.
Para warga berkumpul di luar pagar rumah Pak Taemin, nungguin Minhyun ngasi jawab ke Bapak Jaehwan yang nglamar Minhyun pagi pagi belom mandi.
yang kebetulan lewat pas lagi jogging langsung berhenti denger suara merdu Pak Jaehwan, ngeluarin hape terus live IG biar yang gak bisa keluar rumah masih bs jadi saksi lamarannya MinHwan lewat henpon.
"Gimana, Kak Minhyun? Jawab sekarang ya?" Mohon Jaehwan masih dalam posisi berlutut. "Nggak perlu dipikirin dua kali karena cinta saya kepada Kak Minhyun itu sudah jelas terbukti."
"TERIMA! TERIMA! TERIMA!" Kang Daniel paling kompor, yang lain ikut-ikutan.
"TERIMA KAK MINHYUN!"
"AYO KAK TERIMA AJA!"
Yang ngompor biar Pak Jae ditolak juga ada.
"JANGAN MAU, HYUN, JAEHWAN KERDUS!" - Kim Jonghyun.
"MASA JADI ISTRI KEEMPAT, MENDING SAMA SAYA!" - Kim Taedong.
"TOLAK AJA UDA, JAEHWAN JARANG MANDI." - Kim Taemin.
Minhyun bingung.
Jaehwan menunduk, berdoa dalam hati semoga diterima.
Di sebrang Ponyo, Nyai dan Sungwoon berdiri berjajar di depan rumah.
"Masi Ponyo liatin, ntar balik Ponyo tendang sampe Mars."
"Ngerdus aja terus, kalo ngga karena ada Jihoon uda Sungwoon tinggal balikan ama Mas Tae."
"Nyai mah sabar..."
.
Sejam lebih Pak Jaehwan menunggu jawaban Minhyun yang cuma diem sambil gigitin jari.
Para penonton bukannya pada bubar capek nunggu malah tambah rame, tambah semangat juga. Malah sempet hampir war antara tim pendukung dan tim yang tidak setuju Minhyun jadi istri keempat bapakk.
Dari antara ketiga istri-istri terdahulu hanya Nyai yang masih nungguin Minhyun ngasi jawab ke suaminya, Ponyo uda dibawa pergi sama Donghyun, sementara Sungwoon harus kembali ke rumah untuk menyusui bayi kecilnya. (Nyusuin pake botol, nggak perlu nanya gimana Sungwoon nyusuinnya).
"Jawab aja buruan, Kak, saya mau ngampus nih." Kyulkyung menghentak-hentakkan kakinya tak sabar. Takut terlambat, tapi juga takut nyesel kalo nglewatin momen berharga MinHwan ini.
"Saya jawab besok pagi ya, Pak?" setelah sekian lama akhirnya Minhyun bersuara.
"Sekarang aja, Kak, biar saya lega."
"JAWAB SEKARANG AJA!" teriak Mbak Jihyo yang berdiri paling belakang sambil lompat-lompat biar bisa liat.
"Saya masih bingung..."
"Bingung soal apa, Kak?"
"Rumah bapak kan kamarnya cuma tiga, masa nanti saya tidur di teras?"
.
tbc
