.

.

.

.


Kehamilan Sungwoon uda masuk trimester kedua. Sungwoonya uda mapan, uda ngga aneh aneh juga.

Bapak uda lumayan santai. Walaupun ngga santai santai banget, secara Ponyonya masih murung terus.

"Bapak mau aja tidur ama Ponyo tiap hari biar cepet dapat debay juga, tapi Sungwoon kan lagi hamil, pengen disayang-sayang juga." Si Bapak lagi curhat sama Nyai di kolam lele.

"Maaf ya bapak jadi kurang perhatian sama Nyai."

"Gapapa, pak, nyai mah santai." Beda di bibir, beda di hati.

Bapak meluk Nyai sebentar. "Makasih, sayang."


"Ponyo mau makan apa? Biar bapak beliin?"

Yang ditanya nggak mau jawab, selain ngambek dia juga lagi ga enak badan. Pusing panas dingin, badannya sakit semua. Efek mogok makan.

"Bakso ya? Apa mi ayam?"

Ponyo masih males jawab.

"Bapak beliin bubur ayam di warungnya Mas Gunhee aja ya?"

Ponyo ngangguk.

"Tunggu bentar ya, bae..."

CUP!

Bapak ngecup kening Ponyo yang panas banget cem termos.

Warung Mas Gunhee letaknya persis di belakang rumah bapak, cuma buat kesana harus muter dulu, ga ada jalan tembus soalnya.

"Halo, Pak."

"Halo juga, Mas Tae."

Mereka ketemu terus jalan bareng.

"Gimana, Mas? Berhasil?"

Mas Taehyun ngerangkul pundak bapak. "Berhasil langsung, Pak! Terbaik memang bapak ini."

"Saya tunggu undangannya."

"Doain ya. Oh ya, si sungwoon udah isi nih?"

"Udah jalan empat ni, mas. Seneng banget saya. Lho ini Mas Tae mau kemana?"

"Beli bubur buat sarapan saya sama Kenta."

"Sama dong, saya juga lagi mau beli bubur buat Ponyo."

"Sungwoon ngga dibeliin?" Masih peduli aja nih masnya sama mantan istri.

"Sungwoon uda sarapan pake dendeng sapi tadi. Ponyo lagi sakit jadi minta bubur." Bapak yang nawarin aslinya, bukan Ponyo yang minta.

"Wuih jangan jangan ngisi juga. Hebat bapak langsung dua sekali."

"Duh jangan dong, mas, pusing saya kalo barengan. Giliran aja."

Nggak kerasa mereka uda nyampe di warungnya Mas Gunhee.

"Selamat datang bapak bapak yang tampan. Welcome to my bubur world...," sambutnya ramah seperti biasa.

"Bubur ayam cakwe satu ya, Hee, dibungkus."

"Saya dua bubur ayam jamur, jangan lupa banyakin buburnya, sama ayam jamurnya juga," yang belakang Mas Tae ngomongnya bisik-bisik biar ga kendengeran yang lain.

Setelah dapat yang dimau bapak sama Mas tae jalan bareng lagi pulang ke rumah mereka yang sebelahan.

"Pak, saya denger rumor bapak mau nikahin si Minhyun juga ya?"

Bapak ketawa kecil. "Dengar dari mana Mas Tae?"

"Sekomplek uda pada tau, Pak Jae..."

"Ha? Yang bener?"

Mas Tae ngangguk. "Saya duluan ya," pamit Mas Tae karena mereka udah nyampe aja di depan rumah Taehyun.


"Pak...," rengek Ponyo setelah selesai disuapin bubur ayam ama bapak.

"Apa, Bae?" Jaehwan meluk tubuh kurus Ponyo.

"Ponyo mau punya anak juga..."

"Aku juga pengen punya anak dari kamu, Ponyo..."

"Bikin yuk..."

"Kan kamu lagi sakit."

"Gapapa, ayo bikin aja biar cepet jadi."

Mungkin bapak harus kerja keras semalaman kea waktu ama Sungwoon biar Ponyo bisa ngisi juga.

Jadwalnya Sungwoon check up ke dokter Hyunbin jam 11 hari ini, tapi nyatanya sampai jam 12 Sungwoon belom bangun. Tidurnya dari semalem jam setengah delapan loh. Artinya lebih dari enam belas jam dia tidur.

Bapak bingung, mau bangunin ga tega karna si Sungwoon tidur nyenyak banget, kalo ngga dibangunin terus check up nya gimana dong?

Hari ini bapak sampe ga ke kolam demi nganterin Sungwoon check up, digantiin sama Nyai yang selalu bisa diandalkan.

"Mbak Sungwoon... Sayang... Sayangku...

Masih nggak ada respon.

Ini Sungwoon tidurnya nyenyak banget, ada petasan meledak di sampingnya juga ga bangun kali dia.

Bapak nungguin Sungwoon bangun sambil main Line Rangers, biar dapet coin buat beli tikel.

"Eum... Heung..."

"Eh uda bangun?"

"Heum..."

Sungwoon membuka matanya perlahan. "Maci ngantuk..."

"Udah tujuh belas jam, sayang, tidurnya. Bangun terus liat debay kuy."

"Ha? Liat debay?" Sungwoon langsung sadar 100%.

"Ayo mandi terus ke dokter Hyunbin, uda telat kita."

"Tunggu ya."

Butuh satu jam buat Sungwoon mandi, ngeringin rambut, pake baju, ber make up, dll sampai siap jalan ke dokter Hyunbin.

"Abis liat debay kita ke mall yuk, sekalian maksi."

"Iya...," bapak sih nurut aja apa maunya bumil. Toh Ponyo yang cemburuan setengah mati lagi sibuk. Sibuk nyomblangin Choi Minki si kerdus penyok ama Doyeon anak pak lurah.

"Makasih, sayang."

CUP!

Sungwoon ngecup pipi bapak yang lagi nyetir, untung ga nabrak. Ya mereka naik mobil karena motor bapak lagi dipake Ponyo dan ga tau kapan balik.

"Apa sih yang nggak buat kamu. Kamu minta bulanpun aku ambilin," gombalnya mulai deh si bapak.

"Minta jadi istri satu-satunya bisa gak?"

Bapak kicep.

Lain kali ati-ati, pak.

"Gabisa kan? Katanya apa yang nggak buat kamu."

"Ya bukan gitu, tapi..."

"Ga usah sok janji janji."

Untung mereka udah sampai di depan rsb nya dokter Hyunbin, jadi pembicaraan nggak sempat sampai mana-mana.

Berhubung udah daftar dulu mereka nggak perlu nunggu lama. Setelah yang di dalam ruang periksa keluar mereka langsung masuk.

KingCloud ekstra hepinya, karena jadwalnya hari ini Sungwoon akan USG 4D. Jadi wajah bayinya bakal keliatan kali ini.

"Mirip siapa nih?" tanya dokter Hyunbin ketika wajah debay KingCloud uda keliatan di layar monitor.

"Mirip saya pipinya," sahut Pak Jae cepat.

"Mirip saya tuh," ujar Sungwoon nggak mau kalah.

"Ya deh, iya."

"Sehat bayinya, ibunya juga."

Setelah beberapa menit lamanya sesi USG 4Dpun berakhir dan mereka kembali ke ruang konsultasi.

Mereka diberi beberapa lembar hasil cetak USG 4D Sungwoon, jadi mereka bisa lihat lagi wajah lucu debay KingCloud di rumah.

"Oh ya saya lupa!" Dokter Hyunbin menepuk jidatnya yang tertutup poni warna merah keunguan. "Bayinya laki-laki."

"Sudah kelihatan, dok?"

"Pasti laki-laki ya?" Sungwoon agak kecewa, dia kan pengennya anak perempuan. Beda sama bapak yang laki perempuan sama aja.

"Pasti dong, kan ada burungnya."

Sungwoon mendesah kecewa dan Jaehwan langsung mengelus punggungnya pelan. "Gapapa, ntar kita bikin lagi yang perempuan setelah yang ini lahir," bisik Jaehwan.

"Jangan lupa vitaminnya, sehari sekali aja setelah sarapan. Susunya diminum terus ya, cukup sekali sehari aja, debaynya udah gemuk," pesan Dokter Hyunbin sebelum KingCloud pamit.

"Baik, makasih Dok..."

"Jadi, debaynya mau kita kasi nama siapa?" tanya Jaehwan sambil mengusap lembut perut Sungwoon yang sudah mulai membuncit. Posisinya mereka rebahan menyamping dan Jaehwan meluk Sungwoon dari belakang.

"Tau ah!"

"Ih, sayang, ga boleh gitu. Ini kan anak kita, mau laki atau perempuan mah sama aja."

"Waktu Justin aku maunya perempuan brojolnya laki, masa ini laki lagi?"

"Nanti kita bikin lagi setelah ini lahir, oke?"

Sungwoon diem. Masi kesel dia. Kecewa.

Jaehwan ngecup sekilas pipi kanan Sungwoon. "Bobo yuk, uda malem. Good nite sayang, Good nite Jaehwan kecil..."