Hari itu telah tiba, hari dimana Taeyong menjadi milik Yuta seutuhnya. Pernikahan mereka yang direncanakan dalam sebulan lebih terlaksana dengan acara sederhana namun berkesan. Pernikahannya dilaksanakan di depan istana utama dan tamu undangan mereka hanya kalangan keluarga kerajaan dan juga keluarga dari Taeyong sendiri.
Taeyong berjalan dengan pelan memasuki kawasan tempat sakral tersebut. Seluruh mata yang melihat terpana akan kecantikan alami yang dimiliki Taeyong, termasuk Yuta dan Jaehyun. Taeyong dirias oleh Luhan dan untuk masalah rambut, Wonhwa ditambah dengan Jihoon yang menatanya. Di depan sana, Yuta terlihat sangat tampan dan bermartabat sudah menunggu kedatangan Taeyong di depan altar. Sesampainya Taeyong dihadapan Yuta, Yuta sangat terpana hingga hampir terlupa dengan prosesi pernikahan yang harus dilakukan kedua mempelai.
"Kau terlihat sangat cantik, Tae. Aku semakin mencintaimu"
Bisik Yuta sembari mencuri lirikan pada isterinya itu. Taeyong hanya tersenyum malu dan sedikit gugup dengan tatapan Yuta yang tidak biasa itu.
Tidak terasa, prosesi pernikahan satu persatu sudah dilalui, Taeyong dan Yuta membungkuk dihadapan semua tamu seraya berterimakasih karena sudah menjadi saksi dari janji suci yang diucapkan keduanya. Tamu pertama mereka adalah si manis Renjun, dia datang dengan riang seraya berlari dengan karangan bunga sakura ditangannya.
"Kakak! Selamat atas pernikahannya, cepat-cepat kasih Renjun adik oke? Renjun kesepian disini" ucap Renjun polos.
Taeyong langsung menatap tajam kakaknya yang sedang mengulum tawanya, bisa-bisanya Xiumin mengajari anaknya yang tidak-tidak. Yuta hanya tertawa menanggapi permintaan dari Renjun dan menggendongnya.
"Renjun, kau ingin adik lelaki atau perempuan?" tanya Yuta
Dengan pose berpikir keras dan lama, Renjun menjawab
"Aku ingin keduanya, bisa?" ucap Renjun penuh harap
"Tentu saja bisa! "Nanti Kakak akan berusaha setiap hari!"
Dari ucapan Yuta tersebut dihadiahi jitakan dan tendangan di kaki belakangnya dari Taeyong, mereka baru resmi menjadi pasangan suami –isteri tetapi Taeyong merasa kesal karena mau menjadi isteri Yuta. Untung Taeyong sayang, jika tidak dia sudah membantai Yuta dengan kemesumannya.
…
Setelah semua tamu bertemu, tinggal satu pasangan yang belum bertemu dengan mereka, yaitu Doyoung dan Jaehyun. Mereka berdua berjalan beriringan dengan tangan Doyoung yang memeluk lengan Jaehyun.
"Selamat atas pernikahanmu, Taeyong" ucap Doyoung
"Terimakasih tuan puteri" ucap Taeyong
"Selamat atas pernikahan kalian" ucap Jaehyun singkat
"Terimakasih, Jae! Jika bukan karena kau mungkin aku tidak akan bisa menikah dengan Taeyong" ucap Yuta ditambah cengiran khasnya
Jaehyun hanya tersenyum singkat membalas Yuta dan menggeret Doyoung segera pergi dari tempat itu. Jaehyun sangat marah, kesal, dan entah kenapa dia merasakan perasaan itu. Dia tidak tau apa namanya itu dan memutuskan untuk kembali ke istana utama bersama Doyoung tentunya. Doyoung merasa lega bahwa berkat Yuta, Taeyong tidak dapat mengganggu Jaehyun lagi, dan Jaehyun hanya menjadi miliknya seorang, tidak ada yang lain.
…
Beware for rated
…..
Taeyong dan Yuta setelah menikah dia menetap di pavilliun tempat Doyoung dulu selama 10 tahun berada, sebagai hadiah dari Raja Goguryeo dan Raja Silla. Meski tidak sebagus di istana utama, mereka tetap menyukai tempat itu. Apalagi tempat itu menghadap pada hamparan bunga di taman istana kerajaan.
Taeyong sedang membersihkan dirinya serta riasan yang dipakainya selama seharian penuh itu, setelah berpakaian, dia berjalan menuju teras belakang pavilliun itu. Disana dia bisa melihat taman bunga dan juga tertutup oleh pagar sehingga hanya dari pavilliun itu saja dia bisa melihat taman bunga di belakang pavilliun.
Yuta melihat Taeyong yang sedang menatap taman, perlahan dia mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Taeyong sedikit tersentak namun dia bisa mengontrolnya kembali. Taeyong merasa aneh, entah kenapa, hanya aneh saja. Saat ini, dia dan Yuta tinggal bersama dan ikatan mereka suami-isteri. Sungguh, dia tidak menyangka hal ini akan terjadi lebih cepat dari perkiraannya.
"Hei, sedang apa kau disini? Cuacanya tidak baik untuk tubuhmu, sayang" ucap Yuta pelan
"Hanya melihat taman ini saja, sebentar lagi aku akan masuk. Kau sudah membersihkan tubuhmu?"
Taeyong berbalik dan melihat Yuta yang terlihat lebih segar dan tanpa topi yang biasanya dia pakai, dia terlihat lebih tampan dengan rambut pendeknya berwarna coklat dan terasa halus saat dibelai.
"Sudah, apa kau tidak lelah?" tanya Yuta
"Sedikit, apa kau lelah? Kau ingin tidur?"
"Aku tidak lelah, tetapi aku ingin tidur, bukan tidur itu, melainkan 'tidur' yang ini"
Yuta membelai rambut Taeyong yang tergerai dan beranjak pada kedua pipinya, mengusap lembut kedua pipinya, memberikan sensasi nyaman yang dirasakan Taeyong, lalu beralih pada kedua payudara Taeyong yang masih terbungkus hanbok. Taeyong mendesah pelan, dia sudah tau jika Yuta menginginkan hal 'itu' jadi dia hanya diam dan mengikuti instingnya saja.
"Tae, aku sudah tidak tahan" ucap Yuta dengan suara berat, menahan hasrat yang dipendamnya
Dengan anggukan pelan, Yuta langsung melumat bibir Taeyong, mengecap rasa manis yang selalu dia sukai dari bibir Taeyong. Taeyong melengguh dalam ciumannya dan kakinya sudah tidak sanggup menahan badannya, kenikmatan yang tidak dapat ditolerir tubuhnya lebih banyak. Yuta membawa Taeyong menuju kamar tanpa melepaskan ciuman penuh nafsu mereka.
Yuta membaringkan Taeyong di ranjang dan beralih mencium leher Taeyong, memberi gigitan kecil, jilatan, dan hisapan yang membuat Taeyong pusing dengan kenikmatan itu. Taeyong mengacak pelan surai lembut Yuta dan memberi usapan sensual di tengkuk Yuta. Dengan tidak sabar, Yuta melepas hanbok yang dikenakan Taeyong hingga terlepas semua, menampakkan tubuh telanjang Taeyong yang indah. Matanya fokus pada payudara yang sudah menyita selurus perhatian Yuta selama ini. Tidak membuang waktu lebih lama lagi, Yuta langsung meraup payudara Taeyong yang sangat di dambakannya itu.
"A-Ahh Yu-Yuta mmhh.. pelanhh pelan sa-ja uhh" ucap Taeyong terbata dengan kelakuan Yuta yang cukup bringas itu.
"Salahkan payudaramu yang menggoda ini sayang, jujur aku sudah mendambanya sejak lama" ucap Yuta dengan seringainya.
Kembali lagi Yuta meraup keduanya, sedikit bermain dengan putingnya yang membuat desahan melengking dari Taeyong. Yuta sangat menyukai desahan Taeyong, sehingga dia melakukan lebih dan lebih hingga dia merasa Taeyong sudah basah terlebih dahulu. Yuta menjauhkan dirinya dan melihat penampilan Taeyong, wajahnya memerah padam, matanya yang sayu dan berkabut penuh nafsu, serta bibir Taeyong yang membengkak.
"Kau sangat indah, sayang" ucap Yuta dan membelai lembut pipi kanan Taeyong
"J-Jangan pandang aku seperti itu" ucap Taeyong malu
Taeyong memeluk leher Yuta dan menarik tengkuknya untuk mendekat padanya lalu mempertemukan bibirnya dengan bibir Yuta. Ciuman mereka terkesan terburu-buru dan saling mencari juga berbagi kenikmatan satu sama lain.
Tangan Yuta menjelajahi seluruh bagian tubuh Taeyong dan memberi remasan lembut di kedua payudaranya. Sensasi yang diberikan oleh Yuta membuat bulu kuduk Taeyong meremang. Ciuman dari Yuta beranjak turun menuju kedua payudara Taeyong dan mengerjai keduanya secara bersamaan. Tubuh Taeyong merespon dengan lengkungan dan getaran di sekujur tubuhnya.
Tangan Yuta beranjak turun menuju belahan paha Taeyong dan tiba di bagian kewanitaan Taeyong, Yuta membelai lembut klitorisnya dan memasukkan 1 jarinya ke dalam kewanitaannya yang membuat Taeyong berjengit dengan spontan menjepit tangan Yuta dengan kedua kakinya.
"Y-Yuta nnnhh"
Taeyong menggeliat tidak nyaman dengan jari Yuta yang berada di dalamnya
"Hei, rileks. Ini hanya sebentar saja, jika tidak kau akan merasa kesakitan saat milikku menggagahimu" ucap Yuta menenangkan Taeyong
Salah satu tangan Yuta bergerak membuka paha Taeyong dan menggerakkan jarinya yang ada di dalam kewanitaan Taeyong. Kening Taeyong berkerut, dia merasa tidak nyaman saat ada benda yang keluar-masuk di bawah sana. Beberapa saat Yuta melancarkan aksinya mari-membuat-ini-longgar, Taeyong tersentak dan melengguh nikmat. Yuta menyeringai dan terus menumbuk ditempat tersebut hingga Taeyong klimaks.
"U-Unghh Apa yang kau lak- ahh!"
Yuta menambah 2 jarinya masuk ke dalam sana dan memompa dengan ritme cepat hingga membuat Taeyong terangsang dan kembali berteriak nikmat. Dirasa sudah sedikit longgar, Yuta melepaskan jari yang ada di dalam kewanitaan Taeyong dan membuka seluruh hanbok yang di kenakannya. Mata taeyong terbelak melihat milik Yuta yang besar, dia berfikir itu tidak akan muat di kewanitaannya. Yuta mengocok singkat miliknya dan melumuri miliknya dengan cairan orgasme Taeyong tadi.
"Mungkin ini akan sedikit sakit, kau bisa mencakar atau memukuliku kecuali wajahku oke?" ucap Yuta menenangkan Taeyong yang terlihat gugup.
"Lakukan dengan perlahan, Yuta"
Dengan perlahan Yuta memasukkan miliknya dan Taeyong yang meringis, karena tidak ingin Taeyong menderita lebih lama maka Yuta menghentakkan miliknya dan disambut dengan teriakan tertahan Taeyong. Taeyong dengan tidak sadar mencakar bahu Yuta dan menjambak rambutnya karena perlakuan Yuta yang kasar.
"Sakit bodoh! Sudah kubilang lakukan dengan pelan arkhh!"
Yuta meringis merasakan rambutnya lama kelamaan akan menipis karena jambakan Taeyong yang cukup merontokkan rambutnya. Dilihatnya ada noda merah di futon dan dia berhasil memerawani Taeyong.
"Tahan sebentar, ini akan nikmat" ucap Yuta
Yuta mulai bergerak perlahan dan memberikan sentuhan nikmat pada Taeyong agar tidak merasa kesakitan lagi.
"Nghhh..Yaahh d-disitu unghh terus mmhhh"
Yuta menyeringai, dia mendapatkan titik dimana Taeyong akan dibuatnya melayang. Dengan cepat Yuta menghentak ke titik tersebut dan membuat Taeyong kelimpungan dengan kenikmatan yang membuatnya susah berfikir jernih. Badan Taeyong tersentak berlawanan arah dengan Yuta dan dia menarik Yuta dan hanyut dalam ciuman panas mereka. Tak lama kemudian Taeyong melepas ciumannya dan meremas pelan rambut Yuta.
"Ahh a-aku akan ngghh sampai kkhh"
"Sebentar lagi sayang"
"C-Cepatlah oohh Ya Tuhan! Mmhh"
Yuta mempercepat temponya menggagahi Taeyong dan Taeyong yang melingkarkan kedua kakinya ke pinggang Yuta lalu memeluk erat leher Yuta. Beberapa kali tusukan, Taeyong yang menjerit setelah menjeput puncak kenikmatannya dan disusul Yuta dengan geraman rendahnya. Tubuh keduanya berkeringat dan mereka saling bertatapan. Yuta tersenyum dan mencium bibir favoritnya itu.
Mereka berdua pun berpelukan dengan lengan Yuta yang menjadi bantal untuk Taeyong, Yuta menaikkan selimut di futonnya hingga membungkus keduanya yang telanjang tersebut.
"Kau lelah?" tanya Yuta
"Hmm"
Taeyong mengangguk pelan dan mengeratkan pelukannya pada Yuta
"Tidurlah, dan besok kau tidak perlu kerja dulu. Cukup dirumah dan temani aku" ucap Yuta menutup kegiatan panas mereka dengan ciuman di kening Taeyong mengantar keduanya menjemput alam mimpi mereka
…..
Taeyong terbangun saat merasakan seberkas cahaya yang mengenai kelopak matanya, dia mengerjap pelan. Dia melihat dada bidang telanjang di hadapannya dan dengkuran dari Yuta, Taeyong tertawa kecil dan menelusupkan badannya ke dada bidang tersebut.
"Kau sudah bangun?" ucap Yuta dengan suara serak
Yuta membuka kedua matanya dan menatap Taeyong yang memeluknya erat
"Hm, kau terbangun karena pelukanku?" tanya Taeyong
"Begitulah, selamat pagi isteriku" ucap Yuta dan mengecup kening Taeyong
Taeyong hanya mengangguk dengan wajah yang memerah padam, dia baru mengingat adegan yang mereka lakukan semalam. Yuta tertawa pelan dan mengusak lembut rambut Taeyong, lalu memeluknya lagi.
"Ini sudah pagi, aku akan membuatkan sarapan untukmu" ucap Taeyong
"Tunggu beberapa saat lagi, aku hanya ingin memeluk isteriku di pagi hari" ucap Yuta sembari memejamkan matanya
Taeyong lagi-lagi tersipu hanya dengan ucapan Yuta yang manis. Mereka pun hanya berbaring saling berpelukan hingga waktu yang cukup lama dan Taeyong yang mencubit perut Yuta karena dia tidak mau melepaskan pelukan Taeyong. Dia harus bersiap dan membuat sarapan untuk keduanya, namun Yuta menghalanginya dengan memeluknya erat seakan jika di lepaskan Taeyong akan menghilang.
Pertengkaran manis untuk mengawali hari mereka di hari ini, hari pertama mereka resmi menjadi sepasang suami-isteri. Taeyong berharap semoga hubungannya dengan Yuta akan bertahan meski akan ada banyak rintangan menghadang kedepannya, karena hatinya yang terluka sudah terobati dan dilengkapi oleh kehadiran Yuta di sampingnya, pendamping kehidupannya hingga maut menjemputnya.
TBC
