Kedatangan Taeyong ke kerajaan sedikit ribut karena banyak yang membicarakannya disana sini, sebenarnya Taeyong muak mendengar mereka berbisik-bisik dan Taeyong mendengarnya sehingga dia meningkatkan laju kudanya menuju tempat Panglima Lee berada.

"Taeyongieee! Kakak sangat merindukanmu~" seru Panglima Lee seraya menubruk tubuh Taeyong yang baru saja turun dari kuda putih yang dianggap sahabatnya itu

"Kak, ini masih di luar. Banyak dayang istana yang melihat" ucap Taeyong datar

"Oh biarkan saja kakakmu memelukmu disini, mereka tidak tau betapa rindunya aku padamu. 10 tahun kita tidak bertemu, 10 TAHUN!" ucap Xiumin berlebihan

"Bagaimana kabar ayah dan ibu? Mereka baik-baik saja kan selama aku di asrama?"

"Yap, mereka ku jaga dengan ketat sehingga mereka baik-baik saja. Bukankah upacara penobatanmu masih minggu depan?"

"Aku hanya merindukan tempat ini"-dan aku juga merindukannya, sangat. Lanjut Taeyong dalam benaknya

"Baiklah ayo masuk dan kita berbincang dengan keluarga besar. Kau tau, Renjun tumbuh dengan pesat menjadi anak perempuan yang manis dan cantik" dan berlanjut dengan Xiumin menceritakan bagaimana dirinya dengan istrinya-anak dari Raja di China- menikah dan memiliki anak bernama Renjun tersebut.

Suasana di paviliun barat tersebut sangat ramai dan hangat dimana keluarga Lee berkumpul bersama dan berbahagia karena puteri kebanggaanya sudah datang meski dengan pakaian yang bisa dibilang itu adalah pakaian untuk petani lelaki yang mengundang banyak tawa dan berakhir dengan wajah manis Taeyong yang sedang merajuk.

"Taeyongie, perkenalkan ini istriku, Luhan. Dan ini putri kami, Lee Renjun" kata Xiumin

"Hai kakak ipar dan hai untuk keponakanku" kata Taeyong dengan senyuman manisnya dilihat oleh Xiumin dan keluarganya untuk pertama kali setelah perubahan sikapnya itu.

"B-Bibi cantik sekali~" ucap Renjun yang masih berusia 5 tahun dengan mata yang berbinar

"Kau juga sangat cantik junie" ucap Taeyong sembari menggendong Renjun

"Selamat datang di rumah, adik ipar" ucap Luhan serta senyumannya yang menawan

"Ah iya, kakak ipar. Apakah kau tidak salah memilih pasangan? Kenapa kau mau dengan kakakku yang sok tampan itu?" ucap Taeyong santai

"Entahlah, aku juga bingung kenapa aku bisa mau dengannya" balas Luhan dengan pose berfikirnya

"A-Apa?! Dasar sifat jahil kalian itu memang sama! Sini kalian!" ucap Xiumin dengan penuh amarah

"Junie pegangan yang erat dan kak Luhan ayo kita kabur, kita dikejar monster! HAHA!" ucap Taeyong dengan tertawa keras diiringi dengan tawa Renjun dan Luhan seraya berlari menjauhi Xiumin. Tingkah mereka yang seperti anak kecil mengundang gelak tawa keluarga Lee dan prajurit yang sedang berlatih di luar karena mereka berlarian hingga taman belakang istana.

"Yak! Berhenti kalian!"

Taeyong berlari dengan sesekali melihat belakang dan tertawa lepas, sangat terhibur. Tentu saja Taeyong sangat bahagia, Xiumin dan Luhan sangat serasi dan terimakasih untuk Renjun yang membuat sifat terdahulu Taeyong mulai muncul. Baru saja dia ingin menghadap ke depan setelah menoleh, Taeyong menabrak seseorang. Tubuhnya terhuyung dan akan jatuh jika tidak saja ada sepasang lengan kekar merengkuhnya dan memeluknya dengan Renjun di gendongan Taeyong.

"Ack! Renjun kau tidak apa?!" tanya Taeyong penuh khawatir menunduk melihat Renjun

"Aku baik-baik saja kak, umm... terimakasih Putera Mahkota" kata Renjun polos dengan menundukkan kepalanya sekilas

Mendengar perkataan itu, Taeyong langsung menatap iris Putera Mahkota tersebut yang membuat matanya melebar seraya menahan nafas. Taeyong bisa melihat bagaimana Jaehyun tumbuh dengan sangat baik, tubuhnya yang tinggi dan rengkuhannya yang membuatnya nyaman dan merasa aman belum lagi dengan wajahnya yang rupawan dan mata elangnya yang selalu membuatnya berdebar.

"Lama tidak berjumpa, Lee Taeyong" ucap Jaehyun sambil melepas rengkuhannya pada Taeyong

"Ya, lama kita tidak berjumpa" kata Taeyong datar setelah menetralisir jantungnya yang berdegup kencang

"LEE TAEYONG!" teriak Xiumin yang menarik Luhan yang tampak kelelahan namun terlihat bahagia

"SINI KAU KU HA- oh Putera Mahkota"

Sikap Xiumin langsung berubah saat dia menyadari ada Putera Mahkota bersama Taeyong dan anaknya yang membuat Taeyong memajukan bibirnya sekilas

"Hai Panglima Lee, apa kalian sedang bertengkar?"

"Tidak tuan, kita sedang bermain tadi"

"Kak ayo kembali saja" ucap Taeyong dingin yang langsung mendapat sorotan aneh dari Xiumin dan Luhan –bukannya dia tadi terlihat sangat bahagia dan kenapa langsung berubah?- tanya Luhan berbisik dan dijawab dengan gidikan bahu oleh suaminya

"Kami permisi dahulu tuan kami pergi dahulu" ucap pasangan tersebut dengan membungkuk dan menyusul Taeyong dan Renjun

"Kenapa sikapnya dingin sekali padaku?" tanya Jaehyun keheranan

Seminggu kemudian, di dalam kerjaan diadakan upacara penobatan Taeyong dan melihat kemampuan berperangnya di hadapan keluarga kerajaan. Seluruh prajurit sudah berbaris rapi di halaman depan istana utama menghadap Ratu, Putera Mahkota, Puteri Mahkota dan Raja yang duduk di singgasananya. Pembukaan pun telah di laksanakan dengan khidmat dan suasananya yang perlahan mulai mencekam.

"Baiklah, panggil Panglima Lee dan calon pemimpin pasukan khusus kerajaan!" perintah Raja

Xiumin beserta bawahannya yang merupakan pasukan khusus di kerajaan berjalan terlebih dahulu dan Taeyong yang berada di tengah barisan seperti dikawal masuk menuju halaman istana. Taeyong tampak menawan dengan zirah yang dibuat khusus untuk tubuhnya dan rambutnya yang tergerai indah namun tidak mengganggu pandangannya. Penampilannya yang menawan tersebut cukup untuk membuat seluruh orang yang ada di halaman istana kagum dan terpesona hingga Ratu pun mulai tertarik dengan sosok Taeyong ini. Jaehyun pun menahan nafas saat melihat Taeyong dan tanpa dia sadari Doyong menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.

"Nona Lee Taeyong, apakah kau bersedia untuk menerima pangkat sebagai pemimpin pasukan khusus kerajaan bernama Hwarang dan Wonhwa tanpa terbebani sedikitpun?" ucap Raja dengan lantang

"Saya bersedia, Yang Mulia" ucapnya dengan lantang

"Apakah kau sudah bersiap untuk melawan Hwarang sebagai pembuktian bahwa kau bisa memimpin mereka?" tanya Raja sekali lagi untuk memastikan

"Saya sudah bersiap, Yang Mulia"

Taeyong mulai bersiap dengan menggambil Bokken (pedang/samurai yang terbuat dari kayu) yang sudah disediakan oleh para prajurit dan dengan sedikit pemanasan Taeyong mengayunkan pedangnya dengan sangat tegas di dalam setiap tebasannya.

Yang pertama, dia harus melawan Moonbin. Pasukan khusus dalam fisik tersebut maju pertama atas suruhan Raja karena kekuatan fisiknya yang memang tangguh bisa melebihi hingga 100 prajurit biasa. Taeyong memulainya dahulu, tanpa kesusahan Taeyong menggerakkan tubuhnya seperti menyatu dengan pedangnya dan melawan Moonbin dengan hasil dia menang telak meninggalkan Moonbin dengan kondisi terjerembap di tanah. Ini menuai gelak tawa dari Raja dan Jaehyun yang melihat perkelahian tersebut dengan seksama.

"Ayah, lihatlah betapa lincahnya Taeyong menghindari Moonbin hingga dia terjerembab seperti itu"

"Kau benar sekali, dan gerakannya sangat elegan dalam berpedang. Aku menyukainya" kata Raja sambil tersenyum

Babak kedua Taeyong harus melawan Bang Yongguk, dialah pasukan yang paling berbakat di pasukan khusus. Semua orang mengakuinya karena dari segi strategi maupun fisik dia sangat memumpuni. Taeyong memulainya dengan gerakan yang lebih cepat dari sebelumnya namun dia terkejut karena Yongguk dapat menahannya lalu Yongguk pun membalasnya dan berhasil membuat Taeyong terpukul mundur di bagian perutnya namun tidak sampai jatuh.

Taeyong pun mulai menggunakan otaknya membuat strategi untuk melawan Yongguk, dia mencoba untuk melawan dengan cepat sembari menganalisis tubuh Yongguk untuk mendapatkan titik kelemahannya. Setelah mengenai titik kelemahannya, dengan senyuman manisnya dia mulai menyerang titik tersebut dengan cepat dan berkali-kali tanpa memberi Yongguk kesempatan untuk menahan ataupun membalasnya. Dengan tendangan dibelakang kaki kanan Yongguk dan cekikan disertai bantingan ke tanah, Taeyong berhasil mengalahkan Yongguk.

Semua orang mendecak kagum dan mulai yakin bahwa Taeyong pantas untuk menjabat sebagai pemimpin pasukan khusus nantinya yang akan melindungi keluarga kerajaan secara langsung.

"Kalau begitu lawan aku!" ucap Jaehyun lantang sembari melepas gaunnya dan mengambil Bokken

"Baik, Putera Mahkota" ucap Taeyong tenang dengan sedikit membungkuk

Mereka terlihat saling menganalisa satu sama lain, dengan seringainya Jaehyun menyerang terlebih dahulu dan dengan sigap Taeyong menangkis serangan Jaehyun yang mendapat decakan kagum dari Jaehyun.

"Aku tak menyangka kau bisa sehebat ini" puji Jaehyun

"Terimakasih pujiannya, Yang Mulia" ucapnya datar

"Oi! Tak bisakah kau berkata dengan lembut?" ungkap Jaehyun kesal

"Maaf Yang Mulia, saya tidak terbiasa untuk berkata lembut"

Senyuman manis namun berbahaya Taeyong mulai terlihat bahwa dia sudah melihat titik lemahnya dan langsung menyerang. Sayangnya Jaehyun terdiam setelah melihat senyuman menawan Taeyong dan wajahnya yang serius saat menyerang sehingga Jaehyun tidak dapat menahan serangan Taeyong yang bertubi-tubi dan Taeyong memukul dengan sekuat tenaga di daerah perut sehingga Jaehyun yang akan terjatuh namun karena jarak yang terlampau dekat dengan tidak sengaja Jaehyun menarik tangan Taeyong sehingga mereka terjatuh bersamaan dengan Taeyong menimpa Jaehyun.

Taeyong menahan nafas karena menatap Jaehyun langsung di iris matanya yang menenangkan dan jantungnya berdetak sangat kencang. Oh ayolah kau jangan berdetak dengan kencang sekarang atau Jaehyun akan mengetahuinya bahwa aku mencintainya batin Taeyong dengan wajah yang mulai memerah.

"Baiklah, dengan tes ini Taeyong dinyatakan resmi sebagai pemimpin pasukan khusus kerajaan" ucap Raja lantang

Karena ucapan Raja, Taeyong yang tersadar langsung bangun dan membungkuk kepada Raja serta mengucapkan terimakasih dan langsung pergi dari tempat tersebut

"Dia... berani-bernainya dia setelah menjatuhkanku dan menimpaku langsung pergi begitu saja?!" teriak Jaehyun bersungut-sungut dan kembali menuju singgasananya.

Doyoung yang melihat pertarungan tersebut hanya bisa terdiam menahan emosinya. Jaehyun hanya miliknya! Dan hanya dialah yang akan menjadi pasangan serta ratu di kerajaan Goguryeo. Doyoung mencengkram erat rok gaunnya dan memandang penuh amarah seiring perginya Taeyong dari tempat tersebut.

"Hanya aku yang akan menjadi ratu dan pasangan Putera Mahkota, tidak boleh ada yang merebut tempatku sekalipun dirimu, Lee Taeyong" gumam Doyoung

TBC

Sorry sebelumnya soalnya update-annya telat karena emang ada permasalahan waktu ngepublishnya sama author lagi kena radiasi dari laptop. Jadi mata kanan yang dominan biasanya itu kena radiasi jadi gabisa deket-deket laptop dan emang bener-bener rehat dari laptop. Sebagai gantinya, Author bakalan update 2 chapter sekaligus karena emang udah di jadwalnya harusnya sekarang update chapter ke 3.

Kalau ada saran atau kritikan disini sangat dibutuhkan ya buat koreksi di chapter berikutnya dan terimakasih juga buat yang udah review semoga di story yang ini kalian bakalan suka sampe endingnya ya, Lovya!