Warning : Mengandung unsur typo, EYD (Ejaan Yang Disemrawutkan), BL, serta OOC. Harap berhati hati apabila menemui kriteria yang sudah saya sebutkan.
.
.
*SUICCHON*
"LAYANAN KONSULTASI DOKTER MIDORIMA"
.
.
"Om, kenapa fujo sering terlibat perang OTP?"
Teiko. Sekolah elit dalam negeri berstatus SBI. Konon kabarnya sekolah tersebut sudah sering menjebolkan nama-nama yang kerap malang melintang di bidang politik, hukum, pertahanan, dan aspek-aspek yang ada di buku PKN. Baik itu jadi mentri maupun cuma mantri. Salah satu contoh konkrit dari lulusan Teiko ialah sosok mentri yang sangat gemar menenggelamkan kapal tetangga. Meski tidak tamat SMA gara-gara di DO dengan alasan sering menenggelamkan kapal yang bukan sekapal dengannya, siswa tersebut tetap diakui sebagai jebolan dari Teiko.
Siang ini, setelah diundang oleh siswa OSIS minggu lalu, Takao datang. Kedatangan Takao demi memenuhi hutang uang yang sudah terlanjur masuk ke rekening bank Mandiri miliknya. Hutang manggung siang-siang untuk memperingati hari ulang tahun sekolah prestisius.
Bukannya mengadakan pengajian ataupun selebrasi yang lebih bernalar, Teiko malah mengundang om-om madesu macam Takao. Entah budget-nya yang berusaha diirit-iritkan berhubung jasa sewa Takao hanya lima puluh ribu per jam, atau karena Takao sedang naik daun akhir-akhir ini. Takao tidak ingin berspekulasi buruk terhadap anggota OSIS. Biar bagaimana pun, tanpa OSIS dari Teiko, nama Takao hanya akan gencar diberitakan di dumay saja.
Siang ini, seusai dibuka sesi tanya jawab, atau biasa dilambangkan dengan huruf Q&A, sebuah pertanyaan datang dari seorang siswa berkacamata berambut coklat. Takao bisa lihat siswa tersebut sempat berbisik-bisik pada dua rekannya yang berambut hitam lurus dan yang satunya berambut kuning cetar yang diberdirikan sebelum akhirnya mengangkat tangan dan bertanya pada Takao.
Takao jadi kaku.
Ah, sebuah salam feminim dari Teiko, sebuah pertanyaan ekstrim soal fujo.
.
.
.
Takao mematung. Tubuhnya seolah dipaksa jadi patung. Untuk pertama kali manggung, kenapa harus dapat pertanyaan menggantung? Untung-untung IQ Takao ini tingginya tak terhitung. Untung kejeniusan Takao setara Lelouch. Jadi, pertanyaan semacam ini bagi Takao hanya terasa seperti biji zarah. Ketjil gan!
Ah, tapi tetap saja. Takao merasa terpojok. Rasa-rasanya seperti dipaksa memilih Yuri atau Yurio. Seperti dipaksa mengencani atlet voly atau atlet basket. Tidak ada pilihan yang dapat menghalau risau di hati Takao semenjak pertanyaan tersebut meluncur membuka sesi tanya jawab. Pertanyaan itu rupanya sukses menembak hati Takao tepat di pusatnya meski agak miring ke kiri sedikit.
Dari sekian ratus lelaki dari kelas satu sampai kelas tiga yang membikin Takao agak gerah jiwa raga, mengapa harus ada yang meributkan soal wanita penyuka dua pria yang saling mencinta? Sungguh. Fujo bukanlah bahasan anak gauls masa kini. Bukan tema nyaman di kalangan kekinian. Bahkan, Takao yang hampir uzur ini saja tahu kalau bahasan anak sekarang itu si Awkarin dan Yonglek.
Demi menjaga image Takao yang bijak, Takao tentunya tidak bisa jujur bahwa ia bukan sosok yang akrab dengan wanita fujo. Andai Takao mengaku ia tidak paham soal fujo, Takao bisa dicap tidak profesional dan tidak bijak. Yang mana nantinya akan menurunkan popularitasnya di dumay. Asal tahu saja, follower Takao di fanpage Facebook sudah mencapai 700 jiwa meski Takao tidak pernah update apa-apa. Lucknut? Memang. Takao memang senang sekali mem-php followernya.
Meski tidak akrab dengan wanita-wanita fujo, namun Takao pernah beberapa kali terlibat diskusi hangat fujo soal om-om yang main Ice Skating. Bagi Takao, om-om yang main Ice Skating bukan lagi bahasan hangat, namun bahasan panas. Bagaimana tidak? Kepopulerannya hanya ditopang dua bilah besi yang digunakan untuk meluncur di atas es beku. Hanya dengan itu, kegantengan Takao di-standing tackle dengan sangat mudah.
Roda itu berputar. Takao percaya itu. Meski pendukungnya berbondong-bondong melakukan transmigrasi dari lapangan basket ke arena seluncur es, Takao tidak apa-apa. Hidupnya berputar seperti bola basket. Kadang-kadang naik, kadang-kadang turun. Kadang dilambungkan, kadang dibanting-bantingkan. Takao juga yakin. Om-om yang main Ice Skating pun kehidupannya tak semulus luncurannya di atas es. Terkadang triple axel pun mengalami kegagalan bukan? Hanya dengan pemikiran seperti itu, Takao dapat mengguyurkan air dingin pada api yang menyala dalam hatinya.
Sebagai informasi saja, api yang menyala di hati Takao mengeluarkan asap yang berbunyi,
"Kamu kapan dikasih sesuatu yang bulat dan emas?"
Kemudian Takao tersenyum getir. Sudah lah. Memang yang namanya api kecemburuan itu sukar padam.
Takao menggeleng. Untuk pertama kalinya ia merasa buntu. Ia bukan wanita. Ia bukan fujo meski statusnya homo. Mana tau OTP war dia.
"Perang itu dimana-mana terjadi karena beda pendapat dan perebutan kekuasaan. Kasus seperti ini dapat menimpa siapa saja. Tidak mengenal kalangan dan usia. Sebagai contoh, perbedaan pendapat diantara dua pejuang Joui yang menuntun mereka menempuh langkah yang berbeda-beda.
Ketika dua kubu atau lebih memiliki pendapat yang berbeda akan tetapi mereka ingin memaksakan pendapat mereka terhadap kubu yang lainnya, terjadilah perang. Om rasa hal seperti ini bukan cuma terjadi pada kasus fantasi homo saja. Kemarin belum lama ini Om lihat banyak yang ribut soal Naruhina atau Narusaku. Ada juga kubu Subaru x Emilia dan Subaru x Rem. Om sendiri naik kapal Subaru x Felix.
Akan tetapi kasus perang jadi lebih spesial apabila terjadi di kalangan fujo. Seperti yang kita sudah ketahui selama ini, jangkauan fujo itu luas seluas imajinasinya. Bisa liar seliar fantasinya. Bukan tidak mungkin ketika perang antar kubu AxB dan AxC akan disusupi kubu BxC. Yang mana rumus tersebut tidak berlaku pada pasangan lurus. Itulah yang Om maksud dengan jangkauan luas.
Jangkauan yang lebih luas itulah yang memicu pergesekan-pergesekan yang mudah memantik konfrontasi antar kubu. Mudah sekali terjadi pergesekan dimana-mana."
Audience Takao yang didominasi perjaka muda bermental cendekia mengulum secuil tawa. Mesem kecil dan beberapa menahan tawa. Sedangkan dari panggung, bisa Takao lihat si pengaju tanya nampak seperti belum menemukan cahaya. Penjelasan Takao mungkin belum menerangi sanubari.
"Menurut Om, fujo itu seperti apa?"
"Seperti FPI."
Depan panggung berkalang hening. Kemudian gelak tawa pecah. Serentak mereka tergelak-gelak. Sepertinya jawaban Takao cukup ngawur.
"FPI dan fujo itu punya kemiripan. Selain sama-sama berawalan dengan huruf 'F', mereka juga dikenal bersumbu pendek. Alias gampang dibakar.
Sumbu pendek sering ditandai oleh emosi emosi sesaat yang agak hype ketika terjadi suatu peristiwa yang sering mereka sebut dengan 'hint'. Serentak bisa jejeritan, ada yang sampai kayang, ada yang segera bikin sesembahan, ragamnya bisa beraneka.
Dan yang paling berbahaya adalah ketika sumbu pendek terpantik api. Apinya cepat sekali menuju permukaan. Api dari sumbu itulah yang kerap menimbulkan aksi bakar-bakaran sana sini.
Akan tetapi hal seperti itu bagi Om tidak jadi masalah buruk. Kaum-kaum mereka punya semangat tinggi. Semangat yang mudah terbakar. Merambat dari satu jiwa ke jiwa yang lain. Semisal itu kemarin ada yang bilang 'aku bayangan untukmu sang cahaya'. Gitu doang, fangirlnya segera saja menggila. Bukan hal buruk kan?"
"Om, bagaimana fujo harus mengantisipasi terjadinya perang antar kapal?"
"Berhati-hati dan tahu diri.
Setelah kasus penistaan OTP baru-baru ini, Om yakin selanjutnya akan ada kasus penistaan OTP yang lainnya. Karena sekali lagi Om tekankan, jangkauan fujo yang luas dapat dengan mudah memantik api-api peperangan.
Maka dari itu seorang fujo butuh sikap hati-hati dalam bertindak. Baik itu dalam dunia nyata maupun dunia maya. Sebagai contoh, sekali saja fujo bilang 'jangan mau dibohongi pakai asupan Otabek x Yurio'. Dah. Lima tahun dramanya ngga kelar-kelar. Bisa membesar jadi tuntutan dan aksi demo dimana-mana.
Semacam itulah yang menimbulkan kedengkian pada kubu-kubu tertentu. Tahu sendiri lah, sumbu pendek itu mudah disulut."
Siswa penanya nampak rembugan kecil sebelum kemudian mengajukan pertanyaan yang lainnya.
"Jika sumbu mereka mudah disulut, bagaimana seorang fujo harus tahu diri?"
Bagi Takao, pertanyaan ini terdengar lebih universal.
Mengapa seseorang butuh tahu diri? Karena dirinya tidak sadar sumbunya telah dipantik api. Bagi mereka yang tahu diri, mereka sudah pasti tidak mudah disulut api.
Tahu diri bagi Takao merupakan bentuk pengendalian tertinggi pada makhluk hidup berspesies mirip kera ini. Bagaimana dua buah kata berstruktur 'tahu diri' dapat dengan mudah menghentikan langkah Takao menuju KUA terdekat merupakan bukti hakiki soal eksistensinya yang tidak terdapat pada semua orang itu. Akan tetapi tahu diri dan tidak percaya diri merupakan jenis yang berbeda. Bedanya bagaikan pertamax dan premium.
Tahu diri berarti mengetahui batasan diri sendiri agar dapat memutuskan untuk tidak bertindak bodoh yang mana nantinya bisa berakibat meninggalkan luka maupun kenangan yang dapat mempermalukan seseorang hingga tujuh turunannya. Sedangkan tidak percaya diri itu serupa dengan gagasan Takao soal melamar Midorima duluan. Mustahil bakal kejadian.
Lalu bagaimana gagasan tersebut dapat diterapkan pada spesies fujo?
Takao tersenyum kalem. Memantapkan diri untuk melanjutkan berhubung Takao lihat Midorima tengah mesem di kursi VVIP.
"Agar tidak terjadi perang karena perbedaan pendapat maupun perebutan kekuasaan, seorang fujo harus berjiwa Katsura Kotaro.
Mungkin mentalnya terdegradasi, mungkin kecerdasannya didiskreditkan. Meskipun begitu, jiwanya bukan jiwa kreditan.
Siapa yang ingin menggulingkan bakufu sebegitu niatnya namun malah berakhir bermain jenga di tepi sungai bersama sosok nomor wahid di negaranya? Atau siapa yang sebegitu niatnya ingin menjegal Shinsengumi tapi malah berujung jalinan kongsi dengan dedengkot Shinsengumi? Ah, arc Shogun Assasination dan Shinsengumi farewell ntapz!"
"Om Takao wibu ternyata."
Takao bisa dengar selentingan kekagetan di sudut entah mana.
"Betul, Om!"
Kemudian seruan mengamini ucapan Takao menggema dimana-mana.
"Katsura Kotaro bilang Takasugi adalah peranakan setan. Akan tetapi, Zura tetap repot-repot naik angkutan lintas kota lintas galaksi cuma buat ketemu doi yang dibilang peranakan setan bukan? Kenapa? Karena mereka sama. Mereka saudara seperguruan. Bareng itu si om om nafas gula sama agen MLM.
Mereka mungkin terpisah di kubu pejuang Joui, Yorozuya, Kaientai, dan Kihetai. Namun pada akhirnya mereka akan kembali bersatu untuk tujuan yang sama.
Hendaknya fujo meneladani sikap seperti itu. Meskipun kapalnya berbeda, kubunya terbelah-belah, akan tetapi mereka tetaplah sama.
Bukan hanya fujo, kita semua adalah sebuah kesamaan.
Apa perlu ada titan dulu baru kita sadari kesamaan kita?
Apa perlu diserang titan kolosal dulu baru kita meyadari arti keberadaan orang lain?
Yang ingin Om tekankan untuk kalian dan fujo di luar sana hanya sebuah gagasan singkat.
Jika kalian bukan saudara dalam perkapalan dan kepercayaan, kalian adalah saudara dalam kemanusiaan."
Sepatah kata menutup sesi tanya jawab. Berbarengan dengan itu, dokter hijau yang sekarang jadi artis ibukota tersenyum sambil menaikkan kacamatanya. Hatinya tiba-tiba bak dipeluk erat di tengah hujan lebat. Meski lembab, namun hangat. Walau basah, hatinya tak lagi resah.
Pada kedua lensa kacamatanya, terpantul perwujudan Takao yang tak pernah berhenti memberikan nyawa pada hidup Midorima yang sering kali terasa rata. Takao dan kehidupannya yang tak pernah terasa mati bagi Midorima. Takao, yang meskipun otaknya hanya dipenuhi lobang berjalan, namun sekalipun tak pernah menyerah dan mengeluh pada jalan berlobang.
Takao yang berdiri di atas panggung ialah Takao miliknya selama ini.
Lagi-lagi Midorima tersenyum untuk sekian kalinya hari itu.
"Ah, sekarang semua orang tahu betapa hebatnya kamu, nanodayo."
.
.
.
Catatan pojok :
/tarik nafas dalam dalam/
AYO INI MANA YANG FUJO TERUS MAU BEGAL SAYA?!
wkwkwk. Duh. Saya berasa kriminal sekali di chapter ini. Saya berasa sedang menembak dua burung dengan satu batu.
Tapi yhaaa sudah lah!
Chapter kali ini datang dari banyaknya kasus curhatan fujo di fp. Saya tergerak untuk melibas semuanya menjadi satu chapter. Meski isi chapter kali ini tidak bermutu, harap maklum.
Silahkan bagi yang tidak suka sangat boleh pm saya dan umpati saya sepuasnya. Yang tidak puas di pm, boleh ke fb dan permalukan saya disana. :3
Yang suka, saya tidak ingin meminta macam macam.
Review saja sudah cukup membuat saya tentram :3
Salam sayang untuk kalian dan sensei saya di luar sana jika beliau masih ingat saya,
.
SUICCHON
