...

Upacara pernikahan Jaehyun dan Doyoung akan di lakukan pagi ini di depan istana utama dan disaksikan oleh seluruh rakyat Kerajaan Goguryeo. Saat ini di halaman istana sangat ramai karena banyaknya rakyat yang antusias untuk melihat prosesi pernikahan Putera Mahkota yang sudah mereka nantikan.

Di paviliun timur tempat keluarga Lee berada, mereka masih sibuk untuk bersiap-siap menuju istana untuk menyaksikan prosesi pernikahan Jaehyun dan Doyoung. Sedangkan Taeyong sendiri mulai dari pagi buta dia sudah diculik dan dibawa ke tempat Jihoon, para Wonhwa sudah berkumpul di sana dan mulai mendandani Taeyong secantik mungkin agar tidak kalah dengan Puteri Mahkota. Kejam memang pemikiran mereka tetapi memang begitu adanya, mereka tidak ingin Kapten kesayangan mereka kalah saing dengan wanita lain. Dan bisa dilihat bahwa isteri dari Hwarang ini semua cantik, tidak ada satupun yang menyangkal tentang hal itu.

"Kapten, kau harus tampil percaya diri kali ini! Seperti saat pengangkatanmu menjadi Kapten" ucap Eunwoo

"Benar! Dengan pakaian yang diberikan oleh Pangeran pasti mereka akan terpesona, jangan berjalan seperti prajurit!" kata Himchan bersemangat

"Tapi aku...tidak yakin" ucapTaeyong murung

"Kau harus yakin Kapten, Pangeran sudah menunggumu di luar. Pangeran pasti suka dengan hasil kerja keras kita" ucap Jihoon memberikan semangat pada Taeyong

Dan benar apa kata Jihoon, terdengar ketukan pada pintu tempat kerja Jihoon dan mendengar suara Yuta bahwa dia datang untuk menjemput Taeyong yang berada di sana.

"Cepatlah temui Pangeran" ucap Himchan sembari mendorong Taeyong menuju pintu depan

"Semangat! Tampil percaya diri dan anggun!" ucapan penuh semangat dari Wonhwa dan Tabib untuk Taeyong

Dengan mantap dan penuh keyakinan, Taeyong membuka pintu tersebut dan langsung berhadapan dengan Yuta yang terlihat gagah dengan pakaian yang senada dengan Taeyong. Yuta terperangah melihat Taeyong yang tampil lebih cantik dan anggun dengan pakaian pilihannya itu serta gaya rambutnya yang terurai hingga pinggangnya dan memakai jepit yang diberikan Yuta menambah kesan manis bagi Taeyong.

"Sudah siap, tuan puteri?" ucap Yuta dengan tersenyum lebar

"Jangan panggil aku seperti itu!" ucap Taeyong ketus dengan wajah memerah

Yuta tertawa dengan reaksi Taeyong tidak sama dengan reaksi wajahnya yang memerah karena godaanya tadi. Mereka berdua berangkat menuju istana utama dengan diselingi tawa karena candaan dari Yuta, karena dia tau bahwa Taeyong sekarang terlihat tegang dan kurang percaya diri

Dari kejauhan, Hwarang dan para isterinya menatap kepergian kedua orang tersebut dengan tersenyum. Setidaknya mereka merasa bahwa apa yang mereka lakukan akan sangat membantu perkembangan hubungan mereka berdua kelak. Mereka pun segera menyusul berangkat menuju istana utama.

...

Prosesi pernikahan Jaehyun dan Doyoung berjalan dengan lancar, banyak rakyat yang berteriak riuh akan diresmikannya mereka sebagai sepasang suami-isteri. Banyak juga para pejabat dan keluarga kerajaan berkumpul, begitu juga dengan orang tua Yuta yang datang di pernikahan Jaehyun dan Doyoung. Yuta dengan segera berjalan menuju kedua orang tuanya berada dengan mengajak Taeyong, karena dia bersungguh-sungguh untuk menikahi Taeyong.

"Ayah, Ibu. Dia yang aku ceritakan, Lee Taeyong. Taeyong, perkenalkan ini kedua orang tua ku" jelas Yuta

"Selamat siang, Yang Mulia" sapa Taeyong dan membungkuk

"Ah~ Jadi dia yang membuatmu berpikir dewasa?" sindir Raja Kerajaan Silla

"Ayah!" ucap Yuta kesal dan Taeyong tertawa kecil mendengar perkataan Raja Kerajaan Silla

"Kau terlihat sangat cantik, aku menyukainya" ucap Ratu Kerajaan Goguryeo spontan dan langsung memeluk erat Taeyong

"T-Terimakasih Yang Mulia" ucap Taeyong pelan

"Aku ingin melamarnya" ucap Yuta tiba-tiba

"Apa kau serius? Kau sudah bertemu dengan keluarganya?" tanya Raja

"Belum, sebentar lagi kita akan langsung menuju paviliun tempat keluarga Lee tinggal. Aku hanya menunggu restu dari kalian" jelas Yuta

Raja dan Ratu Kerajaan Silla saling berpandangan. Mereka masih belum yakin dengan permintaan Yuta meski di bilang itu adalah permintaan pertamanya dengan sungguh-sungguh. Mereka hanya takut saat mereka sudah menuju paviliun keluarga Lee akan di tolak lamarannya dan juga sikap Yuta yang tebar pesona, mereka yakin tidak akan lama dia bisa merasakan perasaan itu.

"Aku bersungguh-sungguh, Ayah. Baru kali ini aku merasa ingin memiliki seseorang seperti ini, aku tidak meragukannya dan akan terus mencintainya hingga aku tua nanti" ucap Yuta bersungguh-sungguh

"Baiklah. Kita akan ke sana" putus Raja

Taeyong yang mendengar percakapan itu hanya bisa tersenyum kecil, apa yang dia pikirkan tentang Yuta yang egois dan seenaknya sendiri langsung tergantikan oleh sosok yang dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjadi kepala keluarga yang baik.

"Yuta" ucap Taeyong pelan

"Ada apa?"

"Kita belum menemui Puteri dan Putera Mahkota" bisik Taeyong

"Ah iya, aku lupa. Ayo kita segera ke sana dan kembali ke paviliunmu untuk merencanakan lamaran ini" jelas Yuta penuh semangat dan menyeret Taeyong

"Kami pamit, Yang Mulia" ucap Taeyong dengan sedikit menunduk karena Yuta yang tiba-tiba langsung menyeretnya menuju pasangan yang sedang menikah

Melihat Yuta yang bersemangat dan menyeret Taeyong, Raja dan Ratu Kerajaan Silla tertawa pelan. Tidak mereka sangka, seorang Pangeran yang egois dan seenaknya dapat ditundukkan oleh seorang wanita cantik yang menjabat sebagai Kapten pasukan khusus kerajaan.

"Hei Jaehyun! Selamat atas pernikahanmu" ucap Yuta

Jaehyun melihat Yuta yang memberinya selamat dengan tanda tanya. Kenapa pakaian Yuta dan Taeyong senada? Ada apa dengan mereka? Apa hubungan mereka? Jaehyun bertanya-tanya dalam hati namun dia tidak dapat bertanya karena gengsinya yang tinggi.

"Terimakasih, Pengeran Yuta" balas Doyoung karena Jaehyun hanya diam saja

"Selamat untuk kalian juga" sambung Doyoung

"Maksudnya?" kata Taeyong penuh tanya

"Kalian sudah menikah kan? Pakaian kalian senada" jelas Doyoung tenang

Mendengar perkataan Doyoung, wajah Taeyong langsung memerah dan menunduk sedangkan Yuta tersenyum cerah serta mengusap pelan puncak kepala Taeyong.

"Beberapa minggu lagi kami akan menikah, kalian tunggu saja" ucap Yuta penuh percaya diri

"Benarkah?" kali ini Jaehyun yang bertanya

"Kami tidak ingin kalah dari kalian, selamat menikmati pernikahan kalian" ucap Taeyong dan segera menarik Yuta dari sana karena bisa bahaya jika Yuta tetap berada disana

"Mereka terlihat serasi dan lucu" ucap Doyoung dengan tertawa kecil

Jaehyun melihat Taeyong dan Yuta dengan pandangan yang sulit diartikan. Dia merasa pernikahan ini tidak membuat dia senang seperti banyak orang yang senang dengan pernikahan mereka, dia merasa hatinya kosong padahal hari ini adalah hari yang dinanti-nanti olehnya. Doyoung melihat Jaehyun yang masih menatap pasangan tersebut hanya bisa tersenyum lega, apa yang diimpikannya telah tercapai, dimana dia bisa memiliki Jaehyun seutuhnya tanpa gangguan Taeyong lagi.

...

Seminggu telah berlalu, Taeyong merasa bahwa tubuhnya sudah mulai pulih dan dia bisa bertugas lagi sebagai kapten untuk Hwarang dan Wonhwa. Dan seminggu juga dia telah merelakan cintanya pada Jaehyun untuk pergi dan memulai hidup baru dengan Yuta kedepannya. Di perjalanan menuju barak prajurit, Taeyong dihalangi oleh Jaehyun dengan sengaja. Taeyong menatap Jaehyun penuh tanya dan mengapa dia berada di daerah sini sedangkan biasanya dia berada di istana utama.

"Ada perlu apa tuan?" tanya Taeyong

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Jaehyun

"Saya baik-baik saja, dan sekarang saya akan bertugas kembali" kata Taeyong

"Apa hubunganmu dengan Yuta?"

"Kami? Seperti yang tuan liat, kami mungkin akan menikah sebentar lagi" jelas Taeyong

"Kau tidak boleh menikah dengannya" ucap Jaehyun tegas

"Maaf, apa hubungan tuan melarang saya menikah dengannya?" ucap Taeyong sedikit kesal

"Aku bilang tidak boleh. Kau tidak boleh menikah dengannya"

Setelah mengatakan hal tersebut, Jaehyun langsung pergi begitu saja meninggalkan Taeyong yang kesal dengan kata-katanya.

"Apa maksudnya berkata seperti itu? Emangnya kenapa jika aku menikah dengan Yuta? Ku rasa dia lebih baik darinya" ujar Taeyong kesal dan melanjutkan perjalanannya kembali menuju barak prajurit

...

"Kwon Jihoon!" teriak Soonyoung

"Ya! Kupingku bisa sakit kau berteriak seperti itu!"

Jihoon memukul pelan kepala suaminya, Soonyoung berteriak seolah dia memanggil istrinya dari kejauhan padahal hanya berjarak 5 meter dari tempatnya. Soonyoung hanya nyengir polos, sungguh Jihoon tidak menyangka dia akan menikah dengan orang ini.

"Maafkan aku istriku sayang" goda Soonyoung dan Jihoon tersipu dibuatnya

"Akhir-akhir ini kau sibuk dengan Kapten, sedangkan aku tidak bisa berdua denganmu" rajuk Soonyoung

Jihoon menghela napas pelan, jika Soonyoung sudah seperti ini akan sulit untuk melepaskan diri darinya sedangkan dia harus menemui Taeyong untuk memberikan ramuan racikannya.

"Kau tau sendiri Kapten sedang sakit, mana mungkin aku tidak memperhatikan dia,Soonyoungie" ucap Jihoon lembut dan mencium pipinya

"Aku janji, setelah aku memberikan ini, kau bisa melakukan apapun padaku" tawar Jihoon

"Benarkah? Meski melakukan 'itu'? Baiklah sayang, ku tunggu di rumah"

Soonyoung mengedipkan sebelah matanya dengan seringaian mesum di wajahnya. Jihoon melakukan kesalahan yang besar, sangat besar. Bagaimana jika besok dia tidak bisa bekerja jika setelah ini dia digempur habis-habisan oleh Soonyoung?!

….

Di kediaman keluarga Lee, mereka kedatangan tamu yaitu keluarga dari Yuta berkunjung ke pavilliun keluarga Lee sekedar untuk saling bertemu antar kedua keluarga. Mereka bercengkrama dengan suasana hangat yang menenangkan, saat ini mereka sedang berada di ruang makan untuk makan siang. Taeyong duduk di sebelah Renjun dan berhadapan dengan Yuta. Dengan penuh perhatian, Taeyong membantu Renjun makan agar tidak berantakan, hal tersebut membuat perasaan Yuta menghangat dan ingin segera menikahi Taeyong serta memiliki keturunan dengannya.

Setelah selesai makan siang, Taeyong beranjak ke depan pavilliun, keluarganya bilang dia tidak boleh ada di dalam karena ini urusan orang tua untuk menentukan pernikahannya dengan Yuta. Padahal ini adalah pernikahannya, kenapa Taeyong tidak boleh masuk?!

Taeyong tersentak saat ada sepasang tangan melingkar di pinggangnya, setelah itu Taeyong tersenyum lembut, Yuta mulai manja padanya. Yuta menenggelamkan wajahnya ke leher Taeyong dan menghirup aroma menenangkan dari Taeyong. Taeyong mengusap pelan rambut Yuta dan tangannya yang melingkar di pinggangnya.

"Kenapa keluar? Apa sudah selesai?" Tanya Taeyong

"Belum, aku hanya tidak bisa lepas darimu" ucap Yuta pelan

Taeyong yang mendengar itu hanya bisa tersipu dan menjitak pelan kepala Yuta yang direspon dengan desisan pelan lalu tertawa.

"Aku merencanakan pernikahan di kerajaan ini tapi tidak semeriah Jaehyun. Pernikahan yang sederhana, bagaimana menurutmu?"

"Aku tidak masalah dengan hal itu, jika kau mau seperti itu"

Yuta membalikkan tubuh Taeyong sehingga mereka berhadapan, diusapnya pelan tangannya pada wajah Taeyong. Taeyong tersenyum lembut pada Yuta dan Yuta mencium bibir Taeyong, tidak ada nafsu hanya ada rasa cinta yang disampaikan Yuta dalam ciuman itu.

"Sungguh aku tidak sabar untuk menjadi suamimu dan ayah dari anak-anak kita" ucap Yuta

"Bersabarlah, aku juga tidak sabar memiliki anak yang lucu denganmu"

Mereka saling bertatapan dan tersenyum, tentang perasaan Taeyong maupun Yuta kita lihat di masa depan nanti. Yang terpenting sekarang, mereka sedang menikmati kebahagiaan mereka masing-masing.

TBC

Maaf baru bisa update, kalian pasti nunggu ya? Hehe.

Laptopku baru aja keluar dari tempat reparasi jadi aku langsung buka, untung aja file yg corrupt bukan file ini jadi aman-aman saja hehe.

Dan buat kalian yang gak suka sama ff ini, silahkan close dan gak usah baca apalagi ninggalin bad comment. Gak cuman aku tapi ke semua author yang ada di ffn. Memang kalian sebagai penikmat cerita hanya bisa comment tapi kami, para author benar-benar berfikir keras bagaimana caranya agar karya kami bisa dinikmati kalian semua para reader. Maaf jika karya kami buat kalian itu gak bagus atau gak sesuai selera kalian, tapi tolong, tinggalkanlah saran dan komentar yang membangun semangat kami buat berkarya dan memperbaiki karya kami agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kalian meninggalkan bad comment itu bagi kami merupakan suatu sugesti untuk berhenti berkarya. Silahkan bilang alay atau lebay atau apalah, tapi memang itu rasanya dapet comment yang gak seberapa buat kalian. Itu cukup buat aku down banget, jujur aku sampe gak mau lanjut jadi author, tapi ngeliat kalian yang nunggu ceritaku, aku jadi makin semangat buat lanjut.

So, aku ucapin makasih banget buat kalian yang udah dukung ceritaku, maaf juga baru bisa posting. LOVYA!