# Confession

# Lu Han, Sehun

# Romance

# Drabble prompt : A shy confession from Lu Han and a cute little Sehun

####

Lu Han melempar bola basket kepada Minseok, teman dekatnya itu. Ia mengerutkan alisnya saat melihat teman dekatnya itu tertawa.

" Emang ada yang lucu, hah ?!" Tanyanya kesal. Ia mempout bibirnya dan merampas bola basket itu kembali dari genggaman Minseok.

" Kau harus lihat ekspresi Sehun saat kau menatapnya tidak berkedip, Lu. Ia mungkin berpikir kau terlalu obses kepadanya."

Blush

Sontak wajahnya memanas. Ia langsung melepaskan bola basket itu dan beralih duduk dengan memeluk lututnya, menyembunyikan wajah tampannya dari tatapan Minseok.

" Semuanya hancur. Dia bakalan membenci ku, Minseok."

Terdengar derapan langkah mendekatinya. Tepukan ringan di pundaknya itu tidak membuat ia mendongakkan kepalanya.

" Hey, tenang aja, Lu. Mana ada gadis di sekolah ini yang bisa menolak mu ?! Kau kan capten tim bola basket. Lagian wajahmu itu terlalu mirip dengan pangeran. Aku yakin dia tidak akan menolakmu."

Seolah terpujuk dengan kata-kata temannya itu, Lu Han mendongak. Ia menatap Minseok dengan matanya yang bersinar. Berharap akan apa yang Minseok katakan itu benar.

" Kau yakin, Minseok ? Tapi dia tidak pernah sekalipun menatapku."

Minseok duduk di sebelahnya. Mengikut posisi Lu Han yang memeluk lututnya itu.

" Sehun itu gadis yang polos. Meskipun dia jarang tersenyum tapi percaya deh, dia tidak akan menolak cinta dari pangeran sekolah."

Sontak terbayang sosok seorang gadis yang memiliki tubuh mungil. Begitu kecil dan polos. Surainya hitam dan lurus melepasi pundaknya. Kulitnya seputih salju, halus dan lembut bak bayi. Pipinya sentiasa kemerahan, hidungnya mancung dan bibirnya tipis. Akhir sekali mata indah itu. Coklat dan penuh dengan kepolosan dan kejujuran.

Bagi Lu Han, tiada yang sesempurna Sehun.

Tiada yang seimut Sehun.

Tiada gadis yang bisa membuat ia jatuh cinta seperti ini.

" Baiklah, besok aku akan meluahkan perasaan ku kepadanya !" Tekadnya.

Minseok menaikkan alisnya. " Really ?"

Lu Han menatap temannya itu dengan penuh keazaman di wajahnya. Ia mengepal tangannya ke udara. Memberi semangat untuk dirinya sendiri.

" I will get her !"

Dan di sinilah dia. Di atap sekolah dengan angin yang berdesir lembut membawa surai dark maroon nya. Blazer nya terletak di pinggiran beg sekolah nya. Kemeja putihnya tidak terurus tetapi ia masih kelihatan tampan.

Dari tadi ia menundukkan kepalanya. Tidak berani melihat sosok mungil yang sedang berdiri di depannya itu.

" Lu Han sunbaenim ? Ada apa sunbae memanggilku ke sini ?"

Deg deg

Astaga, tenang Lu Han idiot. Jangan karna suara merdu Sehun kau menjadi tidak karuan seperti ini.

Perlahan namun pasti, ia mendongak. Mata rusanya berusaha untuk menatap mata indah milik Sehun meskipun detakan jantungnya semakin tidak karuan.

" Err, anoo. S-Ssehunnie. Ak-aku.." suaranya terbata. Ia meremas hujung kemaja putihnya itu. Berusaha untuk meluahkan kata-katanya itu.

Sehun terkekeh kecil. Kaca mata besar yang menutupi mata indahnya itu membuat ia entahlah, kelihatan semakin polos. Semakin indah. Semakin membuat Lu Han ingin memeluk tubuh mungil itu.

" Kau memerah, sunbaenim."

Blush

Wajahnya semakin memanas. Ia melarikan pandangannya dari jangkauan Sehun. Sebelah tangannya berusaha untuk menutup separuh dari wajah tampannya.

" Ugh, maaf. Ak-aku. Aku tidak tau bagaimana mau katakan ini semua."

Sehun menghentikan kekehannya. Ia memberikan Lu Han senyuman termanisnya. Mata sipit itu bahkan membentuk bulan sabit kecil. Dan senyuman itu berhasil menghentikan detakan jantung Lu Han dan melemahkan lututnya.

Aduh, ayolah Lu Han. Masak kapten tim bola basket seperti mu bisa lemah seperti ini hanya karna luahan cinta pertama mu ?

" Oh Sehun, aku menyukaimu."

Dan sepatah dari perkataan itu membuat senyuman Sehun sirna.

Lu Han tidak peduli. Ia akan melontarkan segala isi hatinya yang sudah terpendam untuk Sehun semenjak gadis itu memasuki Seoul High School lagi. Ia tidak berani melihat ke arah Sehun jadilah ia menunduk. Lebih tertarik untuk menatap sneaker pemberian orang tuanya itu.

" Aku tau ini konyol dan kau tidak mungkin akan mempercayainya. Tapi aku benar-benar menyukaimu. Semenjak kau masuk ke pintu utama sekolah, semenjak angin meniup surai indahmu itu. Semenjak kau tersenyum saat kau membaca buku setebal buku Biologi itu. Semenjak kau melihat perlawanan tim basket sekolah. Semenjak kau tertidur di library sekolah. Semenjak kau membantu Minseok dengan kerja sampingannya itu. Aku menyukai-eh bukan. Aku bukan menyukaimu. Aku mencintaimu, Oh Sehun."

Hening. Hanya desiran angin yang kedengaran.

Lu Han yakin wajahnya pasti merah sekali saat ini. Belum lagi Sehun tidak berkata sepatah pun kepadanya.

Hahh, Sehun pasti akan menganggapnya stalker setelah ini. Sehun pasti akan membencinya.

Dan lamunannya terhenti saat mendengar tawa merdu dari sang gadis yang sedari tadi hanya mendiamkan dirinya.

Perlahan Lu Han mendongak, jantungnya bergetar dan terus bergetar saat melihat wajah manis Sehun.

Sesungguhnya Sehun adalah manusia yang sempurna yang pernah ia ketemui.

" Kau imut sekali, Sunbaenim. Hhaha. Pantasan aja Minseok oppa selalu mengataimu."

" Minseok oppa ?" Sekilas perasaan cemburu menghantui hatinya.

Kenapa dengan Minseok, Sehun dengan senangnya memanggil temannya itu oppa ? Tetapi dengannya pula, Sehun mengelar dia sunbaenim ?

Ini tidak adil !

Sehun menggaru kepalanya yang tidak gatal. Perlahan ia mendekati Lu Han yang masih kaku di tempatnya.

Aduh, jangan mendekat.

" Kau tidak tau yang aku dengan Minseok oppa saudara ? Dia oppa ku."

Ehh ?

Saudara ?

Minseok dengan Sehun ?

" Ehh ?"

Sehun ketawa lagi. Ia mengatup bibirnya. " Iya, Minseok oppa itu kakak ku, sunbaenim."

Tunggu sebentar.

Oh Minseok.

Oh Sehun.

Astaga, kenapa dia tidak bisa mengetahui kesamaan itu ?!

Wajahnya bertambah panas. Ia membawa kedua tapak tangannya untuk menutup wajahnya yang memerah.

Tunggu saja kau, Oh Minseok, kupatahkan kaki mu setelah ini agar kau tidak bisa bermain basket lagi !

Jemari kecil dan halus menyentuh tangannya. Dan ia automatis menurunkan kedua tapak tangannya.

" Aku juga, sunbae. Aku menyukaimu."

Deg deg deg

Astaga, apa dia salah dengar ? Sehun menyukainya kan ?!

" Ap-apa ?"

Sehun tersenyum manis. Ia menyelitkan beberapa helai surainya ke belakang cuping telinganya. Mendongak dan menatap mata rusa Lu Han. Pipinya memerah.

" Aku menyukaimu. Mencintaimu, Lu Han sunbaenim."

Oh Tuhan.

Tanpa mengawal dirinya, Lu Han membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.

" Ya Tuhan. Aku juga, Hun. Aku sangat dan sangat mencintaimu."

Dan ia tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia akan selalu dan selalu tetap mencintai Sehun karna Sehun adalah bidadari yang Tuhan turunkan untuknya.

Kedua sosok itu masih betah saling berpelukan, tidak melihat satu sosok yang melihat mereka dari bawah. Sosok itu tersenyum dan mempamerkan smirk-handsome nya.

" Mission complete." Minseok ketawa kecil. Ia melangkah meninggalkan kedua sosok yang dekat dalam kehidupannya itu.

####

No Smut. Chiey ngga punya mood mau bikin Smut.

Karna kita semua lagi butuh GS!Hun. Naa, ini dia. Yeoja Hun sangat imut dan manly Han itu idaman semua.

Selamat membaca. Chiey akan update next chap as soon as I can.

Terima kasih karna review. Chiey sayang banget sama kalian. Kalian membakar semangat Chiey. Review kalian membuat hati Chiey senang deh.

Sampai jumpa lagi *^O^*