Entah apanya yang salah. Namun akhir akhir ini banyak sekali remaja baperan yang sering posting pertanyaan aneh aneh seputas kisah kasih masa abege mereka.
Takao lagi lagi sensitif bak wanita seusai masa subur. Ia teringat masa lalu. Ingin bernostalgia dengan kenangan kenangan masa SMA. Ketika masih unyuk dan punya jakun imut imut. Ketika ia masih 4LaY dan cheerful joyful kawaii.
Masa SMA Takao memang tidak bisa dibilang merupakan masa SMA yang seperti di sinetron. Ia tidak mengalami masa menabrak wanita lalu jatuh cinta pada tabrakan pertama. Ia tak menenggak minum minuman haram. Takao tidak mungkin bisa. Minum soda sebotol saja Takao kliyengan. Apalagi miras. Tewas dia bisa bisa.
Justru, masa SMA Takao diwarnai oleh sebuah sepeda trendi yang tak kekinian dengan gerobak yang dipaksa sambung dengan sadelnya. Tampilannya memprihatinkan tapi Takao tak bisa tidak cinta. Sepeda mungil yang menyimpan sejuta kenangan bersama pujaan hati.
Kenangan kenangan soal betapa panas sadelnya saat Takao mengayuhnya hingga hampir terjengkang jengkang. Kenangan soal betapa sejuk dan subur pemandangan berwarna hijau ketika Takao menoleh ke belakang. Serta betapa halus sentuhan sentuhan kecil di punggung Takao saat Takao suka menerobos lampu merah. Takao rindu semua itu.
Sepedanya sudah masuk musium. Sekarang Takao sudah om om. Tidak naik sepeda lagi. Dilarang Midorima katanya.
Makanya, ia habiskan masa om omnya di apartemen Midorima. Dengan Laptop lawas yang belum pakai Intel inside. Dengan modem yang suka ngadat. Namun dibalik semua itu, Takao bahagia. Ia punya cinta dan sinyal Telkomsel yang jaya untuk internetan. Serta sebuah masalah yang Takao baru bisa balas di sela waktu yang berusaha selalu ia selakan.
.
.
.
Dear Midorima-sensei yang gaul dan cakep, saya mau tanya.
Sekarang kan ada Tolak angin, Tolak Linu… Kalo Tolak Jomblo ada nggak yah kira kira? Saya seumur hidup jomblo, ingin sekali sekali dapat pacar.
Furihata K, 17 tahun – atap rumah
.
.
.
Kepada adik Furihata yang sedang berada di atap rumah apapun aktifitasmu.
Pertama tama saya ingin membenarkan. Sesungguhnya halaman konsultasi ini disclaimernya ada pada saya, meski nama saya di-disclaimer Fujimaki Tadatoshi, tapi segala aset dalam situs ini adalah milik saya.
Andaikata kemarin kemarin saya banyak menyebut-nyebut nama 'Midorima' semata karena situs saya ini tengah dihack oleh mantan saya yang cemburu gara gara saya pasang depe sedang gandengan tangan dengan Kaneki Ken.
Mantan saya ini suka eksis dan ngaku ngaku sebagai Midorima Shintarou si pembawa acara Dokter Oz, makanya situs saya dihack secara membabi buta. Jadi mohon maklum dan just pull the sun into your heart.
Ya, jadi berkenaan dengan masalah adik.
Adik baru 17 tahun belum berpacar saja ribut, saya yang belum pernah merasakan belaian kaum hawa selama tiga dekade saja masih woles. Ohiya saya tadi menyebutkan soal mantan ya? Lupakan. Mantan itu mitos.
Kadang dunia itu memang terasa kejam. Bukan hanya untuk Novanto Setya, namun untuk kita kita ini yang menjomblo sekian lama. Namun sesungguhnya saya selalu percaya, bahwa kita kita ini, lelaki lelaki yang haus belaian kaum hawa sesungguhnya seratus juta kali lebih baik dari lelaki berpacar di luar sana.
Jomblo bukan masalah ketampanan kita kurang menonjol. Bukan pula karena kita telat bayar kos. Atau karena kita sering remidi IPS da Matematika. Bukan semua itu dik. Semua itu tak ada hubungannya dengan kejombloan adik. Saya berani berkata demikian, karena saya ingat ada seorang kawan saya yang telat sembilan bulan tidak bayar kos tapi punya pacar bule super kece.
Relationship itu bekerja dua arah, sedangkan cinta itu tak butuh flashback. Cinta hanya bekerja searah saja. Pacaran itu adalah hubungan tangan kanan yang disambut tangan kiri, adalah hubungan bibir dan kening, hubungan saling memakai foto pacar sebagai depe. Sedangkan cinta adalah kondisi dimana adik lah yang kedinginan dengan jaket yang rela adik berikan pada seseorang. Ya tinggal adik mau pilih yang mana.
Mencintai berarti siap baper, ter-php, dinetorare dan segala perasaan yang turut serta ditumbalkan dalam sebuah relikui perasaan menyukai.
Karena cinta adalah sesuatu yang tumbuh alami. Maka adik juga hendak lah menjadi lelaki baik untuk mendapatkan cinta. Lelaki baik adalah lelaki yang rela dijadikan tempat sampah bagi para kaum hawa. Wanita datang padamu dengan segala kesedihannya, meminjam bahu adik untuk dibasahi dengan air mata, lalu pergi dengan kekasihnya saat sudah kembali ceria. Sepahit perasaan Chiyo yang tak pernah dinotis Nozaki. Pahit namun memang begitulah kenyataan.
Menjadi lelaki baik butuh sejuta trik trik yang lebih hebat dari trik sulap Kaito Kid. Butuh sesuatu yang lebih berskill daripada skill ankle break milik Akashi Seijuurou yang baru baru ini nampak memukau di OVAnya. Lelaki baik adalah lelaki yang terus menahan perasaannya terhadap seorang perempuan. Yang mampu menjaga perasaan halus wanita. Agar tidak mendominasi meski tangan tak pernah surut untuk memeluk. Meski saya tahu, menahan perasaan itu terasa sepedih menahan hasrat pengeluaran kebutuhan biologis makhluk hidup berjenis kelamin laki laki saat malam hari.
Sedangkan untuk lelaki lelaki kurang ajar diluar sana, yang dengan mudah membuat wanita bertekuk lutut, mereka sadar sepenuhnya bahwa harga satu pak kond*m lebih murah dari sepiring nasi goreng depan komplek. Kurang ajar memang. Namun itulah yang para wanita suka. Lelaki lelaki pemberani yang penuh kejutan.
Yhahh. Pemberani dengkulmu?
Lantas mengapa kita selalu menjomblo bahkan bila kita sudah berkorban puluan piring nasi goreng untuk satu orang kaum hawa yang kerjaannya bikin baper? Karena mereka tidak sadar ada seorang lelaki yang memendam suka terhadap mereka. Mereka lebih memilih lelaki yaang entah kapan akan mencampakkan dan melukai perasaan kaum hawa.
Ujung ujungnya dia kembali ke bahu kita. Membasahinya lagi dengan air mata. Lalu pergi laagi ketika sudah ceria. Begitu terus siklusnya sampai aspal berubah jadi wafer tango rasa coklat.
Adik tentu sudah pernah dengar pepatah 'buah paling bagus, itu yang paling sering dilempari batu'. Seperti kita ini. Lelaki lelaki baik yang selalu disakiti wanita. Kita adalah lelaki lelaki berkualitas yang belum ditakdirkan bertemu seorang wanita.
Lalu bagaimana agar satu saja kaum hawa bisa melirik kita? Haruskah kita menjadi lelaki kurang ajar yang penuh kejutan? Wanita itu makhluk yang irrasional. Suka kejutan padahal kejutan kejutan yang diberikan tak selalu menyenangkan. Ada kalanya kejutan tersebut terasa sangat menyesakkan. Saran saya sih, adik tidak perlu memberikan kejutan kejutan, apalagi menjadi lelaki kurang ajar hanya demi gelap mata ingin meraih tangan wanita.
Terkadang menjadi nomor dua itu menyenangkan. Adik tak menanggung beban dan tanggung jawab seberat mereka yang dinomorsatukan, namun adik tetap dibutuhkan. Kapan? Ya ketika seorang wanita butuh dada lebar untuk bersandar, butuh bahu tegap yang akan mendekap. Yaitu saat mereka baru saja dilukai lelaki lelaki kurang ajar. Lelah? Saya juga.
Tetap bersabar, suatu saat nanti adik lah yang akan bertemu dada empuk untuk dipeluk.
Atau kalau adik tetap ngebet mau punya gandengan buat diajak jalan, adik boleh kok mengubah orientasi adik. Siapa tahu ada lelaki tampan yang berniat menguasai dunia jatuh cinta pada adik. Ye gak?
Say no to netorare and just pull the sun into your heart.
Salam jomblo,
Om Takao.
.
.
.
Lelah sudah Takao dengan segala kehidupan dibalik layarnya selama ini. Ingin sekali sekali ia ikut terkenal. Terkenal lalu mendaftar sebagai anggota legislatif seperti beberapa anggota selebriti di luar sana. Mengingat kalau sudah terkenal biasanya mencalonkan diri sebagai anggota dewan akan terasa seperti Saitama menghabisi Boros : sangat mudah.
Kalau sudah terkenal ia ingin menjadi suri tauladan yang baik seperti bapak Ridwan Kamil. Sumpah gan, beliau super keren! Selain pemimpin, beliau juga paham perasaan anak galau gemalau macam Takao. Kalau sudah jadi anggota dewan, mungkin sekali sekali Takao bisa mencoba gaya hidup yang lagi tren saat ini. 'papa minta saham'. Ah sedap.
Ya itu andaikata Takao khilaf ada makhluk hijau yang merantainya dengan berbagai macam pesona ketsunderean. Takao tidak bisa lepas. Takao terjatuh dalam pesona hijaunya dan tak dapat bangkit lagi. tanpanya Takao hanya butiran debu.
Lelah Takao, lelah! Sekali saja ia berharap seseorang bisa mewarnai hari harinya satu hari saja. Siapa gitu terserah, asal Takao tidak mati bosan seperti saat ini. Sendirian, kebosanan, tanpa sentuhan, tanpa belaian.
'Om Takao yang bijaksana. Hari sabtu nanti Teiko akan berulang tahun yang ke 111. Om Takao ada waktu buat ngisi acara di sekolah kami ngga ya?'
Itu sms dari Kise Ryouta si model gahul. Selebritis yang paling dekat dengan mereka berdua.
'Dik Kise, om ini bukan remaja SMA yang pengen narsis ya. Enak saja kamu ini.'
'Om dollar lagi menguat nih, ssu.'
'Kalau gitu om minta bayarannya dengan dollar yang dikirim ke rekening om.'
'minta nomor rekeningnya om. Bank apa ya?'
'BPD'.
Dan setelah itu transaksi berlangsung dengan suka cita. Akhirnya harinya akan sedikit berwarna juga.
.
.
*SUICCHON*
.
CATATAN POJOK :
Terimakasih pada
Eileithyia Kudo yang kemarin baru saja mengirimi saya pertanyaan konsultasi yang cukup membuat saya baper mau mengulasnya. Adik yang ingin memakai nama furihata sebagai pengirim konsultasi.
Pertanyaan ini pada dasarnya mengingatkan saya dengan status saya sendiri. Dan ya, semoga senang dengan jawaban konsultasinya ya.
Chapter depan adalah chapter dimana penname teman teman sekalian yang sudah mengirim konsultasi pada om Takao akan saya tampakkan satu persatu. Silahkan pm ke saya andai ada nama yang ingin disensor XD.
maaf juga saya ucapkan sebesar besarnya kepada kawan semua yang sudah mereview dan tidak saya balas satu persatu melalui PM. T^T. kuota saya nakal rupanya.
ya sudah kalau begitu, berkenan untuk review?
salam untuk kalian dan sensei wanita di luar sana.
-SUICCHON-
