Warning : Mengandung unsur OOC, EYD (ejaaAN YanG DiZEMrawutkAn), cinta antar pria, dan lain sebagainya.

*SUICCHON*

.

.

.

Takao sekarang sudah mengganti situs tersebut menjadi situs original milik Takao. Sekarang sudah tak main tipu tipu dia. Selain karena situasi pertengkaran dengan Midorima tempo dulu, ia juga takut kualat. Selain itu Midorima kan sudah terkenal. Sering nongol di tv tiap jam jam prime time. Kalau ketahuan ia menistakan Midorima lagi, bui adalah tempat tinggal Takao pada akhirnya.

Layanan Konsultasi Om Takao.

Enggak banget. Isisnya foto foto om om eksis yang selfie dengan tongsis. Sesekali menjulurkan lidah, sekali dua kali berpose sok imut dengan wajah wajah mengantuk. Dan beberapa terlampir video video dirinya sedang bernyanyi lagu lagu anime. Paling sering ditonton ialah video ia bernyanyi original soundtrack anime Kuroko No Bazket. Dan saat ia duet duet bersama Midorima. Tentu yang terakhir lantaran dokter hijau itu yang menjadi mukjizat video itu laris dionton ribuan netizen.

Takao masih sering menerima berbagai konsultasi. Dan ia masih sering menjawab konsultasi konsultasi tersebut dengan seenaknya. Tapi tentu saja. Netizen netizen yang berlangganan ke situsnya menganggapnya layaknya dewa. Bijaksana dan berkharisma meski alay nggak kira kira.

Meski kebanyakan langganan situsnya adalah lelaki lelaki bermasa depan blur, gamers, dan wibu, ada pula rupanya beberapa gadis manis yang menganggap Takao layak dipertimbangkan untuk dibawa jalan jalan di malam minggu yang tidak hujan. Biasanya malam minggu itu kemungkinan hujan paling tinggi soalnya. Sudah jelas, karena banyak kaum kaum teraniaya yang mengutuk malam sakral tersebut.

Salah seorang gadis berambut coklat yang menjadi fans berat Takao adalah siswa SMA yang terindikasi wibu dan nijikon. Apa itu nijikon? Yaitu kasus degradasi seksual ketika seseorang hanya tertarik terhadap hal hal yang mereka sebut sebagai 'waifu' maupun 'husbando'. Lebih tepatnya kegilaan saja daripada disebut sebagai degradasi seksual. Karena mereka hanya tertarik, namun tidak sampai ke tahap praktek.

'"Om, saya bingung. Mana yang harus saya pilih? Pacar atau Husbando saya?' dari Riko yang berusia 17 tahun di SMA khusus wanita."

Takao membaca salah satu postingan di situsnya yang rupanya postingan tersebut menciptakan banyak sekali likers.

Ah rupanya banyak yang mendukung pertanyaan gadis ini dijawab oleh Takao.

Takao sendiri juga bingung. Ia masih sering jatuh cinta dengan Munechika ataupun Ookurikara. Namun tak menolak juga saat dielus Midorima. Ah perkara susah juga rupanya. Takao saja bisa bingung pilih mana antara Midorima dan Ookurikara.

.

.

.

Selamat siang adik Riko.

Senang sekali saya bisa membalas konsultasi seorang wanita seperti adik. Apalagi pertanyaannya cukup membuat saya ikutan baper memikirkan waifu waifu unyuk saya.

Hm.. Maaf membiarkan pertanyaan adik masuk dalam kategori 'museum' karena sudah terlalu lama berkerak di situs ini. Biasalah, saya ini orang super sibuk. Makanya kerjaannya mangkir mangkir melulu. Ohiya, adik benar. Saya memang sibuk upload foto kok.

Ya, jadi soal kebingungan adik Riko kali ini. Saya sendiri juga bingung antara memilih waifu atau pacar saya. Padahal saya jones seperti lelaki lelaki di luar sana. Ya tapi setidaknya saya punya waifu.

Sesungguhnya antara husbando dan pacar itu adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Contohnya seperti antara hutan dan hujan. Aku ada karena kamu telah tercipta. Begitulah kata om Duta dari Sheilla on 7. Kalau tak ada karakter yang sangat diidamkan sebagai pacar, maka tidak akan ada husbando kan? Sesungguhnya bukankah dalam pikiran wanita itu, husbando adalah karaktek yang sangat cocok difungsikan sebagai pacar? Atau sukur sukur suami? Bukankah hal tersebut turut mengangkut asas 'andai ada cowok kek begini'.

Nah ketika adik berandai andai tersebut, apalagi nanti jatuhya kalau bukan seorang lelaki yang sangat persis dengan husbando adik? Jatuhnya manusia lelaki yang berpotansi sebagai pacar juga kan?

Namun ketika adik lebih memilih husbando dari pada pacar, akan lain kisah nantinya dik.

Coba kita lihat sisi sisi seorang husbando. Mereka sempurna, mereka tampan, dan sesuai kriteria. Mereka selalu ada buat kita saat kita butuh fantasi liar. Mereka setia meski tanpa suara. Bukankah greget sekali?

Namun benarkah adik akan merasa nyaman dengan husbando adik tersebut?

Boleh lah adik lari pada husbando ketika hati adik mendung dan bersedih. Boleh lah adik mendewakan husbando adik dengan segala pujian pujin betapa gantengnya dirinya. Boleh pula lah adik beli dakimakuranya dan memeluknya ketika malam tiba. Boleh juga adik koleksi nendonya untuk nanti difoto foto saat hari ulang tahunnya datang.

Sekali lagi saja, memangnya adik akan terus terusan nyaman dengan semua itu?

Saya tidak menyangkal kalau nanti suatu saat, adik akan mendadak baper melihat tangan adik yang berayun mengenaskan ketika adik berjalan sendirian. Bukan tidak mungkin adik akan tiba tiba berpikir 'coba aada yang menggenggam'. Atau suatu saat ketika adik melihat ada jadwal tayang movie Boruto di bioskop bioskop terdekat, adik tiba tiba berpikir 'ah besok nunggu link downloadnya saja.'

Saya hanya bisa menegaskan. Fansub OPLOVERS butuh perjuangan dalam translate dan segala pirantinya dik. Memangnya link download akan turun dari langit begitu saja? Jawabannya tidak, dik.

Itulah. Sesungguhnya hati wanita adalah sebuah labirin tanpa ujung. Ketika wanita berkata 'ah, besok nunggu link downloadnya saja.' Bukan tidak mungkin sesungguhnya hati mereka tengah teriris iris. Tengah memikirkan, mereka sebaiknya menonton hasil jarahan dunia virtual daripada berjalan ke bioskop dan duduk sendirian menonton movie ninja ninjaan, tanpa pasangan.

Apakah saya benar?

Maka dari itu, ketika adik memiliki pacar, sebaiknya fokuskan hati adik pada pacar adik tersebut.

Meski kadang lelaki bikin keki, tapi mereka adalah manusia tepat yang rela menunggu adik berjam jam nonton anime renang renangan maupun basket basketan. Meski kadang adik ilfeel karena mendadak bbm adik berbunyi dengan pesan berisi pertanyaan paling mainstream sejagad raya seputar sudah makan atau belum, namun mereka lah orang yang mengkhawatirkan kondisi adik.

Boleh lah adik jatuh cinta setengah mati pada husbando adik, namun siapa yang bisa memeluk adik ketika adik tengah rapuh? Bukan sesosok husbando, melainkah seorang lelaki. Seorang pacar. Kepada bahu mana yang akan adik pakai untuk bersandar kalau bukan bahu seorang pacar? Tangan siapa yang akan mengusap pipi adik yang mengalir air mata kalau bukan tangan pacar?

Adik bisa saja berhusbando Arima Kishou ataupun Kaneki Ken setahun yang lalu. Tapi tahun depan, siapa yang bisa menjamin husbando adik tidak akan berubah ke Saitama atau Genos? Atau malah kemunduran selera menjadi berhusbando Jojo?

Camkan kata kata saya ini baik baik dik.

Husbandomu akan berubah, karena selera wanita juga berubah. Husbandomu hari ini belum tentu akan jadi husbandomu sebulan kedepan, setahun kedepan atau sepuluh tahun ke depan. Akan tetapi pacarmu hari ini, masih sangat mungkin menjadi pacarmu sebulan kedepan, setahun kedepan, dan sangat berkemungkinan menjadi real husbandomu sepuluh tahun dari sekarang.

Boleh lah sesekali tenggelam dalam illusi visualisasi, namun ketika kamu lelah dengan semua itu, akan ada seseorang yang menantimu kembali dala kenyataan yang pahit. Setenggelam apapun kamu dalaam dunia ilusi, kenyataan akan menarikmu. Dan saat kenyataan pahit datang padamu, disitulah adik akan bahagia telah sadar bahwa ada sesosok pacar yang akan mendukung adik.

Jadi, tentunya adik sudah tidak perlu galau galau lagi soal memilih husbando atau pacar. Semua tentang waktu saja. Ketika adik penat, husbando adalah lelaki yang tepat mengobati penatmu, tapi bukan lelaki yang tepat untuk menarikmu keluar dari kepenatanmu.

Pada akhirnya, saya hanya ingin bilang bahwa lelaki seperti saya adalah lelaki yang tepat untuk menjadi pacar, husbando, maupun real husbando adik riko suatu saat nanti. Maka, segeralah pedekate ke saya dan nanti saya ajak adik jalan jalan ke Ragunan.

Salam tampan,

Om Takao.

.

.

.

Puas sudah Takao memposting jawaban kegundahan si gadis ke situsnya. Tak lupa ia summon si pemilik email 'Riko_Coach ' dan berikan berbagai tag tag seperti 'Husbando', dan embel embel lainnya.

Namun rupanya sepasang mata berwarna hijau lumut di balik bingkai kacamata berframe hitam tengah mengintai tulisan Takao dari balik punggungnya.

Bulu roma Takao meremang. Merasa diawasi. Saat menoleh, baru sadar lah ia siapa yang tengah mengawasinya di balik lensa kacamata bening dengan frame hitam. Midorima yang baru saja pulang syuting dan tengah lelah. Tangannya membawa donat manis produk namun mimik wajahnya tak semanis donat yang dibawanya.

Takao tentunya mafhum. Midorima berang. Sudah Takao telat memanaskan air untuk mereka mandi sama sama, lalu juga ketahuan ia masih suka menggoda wanita wanita remaja. Midorima sebal lah tentunya. Tapi ya tidak apa apa. Takao berusaha tetap ceria.

"Takao…."

"Apa sayang? Muaah."

Takao memberikan pose pose yang dianggapnya manis. Namun tentu saja ekspektasi tak semanis donat produk . Midorima keki.

Sudah lah, Takao pasrah. Kekinya Miodrima sore ini adalah peranda sakral remuknya raga Takao malam nanti, lumpuhnya kaki Takao di esok hari.

.

.

*SUICCHON*

.

.

Catatan Pojok :

Chapter kedua setelah After Chapter ini rilis. Chapter pertama yang berasal dari kasus sungguhan seorang wanita. Yaitu saya sendiri. Ahahahah. Padahal saya sedang WB banget banget.

Ya. Pertama saya akan tekankan bahwa saya seorang wanita tulen. Bagi para pembaca yang mengirimi saya pm dengan panggilan 'om Sui', 'Suicchon kun', 'bang sui' maaf saya mengecewakan beberapa dari kalian. Saya wanita kok.

Selanjutnya, soal kasus ini. Saya sering galau ketika sadar saya tak kunjung move on dari lelaki 2D ke lelaki 4D. malah sepertinya kegilaan saya ini tak kunjung nampak puncaknya. Maka saya lalu paham bahwasanya pacar memang lebih penting daripada husbando meski saya zomblowh.

Selanjutnya, siap siap saja nama pena kalian akan mulai nampak satu persatu dalam chapter chapter saya nanti. Siapkan kokoro kalian karena saya tak main main menjawab konsultasi kalian. Haha.

Lalu, bersedia review tidak ya?

Salam untuk kalian dan sensei wanita di luar sana,

SUICCHON