Warning : Mengandung unsur typo, EYD tiidak diperbarui, OOC, dan berbagai siluman siluman duia perfanfiksian.
*SUICCHON*
.
Kaum kaum hawa di kelasnya agak agak ricuh membicarakan suatu situs bernama 'Layanan Konsultasi Dokter Midorima'. Si calon penanya pada chapter kali ini membenarkan kacamatanya anteng. Teringatlah ia ketika belum lama ini berkunjung ke suatu apotek berjudul 'Kazunari Maju Lancar'. Ia dititipi kawannya yang saat itu sakit mata dan berniat mencari Rohto maupun Insto. Katanya kalau tak segera ia dapatkan obat tersebut, akurasi 'eagle eye' miliknya akan mengalami disfungsi dadakan.
Namanya Hyuga Junpei dan ia lah bujang berkacamata yang dibuali oleh kawan yang mengaku membutuhkan Insto. Ia merasa super dumper goblok saat digobloki oleh kawannya yang unyuknya berkadar diatas 50% itu.
Lalu apa hubungannya si Hyuga ini dengan situs berjudul 'Layanan Konsultasi Dokter Midorima'? Alam masih menyimpan sejuta misteri. Takdir masih tak nampak jelas seperti manga One Piece yang entah kapan tamatnya setelah tembus beratus chapter. Ada hubungan antara si Hyuga ini dengan Dokter Midorima meski keduanya tak pernah saling bertukar sapa.
Ada misteri yang hanya diketahui oleh Hyuga, Takao, serta Tuhan saat itu.
Cuacanya kala itu sungguh terik dan panas menyengat. Padahal sudah masuk waktu ashar tapi masih saja terasa terik. Di depan apotek yang Takao jaga ada warung kecil yang menjual es jeruk dan berbagai jajanan pengganjal perut. Seusai membeli Rohto di apotek yang rupanya dilayani oleh Dokter Midorima sendiri, keluar lah Hyuga. Yang sayangnya saat itu dibarengi Takao yang menenteng laptop dan modem Huawei keluaran lawas.
"Barusan beli apa, dik?"
"Obat tetes mata om."
Jawab Hyuga cepak. Takao ikut tersenyum cepak sambil keduanya duduk kalem di warung kecil depan apotek Kazunari Maju Lancar.
Takao membuka laptopnya dan segera log in ke situs yang selama ini dibangga-banggakannya. Beberapa kali mesem kecil sambil memilih milih foto Midorima yang mana yang akan ia upload saat itu. Sementara Hyuga kalem meminum es jeruk sebagai pereda dahaganya. Sambil menunggu adiknya pulang dari ngaji, sesruputan dua sruputan Hyuga kerjakan demi mencicil es jeruk yang tak jua usai tersebut.
Kecut. Seperti aroma tubuhnya saat itu.
Sekali dua kali ia tengokkan kepalanya pada lelaki hampir om om yang duduk anteng di dekatya. Dua kali tiga kali ia curi curi pandang pada isi dari laptop yang dipasangi modem ngadat tersebut. Empat kali lima kali hingga berkali kali Hyuga bergerak gerak was was dan ngeri sendiri.
Si om bertendensi humu. Dan Hyuga terlalu menyayangkan aksinya yang hendak pamit undur diri.
Betah saja ia disana. Melirik lirik asik ke laptop si Om belah tengah yang membaca suatu problem. Ke layar laptopnya yag berisikan teks selebar artikel kesahatan alat vital. Hyuga sungguh lah lelaki yang telaten nan maso. Sudah tahu isinya bak berita duka, tetap saja ia teruskan membaca.
'Dokter Midorima, bagaimana ya caranya agar dinotice senpai?' Hyuga membacanya dalam hati. Sambil sedikit bersyukur karena jawaban si Om yang sedang ia ketik terasa menghangatkan jiwa raga.
"Hm. Mengabaikan format curhat nih anak." Gumam Takao jengkel.
Meski tulisannya kecil kecil dan penuh typo layaknya ff yang akan diposting ke situs ff terkenal dunia, namun Hyuga masih bisa membacanya dengan jelas. Sejelas perasaan kakak yang gaya basketnya pernah ia tirukan.
.
.
.
'Halo adik Fujimon yang mengabaikan format curhat. Sesungguhnya ketika adik tidak mencantumkan nama maupun keterangan lainnya, saya sedikit sanksi ingin menjawab pertanyaan adik. Tapi ya sudah lah. Saya tinggal mencomot salah satu nama karakter Anime yang saya tonton sebagai nickname bagi kamu kamu yang tidak bernama. Biasa lah. Lelaki langka yang pull the sun into the heart tak pernah kehilangan langkah untuk membantu yang susah susah. Saya maafkan kesalahanmu. Asoi.
Senpai.
Kata tersebut nampaknya mengalami perluasan makna seperti yang sering diajarkan di mapel Bahasa Indonesia sebelum kurikulum dua ribu tiga belas mengubah tatanan keguruan dan kemuridan dalam menempuh keseharian. Saya kurang tahu apakah ajaran ini semakin dipersulit ataukah dipermudah penyampaiannya. Karena jujur, saya kurang terima jika salah satu bahan ajar ini dihilangkan dari orbitnya.
Kita lupakan soal kurikulum dua ribu tiga belas karena saat ini kita sudah tiga tahun melewati masa masa kurikulum yang bagaikan momok siswa siswi tersebut.
Senpai yang asal muasal katanya adalah 'senior' sudah beralih menjadi istilah untuk menjuluki kakak kelas/ kakak profesi kerja/ kakak kakak lain yang tidak kunjung menotis perbuatan kita. Tidak bereaksi saat kita banyak banyak menunjukkan aksi. Yang tetap bersikap lempeng saat kita sudah maso sana sini demi membuatnya melirik kita selama dua detik saja. Pedih memang, ya siapa suruh jadi kohai kalau tidak mau dicuekin senpai.
Tapi semua kembali ke dasar hakikat manusia sebagai makhluk yang sering baperan dan juga laperan. Sekece, tajir, maupun keren apapun senpainya adik Fujimon ini, dia tak lebih dari segumpal darah yang kadang proporsionalitas tubuh dan wajahnya menuai popularitas. Yang kadang lekuk lekuk tubuh dan wajahnya berada di atas skala normal. Intinya si doi ganteng.
Manusia tetaplah manusia. Makan, minum, butuh teman, dan nonton anime meski tidak semuanya. Setidaknya adik bisa temukan satu poin persamaan adik dengan si senpai. Sama sama manusia meski tontonannya beda. Bisa jadi adik nonton Sekaiichi Hatsukoi sedangkan sepaimu ini nontonnya genre genre berat keluaran studio Ghibli. Tidak ada salurnya memang. Tapi setidaknya kalian sama sama manusia. Sering kali kesamaan bisa membuat dua makhluk menjadi selangkah hingga berlangkah langkah lebih akrab lho.
Mungkin adik Fujimon tidak berparas istagram-able, tidak cukup kaya untuk kredit motor matic, maupun tidak cukup berkelas untuk sekadar duduk di pojokan kafe donat . Namun hal hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk membatasi gencar -gencaran melancarkan serangan serangan serius ke senpai.
Sekali lagi, kalian sama sama manusia. Setidaknya sebagai satu spesies yang tidak tinggal di Vers, adik bisa tahu celah celah apa saja yang dapat adik bobol untuk bisa nampak dalam radar si senpai. Misalnya seperti iseng iseng membahas kadar humus tanah di Vers sana kalau ada kesempatan.
Namun kalau rupanya senpai adik ini cukup bebal untuk menangkap aksi aksi adik, coba saran saya berikut ini.
Pertama, coba adik dekati salah satu kawan kawan si senpai ini.
Manusia adalah makhuk sosial, artinya manusia tidak bisa tidak mengandalkan orang lain. Segahar dan sesangar apapun senpaimu ini, ada lah pasti sebiji atau dua biji seseorang yang sering terlihat berkeliaran kemana mana bersamanya. Entah mereka memang sudah satu paketan atau apa. Tapi sering sering sih si senpai jalan sama kawannya ya. Nah dari beberapa spesies yang cukup sering bersama senpai, coba kamu dekati salah satunya. Pilih salah satu yang cukup jinak untuk didekati dan ditraktir jajan bakso di kantin sekolah.
Dekati, say hay dengan wajar dan berikan semangkok bakso sebagai sesajen. Tapi kalau rupanya kawan senpaimu ini lebih menggilai batu akik daripada bakso, lupakan saja niatan adik untuk menjinakkan si kawan ini. Cari yang lain yang bisa kamu jinakkan dengan caramu sendiri.
Santai saja. Biarkan semua mengalir seperti air. Bahas obrolan santai yang menjurus ke obrolan mengenai senpaimu. Namun jangan sekali sekali berikan serangan telak semacam memaksanya memberitahu ukuran pinggang senpaimu atau menanyakan warna kolornya secara mendadak.
Karena selain bisa membuatnya shock, namamu sebagai kouhai yang selalu mengincar senpaimu juga akan direkomendasikan untuk di blacklist selamanya dari daftar para kouhai yang mengincar senpai. Tidak mau? Ya jangan.
Yang kedua, pakai cara klasik yang cukup berseni.
Berkirim surat!
Zaman makin maju, hubungan antar individu sekarang lebih praktis dan hanya terbatas di kuota dan jaringan yang stabil. Namun ada kalanya bagi beberapa orang hal hal klasik masih memiliki nilai nilai tersendiri. Karena selain lebih spesial, ada suatu unsur kemurnian yang terkandung di dalamnya.
Adik fujimon sebaiknya berhenti memberi komentar tiap si senpai upload foto di facebook maupun instagram. Berhenti juga komen statusnya di bbm atau di Line. Beralihlah ke seni klasik dalam berkirim surat.
Adik punya akun di situs ? senang menulis? Sekarang lah saatnya adik tunjukkan kebolehan adik dalam menulis pada sebuah lembaran kertas yang nantinya akan dikirim ke senpai. Tidak perlu pakai kepala surat, hal, lampiran maupun cap dari lembaga yang bersangkutan. Karena sejauh ini tidak ada lembaga yang cukup senggang mengurusi urusan rumit senpai dan kouhai. Adik tidak perlu juga memakai bahasa 'ananda, adinda, kanda' karena surat ini nantinya bukan ditujukan untuk dianalisis unsur intrinsik yang terkandung di dalamnya.
Gunakan kertas ukuran normal. Jangan pakai kertas selebar sajadah dengan hiasan bunga bunga alai, mungkin senpaimu tidak suka. Cukup sapa dan katakan kalau adik kagum dengan kemampuan senpai entah itu dalam bermusik atau kegiatan olahraga lainnya. Simpel namun akan cukup berkesan bagi senpaimu. Pada akhirnya dia jadi tahu bahwa selama ini ada yang kagum akan kemampuannya dan mengakui segala skillnya. Manusia dimana mana sama. Senang bila diakui dan bangga bila dipuji. Maka di titik itulah adik bisa buat senpaimu senang dan berada di atas angin.
kalau tidak dinotis juga mungkin adik lupa mencantumkan nama adik. Kalau masih tidak dinotis, setidaknya si senpai sudah melihat tulisan tangan adik. Cerialah, dik.
Yang ketiga merupakan cara yang paling efektif bagi mereka yang malas melakukan hal hal repot untuk menarik atensi si senpai. Cara yang efektif bagi mereka yang tidak malu menunjukkan wajah di depan senpai.
Namun langkah ini pun bisa menjadi senjata utama ketika kamu tidak berhasil membuat senpai sekilas saja melirikmu seperti dua cara di atas yang sudah saya paparkan.
Ada beberapa orang di dunia ini yang entah memang tidak peka sekali. Entah bawaan lahir atau memang sok sokan cuek, hal tersebut sampai sekarang masih sebelas dua belas dengan Blast si peringkat pertama dari anime sebelah yang sosoknya tidak diketahui. Misterius.
Namun apapun yang jadi alasan untuk jenis ini menutup diri dari aksi aksi kouhainya, mau tak mau pasti tersetil juga saat ditabok. Nah, adik nampaknya perlu tabokan yang cukup keras untuk menyadarkan bahwa selama ini ada seorang kouhai yang beraksi berapi api memberikan notifikasi.
Jadi, coba adik cari tahu apa yang selama ini disukai oleh senpai adik. Apakah dia punya ? atau punya bass Ibanez tri fade burst? Atau punya setumpuk DVD Bluray Gintama?
Lupakan kalau rupanya senpaimu ini sangat suka Dakimakura atau bebatuan kinclong warna warni. Karena percaya lah, diantara sekian banyak kesukaan lelaki, dari mulai action figure sampai 48 gadis yang joget hula hula, ada pula yang suka pada batu. Adik sebaiknya menyerah saja kalau si senpai ternyata suka batu.
Akan tetapi kalau senpaimu senang baca buku, cari tahu lagi buku apa yang pantas diberikan ke senpai. Jangan sampai adik salah memberikan buku seperti buku buku tuntunan sholat lengkap atau buku UUD 1945. Karena selain kurang nyambung juga cuma buang buang duit saja. Coba kasih si senpai light novel ringan seperti 5cm persecond yang sukses membuat saya sendiri agak berkaca kaca.
Kalau senpaimu suka anime, coba selidiki dulu anime apa yang dia sukai. Kalau anime loli loli boleh lho adik berikan nendonya, atau kaos gambar anime pada si senpai kalau rupanya adik sayang memberikan nendo mahal pada senpaimu.
Kalau rupanya semua cara di atas tidak mempan juga, positive thinking saja. Kamu sudah berusaha. Senpai adik saja yang kelewat kebangetan. Setidaknya adik kan sudah berusaha.
Memang sudah takdir kok kalau senpai itu susah menotis keberadaan satu kouhai diantara sekian banyak kouhai. Bisa saja di matanya kamu tak beda jauh dengan butiran debu yang terbang tertiup angin. Tabah ya.
Saran saya lebih baik kamu minta notis ke dokter kece seperti saya saja. Pasti saya berikan notice kok.
Just pull the sun into your heart dan sampaikan salam saya ke senpaimu.
Dokter Midorima
.
.
.
Hyuga agak terguncang.
Ketika wanita wanita di kelasnya sibuk membahas dokter Midorima dan ulang tahun sekolahnya yang ke 111, ada sebuah berita selintas yang melayang tertiup angin melewati telinganya.
"Gosipnya besok dokter Midorima mau jadi bintang tamu di ulang tahun sekolah kita lho."
"Ngapain?"
"Ngasih bimbingan konseling kayak yang di situsnya."
Hyuga mesem kalem. Mereka belum membaca postingan terbaru di situs 'Layanan Konsultasi Dokter Midorima' sepertinya.
'Masa sih?'
Hyuga ulangi pertanyaan tersebut dalam hati hingga bel pulang sekolah tak lagi terasa nyaring nan bening di kuping.
.
.
.
*SUICCHON*
.
.
Catatan Pojok :
Wow. Cukup banyak juga rupanya solusi untuk problem kali ini.
Terimakasih kepada salah satu pembaca saya yang bernama pea nanodaayo yang sudah menanyakan pertayaan sakral ini. XD maaf pennamemu tidak saya sensor. Kamu saya hubungi via pm agak susah :')
Lalu untuk problem yang belum terjawab mohon bersabar ya. Saya sortir pertayaannya dari yang paling konyol untuk saya jawab XD
Dan saya mau menawarkan. Ada yang mau bikini side story dari salah satu konsultasi bikinan om Takao? Saya kurang asupan yang memuaskaaaan T^T yang berminat mohon hubungi saya.
Oiya, om Takao masih buka pojok curhat lho.
Salam buat kalian semua dan kapten wanita di luar sana.
Suicchon
