.
Akhirnya jam dua belas barulah Hwang Minhyun, Jonghyun, Jisung, dan Youngmin sampai di RSB Komurola milik dokter Hyunbin.
Minhyun udah cemberut aja sepanjang perjalanan. Doi kan maunya datang pas jam visit dokter bukan jam besuk.
"Aku nggak bisa lama-lama, takutnya Donghi bangun," ujar Youngmin ketika mereka tengah berjalan menyusuri lorong menuju ke kamar rawat Sungwoon.
"Pulang duluan aja gapapa, ntar aku pulang sendiri gampang lah," sahut Minhyun yang sepertinya ingin berlama-lama disini entah mengapa.
"Ya terserah sih, kalo bisa ntar kujemput gapapa, tapi aku harus jemput Ung ama Ucup ntar."
"Gapapa ntar gampang." Minhyun berjalan paling cepat hingga mendahului tiga orang temannya.
Tok tok...
Minhyun mengetuk dua kali daun pintu kamar ruang rawat Sungwoon yang terbuka sedikit menggunakan punggung tangannya sebelum membukanya dan melangkah masuk.
"Mbak Sungwoon...," sapanya, "pak Jaehwan..."
"Minhyun."
"Kak Minhyun."
Ponyo yang duduk di sofa memandang suaminya tajam, memberikan ancaman tanpa kata-kata.
Jisung, Youngmin, dan Jonghyun menyusul sesaat kemudian.
"Mana ini debaynya?" Jisung menyapu pandangnya ke seluruh ruangan, mencari sosok mungil bernama Jihoon yang dirindukannya.
"Poop, jadi lagi digantiin popok," jawab Sungwoon.
"Oh..."
"Dokter Hyunbin cuma visit pagi ya?"
Plak!
Minhyun memukul lengan Jonghyun dengan telapak tangan.
"Napa ih? Kan gue mau konsultasi promil."
Jisung nggak ngerti, apalagi Ponyo ama KingCloud. Youngmin mulai mudeng.
Jonghyun terkekeh melihat wajah Minhyun memerah.
Youngmin pulang duluan, uda ditelpon Donghyun karena Dongbin nangis minta susu. Jonghyun juga balik karena harus jemput anak-anaknya. Sementara Jisung sama Jonghyun yang kurker masih setia menemani Sungwoon.
Howons?
Mereka lagi makan mie ayam di depan.
"Tenang aja, gue juga udah janji ama Ponyo. Gabakalan mau dah Hwang Minhyun yang terhormat ini ama Pak Jaehwan."
"Mau juga gapapa, hahaa.. ga jauh beda tiga ama empat."
"Nggak, nggak, guenya yang gamau jadi istri keempat," ujar Minhyun.
Suasana hening sesaat hingga Minhyun melontarkan sebuah pertanyaan yang tak terduga, "dokter Hyunbin suka donat nggak ya?"
Hening.
Sungwoon melongo.
"Penting ya?" Nyai nyengir.
Minhyun salting.
Pendek
Cuma tiga ratusan
