# Beautiful In White

# Lu Han, Sehun

# Fluffy

# Drabble prompt : Sehun yang kelihatan indah dalam warna putih dan Lu Han yang tidak bisa berhenti memujanya.

####

Tangannya berkeringat meskipun kini ia berada di ruangan berhawa dingin. Mata rusanya menatap temannya, Lay , meminta sedikit semangat agar ia tidak gugup seperti ini.

" Ayolah, Lu Han. You can do it." Bisik Lay pelan.

Lu Han mencoba untuk menenangkan hatinya dengan membetulkan letak tali lehernya. Meskipun tiada apa apa perubahan tetapi ia berusaha.

Beberapa kali desahan lolos dari bibirnya saat ia memikirkan bagaimana jika ia melakukan kesilapan saat menyatakan sumpah nantinya.

Dan saat Baekhyun, teman sekaligus pembicara Majlis itu berbicara. Mengumumkan pengantin perempuannya sudah masuk ke dalam Gereja besar dan putih itu, Lu Han tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak melihat kepada satu sosok bertubuh mungil yang masuk ke dalam gereja itu.

Itu dia, sosok pengantinnya.

Sangat cantik dalam gaun besar warna putihnya. Kulitnya pucat tetapi itu malah membuatnya semakin sempurna. Mawar merah yang dihiasi dengan Baby breath itu seolah sangat melengkapi dirinya. Di kepalanya, ada Flower Crown yang dihiasi dengan bunga warna warni. Pipi nya memerah dan mata itu begitu indah. Begitu bersinar. Begitu penuh dengan cinta saat ia bertatapan langsung dengan Lu Han.

Deg deg

Astaga, Lu Han tidak bisa. Jantungnya berdetak dengan sangat dan sangat kuat. Ia bahkan bisa mendengar detakan jantungnya sendiri. Tangannya semakin berkeringat.

' Tenang, Lu Han. Jangan mempermalukan dirimu.' Batinnya berbicara. Mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.

Dan saat sosok pengantinnya itu berada tepat di hadapannya, ia mendongak. Sekali lagi mata mereka bertembung. Senyuman automatis terukir di wajah mereka.

" Oi, Rusa ! Awas aja kalau kau berani membuat Sehunku menangis."

Dan senyumannya gugur saat melihat Chanyeol, kakak pengantinnya itu menatapnya tajam.

Lu Han memutar bola matanya malas. Ia mencapai tangan kecil itu dan mengenggamnya pelan.

" You're so beautiful." Bisiknya. Ia mengatup bibirnya. Astaga, ini bukan saatnya untuk memuja kekasih cantiknya itu.

Sehun, sosok pengantinnya itu terkekeh pelan. Matanya membentuk bulan sabit kecil dan bibirnya membentuk senyuman. Mata Lu Han tidak bisa berkedip melihat sosok itu. Jantungnya terus dan terus berdegup dengan sangat kencang.

" Ehem." Deheman dari sang Paderi membuat ia buru-buru menggaru tengkuknya.

" Shall we begin ?"

Sehun mengangguk. Tatapan matanya kini bukan kepada Lu Han, yah sedikit membuat Lu Han kecewa tetapi ia mencoba untuk tidak peduli. Toh setelah ini Sehun akan selalu melihatnya. Selalu akan ada di sampingnya.

" Pernikahan adalah elemen yang sangat indah di dengar. Manusia ditakdirkan untuk saling jatuh cinta dan bertemu. Dan hari ini, dua sosok ini bertemu dan jatuh cinta dan menikah. Satu takdir yang indah."

Perlahan ia melirik Sehun. Astaga, meskipun hanya sudut sisinya, Lu Han tidak bisa untuk berhenti memuja sosok pengantinnya itu.

Sehun sangat sempurna. Sangat halus dan sangat indah.

" Excuse me, Lu Han-ssi ?"

Eh ? Alisnya berkerut. Perlahan ia kembali melihat ke hadapan.

" We about to begin the ceremony. Please don't look your bride like that."

Blush

Pipinya memerah saat mendengar kekehan dari sang pengantin. Ia mengukir senyuman kikuk dan menundukkan wajahnya.

" Lu Han, adakah kau bersedia untuk menerima Sehun baik dalam keadaan suka dan duka, sedih dan bahagia, tua dan muda ? Bersedia untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan nya ? Berjanji untuk menjaganya ketika sakit, berjanji untuk tetap mencintainya sehingga ajal yang menjemputmu ? Adakah kau bersedia ?"

Lu Han melirik Sehun. Kedua pasang mata itu bertentang.

" Aku bersedia akan menjaga nya sepenuh hatiku. Tidak akan melukainya selagi aku masih bernapas di dunia ini dan tidak akan membiarkan setetes airmatanya jatuh. Aku bersedia mencintainya sepanjang hidupku. Aku bersedia." Dan menyarungkan cincin di jemari manis Sehun.

Sehun tersenyum manis kepadanya. Ia bisa melihat genggaman tangan kecil pada bunga itu semakin erat. Kedua pipinya memerah.

" Dan, Oh Sehun, adakah kau bersedia menerima Lu Han sebagai laki-laki yang akan mencintaimu selamanya sehingga ajal menjemputmu ?"

Tiada keraguan.

Tangan kecil itu menarik tangannya dan menyarungkan cincin ke jemari manisnya. Mengikatnya sebagai milik Sehun selamanya.

" Nde, paderi-nim. Saya bersedia untuk menerima Lu Han menjadi milikku selamanya."

Deg deg

Apakah Tuhan melakukan sesuatu di hatinya ?

Astaga, jantungnya.

" Dengan ini, saya mengumumkan kalian suami dan isteri. You may kiss the bride."

Mata mereka bertentangan sekali lagi.

Lu Han tidak bisa mengawal tangannya yang sudah menyentuh dagu Sehun pelan. Membuat gadis itu mendongak agar ia bisa berleluasa melihat wajah cantik itu.

" Saranghae, Lu Sehun." Ucapnya penuh arti. Ia membawa wajah itu mendekat dan mengecup bibir itu pelan. Menghantar perasaan cintanya yang besar.

" Nado sarangae, Lu Han-ge."

Karna Sehun adalah pengantinnya yang indah, pengantinnya yang sangat sempurna dalam warna putih.

Dan ia tidak akan berhenti mencintai sosok itu selamanya.

####

This is GS!Hun. Kekeke ~~

Bagaimana ? Apa asik ?

Who wants smut for next drabbles ?

Review for the answers.

Dan Chiey sangat berterima kasih kepada para reader Chiey yang imut dan cantik sekalian. Chiey sayang banget sama kalian. Chiey berjanji akan selalu update untuk kalian.

Hugs and kisses for my lovely reader./bareng Sehunnie/ \\\