Taeyong tersentak saat mendengar suara itu, seseorang yang telah menciumnya kasar, seseorang yang bertingkah seperti bajingan yang telah merebut lahan milik rakyatnya sendiri. Yuta pun duduk di sebelah Taeyong dan melihat balutan di lengan kiri Taeyong.

"Berita itu benar, kau terluka saat berada di kawasan Kerajaan Silla" ucap Yuta

"Kau tidak apa-apa?" sambungnya

"Aku baik-baik saja, Pangeran" balas Taeyong

"Jangan panggil aku Pangeran, karena aku datang ke sini sebagai Yuta, sepupu Jaehyun. Panggil aku Yuta"

"Baiklah Yuta" ucap Taeyong lirih

"Apa kau sudah mengembalikan lahan milik rakyatmu?" ucap Taeyong dengan menatap sengit

"Tentu saja sudah! Dan hentikan tatapan itu, sangat menakutkan" ucap Yuta sembari memeluk tubuhnya merinding

"Aku menepati janjiku" ucap Yuta sembari menatap taman bunga

"Janji?" kata Taeyong penuh tanya menghadap Yuta

"Aku berkata padamu akan datang, kan?"

Keduanya sedang berhadap-hadapan, menatap mata satu sama lain. Yuta menggenggam tangan Taeyong dan mengelus lembut tangan Taeyong sembari tersenyum menatap Taeyong.

"Aku akan melamarmu, sebentar lagi aku akan ke paviliun timur bertemu dengan keluargamu. Aku sudah mengatakannya padamu kan jika aku akan menjadikanmu permaisuriku" ucap Yuta dengan mengecup pelan tangan Taeyong

Taeyong yang dapat perlakuan seperti itu hanya bisa tersipu malu, karena selama ini dia tidak pernah mendapatkan perlakuan se-jantan itu. Taeyong akui Yuta memang seorang pria yang dia kagumi karena dia memiliki senyum yang indah dan menenangkan, meski dia hanya belum mampu memimpin rakyatnya tapi Taeyong yakin kelak dia akan menjadi Raja yang hebat untuk rakyatnya.

...

Dari kejauhan, Jaehyun melihat interaksi mereka hanya bisa menggeram rendah dan tidak sengaja menggenggam erat tangan Doyoung yang ada di genggamannya.

"Jae, ada apa?" ucap Doyong

"A-Ah tidak ada apa-apa" ucap Jaehyun yang tersadar

"Kau yakin?"

"Ayo kita ke istana utama, ibu dan ayahku pasti sudah menunggu untuk persiapan minggu depan" ucap Jaehyun dan menarik Doyoung pergi dari tempat tersebut

...

Yuta mengeluarkan jepit rambut yang diberikan oleh ibunya saat dia bercerita tentang Taeyong dan mengatakan akan ke Kerajaan Goguryeo. Saat Taeyong tertunduk malu, dia memasangkan jepit rambut tersebut pada Taeyong dan terkesima karena Taeyong memang cocok menggunakan jepit rambut tersebut yang membuat dia terlihat layaknya Ratu yang akan mendampingi Raja, tentunya Yuta yang menjadi Rajanya.

"Kau terlihat semakin cantik, Tae" ucap Yuta

"T-Terimakasih. E-Eum apa yang kau lakukan disini?" tanya Taeyong gugup

"Aku hanya mengunjungi sepupuku yang beberapa hari lagi akan menikah" ucapnya

"Namun tak lama kemudian aku akan menyusulnya, aku akan menikahimu" lanjutnya

Taeyong terkejut mendengar penuturan Yuta, seserius itukah dia ingin menikahi Taeyong? Namun Taeyong sedikit ragu karena jujur saja perasaannya masih belum bisa merelakan Jaehyun yang akan menikah 6 hari lagi dan dia tidak sejahat itu untuk membuat Yuta sebagai pelampiasannya.

"Tapi maaf, aku tidak bisa. Aku mencintai or-"

"Kau mencintai sepupuku kan?" potong Yuta

"B-Bagaimana bisa kau tau?" orang ini sungguh mengerikan, apa dia bisa membaca pikiranku?!

"Karena tatapanmu berbeda padanya, saat aku berkata bahwa kau calon permaisuriku dia terlihat tidak senang. Aku kira kau yang akan menikah dengannya, ternyata aku salah. Jika kau berpikiran menolakkku karena takut ku anggap kau menjadikanku pelampiasan, kau salah" ucapnya tenang

"Karena kau tidak akan menganggapku pelampiasanmu, dan kau akan jatuh cinta padaku saat kau mau membuka hatimu untukku. Jalani saja kehidupan bersamaku, jika kau tidak nyaman aku bersedia untuk berpisah denganmu." Sambungnya

Taeyong dapat melihat kesungguhan Yuta dalam perkataannya dan matanya, mungkin inikah cara agar dia dapat melupakan Jaehyun? Apakah dia bisa mencintai Yuta seiring waktu berlalu bersama dengannya? Bisa dibilang Taeyong ragu, sangat ragu. Tetapi benar kata Yuta, jika mencobanya dia mungkin akan berhasil dan bisa hidup bersama Yuta , dengan seseorang yang mencintainya.

"Aku akan membicarakannya dengan keluargaku terlebih dahulu, Yuta. Aku baru saja tiba disini, keluargaku masih membutuhkanku, aku ingin kau lebih bersabar dulu. Sebuah hubungan dua keluarga tidak dapat di jalin dengan semudah yang kau kira" jelas Taeyong

"Jika begitu, aku akan meminta untuk dipindahkan ke Kerajaan Goguryeo, karena aku tidak ingin kehilanganmu begitu saja" ucap Yuta

"Apa kau yakin? Kau mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menjadi Raja"

"Akan aku lakukan apapun demi bersama dengan dirimu, Tae"

Mereka berdua saling berbagi senyuman, senyuman yang kelak akan menjadi kewajiban satu sama lain dalam suatu hubungan yang menandakan bahwa mereka akan bahagia di masa depan.

...

Keesokan harinya, Taeyong menuju tempat Jihoon untuk mendapatkan perawatan di lengan kirinya. Selama perjalanan dia melihat sekitar, mungkin saja ada Yuta yang lewat dan mau menemaninya untuk perawatan lukanya. Namun dia tidak dapat menemukan Yuta disepanjang jalan menuju tempat Jihoon. Helaan nafas dari Taeyong menandakan dia terlalu berharap, mungkin saja Yuta sedang ada tugas dan dia kembali ke Kerajaan Silla.

"Kak Jihoon, aku datang" ucap Taeyong

"Ah, Kapten sudah datang? Berbaringlah dulu, aku masih berada di gudang mencari bahan untuk pengobatanmu" teriak Jihoon dari gudang penyimpanan bahan miliknya

Saat menuju tempat tidur yang memang disiapkan di sana, Taeyong terkejut karena ada Yuta yang berbaring di tempat tidur tersebut.

"Apa dia sakit?" gumam Taeyong

Dengan berani dia meletakkan punggung tangannya ke kening Yuta, dan anehnya dia merasa suhu tubuh Yuta sama dengannya, normal.

"Kau tidak sakit, tapi apa yang kau lakukan disini?" gumam Taeyong

Taeyong tersentak saat Yuta menggenggam pergelangan tangannya yang berada di keningnya, dan Yuta perlahan membuka matanya dan menatap Taeyong dalam.

"Aku tau hari ini ada pengobatan untuk lukamu, jadi aku ke sini tetapi aku terlalu pagi, aku terlalu bersemangat untuk menemanimu" jelas Yuta

"A-Ah gitu" ucap Taeyong sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

Yuta bangun dan mempersilahkan Taeyong untuk berbaring. Dengan telaten, Yuta merapikan pakaian Taeyong agar tidak tersingkap saat pengobatannya dilakukan. Yuta juga membantu Taeyong untuk membuka jubahnya dan Yuta pun menahan nafas karena Taeyong hanya memakai hanbook dalaman saja sehingga bagian pundak putih mulusnya terekspos.

"Hentikan pikiran mesummu, Yuta" kata Taeyong sembari mencubit perut Yuta yang memang mudah dia jangkau

Saat mereka bercanda hingga tidak sadar Jihoon melihat kelakuan mereka. Dia tersenyum melihat interaksi Kapten kesayangannya itu dengan Pangeran Yuta. Memang Jihoon sudah tau jika Pangeran Yuta ada di tempatnya untuk menemani Taeyong menjalani pengobatan. Dan dia setuju jika Taeyong dengan Yuta akan menikah karena mereka terlihat serasi saat bersama. Taeyong yang bersikap dingin serta tegas sedangkan Yuta berkharisma dan murah senyum.

"Ekhem! Kapan aku bisa mengobatimu Kapten?" ucap Jihoon sedikit kesal karena dia tidak dianggap

"K-Kau bisa mengobatinya sekarang, tabib" kata Yuta yang salah tingkah dan pindah tempat duduk di dekat kaki Taeyong

Selama pengobatan, Yuta memandang Taeyong iba karena dia terlihat kesakitan karena lukanya dan dia harus meminum yang dari baunya saja Yuta berasa mual. Dengan dukungannya, Taeyong dapat melewati sesi pengobatannya lebih santai dari sebelumnya karena Taeyong yang tidak mau meminum ramuan untuk racunnya.

...

"Aku ingin membelikanmu pakaian untuk kau pakai di pernikahan Jaehyun" ucap Yuta tiba-tiba

"Kenapa kau ingin membelikanku? Aku bisa membelinya sendiri, Yuta" tolak Taeyong

"Tapi aku memaksa" ucap Yuta kekanakan bersamaan dengan menunjukkan muka melasnya

"Hah~ Baiklah, jangan yang mahal, oke?" ucap Taeyong menyerah

"Siap Kapten!" ucap Yuta sembari merangkul pinggang Taeyong dan berjalan keluar dari tempat Jihoon

Mereka berjalan-jalan di pasar sembari melihat barang-barang yang ada di pasar tersebut. Saat tiba di tempat, Yuta langsung menuju ke pemilik toko tersebut dan meminta pakaian yang paling indah untuk Taeyong pakai. Sedangkan Taeyong hanya melihat-lihat sekitar, sesekali memekik kecil karena kainnya terbuat dari sutera seperti yang dipakai Yuta beserta keluarga kerajaan.

"Ini, cobalah" ucap Yuta dengan menyerahkan balutan yang Taeyong yakini didalamnya ada pakaian untuknya

"Baiklah"

Taeyong segera menuju ke tempat yang disediakan untuk mencoba pakaian tersebut sedangkan Yuta melihat-lihat kain dan dia juga meminta pakaian yang senada dengan yang dibelinya untuk Taeyong.

"Apa menurutmu ini tidak berlebihan?" ucap Taeyong

Saat Yuta melihat Taeyong dengan pakaian pilihannya tersebut, dia terpesona. Taeyong terlihat sangat indah dengan pakaian tersebut. Warna emas dipadukan dengan warna merah kalem dan beberapa motif yang tidak terlalu mencolok sehingga tidak mengganggu mata saat melihatnya. Taeyong terlihat seolah Ratu selanjutnya.

"Apa terlihat...jelek?" ucap Taeyong ragu saat tidak mendapat jawaban dari Yuta

"K-Kau...mempesona" ucap Yuta

Seketika, wajah Taeyong memerah hingga ke telinganya saat mendengar pujian dari Yuta, dan Yuta pun tertawa sembari mengusap pelan kepala Taeyong dan memeluknya karena dia yakin Taeyong sangat malu karena pujiannya.

Setelah membeli pakaian yang senada, mereka berjalan menuju taman bunga sakura kesukaan Taeyong. Mereka berjalan beriringan dengan tangan bertautan dan membuat beberapa rakyat sekitar memandang kagum pada pasangan tersebut. Taeyong menatap Yuta dari samping, sungguh dia terpesona dengan ketampanan Yuta dan sensasi saat Yuta menggenggam tangannya maupun memeluknya sangat berbeda saat Jaehyun melakukannya padanya. Yuta menatap Taeyong yang menatapnya dan tersenyum lebar pada Taeyong dan mereka berhenti di tengah hamparan pohon sakura. Yuta memeluk pinggang Taeyong dan mendekatkan bibirnya pada bibir Taeyong. Dengan tersenyum, Taeyong memeluk leher Yuta dan mencium Yuta dengan senang hati. Sepertinya dia tau dimana hatinya berlabuh saat ini setelah sekian lama terkena badai saat menuju pelabuhan di hati Jaehyun. Dengan yakin, dia berjanji pada dirinya sendiri akan selalu berada di sisi Yuta dan mencintainya.

TBC

Maafkan aku yang harus membuat Yuta menjadi bejat di ff ini T,T
Yuta yang terjolimi T,T

Semoga kalian suka ya, LOVYA!