Now, You Know Me
Cast :
Oh Sehun ( 25 Tahun )
Xi Luhan ( 21 Tahun )
Kim Jongin ( 25 Tahun )
Do Kyungsoo ( 23 Tahun )
Wu Yifan ( 29 Tahun )
Wu Zitao ( 28 Tahun )
And others
.
.
WARNING : This is GS ( GenderSwitch )
TYPO, EYD, DLDR!
RATED : T - M.
.
Summary :
luhan gadis biasa yang memiliki sifat ceria dan ceroboh harus berhubungan dengan laki-laki kaku nan dingin yang tak mempercayai akan cinta itu ada. Laki-laki dengan usia muda yang mampu meraih kesuksesan dengan kerja kerasnya sendiri bernama sehun tak mengenal akan kebaikan seseorang secara cuma-cuma, menganggap semua orang sama buruknya, dan hanya menatap derajat dan seberapa kaya orang itu.
.
.
Chapter 7 : My Time with You
Happy Reading ^^
.
.
Pagi yang ceria tak memutuskan semangat wanita ini untuk berangkat ke tempat kerjanya. Kyungsoo yang hendak berangkat ke kantor sekarang menuju halte terdekat dari rumahnya untuk menggunakan transportasi umum seperti biasa. Ketika menunggu bus tiba, sebuah mobil berhenti tepat didepan kyungsoo yang duduk termenung. Kyungsoo tak menyadari mobil itu hingga suara dari mobil tersebut memanggilnya.
Dan mendengar panggilan itu, kyungsoo tersadar dari lamunannya dan mencari keberadaan suara tersebut hingga ia melihat mobil yang berhenti didepannya yang kacanya terbuka dengan jongin yang berada didalamnya. Kyungsoo berusaha meyakinkan pandangannya jika itu jongin sampai suara yang ada dalam mobil itu kembali berteriak membuat kyungsoo melebarkan matanya yang bulat itu.
"kyungsoo-ahh, palliwaa~" tangan jongin yang menunjukkan gestur untuk mendatanginya. Dan kyungsoo yang hanya melihat jongin kaget, hingga kyungsoo sadar dan menghampiri jongin.
Jongin menjelaskan bahwa ia tak sengaja melewati daerah rumah kyungsoo dan melihat kyungsoo yang terdiam di halte untuk menunggu bus, karena jongin tau kalau kyungsoo biasanya memang menggunakan bus untuk mengantarnya pergi ke kantor karena jongin beberapa kali mengamati kyungsoo berada di halte daerah kantor ketika akan pulang. Padahal sebenarnya memang jongin sengaja berangkat lebih pagi untuk melewati daerah rumah kyungsoo, tapi biarkan ia saja yang tau, kyungsoo tak perlu tau.
Dalam perjalanan suasana sangat sunyi, tak ada yang memulai percakapan, hanya lagu yang jongin nyalakan yang membuat suasana tersebut sedikit hidup, kyungsoo yang tak berani mengatakan apapun begitu pula jongin. Hingga tiba di kantor, jongin yang memarkirkan mobilnya terlebih dahulu dan mereka jalan berdampingan saat masuk ke dalam gedung. Kyungsoo yang tak berani mendahului jongin dan meninggalkannya hingga membuat karyawan yang lain heran saat melihat kyungsoo keluar dari mobil jongin dan berjalan di samping jongin.
Awalnya memang kyungsoo berjalan di belakang jongin hingga pria itu memintanya jalan di sebelahnya, kyungsoo yang tak bisa menolak hanya mematuhi perintah pria itu. Hingga saat di lift mereka berpisah, kyungsoo sebelum masuk ke dalam lift bersama beberapa karyawan lainnya menunduk hormat pada jongin dan mengucapkan terima kasih telah memberikan tumpangan untuknya pagi ini, dengan anggukan sebagai jawaban dari jongin.
Kyungsoo yang masuk ke dalam ruangannya hingga tiba-tiba ketua tim mengajak seluruh anggotanya untuk mengadakan rapat, kyungsoo jalan masuk ke dalam ruang rapat tetapi sebelum itu, sooyoung menggandenganya terlebih dahulu untuk berjalan bersama masuk ke dalam ruangan tersebut.
"bagaimana keadaan eommamu?"
"eomma masih perlu istirahat, kau tau kadang aku suka sedih jika eomma kesakitan memegangi kepalanya kyung.." ujar sooyoung sedih, membuat kyungsoo ikut bersedih.
"semoga lekas sembuh untuk eommamu." Ucap kyungsoo sambil mengelus bahu sooyoung sabar, sooyoung hanya bisa mengangguk dan mengamini, hingga mereka mengambil kursi masing-masing untuk mendengarkan apa yang di katakan ketua tim.
"kalian tau kita memiliki tugas tambahan yaitu harus memerhatikan kawasan busan untuk memasarkan produk kita, karena sajangnim ingin melebarkan usahanya di busan, dan membuka pabrik disana. Jadi salah satu dari kita harus berangkat ke busan bersama sajangnim minggu ini. Siapa yang bisa?" ucap ketua tim memperhatikan anggotanya satu-satu.
"ada yang bisa? Yang jelas minggu ini aku tak bisa, karena minggu ini aku harus menuju daegu untuk tugas yang sama. Jadi ada yang bisa?" tanya ketua tim itu.
"maafkan saya pak. Saya tak bisa meninggalkan ibu saya yang sedang dirawat dirumah sakit sekarang." Ujar sooyoung, dan dijawab anggukan oleh ketua tim.
"semoga cepat sembuh untuk ibumu." Dan diamini oleh yang lain.
"maafkan saya juga pak, saya wanita berkeluarga yang tidak bisa meninggalkan anak saya karena suami saya juga ada tugas perjalanan bisnis, bagaimana jika kyungsoo? Agar ia memiliki pengalaman karena dia karyawan baru?" usul hyeri.
"ya?" Kyungsoo yang awalnya memperhatikan berkas mengangkat kepalanya, dan semua yang ada di ruangan itu memperhatikannya.
"kau bersedia kyung? Untuk menambah pengalamanmu juga." Tanya ketua tim, dan ikut mengusulkan kyungsoo. Karena menurut ketua tim, kyungsoo orangnya ulet dan tak pernah mau menolak perintah atasannya.
Yang ditanya hanya diam sejenak lalu mengangguk, "ya pak, biar saya saja yang pergi ke busan." Jawab kyungsoo mantap membuat yang lainnya bersorak bahagia karena bukan mereka yang mendapat tugas tambahan di akhir pekan.
Perusahaan jongin salah satu perusahaan manufaktur dibidang tekstil. Ia sudah memiliki banyak pabrik yang dibangun, dengan beberapa anak cabang yang berpusat di seoul. Dan kali ini jongin ingin melebarkan cabangnya yang akan ia bangun di busan, sehingga jongin meminta ketua tim pemasaran untuk pergi bersamanya menuju busan akhir pekan ini, akan tetapi ketua tim pemasaran sudah mengatakan bahwa ia harus mengurus pabrik yang ada di daegu sehingga ia mengatakan salah satu anak buahnya akan menemani jongin pergi ke busan. Jongin sudah memintanya agar kyungsoo yang ditugaskan, dan ketua tim hanya mengangguk.
Ketua tim tak ingin memaksa siapapun untuk berangkat, tetapi untung saja kyungsoo mau menerima tawaran ini dengan embel-embel menambah pengalaman, jadi ketua tim sudah termasuk melaksanakan perintah jongin agar kyungsoo yang berangkat bersama jongin.
Ketika sehari sebelum berangkat ke busan, jongin meminta kyungsoo untuk datang ke ruangannya, dengan sulli yang juga berada di ruangan tersebut, duduk berdua menghadap jongin sekarang.
"karena sabtu besok aku akan pergi bersama kyungsoo ke busan, ku minta jadwal yang sudah kau susun di busan besok berikan kepada kyungsoo, sulli ssi, ia akan menjadi asistenku besok." Ujar jongin membuat sulli protes. Tentu ia tak akan membiarkan kyungsoo dan jongin pergi bersama apalagi hanya berdua, karena dari awal sulli merasa memang terjadi sesuatu antara kyungsoo dan jongin.
"tapi sajangnim.. itu tugas saya, kita bisa berangkat bertiga. Apa lagi kyungsoo juga memiliki tugasnya sendiri dari tim pemasaran, apa tak memberatkannya?" kali ini jongin menghadap ke arah kyungsoo untuk menanyakan pendapatnya apakah ia keberatan atau tidak.
"hm.. saya tak keberatan sajangnim."
"kau sudah dengar? Kyungsoo tak keberatan, jadi besok ia akan jadi asistenku di busan. Dan kau urus yang ada di kantor ketika aku tak ada disini." Mendengar kyungsoo merasa tak keberatan tentu saja membuat sulli menggeram karena sulli harus merelakan kyungsoo dan jongin berdua di busan. Tentu saja sulli tak bisa menolak perintah jongin kecuali ia hanya memperingatkan kyungsoo untuk tak menggoda jongin.
Ketika keluar dari ruangan jongin, sulli memerintahkan kyungsoo untuk ikut ke kamar mandi bersamanya.
"kau sengaja?" tanya sulli setelah kyungsoo menutup pintu toilet.
"ne?" kyungsoo yang tak paham maksud sulli ini, bingung.
"kau sengaja ingin berdua bersama jongin dibusan? Jadi tak menolak untuk menjadi asistennya di busan, atau jangan-jangan kau juga ingin menjadi asistennya saat di ranjang?" mendengar penuturan sulli membuat kyungsoo menatap tajam wanita didepannya.
"apa maksud anda? Saya tak pernah memikirkan hal tersebut, sajangnim hanya meminta saya menjadi asistennya dalam pekerjaan dan tak mungkin saya menolak, kami hanya memiliki hubungan pekerjaan tak lebih, dan saya tak serendah itu." Kyungsoo yang hendak meninggalkan toilet, tetapi lengannya di cengkram oleh sulli.
"aku percaya padamu, jangan menggoda jongin karena dia hanya milikku. Jika kau berani berbuat macam-macam kau akan tau akibatnya dariku." Kyungsoo tak mengatakan apapun dan langsung meninggalkan sulli sendirian, kyungsoo merasa sakit hati karena ia memiliki harga diri.
...
Kyungsoo sudah menyiapkan barang-barang yang dibutuhkannya dengan bantuan ahn ahjumma juga luhan yang menunggunya diruang tengah untuk berangkat busan bersama bosnya.
"kau ingin ahjumma bawakan bekal sayang? Untuk menghemat pengeluaranmu nanti."
"aku ingin membawa makanan ringan saja ahjumma, untuk ku bawa saat di perjalanan. Karena nanti aku akan mengikutin rapat bersama sajangnim."
"baiklah ahjumma siapkan, tunggu ya."
"kau ingin ku ambilkan sesuatu eonni?" tanya luhan ketika melihat kakaknya sedang sibuk mengambil keperluannya agar tak ada yang tertinggal.
"tak perlu lu, semuanya sudah siap kok." Luhan hanya mengangguk hingga mendengar bel berbunyi, membuat luhan beranjak dari duduknya dan membuka pintu.
Saat melihat ada pria berdasi dan berjas mahal berada didepan pintu apartemennya membuat luhan bingung, karena ia tak mengenal pria didepannya ini.
"nugu..seyo? anda mencari seseorang?" tanya luhan karena melihat pria itu.
"apakah kyungsoo sudah siap? Aku jongin."
"ya?!" luhan cukup kaget, karena kyungsoo sudah beberapa kali menceritakan tentang jongin, dan bagi luhan jongin sangat tampan.
"ah silahkan masuk." Luhan yang tersadar dari bengongnya ketika melihat jongin.
"luu, ayo makann." Teriak kyungsoo menghampiri luhan, dan dilihatnya luhan bersama seseorang masuk kedalam rumah mereka membuat kyungsoo terdiam sejenak, dan suara luhan menyadarkannya.
"eonni, atasanmu ada disini." Bisik luhan.
"silahkan masuk sajangnim." Kyungsoo yang mempersilahkan jongin duduk diruang tengah karena hanya ruangan itu yang menjadi ruang tamu sekaligus ruang keluarga.
"siapa nak yang berkunjung." Ahn ahjumma datang dengan spatula di tangannya untuk melihat siapa yang pagi ini datang kerumah mereka. Luhan menghampiri ahn ahjumma dan membisikkan sesuatu membuat ahn ahjumma tersenyum ramah.
"apakah tuan sudah sarapan? Jika belum, anda bisa sarapan bersama kami, meskipun makanannya tak seberapa."
"aniya ahjumma, aku akan berangkat bersama sajangnim sekarang, aku tak ingin.." jawab kyungsoo cepat tapi ucapannya langsung disela oleh jongin.
"aniya soo, ahjumma bisakah aku ikut makan bersama kalian?" ucapan jongin membuat yang lainnya kaget, sekaligus mengangguk kecuali kyungsoo yang terdiam. Lalu jongin mengalihkan padangannya ke arah kyungsoo.
"lagi pula kau belum makan, kita tak mungkin berangkat dengan perut kosong kan." Membuat semuanya menuju meja makan dan sarapan bersama.
Jongin orangnya sangat baik, mendengarkan ocehan luhan dan sautan ahn ahjumma, kadang ikut tertawa mendengar penuturan luhan, dan kyungsoo yang masih diam tak percaya dengan apa yang dilihat sekarang. Jongin ada dirumahnya.
Ketika selesai sarapan, kyungsoo segera membawa barang-barangnya untuk berangkat hingga ahn ahjumma menghentikan jongin dan kyungsoo yang hendak berangkat.
"ini kyung, cemilan untuk di perjalanan ke busan." Ahn ahjumma menyerahkan satu tas berisi gimbap, teobokki, dan hotteok.
"gomawo ahjumma." Kyungsoo memeluk ahn ahjumma lalu berangkat.
Ketika dalam perjalanan, seperti biasa tak ada yang memulai percakapan sampai jongin menyalakan playlist-nya agar tak hening, dan kyungsoo yang tanpa sadar ikut bernyanyi.
"suaramu indah kyung." Mendengar pujian jongin membuat rona dipipi kyungsoo tampak untung saja kyungsoo langsung menunduk malu.
"aku seperti mengenal suaramu.." kyungsoo langsung menoleh pada jongin lalu diam. Dan untuk mengalihkan topik yang membuat kyungsoo malu tersebut, kyungsoo segera mengeluarkan kotak bekal yang diberikan ahn ahjumma.
"sajangnim, bibi saya membawakan gimbap, dan lainnya. Apakah anda mau?" tawar kyungsoo.
Jongin yang menoleh ke arah kyungsoo sebentar untuk mengintip makanan milik kyungsoo lalu menganggukkan kepalanya.
"tapi suapi aku ya, aku tak bisa memakannya." Kyungsoo ingin menolak tapi tak enak sehingga mengambil camilannya dan menyuapkannya pada jongin sebelum ia memakan bagiannya.
Jongin langsung menganggukkan kepalanya tanda ia menyukai masakan ahn ahjumma sambil mengunyah yang tak mengalihkan padangannya dari jalanan. Semua terjadi seperti itu sampai camilan yang dibawa kyungsoo habis dimakan mereka berdua. Karena kejadian tersebut, jongin dan kyungsoo mulai dekat bahkan jongin meminta kyungsoo untuk tak menggunakan bahasa baku terhadapnya jika mereka di luar kantor. Kyungsoo yang awalnya menolak akhirnya menerima permintaan jongin.
Dalam perjalanan mulai banyak yang mereka bahas, menurut jongin kyungsoo orangnya asik jika sudah mengenalnya jika pertama kali bertemu kyungsoo akan terlihat menakutkan apabila memandang seseorang membuat jongin lagi-lagi mengingat seseorang yang berarti dalam hidupnya dulu. Akan tetapi jongin masih memastikan hal tersebut.
Kyungsoo yang mulai berani memanggil nama jongin tanpa embel-embel 'sajangnim' membuat mereka semakin akrab saat di jalan. Perjalanan bisnis kali ini membutuhkan waktu sabtu hingga senin yaitu tiga hari karena orang yang harus ditemui jongin membuat janji padanya di hari sabtu dan senin, dan mereka memiliki waktu berlibur di hari minggu.
Pukul tiga sore mereka tiba di hotel dan sudah mendapatkan kunci kamarnya masing-masing.
"kyung jangan lupa nanti malam ada pertemuan, jadi siapkan semua berkasku dan jangan lupa bawa apa yang kau butuhkan untuk nanti malam."
"ya jongin, aku akan mengetuk pintumu sebelum berangkat."
"baiklah, selamat beristirahat." Kyungsoo segera masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan barang-barang yang dibawanya tadi. Sebelum beristirahat, kyungsoo membersihkan kotak makan bekas camilan yang dibawanya, membersihkan diri, lalu tidur sejenak tak masalah agar nanti kyungsoo bisa melakukan pekerjaannya dengan keadaan fresh pikir kyungsoo.
Setelah beberapa saat istirahat tubuh kyungsoo sudah tampak bugar dari sebelumnya, lalu menyiapkan barang-barangnya tak lupa menyiapkan dirinya karena ini pertama kalinya ia mengikuti sebuah rapat apalagi bersama pemilik perusahaannya cukup membuat kyungsoo gugup tapi berusaha ia tutup dengat raut wajahnya yang terlihat tenang.
Kyungsoo segera keluar dari kamarnya dan menuju kamar jongin, diketuknya pintu kamar itu.
TOK! TOK! TOK!
"sajangnim?" pintu terbuka dengan keadaan jongin yang sedikit berantakan, jongin belum siap. Dasi yang belum terpasang, rambut yang belum tertata rapi. Kyungsoo yang melihat itu hanya menggeleng pelan dan menunggu jongin didepan pintu yang sudah tertutup, mereka hanya berdua di kamar tersebut.
"kyung.." kyungsoo menoleh pada seseorang yang memanggilnya dan berjalan ke arah pria itu.
"pasangkan dasiku ya? Aku akan membenarkan rambutku biar kita cepat berangkat, hehe." Cengir jongin, dan kyungsoo hanya bisa mengangguk.
Kali ini posisi mereka sangat dekat, kyungsoo yang terhimpit meja rias dengan tubuh jongin yang menghadap kaca dan kyungsoo yang membelakangi kacanya. Sebenarnya cukup membuat kyungsoo gugup, tapi kyungsoo ingin segera menyelesaikan ini dan menjauh dari jongin.
Jarak yang cukup dekat membuat kyungsoo sejujurnya susah membenarkan dasi jongin, tetapi ia tak berani mengeluarkan suaranya membuat kyungsoo bersusah payah cepat membenarkan dasi, tetapi jongin yang sudah selesai menata rambutnya dan kyungsoo yang masih berusaha menyelasaikan membuat jongin melihat pantulan belakang kyungsoo dari kaca lalu menundukkan wajahnya melihat kyungsoo dengan telaten dan sabar membetulkan dasinya.
Kyungsoo yang merasa dipandangi segera mengangkat wajahnya ketika menyelesaikan tugasnya dan melihat tatapan intens yang diberikan jongin segera membalikkan tubuhnya yang sekarang kyungsoo ikut menghadap kaca. Kyungsoo langsung menunduk dan berlalu mengambil barangnya menuju pintu kamar hotel jongin.
"sajangnim, ayo berangkat sebelum terlambat." Ujar kyungsoo mengingatkan jongin yang masih memperhatikannya didepan pintu lalu kyungsoo keluar dari kamar tersebut dan menunggu jongin diluar kamar. Semua wanita pasti tergoda dengan tatapan yang diberikan jongin, bahkan termasuk kyungsoo tapi ia sudah mendengar desas-desus yang dikatakan orang kantor tentang atasan mereka dan kyungsoo tak ingin tergoda dan membuat mereka akan terlihat awkward nanti, jadi kyungsoo segera meninggalkan kamar jongin.
Sebelum pertemuan dimulai, jongin dan kyungsoo yang sudah ditunggu oleh beberapa orang penting di ruangan vip yang mereka pesan untuk melangsungkan rapat. Kyungsoo yang segera mengeluarkan buku catatannya tak lupa pula kacamatanya yang selalu ia gunakan hanya untuk bekerja itu juga ia gunakan. Jongin yang tak sengaja melihat kyungsoo yang menggunakan kacamatanya itu kaget tetapi berusaha menahan seruannya karena masih harus melangsungkan rapat tersebut.
Semua berjalan lancar hingga mereka bersalaman tanda setuju dengan semua yang mereka sampaikan sudah dicatat oleh asisten masing-masing.
"terima kasih untuk makan malamnya jongin-ssi, mari bekerja sama kedepannya." Kata penutup yang disampaikan orang yang jongin dan kyungsoo temui malam ini segera meninggalkan tempat tersebut dan meninggalkan jongin dan kyungsoo yang hanya berdua sekarang.
Kyungsoo yang segera melepas kacamatanya, hanya menunggu perintah yang dilayangkan jongin, akan tetapi pria itu hanya dia memandanginya membuat kyungsoo mendongak untuk melihat mata jongin.
"kyungie.. menapa tak mengatakannya dari awal?!" mendengar seruan jongin membuat kyungsoo membulatkan matanya yang sudah cukup bulat itu. Jongin mengingatnya! Pikir kyungsoo.
"nini..." kyungsoo segera menundukkan kepalanya, matanya yang sudah tampak berkaca-kaca.
"ya Tuhan kyungie.. kau kemana saja? Aku sudah mencarimu ke panti asuhan dan tempat itu sudah kosong tak berpenghuni ketika aku kesana dan berniat mencarimu.. aku merindukanmu kyung.." jongin segera memeluk kyungsoo, dan balasan pelukan yang dilakukan kyungsoo.
"aku pergi diasuh oleh ahn ahjumma ketika panti asuhan bangkrut dan aku tak ingin berpisah dengan lulu dan ahn ahjumma.. akhirnya ahn ahjumma pergi membawaku juga bersama lulu.." ujar kyungsoo yang masih dalam pelukan jongin.
Jongin dan kyungsoo yang masih betah berpelukan, dengan usapan lembut jongin membuat kyungsoo semakin tenang. Dari dulu memang pelukan jongin yang menguatkan kyungsoo. Akan tetapi mereka harus berpisah karena jongin harus mengikuti orang tuanya untuk pindah ke London.
Kyungsoo segera melepas pelukan itu, dan mulai bercerita.
"kau ingat ahn ahjumma dan luhan yang tadi ada dirumah? Akhirnya aku memiliki keluarga ni, kau tau kita memiliki nasib yang sama, ahn ahjumma dulu pengasuh luhan saat bayi dan sedihnya orang tua luhan harus meninggalkan, begitu pula suami ahn ahjumma yang meninggal karena kecelakaan bersama appa luhan, akhirnya ahn ahjumma dan luhan tinggal dipanti.. ketika panti akan bangkrut banyak keluarga yang ingin mengadopsiku tapi luhan yang membiarkan hal itu, jadi ahn ahjumma mengadopsiku dan kami menjadi keluarga." Ucap kyungsoo senang menceritakan keluarga barunya pada jongin.
"kau lelah?" tanya jongin sambil mengelus rambut halus kyungsoo dengan sayang.
"lelah? Aniya, kyungsoo tak mengenal kata lelah." Jawab kyungsoo dengan senyum cantiknya yang tak pernah jongin lupakan. Kyungsoo yang ceria telah kembali.
.
.
Sudah beberapa hari sejak kejadian lalu membuat luhan dan sehun tak lagi bermusuhan, sehun yang sudah menerima kehadiran luhan, bahkan mereka masih bertengkar kecil lalu melupakan kejadian tersebut. Rumah sehun tampak ceria sejak kedatangan luhan, bahkan sehun yang sering tak menghiraukan kicauan kakaknya, kini sering bersuara jika harus berhadapan dengan luhan. Luhan yang tak pernah ingin dibantah, kadang membuat sehun muak bahkan jika sudah terlalu kesalnya sehun hanya mendiami dan meninggalkan luhan.
Akan tetapi kejadian lalu juga yang berusaha mereka hindari, bahkan berusaha mereka lupakan, terlihat aneh memang awalnya saat mereka bertemu, tapi luhan yang berusaha melupakannya hanya kembali cerewet dan selalu berani menantang sehun yang kaku dan kasar.
"sehunnn!" beberapa orang yang duduk diruang tamu berdiri ketika sehun baru kembali dari kantornya hanya membulatkan matanya melihat siapa yang datang kerumahnya, bahkan orang ini menurut sehun lebih mengerikan dari pada luhan.
"sehunnie? Bae joohyun datang mencarimu dari London." Ucap zitao saat melihat adiknya tiba dan mencoba memanggil nama sehun kembali karena adiknya tak menyahuti ucapannya.
"sehun! Irene datang kesini untuk bertemu denganmu." Sehun segera sadar dari lamunannya dan menghampiri orang-orang yang sedang menatapnya kali ini.
"apa yang kau lakukan disini irene bae?" sehun yang kali ini menatap bae joohyun atau kerap disapa irene bae saat berada di london. Jongin, chanyeol, dan irene adalah orang yang sehun kenal saat ia berada di london dulu. Sehun, jongin, dan chanyeol saling mengenal saat mengambil pendidikan bisnis membuat mereka menjadi tiga sekawan. Itu yang selalu mereka dengar saat berada di london karena mereka memiliki perawakan yang cukup menawan meskipun berwajah asia. Mereka yang dalam keadaan sama-sama betah untuk tak memilliki kekasih itu membuat banyak wanita eropa berusaha untuk mengencani mereka.
Akan tetapi lelaki yang pertama kali memiliki kekasih adalah park chanyeol. Ia mengenal byun baekhyun saat ia berada di dalam club dan tak sengaja menolong byun baekhyun sang model terkenal sedang mabuk berat terlalu stress memikirkan masalahnya. Alkohol adalah jalan satu-satunya yang dipikirkan byun baekhyun untuk menghilangkan penatnya. Byun baekhyun bukan artis tapi ia salah satu model yang diakui oleh negaranya. Di korea bahkan baekhyun sudah memiliki popularitas yang tak jauh berbeda dengan artis meskipun ia hanya seorang model. Kegiatan yang dimiliki baekhyun membuatnya penat dan lari ke negera orang untuk beristirahat sejenak. Tak tau takdir tuhan yang manakah membuatnya bertemu park chanyeol saat menolongnya saat ia mabuk dan club yang mau tutup.
Tak tau pula motif apakah yang dipikirkan chanyeol untuk mau membawa byun baekhyun pergi ke apartementnya karena ia tak mengetahui tempat tinggal baekhyun saat itu. Membuat mereka saling mencintai dan menjalin hubungan hingga sekarang. Byun baekhyun bukan seorang artis yang harus mengatakan kepada media bahwa ia memiliki kekasih seorang salah satu pebisnis yang berpengaruh pula di media kan? Mereka cukup senang dengan kehidupan yang mereka jalani sekarang.
Sedangkan kim jongin, pria yang sehun kenal asal bucheon ini tak sepertinya dan chanyeol yang hanya melanjutkan study-nya di london, tapi sejak kecil jongin pindah ke london mengikuti orang tuanya. Sosok playboy yang sehun kenal ini sebenarnya bukan bermaksud untuk suka mempermainkan hati wanita, hanya saja ada seorang wanita yang ia tinggalkan saat di bucheon dulu membuatnya hanya melakukan one night stand bersama wanita yang membuatnya tertarik untuk menyalurkan hasrat duniawinya saja. Sejak dulu hingga sekarang ia hanya mencintai wanita yang ditinggalkannya dengan berkedok sahabat.
Mereka yang saat itu masih berusia 7 tahun harus berpisah dengan janji masa kecil yang akan bertemu kembali, dan jongin tak tau harus menunggu sampai kapan untuk menemukan keberadaan wanita itu. Wanita itu yang membuat jongin tak bisa menyukai wanita manapun, padahal jika jongin menunggu wanita itu, ia tak tau apakah wanita itu sudah memiliki pria lain atau tidak tapi jongin tetap teguh dengan keyakinannya.
Dan berkat wanita kenalan jongin banyak, disitu ia mengenal bae joohyun atau irene bae panggilannya saat di london. Irene adalah wanita yang jongin kenalkan pada sehun karena wanita itu sebagai pasangan jongin saat prom night padahal sehun tak membawa pasangan, sedangkan chanyeol datang bersama byun baekhyun.
Sejak saat itu, irene yang merasa tertarik dengan sehun selalu berusaha mengambil hati pria itu dengan segala cara dan membuat sehun muak. Sehun yang waktu itu hingga sekarang tak mencintai irene hanya menerima wanita itu karena merasa terganggu dengan kelakuan wanita itu saat mengejarnya. Tak ada perasaan cinta pada wanita itu sedikitpun sampai sekarang.
"sayangg." Mendengar pertanyaan sehun membuat irene langsung berlari menuju sehun dan memeluk pria itu. Ia sudah biasa dengan intonasi datar yang selalu dilayangkan pria itu untuknya. Irene tak masalah yang penting ia sudah memiliki sehun.
"why? Aren't you happy i'm here?" irene yang tak merasa malu memeluk sehun didepan zitao, oh halmeoni, dan luhan yang melihat dua orang itu sedang bermesraan.
"lepaskan bae joohyun, ada zitao noona, dan halmeoni disini." Yang tanpa sadar mata sehun sedari tadi melihat luhan yang masih memandangnya sampai sekarang. Terlihat raut tak suka bercampur sedih yang luhan tunjukkan membuat sehun semakin ingin melepaskan pelukan yang diberikan irene.
"ahh waee? Aku tak boleh memeluk kekasihku sendiri setelah setahun ini kita tak bertemu? Bahkan kau membalas pesanku saja jarang." Gerutu irene.
"kau tau sehunn, aku kesini karena merindukanmu..." halmeoni yang merasa tak menyukai momen itu langsung meninggalkan tempatnya, begitu pula zitao yang segera menarik tangan luhan menuju kamar zifan tanpa mengucapkan apapun pada sehun dan irene yang masih berbicara.
"...dan aku pindah kesini untuk bisa bersamamu selalu." Sambung irene yang tak digubris sehun karena perhatian sehun sedari tadi pada luhan hingga bayangan luhan pergi meninggalkannya. Tak ada jawaban yang sehun lontarkan untuk irene.
"sehun! Kau mendengarkanku tidak?!" panggil irene untuk kembali menyadarkan sehun.
"m-mwo?"
"aku sekarang pindah kesini sehun dan melanjutkan karirku disini!"
"mworago?!"
...
Luhan segera merapikan barangnya yang ia keluarkan untuk dimasukkan kedalam tas dan ingin berpamitan untuk pulang pada keluarga oh. Ketika menghampiri zitao dan halmeoni yang sedang asik duduk di sofa berbincang, luhan menghampiri mereka untuk pamit. Ketika akan mengatakan sesuatu, sehun keluar dari kamarnya dengan diikuti irene dibelakang sehun.
"mulai hari ini, irene akan tinggal disini." Ucap sehun sebelum luhan sempat berpamitan. Semua orang langsung menoleh pada sehun termasuk luhan.
"apa maksudmu oh sehun?!" kali ini suara halmeoni yang terdengar. Sedikit protes.
"halmeoni dengar sendiri apa yang ku katakan kan? Mulai hari ini irene akan tinggal disini bersamaku."
"oh sehun!" kali ini suara zitao yang terdengar. Luhan yang awalnya hendak pulang hanya diam menyaksikan pertengkaran keluarga.
"sehun.. kalian belum menikah tak mungkin tinggal bersama! Kalau kau menolak untuk menikah akan ku terima tapi bukan berarti kau tak menikahi wanita ini dengan seenaknya kalian tinggal bersama." Oh halmeoni yang sedang berusaha menasehati sehun.
"apa yang salah halmeoni? Di london kami tinggal bersama tak masalah." Protes sehun.
"jika kau lakukan hal itu di london aku tak peduli, tapi yang kau tentukan sekarang berada di kawasanku, dan aku tak ingin ada tambahan orang lain yang bukan bagian dari keluarga ini untuk tinggal dirumahku. Yang tinggal dirumah ini bukan hanya kau, tapi ada aku dan zitao. Kau tak berhak memutuskan sesuatu tanpa persetujuan kami." Halmeoni yang tak mau mendengarkan apa yang dikatakan sehun langsung kembali masuk ke dalam kamarnya. Jika disuruh jujur, halmeoni tak menyukai keberadaan irene, apalagi menjadi kekasih cucunya. Halmeoni ingin cucunya mendapat pasangan seperti xi luhan. Bahkan jika tuhan berkehendak, ia ingin menjodohkan sehun dengan luhan.
"biarkan noona yang berbicara pada halmeoni sehun, sekarang bawa irene pada kamar kosong yang ada. Aku mengijinkan irene tinggal disini tetapi tidak dengan sekamar denganmu. Irene pasti lelah karena perjalanan cukup jauh."
"istirahatlah irene-ssi." Zitao yang tak ingin dekat dengan irene bukan berarti ia memusuhi irene. Hanya saja sama seperti halmeoni, jika boleh jujur ia tak setuju adiknya bersama irene tapi semua juga terserah pada sehun karena sehun yang menjalani hidupnya.
"gomawo eonni." Luhan yang berusaha mendekatkan diri, tetapi tak dihiraukan oleh zitao karena tak sengaja zitao melihat luhan berdiri terdiam seperti melamu.
"lu.." panggil zitao membuat luhan mengangkat kepalanya melihat ke arah zitao. Sehun dan irene juga yang tak sadar jika luhan menyaksikan pertengkaran mereka membuat semua mata melihat ke arah luhan.
"eonni.. aku ingin pamit untuk pulang." Cengir luhan setengah sungkan mendengar perdebatan sengit mereka tadi.
"dengan sepedamu?"
"tentu saja eonni, memang mau naik apa lagi?"
"mau ku antar?" tawar zitao.
"tak perlu eonni. Eonni istirahat saja."
"sok jual mahal." Sinis irene dengan suara sedikit pelan tapi luhan masih bisa mendengarnya, untung saja zitao tak mendengar hal itu sedangkan sehun yang masih menatap luhan sedari tadi, dan luhan berusaha mengalihkan pandangannya agar tak melihat ke arah sehun. Membuat sehun merasa luhan menghindarinya hingga,
"biar aku saja yang antar." Ucapan sehun membuat zitao dan luhan mengalihkan pandangannya ke arah sehun termasuk irene, berakhir sehun dan luhan kembali bertatapan sampai luhan menundukkan kepalanya. Keinginan yang sangat langka bagi zitao, karena biasanya sehun tak ingin melakukan hal ini jika tak diperintahkan olehnya membuat zitao tersenyum senang.
"tapi.." tak ingin mendengar penolakan luhan, sehun segera meraih lengan gadis itu dan menariknya menuju mobil sehun.
...
Suasana hening, tak seperti biasanya dengan luhan yang cerewet membuat suasanya menjadi aneh dan awkward. Sehun yang tak ingin mengatakan apapun dan luhan yang hanya diam memandangi jalanan yang dilewatinya sampai akhirnya suara sehun membuatnya menoleh pada seseorang yang mengajaknya berbicara.
"ada yang ingin kau katakan?"
"ya?"
"ada yang ingin kau katakan atau tanyakan?" ulang sehun.
"sebenarnya ada.. tapi lupakan saja tuan." Luhan yang tak ingin memperkeruh suasanya antara dia dengan sehun memilih untuk lebih baik diam.
"katakan saja apa yang mengganjal dalam hatimu." Merasa tak menyukai luhan yang kembali memanggilnya tuan, sehun menghela nafas.
"hanya penasaran.. zitao eonni bercerita tentang anda.. hmm maafkan saya, lupakan saja."
"katakan xi luhan." Jika sehun sudah menyebutnya dengan nama lengkapnya tanda tak ingin di bantah.
"kenapa anda memiliki kekasih?" ada sirat cemburu dari penyampaian luhan membuat sehun menyeringai, tapi tentu saja luhan tak menyadarinya.
"maksud saya, kata zitao eonni anda memiliki krisis kepercayaan pada wanita tetapi anda memiliki kekasih?" sambung luhan.
"pertama aku memang memiliki kriris kepercayaan tapi pada suatu hubungan bukan pada wanita, seperti tak mempercayai pernikahan mungkin, lebih baik tak menikah. Kalau noona sudah menceritakan padamu tentu saja kau mengetahui masa lalu kelamku kan? Kedua aku tak suka kau kembali memakai bahasa formal padaku, kembalilah seperti biasa lu." Ini pertama kalinya sehun mengatakan kalimat yang sangat panjang membuat luhan melongo lalu tertawa, ia berusaha melupakan kejadian hari ini.
"baiklah sehun jika itu maumu kekeke." Tawa luhan membuat sehun ikut tersenyum, padahal tanpa sehun tau bahwa luhan cemburu bahkan luhan juga tak sadar, mungkin kah?
.
.
"apa yang akan kau lakukan besok?"
"memang apa lagi kalau bukan hanya di dalam hotel? Aku besok tak akan melakukan apapun ni." Kyungsoo mengedikkan bahunya dengan tetap menggerakkan kakinya menuju parkiran tempat mobil jongin berada mendahului langkah jongin.
"selama bersamaku tentu kita harus melakukan sesuatu kyungie."
"seperti apa?" kyungsoo membalikkan tubuhnya menghadap jongin ketika sudah berada didekat mobil jongin.
"lihat saja besok." Jongin mendahului kyungsoo membukakan pintu untuk wanita itu membuat kyungsoo tersenyum.
"aigoo uri nini yang manis telah kembali." Kyungsoo menepuk bahu jongin pelan lalu masuk ke dalam mobil membuat jongin tertawa mendengar ucapan wanita itu.
...
Kyungsoo dan jongin yang sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat.
"kita mau kemana ni?" tanya kyungsoo karena sedari tadi malam jongin tak pernah mau memberitahukan tujuan mereka jika kyungsoo tanya.
"jika kukatakan itu namanya bukan surprise kyungie." Ujar jongin mengingatkan.
"baiklah terserah padamu saja." Kyungsoo yang merajuk membuat jongin tertawa langsung mengusak kepala kyungsoo sayang, sedangkan yang mendapat perlakuan itu langsung menepis tangan jongin tapi tentu saja tak terlalu keras.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya jongin menghentikan mobilnya. Dan kyungsoo melihat pemandangan didepannya langsung buru-buru keluar dari mobil jongin dan berlari ke tempat yang membuat kyungsoo senang itu, pantai.
Kyungsoo berlari kesana kemari sambil tertawa bebas, kadang menendang pasir yang ada, lalu mengejar air laut, ketika air laut sudah mendekat ke arahnya kyungsoo malah menhindar dan berlari menuju jongin yang berdiri mengawasinya yang tadi ia tinggalkan.
Kyungsoo yang terlalu senangnya langsung masuk kedalam pelukan jongin dan selalu mengucapkan terima kasih. Jongin membalas pelukan itu, mereka terlihat sangat bahagia. Kyungsoo segera mengangkat kepalanya untuk melihat kearah jongin, dan jongin yang juga menundukkan kepalanya untuk melihat kearah wanitanya sambil mengelus kepala kyungsoo sayang dengan senyuman indah yang diberikan kyungsoo pada pria yang berada dihadapannya ini.
"kau masih mengingatnya kalau kau berjanji akan mengajakku ke pantai?"
"tentu saja, aku mengingat semua tentang mu kyungie." Dan mereka berpelukan cukup lama.
FLASBACK
Dua orang anak kecil yang sedang bermain bersama yang berada ditaman dekat panti asuhan kyungsoo dan rumah jongin. Jongin mengenal kyungsoo karena panti asuhan tempat kyungsoo tinggal hanya berjarak satu rumah dari rumah jongin. Jongin pria kecil yang saat itu sendirian ketika melihat beberapa anak panti sedang bermain bersama, ia ingin bergabung tetapi malu untuk mengungkapkan.
Sedangkan kyungsoo yang berada disitu juga melihat jongin berdiri membuatnya menghapiri jongin dan mengajaknya berkenalan. Sejak saat itu mereka menjadi dekat, dan selalu bermain bersama. Meskipun mereka berada di sekolah yang berbeda tak membuat jongin untuk selalu menghampiri kyungsoo setelah pulang dari sekolah. Orang tua jongin juga tak melarang jongin untuk bergaul dengan siapapun.
"tempat mana yang sangat ingin kau kunjungi kyungie?" tanya jongin.
"aku sangat ingin ke pantai, bermain pasir dan air. Tapi nini tau kan ibu panti pasti tak mengabulkan keinginanku." Ujar kyungsoo sedih.
"maafkan nini, jika nini bisa menyetir mobil nini pasti akan mengajak kyungie ke pantai. Tunggu nini besar dan bisa menyetir ya, pasti akan nini ajak ke pantai."
"sungguh?" tanya kyungsoo meyakinkan.
"tentu saja, makanya kita harus terus bersama sampai kita dewasa nanti, janji?" jongin mengajak kyungsoo untuk melakukan pinky promise dengan menyodorkan kelingkinganya untuk berjanji.
FLASHBACK OFF
Mereka menyusuri pantai sambil bergandengan tangan, dan kyungsoo yang masih suka mengayunkan kakinya untuk menendang pasir, bahkan menyipratkan air ke kaki jongin. Dan jongin hanya tertawa ketika celananya basah akibat ulah wanita di sebelahnya, ia tak marah sama sekali melainkan senang.
Kyungsoo dengan pakaian simple kesenangannya, jeans yang dilipat keatas agar tak basah mengenai air dengan kemejanya yang sangat tak pantas digunakan di untuk berada dipantai, salahkan saja jongin yang tak mengatakan akan kemana mereka, tapi jika jongin mengatakannya pun kyungsoo hanya membawa baju yang digunakannya ini untuk berlibur di busan, karena dia memang tak ingin kemanapun. Kyungsoo hanya membawa pakaian kantornya, dan beberapa pasang baju jika diperlukan. Ia sama sekali tak membawa dress, tak terpikirkan olehnya.
Sedangkan jongin dengan jeans dan sweaternya, sangat terlihat tampan. Bahkan wanita yang ada dipantai semua memandang ke arah jongin, tapi tetap saja matanya tak bisa berpaling pada wanita disebelahnya.
"ketika melihatku pertama kali, kau mengenalku?" tanya jongin dan kyungsoo mengangguk.
"kenapa tak mengatakan jika kau do kyungsoo yang kukenal?" kyungsoo menoleh melihat kearah jongin.
"aku takut kau melupakanku, karena pertama kali kita bertemu seperti kita tak pernah saling mengenal, lagi pula kau atasanku jongin, aku tak berani menyapamu didepan umum saat di kantor, kau tau banyak mata yang menatapmu dengan tatapan memuja." Kyungsoo memajukan bibirnya dan mengalihkan pandangannya dari jongin.
"kau cemburu?" goda jongin sambil menyenggol pelan bahu kyungsoo.
"untuk apa aku cemburu, memang penting?" jongin yang tak ingin melihat kyungsoo merajuk segera mengganti topik.
"pertama kali aku melihat cv yang kau kirimkan, aku sudah cukup penasaran kyung. Aku mencarimu kemanapun dan tak berhasil menemukanmu. Maafkan aku yang tak sempat berpamitan, appa dan eomma tak ada yang mengatakan padaku jika kami akan pindah ke london. Mereka mengatakan padaku saat aku pulang sekolah dan hendak menuju panti asuhan untuk menemuimu tapi semua barangku sudah rapi dan harus segera menuju bandara. Pertama kali kembali kesini aku sudah mencarimu tapi selalu gagal." Jongin mengehela nafas dan kyungsoo yang mendengarkan penjelasan sahabatnya.
"waktu kau tak mengunjungiku, jadi aku datang kerumahmu untuk menanyakan keberadaanmu, tapi bibi jung mengatakan jika kau pindah ke london, awalnya aku sedih tapi mau bagaimana lagi kau sudah tak ada. Sampai akhirnya aku bertemu luhan, dan ia menjadi sahabat sekaligus adik bagiku. Luhanku yang manja kekeke." Tawa kyungsoo membuat jongin ikut tertawa dan sedih dalam waktu yang bersamaan.
"mianhae.." sesal jongin.
"tak ada yang perlu dimaafkan ni, lagi pula kita sudah bertemu kan meskipun kau tak mengenalku sih." Sindir kyungsoo tapi sesungguhnya hanya bercanda.
"kau terlihat berubah kyung, kenapa tak selalu menggunakan kacamatamu?" pertama kali kyungsoo memiliki kacamata karena pemberian jongin dan bahkan sampai sekarang kyungsoo menyimpannya. Dulu kyungsoo merasakan hal yang aneh pada penglihatannya hingga jongin mengajaknya ke dokter mata. Tapi panti asuhan yang tak memiliki banyak dana sehingga tak bisa membelikan kyungsoo kacamata, dan akhirnya jongin yang membelikan kyungsoo kacamata.
"aku mulai tak terbiasa dengan kacamataku saat aku kerja direstoran ni, jadi aku hanya menggunakannya ketika sedang membaca. Akan terasa aneh jika aku menggunakan kacamata terus menerus."
"ingin mengembalikan mata normalmu? Ayo ke dokter mata?"
"tak perlu, uang dari mana? Sudah ah jangan bicara yang aneh-aneh." Tolak kyungsoo.
"aneh-aneh apanya? Lagi pula aku yang mengajakmu ke dokter, jadi itu urusanku. Kau hanya perlu ikut aku ke dokter mata kyungie."
"tak perlu ni, aku tak membutuhkanmu. Sudah ya tak perlu dibahas."
"ya sudah, jika berubah pikiran katakan padaku hm?" kyungsoo tak menggubris lalu mengubah topik pembicaraan. Selama mereka bersama, tak pernah habis bahan bicara karena mereka saling menceritakan pengalaman satu sama lain saat mereka berpisah.
.
.
.
TBC
Hola-hola all night long~ Seluhaenbiased is back!
Ada yang dengerin lagunya kard? Wkwk. BTW YANG DENGERIN POWER ANGKAT TANGAANN! Eh gabisa ding percumaa, apaan sorry receh. Tapi sumpah mau cerita bolelaaa. Power suka bangeet tapi ga seberapa bagus di chart :((, bukan seleranya knetz hmm. Ekspektasiku power bakal jadi 2nd growl tapi kayaknya ini masih reborn Mama, taun depan semoga aja jadi reborn growlll. Kangen jaman ot12 kann, baper :''.
Btw lagii, nahlo hunhan baru aja baikan udah muncul cewek baru yekann. Kemarin aku tunggu reviewnya buat tanya enaknya new castnya sapa. Ada yang jawab ren, ada yang jangan irene, ada yang review irene, thanks ya udah kasih review, dan akhirnya aku pilih irene, meskipun perannya dia ga kayak irene banget dikesehariannya, apalagi aku reveluv yang tau irene gimana. Aku mau pake ren tapi aku ga seberapa tau dia.. maafkan aku.. dan kenapa aku pilih irene soalnya sempet ada momen photoshoot bareng irene sama sehun, kyoot banget lol. Mana sampe muka mbak irene diedit jadi muka bunda ya cocok-cocok aja bikin gemayy. Tapi berharap sih irene cepet pergi ga ganggu hunhan :)).
Karena chapter lalu full of hunhan, jadi kali ini kaisoo momen wkwk. Btw kaisoo kyut banget jadi pengen cepet nikahin mereka. Sorry buat yang nunggu hunhan, aku pengen nunjukkin sisi kaisoonya dulu.. hunhannya next! Tungguin yakk^^. Udahan dulu ya cuap2nya. See you next chapterr~~
Regards,
Seluhaenbiased.
