Taeyong dan Yuta berjalan beriringan menuju istana utama untuk membahas tentang permasalahan dari beberapa daerah yang tidak ingin menjadi bagian dari Kerajaan Goguryeo, dan di perjalanan, mereka bertemu dengan Jaehyun yang memang ditugaskan untuk ikut dalam misi kali ini. Taeyong tanpa sadar memeluk lengan Yuta saat Jaehyun mendekati mereka, Yuta hanya tersenyum ke Taeyong dan mengelus pelan tangan Taeyong yang ada di lengannya.

"Kapten Lee, Yuta" sapa Jaehyun

"Selamat pagi Jae" balas Yuta

Tatapan Jaehyun beralih menuju Taeyong yang terlihat sangat tidak nyaman dengan suasana canggung ini, terlihat juga dari pegangan Taeyong yang mengerat pada lengan Yuta. Seperti kode untuk segera pergi dari suasana canggung ini.

"Ada apa Kapten Lee?" tanya Jaehyun

"A-Ah tidak apa-apa tuan. Kami permisi dahulu" ucap Taeyong

Taeyong buru-buru pergi dari tempat itu dengan menarik Yuta, Jaehyun hanya menatap kepergian mereka dan menyusul mereka menuju istana utama.

Di ruang pertemuan terlihat para petinggi dan juga Raja sudah berada di dalam membahas sedikit tentang daerah mana saja yang akan mereka datangi beberapa hari kedepan. Taeyong dan Yuta datang bersama dengan Jaehyun langsung bergabung dalam pembahasan tersebut. Taeyong berinisiatif untuk tinggal di daerah tersebut beberapa hari untuk mencari tau alasan mereka menolak untuk bergabung dengan Kerajaan Goguryeo ataupun Kerajaan Silla.

Usul tersebut disetujui oleh Raja dengan syarat tidak boleh ada kekerasan dahulu, mereka hanya akan mengamati dan membantu jika ada kesusahan. Beberapa dari petinggi menolak usulan tersebut karena mereka menganggap hal itu akan memakan waktu lama, namun Taeyong dan Yuta dapat meyakinkan mereka kalau pengamatan itu tidak akan berlangsung lama. Yuta juga mengusulkan agar yang berada di daerah tersebut hanya beberapa orang saja dan melakukan penyebaran agar permasalahan di beberapa daerah bisa diselesaikan dengan waktu yang bersamaan.

Raja menyetujui usulan pasutri itu, memang tidak salah jika Raja mengijinkan mereka masuk dalam misi ini. Namun Raja ingin Jaehyun selaku Putera Mahkota mengikuti usulan mereka sehingga di tetapkan Jaehyun akan ikut Taeyong dan Yuta di daerah perbatasan Kerajaan Silla dengan Kerajaan Baekje. Untuk daerah paling utara Kerajaan Goguryeo Raja memerintahkan Hwarang beserta Wonha untuk diatasi, dan bagian paling barat Raja mengutus Letnan Lee Xiumin beserta orang pilihannya untuk diatasi. Maka pertemuan tersebut disetujui dan akan dilaksanakan beberapa waktu kedepan setelah persiapan mereka telah matang.

...

"Doyoung, aku akan berada di perbatasan Kerajaan Silla dengan Kerajaa Baekje untuk beberapa hari atas perintah ayah" ucap Jaehyun saat berada di kamarnya.

"Apakah akan memakan waktu yang lama? Aku tidak ingin merindukanmu lebih lama" ucap Doyoung

Jaehyun tersenyum melihat ekspresi Doyoung saat ini, direngkuhnya kedalam pelukannya dan diusapnya pelan rambut Doyoung. Tidak biasanya Doyoung seperti ini padanya.

"Apa kau ingin ikut? Aku berangkat ke sana bersama Kapten Lee dan Pangeran Yuta"

Mendengar penuturan Jaehyun, Doyoung terkisap. Suaminya akan bersama Taeyong? Tidak tidak. Ini tidak bisa dibiarkan, dia harus ikut bersama Jaehyun. Bisa bisa Taeyong akan merebut Jaehyunnya disana.

"Aku akan ikut!" ucap Doyoung dengan lantang

"Baiklah, nanti akan kuberitahu ayah dan ibu jika kau ikut denganku" kata Jaehyun

Jaehyun mengecup pelan puncak kepala Doyoung dan memeluknya lebih erat. Dia sangat menyayangi wanitanya namun saat dia melihat Taeyong dia juga ingin merengkuhnya, sama seperti saat ini dia melakukannya pada Doyoung. Entah apa yang berada di pikirannya hingga dia berfikiran ingin berbuat seperti itu. Biarkan saja imajinasi Jaehyun meliar saat ini karena perasaannya masih bimbang dan masih asing dengan cinta.

...

Taeyong sedang merawat bunga di halaman belakang paviliunnya dengan tersenyum seakan dia sedang merawat anak-anaknya. Yuta yang memandangnya pun tersenyum, dia sangat mencintai wanita itu dan tidak akan pernah merelakannya pada siapapun. Yuta mendekati Taeyong dan memeluknya dari belakang serta mengecup pundaknya yang terbuka karena pakaian khas puteri kerajaan itu. Dia dipaksa memakainya oleh Yuta karena dia saat ini sudah menjadi puteri karena menikah dengan Yuta jelasnya.

Taeyong tersentak dan meremas kecil tangan Yuta yang berada di perutnya, dia membalikkan badannya dan disambut dengan ciuman bertubi-tubi di bibirnya. Taeyong tertawa kecil melihat kelakuan Yuta dan memintanya berhenti.

"Jangan memelukku terlalu erat, aku sedang berkeringat dan bauku tidak sedap" ucap Taeyong

"Aku tidak peduli, sayang. Bagiku, kau selalu harum setiap saat" ucap Yuta

"Meski aku jatuh dalam rawa-rawa?"

"Ah kalau itu, aku berpikir ulang"

Mendengar ucapan Yuta, Taeyong memberengut. Dia rasa suaminya romantis tapi ternyata hanya bualan saja. Melihat itu, Yuta tertawa keras dan Taeyong yang mencubit kedua pipi Yuta membuat Yuta mengaduh dan meminta maaf pada Taeyong. Karena Taeyong yang kelewat kesal, dia meninggalkan Yuta dan berpindah menuju tempat Jihoon. Yuta yang melihatnya hanya tersenyum, istrinya sangat menggemaskan jika sedang marah sehingga Yuta berencana mengikutinya diam-diam.

Sesampainya Taeyong di tempat Jihoon, dia langsung menerobos masuk dan mendapati tempatnya kosong. Saat dia akan memanggil Jihoon, dia mendengar suara-suara aneh berada di ruang belakang yang merupakan rumah Jihoon dan Soonyoung. Taeyong mengendap-endap mendekati salah satu ruangan yang dicurigainya dan beruntunglah ada celah kecil sehingga Taeyong bisa melihat di dalamnya.

"Astag-mphh"

Yuta membekap mulut Taeyong, bahaya juga jika Taeyong teriak saat ini. Dari celah itu, Taeyong melihat Soonyoung sedang melakukan aktifitas 'ehem' mereka dan terlihat sangat intim apalagi Jihoon sedang mengandung sekarang. Wajah Taeyong memerah hingga ke telinga dan Yuta yang menggiringnya keluar dari tempat nista itu.

Sesampainya di luar, Taeyong langsung meninggalkannya begitu saja. Namun beberapa langkah, Yuta mencekal pergelangan tangannya dan membuat langkah Taeyong terhenti. Saat ini Yuta tengah menahan tawanya melihat wajah hingga telinga Taeyong yang memerah setelah melihat adegan 'ehem' barusan.

"J-Jangan pegang a-aku" ucap Taeyong terbata

"Kau kenapa? Sakit?" tanya Yuta

"Kenapa wajahmu memerah?" lanjutnya

Taeyong menggeram rendah, dia sangat malu saat ini. Apalagi adegan di depannya tadi, oh salahkan kecerobohannya dan rasa ingin taunya yang besar. Yuta kemudian membalikkan badan Taeyong dan melihat Taeyong yang menyembunyikan wajahnya dari Yuta.

"A-aku baik-baik saja" elah Taeyong

Yuta tidak dapat menahan tawanya dan tertawa lepas membuat Taeyong melongo. Suaminya ini memang idiot, suka sekali tertawa. Yuta menghentikan tawanya dan memeluk Taeyong gemas, istrinya ini sungguh menggemaskan.

"Aku tau kau melihat itu, maka dari itu jangan seenaknya saja masuk" ucap Yuta

"Salahnya mereka tidak mengunci pintu" ucap Taeyong ketus

Yuta menyentil kening istrinya itu, terlalu polos tidak baik untuk Yuta apalagi 'adiknya'. Yuta berdeham dan menghilangkan bayangan erotis di kepalanya. Saat ini bukan waktu yang tepat, pikirnya. Taeyong mengaduh saat Yuta menyentil keningnya dan kembali memberengut.

"Sakit tau!" teriak Taeyong yang sedang mengusap keningnya

"Biarin. Salah sendiri keras kepala" ketus Yuta

"Iya-iya! Aku salah" cicit Taeyong

"Jangan marah" ucap Taeyong sembari menarik-narik pakaian Yuta

Yuta tidak tahan dengan sikap manis Taeyong pun tersenyum memaafkan Taeyong. Dia memang paling tidak bisa jika melihat Taeyong bertingkah manis seperti sekarang ini. Yuta pasti akan langsung bertekuk lutut. Yuta merencanakan ide jahil di kepalanya, dengan merangkul Taeyong dia berbisik pelan

"Bagaimana jika kita melakukan hal yang sama dengan mereka?"

Sontak Taeyong menyikut perut Yuta dan menginjak kakinya membuat Yuta mengaduh kesakitan. Ditambahnya pukulan di kepala Yuta, Taeyong tidak mengerti kenapa dia jatuh hati pada pemuda mesum seperti Yuta.

"Dasar mesum!"

...

"Sini aku bantu" ucap Taeyong

"Tidak usah sayang, kau akan kelelahan nanti. Perjalanan kita jauh nanti" tolak Yuta

Yuta tengah membawa barang-barang mereka berdua untuk melakukan misi yang sudah mereka siapkan jauh hari. Taeyong sebenarnya tidak tega melihat suaminya membawa barang yang sudah dia siapkan tetapi Yuta menolak untuk Taeyong bantu,maka Taeyong berjalan di depannya memberi arah yang mempermudah Yuta karena dia tidak bisa melihat jalan di depannya.

Setelah menyimpan barang mereka di gerobak, Taeyong melihat Yuta yang kesakitan. Dengan inisiatif sendiri, Taeyong mendekati Yuta dan memijat pelan kedua lengan kokoh Yuta yang sangat disukainya. Taeyong menyentil kening Yuta dan mencubit pipinya, kesal dengan tingkah sok jantan suaminya ini. Jika tidak kuat dia kan bisa meminta tolong pada Taeyong.

Jaehyun yang datang bersama Doyoung melihat Taeyong dan Yuta bermesraan membuatnya ingin berlalu dari tempat itu. Hatinya tidak nyaman melihatnya, sehingga dia hanya berdehem pelan. Taeyong dan Yuta melihat Jaehyun yang akan masuk ke kereta kuda bersama Doyoung membuat Taeyong berpikir. Doyoung ikut dengan misi mereka?

"Sayang, bukankah putera mahkota seharusnya datang sendiri?" bisik Taeyong

"Aku juga tidak mengerti" bisik Yuta

Doyoung melihat Taeyong dan Yuta saling berbisik pun geram, apa mereka membicarakanya?

"Kalian, cepatlah naik ke kuda kalian!" perintah Doyoung

Taeyong dan Yuta segera menaiki kuda mereka masing-masing dan tertawa kecil atas kebodohan mereka. Doyoung pun masuk ke kereta kuda dan setelah itu mereka berangkat menuju tempat yang mereka tuju.

Mereka telah sampai di tempat yang mereka targetkan dan Taeyong terbelak melihat kondisi daerah tersebut. Daerah kumuh tidak terawat dan terkesan suram namun Taeyong terheran mengapa mereka tidak ingin dinaungi oleh Kerajaan Goguryeo. Sesampainya di sebuah rumah yang terlihat seperti pavilliun, Taeyong dan Yuta turun dari kudanya dan memasuki rumah kecil itu dan ternyata memang tidak dihuni seperti yang dikatakan oleh penasihat Park.

Setelah menyatakan tempat itu aman, Doyoung dan Jaehyun turun dari kereta mereka. Para dayang dan prajurit langsung membersihkan tempat itu sedangkan Taeyong pergi memeriksa sekitar rumah yang akan mereka tempati nantinya. Yuta melihat ekspresi tidak nyaman Doyoung dan Jaehyun yang menenangkannya.

"Jika tidak nyaman, mengapa kau ikut misi ini Puteri Mahkota?" tanya Yuta

Doyoung terkejut dengan pertanyaan Yuta yang tiba-tiba. Tidak mungkin juga dia mengatakan bahwa dia ingin berada di sini karena Taeyong yang mungkin akan menggoda Jaehyun jika Doyoung tidak ada di sisinya.

"Aku yang memintanya menemaniku, Yuta" ucap Jaehyun tenang

"oh begitukah?" tanya Yuta

Yuta melangkah melewati mereka berdua dan berkata

"Jika kau khawatir karena Taeyong, itu tidak perlu. Karena ada aku, dan jangan pernah berpikiran buruk pada isteriku, karena dia tidak akan berbuat hal buruk seperti seseorang"

Genggaman tangan Doyoung mengerat mendengar penuturan Yuta, kurang ajar sekali tingkahnya itu tetapi memang benar penuturannya. Jaehyun hanya terdiam mendengar penuturan Yuta namun segera melupakan ucapannya, karena dia memang tidak begitu memperdulikan perkataan sepupunya itu.

...

Setelah dayang dan prajurit membersihkan rumah itu dan meletakkan barang-barang, mereka pamit untuk kembali ke Kerajaan Goguryeo dan akan datang 3 hari kedepan. Yuta langsung membawa barang-barang miliknya dan istrinya menuju bagian barat yang menjadi perjanjian wilayahnya di rumah itu dengan Taeyong yang mengikutinya. Jaehyun pun membawa barang-barang yang kebanyakan barang Doyoung itu ke wilayah bagian timur setelah Doyoung yang terlebih dulu berjalan di depannya.

Waktu makan siang segera tiba, untungnya para prajurit membawa bahan masakan yang cukup untuk 5 hari kedepan yang bisa Taeyong manfaatkan dengan baik. Dia melepas jubahnya yang sangat mengganggunya dan mulai memasak makanan untuk mereka. Saat Yuta sedang mencari keberadaan Taeyong, dia melihat Jaehyun yang sedang berada di bagian utara rumah itu, sepertinya sedang menyiapkan pemandian panas yang ada di halaman belakang rumah itu. Yuta menghampirinya dan membantunya menyiapkan pemandian itu, sangat jarang Yuta bisa mandi air panas di halaman belakang seperti ini.

"Kau ingin mandi air panas juga, Yuta?" tanya Jaehyun

"Iya. Sudah lama aku tidak mandi di pemandian seperti ini. Terakhir aku mandi saat ayah memintaku untuk pergi ke negeri seberang" ucap Yuta

"Baiklah, temani aku mandi di tempat ini"

Mereka berganti pakaian dan merendamkan diri mereka di tempat itu. Mereka juga berbincang tentang misi dan langkah mereka kedepannya untuk meyakinkan rakyat sekitar. Tak terasa sudah hampir 1 jam mereka berendam dan memutuskan untuk menyudahinya dan tepat dengan Taeyong yang mencari mereka. Taeyong menemukan Yuta yang telanjang itu memalingkan wajahnya yang memerah dia bahkan tidak melihat Jaehyun yang bertelanjang dada.

"M-Makan siang akan segera siap, dan kau Yuta. Cepat berpakaian bodoh! A-Atau kau akan sakit"

Setelah mengatakan itu, Taeyong berlari meninggalkan mereka dengan Yuta yang tertawa. Meski Taeyong pernah melihat Yuta telanjang seperti itu bahkan merasakan keperkasaan Yuta, tetap saja dia malu jika suaminya yang idiot itu telanjang seperti tadi di depannya.

"Lihatlah istriku, dia memang sangat menggemaskan" ucap Yuta diselingi tawa kecil

"Iya, dia menggemaskan" ucap Jaehyun pelan

"Mari Jaehyun kita menuju ruang tengah, aku tidak sabar mencicipi masakan istriku" ucap Yuta riang dan berjalan menuju ruang tengah dengan Jaehyun mengikutinya dari belakang

Sesampainya di ruang tengah mereka melihat berbagai masakan yang terhidang di depannya, meski tidak semewah dan sebanyak di Kerajaan, namun mencium baunya saja pasti itu lezat. Doyoung datang dan duduk dengan tenang di meja makan sedangkan Jaehyun yang duduk di sampingnya dengan rambut yang masih basah. Taeyong datang setelah meletakkan hidangan lain dan memarahi Yuta yang tidak mengeringkan rambutnya dengan benar.

Taeyong memerintahkan Yuta untuk duduk dan dirinya yang mengeringkan rambut Yuta dengan telaten. Yuta tersenyum dan memeluk pinggang Taeyong yang ada di depannya dengan gerutuan tentang kesehatan Yuta jika dia membiarkan rambutnya basah telalu lama. Jaehyun melirik Doyoung yang makan dengan tenang sedangkan rambutnya masih basah namun dia terlihat tidak peduli dengan hal itu. Jaehyun menghela nafas pelan dan mulai makan dengan sedikit kesal dengan istrinya itu.

"Putera Mahkota, rambut anda masih basah. Gunakan ini, saya sengaja membawa 2 kain untuk mengeringkan rambut anda. Jika dibiarkan terlalu lama, anda bisa demam" ucap Taeyong dan menyerahkan kain tersebut

Perhatian Taeyong membuat Doyoung terdiam, dengan kasar dia mengambil kain yang diserahkan Taeyong pada Jaehyun.

"Kapten Lee, tolong urus suamimu sendiri. Aku bisa mengurus suamiku sendiri" ucap Doyoung dingin

Taeyong hanya terdiam mendengarnya, dia tidak bermaksud untuk ikut campur tetapi sebagai bawahan dari Kerajaan, dia mempunyai kewajiban untuk menjaga kesehatan keluarga Kerajaan jadi dia hanya mengingatkan Jaehyun akan kesehatannya namun Doyoung salah paham dengan tindakan Taeyong. Yuta melihat raut wajah istrinya yang sedih itu menggenggam tangannya dan mengecup pelan punggung tangannya itu

"Ayo makan, aku sudah lapar dan tidak sabar memakan masakanmu" ucap Yuta

"Aku memasakkan makanan kesukaanmu jadi makanlah yang banyak" ucap Taeyong

Inilah yang dia suka dari Taeyong, dia selalu memberikan sesuatu yang membuat Yuta makin jatuh hati padanya. Dia tidak meminta untuk dimasakkan makanan kesukaannya namun Taeyong yang berinisiatif untuk memasakkannya. Yuta makan dengan lahap dan Taeyong yang makan dengan tenang di sampingnya.

Jaehyun hanya terdiam dan mengambil kain yang ada di tangan Doyoung serta meninggalkan ruang tengah itu. Taeyong dan Yuta pun tidak peduli karena Doyoung sudah meminta Taeyong untuk mengurus suaminya sendiri, jadi mereka hanya melanjutkan makan dengan tenang. Doyoung terkisap saat Jaehyun mengambil kain itu dan meninggalkannya, segera Doyoung mengikutinya dan menanyakan apa yang membuat Jaehyun meninggalkan ruang tengah.

TBC

Hai Hai! ketemu lagi sama hea wkwkwkkw

maaf yaa hea baru sempet upload karna sibuk kuliah ehe, jangan lupa reviewnya yaaaa LOVYA!