Warning : masih seperti chapter lalu. Mengandung typo, Ejaan Yang Disemrawutkan, OOC dan makhluk makhluk siluman penulisan lainnya.

*SUICCHON*

Takao hari ini bangun siang. Terbangun di meja kerjanya di kliniknya Midorima dengan berbalutkan jas lab warna putih. Takao memakainya semalaman karena udaranya dingin tak terperi. Ia sempat komplain soal betapa dinginnya semalam serta mempertanyakan apakah Midorima tidak kedinginan hanya memakai kaos bertuliskan 'JKT48' saja. Namun nyatanya pagi ini ia baru sadar bahwa jasnya ia gantungkan di rumah sakit kemarin ketika ia hendak mangkal. Lantas Takao dibuat bertanya tanya, ini jas siapa? O, rupanya milik Midorima. Pantas saja sangat beraroma.

Lalu Takao tersenyum makmur. Satu langkah kecil untuk menciptakan peradaban generasi keluarga Midorima yang disilangkan dengan gen Takao. Asek asek jos.

Namun rupanya lelaki yang Takao idamkan sebagai rekan berjuang melewati derasnya arus kehidupan itu sedang tidak berada satu atap dengan Takao. Entah pergi kemana. Takao ditinggal begitu saja. Takao lalu tersenyum getir getir kecut dan agak tidak ikhlas. Merasa seperti wanita simpanan yang mana baru ditinggalkan seusai praktek anuan semalaman hingga mencapai titik kepuasan. Ya syudah. Takao mencoba aku rapopo. Berusaha tetap setrong.

Nah.

Mumpung kliniknya Midorima sedang tutup berhubung ini hari ahad, Takao ingin bersantai santai dahulu. Minum kopi panas rasa kacang karibia sambil melancong ke game Kapal Collection atau biasa disebut Kancolle. Lumayan lah bisa memreteli busana kapal kapal unyuk sebagai media penyedap mata kala mata Takao terasa sepat melihat perawat perawat yang sok sokan akrab dengan Midorima. Yah meski Takao orientasinya menikung tajam ia masih senang melihat tubuh wanita. 2D sekalipun.

Takao sebenarnya bisa saja menggrepe pedang pedang tampan, tapi Takao merasa tidak tertarik. Rasanya kurang pas menggrepe lelaki. Aneh saja. Serasa menghianati Midorima dan pedang favoritnya yaitu Munechika dan Ookurikara. Disamping itu, cintanya pada pedang hanya berlabuh pada Munechika seorang. Sedangkan di Kancolle ia bisa mendua atau mentiga dengan entah itu Shimakaze, Kongou, Ryujou, atau kapal lain yang dapat ia lucuti busananya.

Malang semalang angka tiga belas, rupanya laptop Takao habis dayanya sehingga tidak bisa ia fungsikan secepatnya sebagai obat mala rindu pada Kongou. Terpaksa ia harus sedikit bersabar sambil makan sereal Choco Crunch dan minum kopi panas disertai tayangan TV untuk menunggu dayanya paling tidak terisi separo.

"Mas Kise pernah ditolak cewek nggak?"

Lelaki yang sekilas nampak bagai madesu level pro dengan kaos singlet dan celana kolor pendek warna hijau yang tengah duduk di kursi kecil depan TV itu terlonjak kaget. Apa pula yang mengakibatkan Takao kaget seperti itu?

Adalah seorang remaja tampan. Tampan dan pirang dengan senyuman cemerlang. Bukan masalah tampannya yang membikin si asisten dokter kaget. Pasalnya, acara bertajuk gosip gosipan berjudul 'SILET' dengan pembawa acara alay bukan main itu tengah mewawancarai seorang remaja yang sepertinya Takao kenal. Minimal pernah Takao lihat entah dimana. Pers memanggil namanya 'Kise'.

"Mas Kise sekarang lagi deket sama siapa, mas?"

"Mas Kise tipe ceweknya yang seperti apa sih?"

Begitu sadar siapa itu Kise, Takao hampir saja terjungkal dari kursi kecilnya yang sesungguhnya berbentuk kepala kodok berwarna hijau. Itu lelaki pirang yang Takao sangka orang hilang kemarin sore!

Ya shallam.

Takao hilang ke dimensi mana selama ini hingga tak mengenal siapa itu Kise? Mungkinkah streamingan anime, download BD BluRay anime, berburu berita waifu hingga menstalker Midorima sudah mematikan jaringan informasinya soal selebriti dalam negeri?

"Ah kalau masalah seperti itu aku tidak terlalu memikirkannya, ssu."

Si pirang Kise menjawab santai sambil tertawa ceria.

Takao yang mendengar pertanyaan itu kontan memajukan kursi kodoknya hingga hanya berjarak sekitar 30cm dari layar kaca.

"Humuan mana ada yang terpikat sama wanita! Ye gak, Mas Kise?" Takao entah mengapa gemas sendiri sambil menabok nabok layar kaca milik Midorima.

"Jangan jangan Mas Kise lagi bermasalah sama wanita ya?" Model itu lagi lagi tertawa riang.

"Nggak, ssu."

"Masalah apa, Mas? Kalau ada masalah, sini cerita ke pers."

"Noooo! Sekarang kalau ada masalah sih saya bakalan cerita ke dokter Midorima."

Pers mendadak bersuara riuh. Takao heboh sendiri kali ini. Antara kepo tingkat dewa dan cemburu berat karena menduga duga ada relasi apa antara Midorima dan si pria dalam layar kaca.

"Siapa itu Midorima?"

Model itu nampak yakin sebelum menjawab.

"Dokter gaul yang paham masalah anak muda sepertiku ini, ssu. Barusan aku konsultasi ke dia via internet."

Jeda 3 detik itu terlalu banyak. Barangkali tidak sampai 3 detik setelah pernyataan Kise dilontarkan, Takao sudah bangkit dan berlari menuju laptopnya. Kursi kecilnya yang berbentuk kepala kodok warna hijau bahkan sampai terbalik gara gara Takao terlampau bersemangat. Ini keadaan darurat. Persetan dengan kursi kodok ataupun Kancolle yang tak jadi dimainkan.

Firasat takao tidak meleset.

Ada satu problem yang masuk ke situsnya. Dengan username 'K1S3' dan foto profil lelaki pirang tengah mendribel bola basket.

'Kenapa ya saya sering dibilang cantik padahal laki? Jadi pengen nangis nih. Butuh saran dong dok.'

K1S3 - 17 tahun, Hey Say Jump Agency.

Takao meneguk ludah.

Plis ini postingan macam apa? Takao jadi berpikir, ini postingan model yang digadang gadang fansnya segudang atau postingan kemarahan moefikasi pantsu crossdresser motif keroppi berenda?

Meski KISE dan K1S3 itu mirip, namun Takao tak yakin K1S3 yang ini adalah KISE yang itu. Alaynya ampun ampunan, men!

Takao coba buka komentar di postingan Kise yang sudah mencapai 500 komentar lebih itu. Rata rata membully atau tidak percaya bahwa ini si model Kise. Takao pun galaunya bukan mainan. Mau dibalas di forum setempat, takut mencemarkan nama baik si model. Ya andai saja itu benar benar original Kise Ryota yang ada di TV. Meski Takao ragu bahwa si pemosting adalah Kise original dan bukan kawe kawean, Takao tak ingin mengambil resiko. Bisa 'medey' keadaan mentalnya nanti kalau sampai terjadi kondisi diluar nalar.

Takao mantap hati, yakin mental. Sudah diputuskan.

Ia beralih dari laptopnya ke secarik kertas tak terpakai yang asal saja ia tarik dari meja kerja Midorima. Nampaknya kertas tersebut merupakan surat dokter yang berketerangan hamil 6 minggu dengan kolom nama belum diisi namun sudah ditandatangani. Kesalahan yang cukup fatal bagi seorang dokter. Ah peduli amat ah.

Pelan tapi pasti Takao menulis via tangan.

.

.

.

Halo adik K1S3, atau lebih baik saya panggil Kise saja? Siapa tahu kamu benar benar model yang sekarang ini sedang saya lihat di layar kaca. Andaikata bukan, mari ngopi bersama sambil nyemil donat di villa saya di daerah puncak. Kita bicarakan soal kasus penipuanmu.

Saya sudah baca apa yang mengganjal dan menjadikan pemicu kegalauan Adik Kise sehingga mengirim surat ekektronik pada saya. Saya mudah saja membalasnya pada forum setempat. Namun tentu saja hal tersebut akan menyalahi ideologi saya sebagai 'man who pull the sun into his heart'.

Selanjutnya mari kita bahas fokus permasalahan Adik pada selembar kertas tak berarti ini.

Harap dicamkan.

Mungkin saja yang dimaksud cantik itu adalah kerupawanan yang tidak dipoles dengan benar. Zaman sekarang adalah zaman kerancuan. Dimana trap sejenis Kenjirou Hato dan Hideyoshi lebih memukau, dimana seutas tali penopang oppai dihargai mahal, dimana pamor pendidik tunas bangsa sudah turun dan tergantikan seekor gurita. Maka tak heran jika banyak yang mengartikan cantik dan tampan itu sebelas dua belas. Apalagi kalau yang bilang abang abang kacangan. Waspadai, jangan jangan dia pedobear loli hunter. Ya meskipun melihat dari postur tubuh Adik, Adik tak bisa disebut loli lagi. Yang penting waspada saja. Saya sudah peringatkan. Kalau ada apa apa jangan salahkan saya. Bukan tanggung jawab saya. Tapi saya ikhlas menjawab dan adik yang menanggung. Agar jadi tanggung jawab.

Boleh saja adik berang dikatai cantik. Boleh saja adik disebut sebut cantik meski berselang di selangkangan. Justru adik malahan harus menantang mereka mereka yang mengatai adik dengan sebutan cantik dengan membuktikan bahwa hati adik bisa secantik paras adik. Namun jangan lupa imbangi juga dengan perilaku sejantan bapak Ir. Soekarno. Kenapa harus bapak Ir. Soekarno? Ya karena beliau pria paling macho dalam sejarah. Maka tirulah kemachoan bapak presiden tersebut. Ingat dik, macho dan bukannya maho. Karena jelas macho dan maho itu hanya berselisih sebiji huruf.

Bapak presiden pernah berkata 'JASMERAH' yang kalau diartikan menjadi 'jangan melupakan sejarah'. Sejarah adik Kise adalah lelaki dan selamanya begitu, kecuali kalau adik mau menyalahi kodrat. Sudah takdirnya adik terlahir berbatang dan bukan berlobang. Sejarah lelaki antara lain berhubungan dengan pantsu, loli, oppai, dan bermacam hal yang tidak bisa saya rinci satu persatu. Dalam kasus menyangkut sejarah tersebut, suka kah adik dengan pantsu? Selamat, kalau iya berarti adik masih laki. Saya pribadi suka pantsu ukuran 's' dengan motif kuma-chan.

Namun kita tidak bicara soal pantsu. Kita bicara soal jati diri. Soal kararteristik.

Seperti yang kita tahu, Tuhan menciptakan beragam makhluk hidup di dunia ini. Diciptakan berpasang pasang. Antara Adam dan Hawa. Bukan Adam dan kapal ataupun hawa dan pedang. Meski saya Teitoku namun saya masih tertarik dengan makhluk Adam. Ah, maksud saya Hawa. Kabut asap disini sering bikin typo dik. Maaf ya.

Selayaknya penciptaan yang berpasang pasang tersebut, penciptaan antara satu makhluk dengan makhluk lainnya pun pasti berbeda. Sebagai contoh, saya diciptakan tampan dan menawan, adik diciptakan cantik nan menarik. Jangan takut berubah, jangan takut menjadi berbeda.

Menjadi berbeda bukan untuk bahan gunjingan para ibu ibu arisan atau menjadi bulan bulanan teman sekelas. Lebih dari itu, berbeda adalah ciri khas berbeda adalah aku, kamu, dan kita semua.

Jangan menangis, dik.

Konon katanya jika seorang lelaki menjatuhkan sebulir saja air mata kepedihan, maka tanah dimana ia berpijak akan menjadi gersang, tandus, dan kering. Saya curiga jangan jangan kasus kabut asap di daerah Borneo sejujurnya adalah ulah oknum oknum cengeng yang kerap menjatuhkan air matanya tanpa malu.

Kalau adik sudah mengerti, maka jangan menangis. Bersedih boleh saja. Namun dalam batas wajar dan waktu yang sebentar tentunya. Nantinya saya akan pinjamkan bahu saya untuk menampung air mata adik agar tidak terjatuh ke tanah.

Akan tetapi andai bahu saya terlalu tegap untuk tumpuan seorang pria cantik yang ingin menangis, nanti akan saya usahakan agar adik bisa menangis sambil memeluk lelaki unyuk yang bermata biru sebiru langit musim panas, seperti kata kebanyakan author fandom Kurobas.

Nah, saran saya, jadikan kecantikan adik Kise sebagai ciri khas. Sebagai penanda bahwa adik berbeda, sebagai senjata mencopet abang abang pangkalan, sebagai modal mencari royalti masa depan. Salah satunya modal sebagai bintang film Yaoi karena ketahuilah diluar sana banyak spesies tak terdefinisikan bernama fujo yang amat menyenangi lelaki manis untuk dipasangkan dengan lelaki tampan. Pernah dengar? Saya tidak.

Percayalah pada diri adik sendiri. Jadikan dirimu lebih dari 'Kise'. Jadikan dirimu 'K1S3' yang memiliki elemen seimbang antara abjad dan angka layaknya aljabar. Jadikan keseimbangan tersebut sebagai lambang dirimu yang berbeda. Yang menyeimbangkan lingkungan tempat kamu berada.

Lelaki sejati tak takut berbeda. Tak takut mengakui kelemahannya, dan bisa menutupi kekurangannya dengan kelebihan serta ciri khas yang ia miliki. Lelaki sejati adalah lelaki yang mengangkat pantsu dan mengembalikan kepada pemiliknya, adalah lelaki yang 'pull the sun into his heart'.

Baiklah.

Saya rasa diskusi antar lelaki kali ini cukup sampai disini. Kertasnya sudah habis dik. Sudah tidak ada tempat yang bisa saya tulisi lagi. Dan kalau kelamaan menulis saya suka alergi. Apalagi Kongou sudah menunggu saya, minta digrepe.

Nantinya surat ini akan saya kirimkan ke alamat adik. Sesudah itu mohon adik bakar surat ini sebelum terjadi keadaan yang tidak dikehendaki. Takut kena fitnah dik. Saya tidak siap, sungguh.

Just pull the sun into your heart!

Salam syantik

Dr. Midorima Shintarou.

.

.

.

Takao melipat surat yang telah ditandatangani oleh Midorima dan berketerangan hamil 6 minggu milik pasien tanpa nama itu ke dalam amplop putih. Takao celupkan jari telunjuknya ke dalam sereal sehingga basah oleh susu. Jari tersebut lalu ia balurkan ke tepian penutup amplop hingga merekatlah ketika disatukan.

Setelah tersenyum puas, mantap Takao mengetik di laptop. Menanyakan alamat agensi si model pirang.

.

.

.

"Woi Kise!"

"Hoo! Kasamatsu senpai!"

"Ada surat untukmu!"

Riang gembira Kise menerima amplop putih yang disodorkan oleh menejernya. Membukanya dengan tak sabar.

"Loh ini siapa yang hamil, ssu? Kok tidak ada namanya?"

Kasamatsu nampak tak tertarik menjawab pertanyaan Kise. Kise diabaikannya begitu saja. Pekerjaan lainnya lebih penting daripada menjawab pertanyaan Kise soal orang hamil.

Lalu tiba tiba Kise tersenyum.

Ia baca sebaliknya dengan penuh suka cita. Beberapa kali mengangguk angguk paham dan terkikik geli.

"Kasamatsu senpai, pinjam pulpen dong."

Kasamatsu menyodorkan pulpen namun tak beralih dari susunan jadwal pemotretan Kise yang terus saja ia utak atik.

"Kasamatsu senpai, tolong nanti surat ini difotokopi lima kali bolak balik terus dilaminating habis itu dipigura, ssu."

Kali ini Kasamatsu berhenti bekerja untuk memeriksa surat apa yang Kise minta gandakan lima kali itu. Belum sempat bertanya, Kise sudah keluar sambil bersenandung reffrain OST Bima Satria Garuda season pertama. Meninggalkan Kasamatsu yang melongo berat.

Menerangkan bahwa,

Nama : Kise Ryouta

Usia : 17 tahun

Pekerjaan : Model

Saat ini tengah hamil 6 minggu dan harus beristirahat selama 3 hari terhitung sejak hari ini.

Harap surat ini dipergunakan sebagaimana mestinya.

*SUICCHON*

"Takao, kita perlu bicara!"

Tiada angin, tiada hujan Midorima menarik paksa tangan Takao.

*SUICCHON*

Catatan pojok :

Selamat sore! Selamat sabtu sore alias malam minggu! Malamnya orang orang jomblo seperti Om Takao untuk berdoa agar hujan turun saja XD

Ehm.

Maaf atas keterlambatan saya update LKDM. Minggu lalu rupanya saya diharuskan masuk kerja. :v dan baru bisa hari sabtu ini.

Jadi...

Saya rasa saya belum maksimal disini. Di Chapter ini .-. Maafkan saya sekali lagi.

Oiya. Chapter depan adalah chapter final! :3 doakan saya nggak telat update lagi!

Yang masih mau konsultasi ke Om Takao, boleh lhoh.

Ok.

Bersedia untuk review tidak?

Salam untuk kalian dan kapten wanita diluar sana,

SUICCHON