lebih tepatnya malu.
"i-itu.. zitao eonni.. me-meminta anda u-untuk ikut makan malam bersama." Luhan yang sudah membuat debaran jantungnya sedikit melambat dari sebelumnya akhirnya membuka suaranya.
"hm, tumben kau takut padaku padahal kemarin kau berani meneriakiku. Oh atau kau malu melihatku tak menggunakan pakaian?" ucapan sehun kembali membuat luhan semakin malu dan segera berlari meninggalkan kamar sehun.
Setelah melihat zitao, luhan buru-buru mengambil tasnya yang berada didalam kamar zifan untuk pamit pulang. Sekarang ia benar-benar malu dan tidak ingin bertemu sehun, bisa-bisa jika melihat sehun sekarang pikirannya akan melayang kemanapun, dan wajahnya akan kembali merona membuat zitao dan halmeoni bingung sangat berbahaya pikirnya.
Zitao yang berbalik melihat luhan turun dari tangga terburu-buru masuk ke kamar zifan, membuat zitao bingung, karena ia tadi kembali mendengar teriakan luhan. Apa yang terjadi dengan gadis itu.
"lu.. ada apa? Kenapa berteriak?"
"tidak terjadi apapun eonni, aku pulang dulu.."
"tunggu lu, ini gaji pertamamu."zitao yang sedang berusaha menahan luhan untuk lari.
"gomawo eonni.. tapi kan aku baru hari pertama bekerja eonni.." ujar luhan yang melihat gajinya sekarang.
"tak apa, anggap pesangon pulang. Hati-hati lah lu, ini sudah malam."
"terima kasih banyak eonni. Aku pulaang. Zifanniee, noona pulang yaa.. halmeoni, lulu pulang duluu." Luhan segera memeluk zitao, beralih menuju zifan yang sedang duduk dikursi bersiap makan malam itu mengangguk setelah mendapatkan elusan dikepalanya dari luhan, lalu beralih menuju halmeoni yang ingin dipeluknya. Nenek zitao yang merentangkan tangannya itu dan mengelus kepalanya.
"ini sudah malam lu, diantarkan sehun ya?" ketika nama sehun kembali di sebut membuat luhan kembali malu dan segera menggelengkan kepalanya. Ia segera lari keluar rumah dan sedikit berteriak,
"aku akan pulang sendiri halmeoni, bagaimana dengan sepedaku jika aku tidak pulang dengannya? Sampai jumpa zifann, noona pulaang." Melihat kelakuan luhan membuat zitao dan halmeoni menggeleng dan sedikit tertawa.
.
.
"dimana gadis ceroboh itu?" ini adalah ucapan pertama yang dikeluarkannya sejak pulang kerumah ini ketika melihat zitao, halmeoni, dan zifan, membuat semuanya menoleh ke arahnya.
"gadis ceroboh? Siapa yang kau maksud hun?" penuturan kakaknya membuatnya malas, siapa lagi kalau bukan gadis yang berteriaknya tadi.
"perlukah aku menjawab? Dia yang tadi tiba-tiba berada disini." Sehun mendekati mereka, dan mengambil kursinya untuk duduk ikut bergabung makan malam.
"dia punya nama oh sehun, dan namanya xi luhan. Jangan sembarangan menyebutnya gadis ceroboh." Zitao yang berusaha menasehati adiknya sambil menyiapkan adiknya makan malam.
"terserah noona saja, dimana dia sekarang?"
"ohh.. luhan noona sudah pulang samchon." Jawab zifan menyela ibunya yang hendak menjawab.
"luhan noona? Kenapa kau memanggilnya noona zifan-ah? Panggilan itu tak cocok untuknya. Panggil dia gadis ceroboh.."
"yak oh sehun! Jangan mengajari anakku menjadi buruk. Kau saja yang buruk, anakku tidak."
"kenapa aku harus memanggilnya gadis ceroboh samchon? Kata mommy, jangan menjadi orang buruk. Itu tidak baik, no no hae!" zifan yang menunjukkan jari telunjuk untuk mempergerakan tanda "no no" tadi membuat yang lainnya tertawa. Hanya sehun saja yang tertawa masam.
"itu baru anak mommy sayaang." Zitao segera memeluk anaknya senang dan menjulurkan lidahnya tanda mengejek sehun.
Ketika mereka sedang melangsungkan makan malam, "aku pulangg, zifann.. daddy pulaang!" teriak seseorang dari luar membuat kaget semua orang.
Pasalnya suami zitao adalah seorang dokter yang tak tentu kapan ia bisa pulang. Bahkan kadang suami zitao akan pulang dua hari sekali jika memiliki pasien yang tidak bisa di tinggal. Suami zitao memiliki ruangannya sendiri, karena ia merupakan salah satu dokter yang disegani yang ada di rumah sakit tersebut. Dia adalah Wu Yifan.
Pria yang sudah zitao nikahi enam tahun lamanya. Pria asal china yang memiliki darah china – Canada itu yang awal mengenal zitao karena perjodohan. Akan tetapi lama kelamaan mereka saling mencintai hingga sekarang. Dan sayangnya, wu yifan yang luhan maksud kemarin adalah wu yifan yang sama menjabat sebagai suami wu zitao…
"daddyyyy!" zifan segera turun dari kursinya dan berlari ke ayahnya karena ia sangat merindukan ayahnya. Sudah dua hari ini ayahnya tidak bisa pulang kerumah karena rumah sakit yang sangat banyak memiliki pasien. Zitao dan zifan paham akan hal tersebut.
Yifan segera menggendong anak semata wayangnya yang ia rindukan itu, "daddy sangan merindukanmu sayang.." yifan memeluk anaknya erat.
"zifan juga merindukan daddy.. kenapa daddy baru pulang?"
"maafkan daddy ya.. pasien yang daddy tangani cukup banyak kemarin." Sambil mengecup pipi zifan berkali-kali.
"tak masalah, yang penting daddy pulang sekarang.." itu suara zitao yang menintrupsi momen mereka membuatnya mengelus zifan lalu melihat kearah yifan dengan senyum bahagianya membuat yifan ikut bahagia dan mendekati zitao. Tanpa aba-aba ketika zifan berada diantara lehernya, yifan langsung mengecup bibir tao kilat. Ia sangat merindukan istrinya ini.
"yifaan, tidak disini. Lihat ada zifan digendonganmu." Ucap zitao malu, belum lagi sehun dan neneknya melihat kemesraan mereka. Posisi mereka sekarang yaitu zifan yang berada di gendongan tangan kanan daddy-nya dan zitao yang diraih menggunakan tangan kiri. Serasa sedang berpelukan bertiga.
Oh sehun dan neneknya yang melihat kemesraan kakak dan cucunya bersama keluarganya itu hanya tersenyum bahagia, lebih tepatnya nenek mereka yang tersenyum bahagia melihat kemesraan cucunya, dan sehun yang tersenyum miris melihat kemesraan kakak perempuannya itu.
.
.
Yifan dan zitao yang sedang berada di dalam kamar berdua menikmati waktu malam sebelum tidur mereka, "jadi kau memperkerjakan seseorang untuk mengasuh zifan?" zitao yang baru keluar kamar mandi setelah membersihkan diri untuk segera tidur dipelukan suaminya.
"ya, ia teman minseok eonni dan sepertinya sedang kesusahan. Ia mencari pekerjaan dan tak kunjung dapat sedangkan pendidikannya hanya mengengah atas, jadi ia hanya berani mencari pekerjaan sebagai pelayan restoran atau mengasuh anak. Kau tak keberatan kan? Aku hanya memperkerjakan dia jika aku butuhkan saja. Tapi keperluan zifan tetap aku yang urus, sayang." Ujar zitao menjelaskan dengan berjalan ke arah suaminya yang menyandar pada ujung tempat tidur yang segera menepuk tempat sebelahnya agar zitao ikut merebahkan tubuhnya di kasur juga.
"aku tak masalah sayang, kan kau niatnya membantu keuangannya. Kau yang terbaik." Yifan yang langsung merangkul zitao ketika wanita itu ikut merebahkan tubuhnya dikasur dan langsung dirangkul oleh suaminya.
Zitao yang menggunakan lengan yifan sebagai bantalnya, dan mereka langsung berpelukan mesra dan saling berhadapan. Menceritakan kejadian yang mereka anggap lucu, dan sayangnya yang mereka ceritakan adalah orang yang sama bernama xi luhan.
"kau tau, ternyata pengasuh zifan memiliki kesan buruk saat pertama kali bertemu dengan sehun." Zitao yang menceritakan luhan membuatnya tertawa melihat tingkah lucu luhan itu.
"benarkah? Memang apa yang terjadi dengan mereka?"
"saat ia bekerja di kafe minseok eonni, ia tak sengaja menumpahkan minuman ke baju sehun, kekeke. Kau tau kan mulut pedas sehun bagaimana? Dan kau tau, bukannya ia takut melihat wajah sehun ia malah memarahi sehun balik. Aku ingin berada disana ketika mereka bertengkar kekeke."
"belum lagi katanya saat pertemua kedua malah, gadis itu tak seberapa menghiraukan jalan dan hampir tertabrak sehun, untung saja ia baik-baik saja." Sambung zitao ketika menceritakan kejadian sehun dan luhan.
"apa dia cantik?"
"ya! Kenapa kau malah menanyakannya cantik atau tidak." Untuk kali ini, zitao menyesal menceritakan luhan kepada suaminya.
"bukan begitu sayang, dengarkan dulu. Kau mungkin bisa saja menjodohkannya dengan sehun?"
"menjodohkan? Tapi kau tau kan watak sehun sangat keras..?" zitao yang tak yakin dengan ide suaminya.
"mencoba menjodohkan belum tentu hal yang memaksakan sayang. Kau tau istilah 'benci jadi cinta'? itu bisa saja terjadi pada sehun kan? Kau tak ingin membantu mengatasi traumanya?"
"aku sangat ingin fan.. tapi aku tak tau bagaimana caranya, aku juga tak tau apakah sehun memiliki kekasih atau tidak."
"yasudah, tak perlu dipikirkan. Kau tau aku kemarin membantu seorang gadis yang kesusahan juga masalah biaya rumah sakit.."
"benarkah? Apa yang terjadi dengan gadis itu?"
"kami berkenalan, ia seorang gadis asal cina yang tinggal bersama bibinya. Ia bercerita jika ia terlalu sibuk mencari pekerjaan, dan bibinya yang membuka catering dirumah kelelahan karena tak ada yang membantunya. Gadis itu tak memiliki banyak uang karena belum mendapatkan pekerjaan, ia meminta dispensasi untuk membayar tapi kau tau kebijakan rumah sakit kan sayang? Akhir ketika aku tak sengaja mendengar langsung ku bantu ia. Katanya ia berjanji akan segera mencari pekerjaan dan melunasi hutangnya. Ku pikir dia gadis yang baik."
"malangnya nasib gadis itu.. tapi bibinya baik-baik saja kan fan?"
"ya, ketika aku hendak mengunjungi bibinya kata suster mereka sudah pulang. Untung bibinya baik-baiknya. Hanya kelelahan dan dehidrasi saja."
"syukurlah jika bibinya sudah sembuh." Ujar zitao senang. Tak ada lagi yang mereka bicarakan, tiba-tiba yifan langsung membangunkan tubuhnya untuk berada diatas zitao.
"kau tak merindukanku selama aku dirumah?" zitao yang paham maksud suaminya itu langsung mengalungkan lengannya dileher suaminya tersebut.
"tentu saja, kau terlalu betah dirumah sakit sampai lupa kalau ada yang menunggumu dirumah." Jika sudah begini, sifat manja zitao akan keluar.
"aku tak mungkin melupakanmu sayang, maafkan aku ya? Zifan sekarang umur berapa?" Tanya yifan basa basi membuat zitao tertawa mendengar ucapan suaminya.
"kau lupa dengan umur anakmu sendiri?" zitao ikut menggoda suaminya membuat yifan menghembuskan nafasnya berat.
"terjadi sesuatu?" goda zitao.
"kau tak ingin memiliki anak lagi? Adik untuk zifan?" ini yang diinginkan zitao agar yifan mengungkapkan hal ini.
"kau pikir bagaimana? Anakku sudah mulai tumbuh dewasa, meninggalkanku untuk berangkat sekolah sedangkan suamiku harus pergi ke kantor. Apa yang aku harapkan tuan wu yifan?"
"baiklah, ayo membuat adik untuk zifan agar ada yang menemanimu saat aku dan zifan taka da dirumah." Yifan segera mencium bibir zitao dan melumatnya dalam. Tangannya yang lain sedang berusaha membuka kancing baju tidur yang dikenakan oleh tao.
Setelah asik melumat bibir istrinya ini, tao berusaha memukul dada suaminya tanda kehabisan nafas, lalu yifan yang sudah merasa puas lanjut mencium teratur leher istrinya yang berawal dari dagu hingga menggigit gemas collarbone milik istrinya. Mengecup daerah tersebut,
"kau terlalu kurus sayang, jangan pedulikan berat badanmu, tapi perhatikan kesehatanmu." Zitao yang tidak memperdulikan ucapan suaminya karena terlalu asik mendesah ketika tangan suaminya masih berada di dalam kemejanya, meremas payudaranya yang berusaha menyembul dari pakaian miliknya. Kemeja zitao belum sepenuhnya terlepas, hingga yifan dengan tak sabarnya melepas kancing dan dari tubuh istrinya tersebut dan meninggalkan pakaian dalam yang kontras dengan warna kulit istrinya membuat ia semakin bergairah.
Dikecupnya yang berasal dari dada hingga turun ke payudara yang sekarang dikeluarkan oleh yifan. Ia mengangkat sedikit tubuh istrinya untuk melepas pengait bra, hingga nampak payudara istrinya yang tak tertutup apapun membuat yifan tergoda mencium dan menyedot nipple yang cukup hingga merasa puas.
"aaargh, yifannghh."kicau zitao saat suaminya sedang asik bermain dengan salah satu payudara miliknya dan miliknya yang lain diremas kuat oleh suaminya dan begitu pula sebaliknya. Merasa hawanya panas, yifan dengan tak sabar melepas pakaiannya hingga ia naked dan membantu istrinya untuk melepas pakaian bawah miliknya.
"argghh, yifaaan nghhh." Rintih zitao saat suaminya sekarang asik dengan tubuh bagian bawahnya.
.
.
Ini sudah menunjukkan pukul tujuh dan kyungsoo masih harus melanjutkan pekerjaan yang belum selesai, membuatnya cukup lelah. Beberapa karyawan mulai meninggalkan kantor, hanya menyisakan dirinya dan beberapa karyawan lain. Kyungsoo harus segera menyelesaikan tugas ini, atau besok kyungsoo akan kelabakan untuk mengurus tugas yang lainnya. Sedangkan ia tak memiliki laptop atau computer dirumah jika ingin pulang, jadi kyungsoo harus segera menyelesaikan tugas ini dan segera pulang sebelum bus terakhir akan meninggalkannya.
DRRT.. DRRT..
'Kau belum pulang?' itu adalah pesan dari bambi lu-nya.
'belum, tugasku belum selesai ku kerjakan.'
'ingin di jemput?'
'kau sudah pulang dari tempat kerjamu?' memang luhan sudah menceritakan pada kyungsoo bahwa hari ini luhan sudah mendapatkan pekerjaan mengasuk anak majikannya, dengan bayaran yang cukup menurut luhan untuk menghidupi kebutuhannya.
'sudah, ingin ku jemput?'
'tak perlu, akan semakin larut jika kau pergi dari rumah menuju kantorku, aku akan menaiki bus terakhir malam ini.'
'baiklah, hati-hati. Jika bus terakhir sudah lewat, naik taksi saja atau aku akan menjemputmu eonni.'
'iya adikku sayang. Aku akan baik-baik saja.' Kyungsoo kembali fokus ke komputernya untuk melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.
Kyungsoo segera membereskan barang-barangnya untuk pulang kerumah sebelum bus pergi meninggalkannya. Setengah berlari keluar gedung kantornya, ketika berusaha mencari ponselnya dan tetap berlari tanpa sengaja ia menabrak punggung atasannya. Ya Kim Jongin sajangnim.
Untung saja ia tak berlari begitu kencang, tapi tetap saja yang ditabraknya adalah pemilik kantor tempat ia bekerja dan kyungsoo harus apa sekarang. Kyungsoo juga tak bisa kabur selain minta maaf terlebih dahulu, tapi bus sudah terlihat didepan matanya sekarang menunggu penumpang sebelum pergi meninggalkannya.
"sa-sajangnim, ma-maafkan saya.." kyungsoo yang menunduk berkali-kali tetapi matanya tak fokus melihat bus takut pergi meninggalkannya.
"apa yang kau lihat sekarang?" jongin yang bingung melihat kelakuan bawahannya itu lalu mengikuti arah pandang kyungsoo sekarang membuat jongin paham.
"jika meminta maaf pada seseorang seharusnya kau menatap orang tersebut do kyungsoo-ssi." Kyungsoo yang segera mengalihkan pandangannya menunju atasannya membuat kepalanya menunduk.
"maafkan saya sajangnim, saya takut tertinggal bus dan berlari, tetapi fo-fokus saya mencari ponsel saya di tas. Maafkan saya.."
"baiklah aku maafkan, segera pulang sebelum bus meninggalkanmu."
"terima kasih sajangnim." Kembali menunduk hormat, kyungsoo segera lari menuju halte tetapi sayangnya bus sudah melaju ketika kyungsoo berusaha untuk mengejarnya membuat kyungsoo bingung sekarang, tidak mungkin ia meminta luhan untuk menjemputnya, atau menunggu taksi ketika melihat jalanan di sekitar kantor tak banyak kendaraan lewat. Kyungsoo duduk di halte sebentar untuk berpikir apa yang harus ia lakukan sekarang untuk pulang kerumah, mungkin kah jalan kaki? Mungkin iya, sampai kyungsoo menemukan jalanan ramai untuk mendapatkan taksi.
Ketika hendak berjalan kaki, sebuah mobil berhenti di sebelahnya, dan orang yang mengendarai membuka kaca jendelanya,
"kau tertinggal bus tadi?"
"ya sajangnim.. saya akan mencari taksi untuk pulang, saya permisi." Jongin menintrupsi kyungsoo yang hendak berjalan pulang.
"pulang bersamaku saja. Ayo naik ke mobilku."
"tidak sajangnim, akan sangat merepotkan anda. Saya akan mencari taksi saja."
"aku tak akan mungkin membiarkan seorang gadis jalan sendiri di tempat gelap seperti ini. Turuti saja perkataanku do kyungsoo-ssi, aku atasanmu." Kyungsoo merasa sungkan tapi ia juga tak bisa menolak sehingga ia berjalan ke pintu berlainan arah dan duduk di bangku sebelah atasannya.
"maafkan saya merepotkan anda sajangnim." Ujar kyungsoo sambil berusaha memasangkan sabuk pengamannya.
"tak masalah, aku yang memaksamu untuk pulang bersama. Dimana alamatmu?" kyungsoo segera menyebutkan alamatnya dan terdiam. Selama di perjalanan, hanya menanyakan alamat adalah terakhir kali mereka berbincang. Karena sudah merasa tak ada yang bisa di bahas membuat suasana menjadi sepi. Hingga tiba-tiba jongin mengajaknya berbicara.
"kau berasal dari bucheon?" kyungsoo langsung menoleh ke jongin lalu kembali lagi menghadap depan.
"ya sajangnim."
"aku pernah tinggal di bucheon." Kyungsoo membelalakan matanya akan tetapi ia berusaha mengubah raut wajahnya kembali.
"ahh.. benarkah sajangnim?" dan hanya diangguki oleh jongin membuatnya kecewa. Kyungsoo pula tak tau harus menjawab apa, hingga ia hanya diam tak meneruskan percakapan mereka. Karena suasana terlalu sepi membuat kyungsoo tanpa sadar tertidur dengan wajah tenangnya menghadap jongin.
Sebenarnya mereka sudah sampai di tempat tinggal kyungsoo beberapa menit lalu, tetapi melihat wajah kelelahan kyungsoo membuat jongin tak tega membangunkannya, tetapi pula jongin juga tak tau nomor berapa tempat tinggal kyungsoo di gedung ini. Sehingga membuat jongin harus membangunkan kyungsoo.
"kyung.. bangun lah." Kyungsoo yang terlalu pulas membuat jongin kembali tak tega, tetapi melihat kyungsoo yang tidur dengan mem-pout -kan bibirnya membuat jongin ingin mencicipi bibir tersebut. Jongin mendekatkan wajahnya ke arah kyungsoo dan berhasil mengecup bibir yang menggodanya itu.
Jongin harus menahan hasratnya untuk tidak melumat benda kenyal itu, atau kyungsoo akan takut padanya. Ia tak ingin hal tersebut terjadi, sudah cukup mengecup saja membuatnya bangga. Segera menjauhkan tubuhnya dari wajah kyungsoo dan kembali memperhatikan wajah gadis tersebut hingga kyungsoo bangun dengan sendirinya.
"eunghh.." kyungsoo yang tersadar ia masih berada di mobil atasannya, ketika mengangkat kepalanya sekarang ia sedang diperhatikan intens oleh atasannya membuat kyungsoo kembali menundukkan kepalanya takut.
"sa-sajangnim.. ma-maafkan saya tertidur.."
"tak masalah, kau kelelahan bukan. Cepat pulang, dan tidur. Besok kau akan kembali bekerja paginya." Merasa diperhatikan oleh atasannya membuat kyungsoo merona tapi segera ia tutupi dengan anggukan dan berterima kasih.
"terima kasih sajangnim sudah menolong saya, dan maaf merepotkan anda. Sampai jumpa dan hati-hati saat diperjalanan." Ucapan singkat kyungsoo mendapat anggukan dan senyuman kecil oleh jongin. Merasa bersalah karena tertidur, kyungsoo menunggu mobil jongin hilang dari pandangannya baru masuk kedalam tempat tinggalnya.
Tanpa sadar ada yang mengikuti mereka sedari tadi sejak berada dari kantor, tentu lagi siapa kalau bukan choi sulli?
Sulli yang memperhatikan keadaan sejak kyungsoo tak sengaja menabrak punggung jongin, sulli masih berada di sana bersama jongin menunggunya masuk ke dalam kendaraannya yang jongin setir sendiri. Mengawasi saat mobil jongin berhenti dihalte untuk memberikan tumpangan pada gadis miskin itu, sulli lihat semuanya.
Selama ia bekerja selama dua tahun bersama jongin, tak pernah ada yang bisa menumpang di mobil atasannya hingga kyungsoo masuk ke dalam perusahaan membuat sulli merasa was-was pada gadis itu. Sulli yang berusaha melakukan ini itu agar jongin tertarikpun tak pernah berhasil, bahkan untuk mendapatkan tumpangan seperti yang terjadi pada kyungsoo pun tak pernah ia rasakan kecuali jika ada urusan bisnis, sulli akan pergi bersama jongin.
Sulli yang mengikuti mobil jongin hingga empunya tiba di sebuah gedung tempat tinggal yang terlihat kumuh, akan tetapi kenapa gadis itu tak segera turun dari mobil jongin membuat sulli takut terjadi hal yang tak diinginkan. Secara jongin merupakan lelaki yang terkenal playboy-nya. Semua wanita ingin di sentuh oleh kim jongin, pemuda sukses yang kaya dengan visual yang tak diragukan.
Sulli segera menggeleng pelan menghilangkan pikiran yang tak diinginkannya hingga kyungsoo turun dengan wajah linglung tampak baru bangun tidur, membuat sulli paham kalau kyungsoo tertidur dimobil jongin. Dasar gadis bodoh –pikir sulli. Membuat sulli tersenyum sinis saat melihat kyungsoo akhirnya masuk ke dalam.
.
.
Setelah pulang dari rumah zitao, luhan segera masuk ke dalam kamarnya membuat ahn ahjumma bingung, tidak biasanya luhan tak menyapanya terlebih dahulu ketika ia baru pulang dari luar. Tapi ahn ahjumma tak ingin mempermasalahkannya lebih lanjut, mungkin luhan lelah pikir ahn ahjumma.
Luhan yang langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur, masih merasa malu ketika kejadian saat berada dirumah zitao eonni dan harus melihat tubuh topless pria menyebalkan itu kembali membuat sehun merona. Pasalnya untuk pertama kalinya luhan melihat tubuh seorang laki-laki yang tak menggunakan pakaian, apalagi tubuh pria menyebalkan tersebut terlihat tampak sexy. Memikirkan hal itu semua kembali membuat luhan merona tak kunjung selesai.
"tidaakk, mengapa aku harus memikirkan pria menyebalkan itu teruuss." Ujar luhan kepada dirinya sendiri dan menutup wajahnya dengan bantalnya. Luhan segera mengeluarkan liontin pemberian mamanya itu,
"ma.. lulu tak salahkan kan ketika tak segaja melihat tubuh pria menyebalkan itu sedang tak menggunakan baju? Siapa suruh ia tak memakai pakaiannya dulu sebelum membuka pintu. Lulu tak salahkan? Tapi kenapa membuat lulu merona tak kunjung selesai? Mungkin lulu hanya terpesona dengan tubuh milik pria menyebalkan itu?" aigoo, apa yang kau pikirkan lu, hilangkan pikiran anehmu itu –batin luhan dan menggelengkan kepalanya.
Selama ini, semuanya memang luhan ceritakan pada eommanya melalui kalung liontin itu, bahkan termasuk pertemuan pertama, pertemuan kedua, bahkan sekarang pertemuan ketiganya dengan oh sehun si pria menyebalkan itu.
Setelah tersadar, luhan bergegas membersihkan diri, dan mengatakan pada ahjumma bahwa ia mendapatkan makanan dari keluarga oh karena tak ikut bergabung makan malam dengan mereka. Dan untungnya ahn ahjumma yang tidak memasak terlalu banyak hingga mereka memakan masakan yang diberikan oleh zitao dan menyisakannya untuk kyungsoo saat ia pulang dari kantor nanti.
Setelah selesai semua, luhan berusaha mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya dan ia menyentuh amplop yang berisi gaji pertamanya. Segera ia keluarkan dan melihat uang yang ia dapatkan hari ini. Luhan memang selalu menyisihkan uangnya untuk di tabung dan lainnya untuk kebutuhan sehari-hari. Sejak kecil ia diajarkan untuk menyisihkan uangnya dan itu masih luhan terapkan hingga sekarang.
Luhan yang masih memandangi amplop hingga ia mengingat bahwa ia masih memiliki hutang yang waktu itu, yifan mau membantunya membayar tagihan rumah sakit. kali ini luhan bertekat memisahkan beberapa uangnya untuk membayar tagihan rumah sakit beberapa meskipun ia tak bisa langsung menggantinya karena masih ada keperluan yang luhan butuhkan. Pasti dokter itu mengerti pikir luhan.
Sambil mencari kesempatan untuk bertemu sang dokter pujaan hati besok pikir luhan senang dan meloncat-loncat girang didalam kamar. Membuat luhan teringat hingga sampai sekarang kakaknya masih belum pulang membuat luhan cemas dan segera memberikan pesan pada kakak perempuannya ini.
Setelah selesai menghubungi kakaknya, luhan memilih menunggu kepulangan kakaknya diruang tamu hingga beberapa saat kemudian, kakaknya masuk ke dalam rumah dengan raut sedihnya. Luhan yang ingin mencegah kakaknya dan menanyakan ada apa ia batalkan karena sepertinya kyungsoo terlihat sangat sedih.
…
Setelah mobil jongin tak terlihat dari pandangannya, kyungsoo masuk ke dalam rumah dengan wajah lesunya. Ia memandang luhan sepertinya yang menunggu kehadirannya tapi kyungsoo lewati begitu saja dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya, dan membendamkan wajahnya di bantalnya.
"ia tak mengingatku…" itu yang dipikirkan kyungsoo sedari tadi sejak berada dalam mobil atasannya.
.
.
.
TBC
Haloo, seluhaenbiased is backk^^
Kali ini kristao dulu yee, hunhannya entaran wkwkw. Kristao so sweet bikin iri , btw ada apa dengan kaisoo? Jengjengjeng :))). Gaada apa-apa kok wkwk, kai berani bener ya. Gatau apa ada yang mata-matain hmm. Kasian ucoonya ntar dimusuhin ._.
Dan lagi jangan ada yang marah sama tante sulli ya, tante baik kok sebenernya disini doang jadi jahat liar *eh ._.v sorry te, hehe. Dan btw lagi, kris tuh minta tao buat jodohin luhan sama sehun, tenang aja, bakal jodoh kok 😉, aminn haha. Disini yang masih hunhan shipper meskipun udah gaada momennya sama sekali kecuali kode-kodean mana suaranyaaa, yang sabar ya jadi HHS, aku juga sabar kok, pasti bakal ada waktunya, sama kayak nih cerita hunhan momennya ntaran dulu .
Thanks buat yang udah baca ini cerita, buat yang ngereview, silent reader, yang ngefollow, sama favorite nih story, tunggu chapter selanjutnya yoww -bow. Jangan lupa review yang belum, yang udah boleh review lagi ^^. See you next chapter, bubayy~
Regards,
Seluhaenbiased.
