.
TEN
.
.
Jaehwan ngerasa kepanasan, dari tadi dia keringetan sendiri sementara orang-orang di sekitarnya kedinginan. Habis hujan memang.
Ga betah, Jaehwan lepas jaketnya terus kipas-kipas pake kertas seadanya.
"Bah, kenapasan lu?" tanya Yehyun yang duduk di sebelahnya.
"Hooh ni, panas banget."
"Dingin gini. Sakit?"
"Gatau nih. Gue balik duluan ya. Nitip aja nih." Jaehwan menyerahkan uang dan buku tabungannya pada Yehyun dan kabur.
Yehyun sama bapak uda temenan sejak SD, kecilnya main bareng, gede bareng, ternak ikan bareng juga. Bedanya bapak ternak lele, Yehyun ternak ikan nila.
.
"Nyo, Ponyo..."
"Ponyo lagi berak," yang nyahut Nyai. Ponyo lagi ngeden ga bisa bersuara.
"Oh... Kalau Sungwoon?" tanya bapak sambil ngelepas sepatunya di rak belakang pintu.
"Sungwoon jalan-jalan sama geng bumil," jisung nyahut dari halaman belakang, lagi nyuci dia.
"Yodah kuy nyai aja," bapak nyusul ke belakang.
"Apaan?"
"Bikin debay." Jisung cuma bisa pasrah aja ditarik ama bapak ke kamar.
.
"Tay lah, gua yang ngasi jamu, Jisung yang ditunggangi!"
Jonghyun dan Minhyun terkekeh kecil.
"Ntar cekokin lagi, terus kunci dalem kamar." Jonghyun keliatannya alim tapi ide-idenya lumayan juga.
"Dua bungkus langsung biar lebi mantep," imbuh Minhyun. "Bah, jadi ikutan sange nih gua, mana tiap malem denger desahannya Jonghyun," ratap Minhyun yang lagi pisahan ama suami.
"Nikah aje ama pak jaehwan, gosipnya kan beliau naksir lu, Min," Jonghyun ngomong ga pake mikir.
Istri pertamanya ngamuk lah. "Enak ae! Bertiga aje ga bunting-bunting aye, malah mau ditambahin jadi berempat. Laki banyak, cari yang single aja. Koh Guanlin noh!"
"Koh Guanlin saha?" Minhyun gak kenal.
"Itu yang jual nasi goreng depan," jawab Jonghyun. "Kapan kapan kesana biar lo kenal."
"Ga ah, makasih."
"Biar ga lama lama lo numpang disini."
Mereka bertiga lagi ngumpul duduk-duduk di teras belakang rumah Jonghyun. Mumpung daddy Taemin lagi di rumah, bisa disuruh jagain Ucup Iwung.
"Eh tapi bener loh laki gue demen ma lu."
"Tenang aja guenya gamao."
"Janji?"
"Penggal kepala gue kalo ampe mau ama Pak Jaehwan."
"Oke, Jonghyun saksinya!"
Untung Jaehwan ga ada disini, kalau dengar janjinya Minhyun ke Sewoon bisa gantung diri di pohon pisang dia.
.
"Hari ini jatahnya Ponyo loh. Gamau tau, ga terima alasan!" Istri pertama bapak masi ngambek gegara tadi pagi menjelang siang bapak yang sange maksimal akibat jamu dari Jonghyun justru maennya sama Jisung.
"Iya, sayang, iya. Masi kuat kok." Jaehwan giring istri pertamanya dari ruang tv ke kamar. Mau dipuasin biar gak ngambek lagi.
Sungwoon dan Jisung berpandangan dengan tatapan aneh. Keduanya tengah duduk berhadapan di kamar Sungwoon. Mereka dengar tadi, dan sebentar lagi mereka akan dengar suara bapak dan Sewoon lagi dengan nada yang berbeda.
"Duh, masi jam segini, belum ngantuk lah," keluh Sungwoon ke Jisung.
"Ya sama. Terus gimana? Mau keluar?"
Sungwoon mengangguk. "Boleh dah temenin jalan jalan aja ya, Nyai?"
Jisung dengan senang hati menemani Sungwoon jalan muter-muter komplek, sapa tau ketemu cogan. Bosen kan liat mukanya bapak jaehwan mulu.
Udah jam setengah tujuh tapi tumbenan masi belum gelap, nggak dingin juga, jadi betah mereka jalan-jalannya.
"Hm... wangi sate nih. Sedap banget." Sungwoon semenjak hamil jadi peka banget indera penciumannya.
"Mana sate? Ga ada sate." Nyai belom nyium bau sate sama sekali, malah yang kecium sama dia bau eek kucing.
"Ini ada bau sate. Itu disana!" Sungwoon nunjuk ke arah belokan di kanan mereka. "Yuk kesana, babynya laper pengen sate ayam."
Jisung sih nurut aja diseret ama ni bumil.
"Nah kan! Bener!" Seru Sungwoon gembira ketika mereka bertemu dengan mas-mas ganteng yang lagi dorong gerobak sate.
"Kim Jaehan!"
"Yoon Jisung!"
Sungwoon cuma melongo liat Jisung ama mas nya yang jual sate pelukan cem Teletubbies.
"Kamu tinggal disini?"
"Kamu uda lama jualan disini?"
"Kok kita ngga pernah ketemu?"
"Kok kamu ngga pernah lewat depan rumahku?"
"Kalian saling kenal?"
Keduanya sama-sama menoleh ke arah Sungwoon.
"Woon, kenalin ini Kim Jaehan temen sekampus dulu. Han, ini Sungwoon, istri suamiku."
Jaehan bingung. "Istri suamimu? Maksudnya gimana galham."
"Duh ceritanya panjang. Siniin satenya dulu."
"Yodah duduk aja dulu, aku bikinin sate buat kalian."
"Gratis kan?"
"Kali ini aja!"
.
Pagi-pagi banget KingCloud jalan-jalan ngiterin komplek. Karena kandungan Sungwoon uda masuk trimester ketiga calon ibunya harus banyak gerak biar lahirannya lancar nanti. Sekalian pulangnya nanti mau makan soto ayam kampung.
"Eh ada Kak Minhyun," sapa Jaehwan sok akrab.
Sungwoon nengok ke belakang, bener aja ada Jonghyun ama Minhyun. Tapi kok yang disapa cuma Minhyunnya? Jonghyun engga.
Minhyun cuma balas Jaehwan pake senyuman. Cuma. Cuma bikin jaehwan ambyar juga.
"Kak Minhyun mau ikut makan soto?" tawar bapak, uda ga peduli dia ama perasaan istrinya yang lagi hamil tua.
"Jonghyun gimana?"
"Kuy gapapa, mumpung ada yang traktir."
Kebetulan warung soto kaki lima Mbak Somi emang uda ga jauh jadi mereka langsung kesana aja berempat.
Dengan pedenya Jaehwan duduk di samping Minhyun, jadi Sungwoon terpaksa duduk di sebrang mereka sama Jonghyun. Bukan terpaksa sebelahan sama Jonghyun, tapi terpaksa merelakan Pak Jaehwan sebelahan nempel ama gebetan.
Sungwoon nendang pelan kaki suaminya waktu laki-laki beristri tiga itu mulai ngerdusin Minhyun yang juga masi berstatus istri orang.
"Ih apaan sih Mbak Sungwoon?"
Ga peka, dasar!
"Dasar kerdus!"
Jonghyun nahan ketawa, takut nyembur.
"Pak Jaehwan, bapak kan istrinya udah tiga, uda hampir punya keturunan juga, jangan ngerdusin saya plis. Saya masih berstatus istri orang, Pak," Minhyun ngomongnya pelan dan kalem tapi berhasil bikin bapak jaehwan yth pen nangis ditempat.
.
"Bapak ditolak sebelumsempat menyatakan cinta euy," Sungwoon dengan bahagianya cerita ke Ponyo dan Jisung sesampainya di rumah.
"Bagus dah!"
"Alhamdulillah, doa nyai terkabul..."
Yang dighibahin lagi gak ada di rumah, kebetulan para bapak bapak komplek ada rapat mendadak di pos ronda.
"Berarti aman kan kita?"
"Belum tentu, Nyai," sahut Ponyo. "Bapak kan pantang menyerah."
Sungwoon mengangguk, sependapat dengan istri pertama suaminya. "Kita mesti cari cara buat bikin Minhyun terus nggak mau sama bapak, dan biar bapak nggak ngerdus lagi."
"Ponyo ada ide!"
.
Tbc
Dulu ya
.
.
.
Ada yang main Rp Kpop (chara apaaja) di line? Tinggalkan id kalian dong, nnti ku add ?
